Cari Artikel Disini

Showing posts with label canggih. Show all posts
Showing posts with label canggih. Show all posts

Lima ponsel canggih alternatif iPhone 5

Lima ponsel canggih alternatif iPhone 5
iPhone 5 (Foto: Getty Images)
Apple iPhone 5 akhirnya muncul. Di satu sisi, telepon ini masih mengusung kelebihan yang terdapat di pendahulunya. Masih tampil dengan bentuk tipis, layar sentuh dengan tampilan intuitif, aplikasi yang banyak dan sinkronisasi mulus dengan beberapa layanan seperti iTunes dan iCloud. Kali ini dengan layar yang lebih besar.

Berikut ini 5 telepon seluler yang tidak hanya menjadi penantang iPhone 5, tapi juga dalam beberapa hal justru lebih mumpuni.

 
Jika Anda ingin layar yang mantap: Motorola Droid Razr HD
Untuk kali pertama dalam lima tahun sejarah iPhone, Apple memperbesar layar telepon genggamnya menjadi empat inci. Tampilan yang lebih tinggi (tidak lebih lebar) kini memberikan tampilan layar lebar yang sebenarnya saat dipegang membujur (dengan aspect ratio 16:9, seperti HDTV Anda, saat dipegang membujur).

Telepon genggam dengan layar empat inci tersebut masih menggunakan teknologi ‘Retina’ Apple. Tapi mereka yang mencari layar mengagumkan, mungkin dapat mempertimbangkan Moto Droid Razr HD yang dirilis pada 5 September lalu.

Dirilis pada musim gugur di Verizon, Droid ini menawarkan layar 4,7-inci 720p HD dengan resolusi 1.280x720 (layar iPhone 5 mempunyai resolusi 1.136x640). Layar HD Razr juga terbentang hingga sudut-sudutnya, dengan hanya sedikit bingkai di sekitarnya.

Seperti telepon genggam Razr sebelumnya, telepon genggam baru yang berukuran tinggi 131,9 mm, lebar 67,9 mm dan ketebalan 8.4 mm tersebut, unggul lewat bahan serat Kevlar yang tahan lama serta kaca Corning Gorilla.


Jika Anda ingin kamera yang kuat: Nokia Lumia 920

Baiklah, mari kita perjelas: Microsoft dan Nokia membuat kesalahan dengan menggunakan video promo palsu untuk menampilkan kemampuan fotografi dan perekaman video dari Lumia 920, sebuah generasi terbaru dari perangkat Windows Phone 8. Tapi jangan salah, telepon seluler dengan kamera yang luar biasa itu telah hadir pada 5 September di New York City.

Di atas kertas, perangkat itu tidak terlihat jauh berbeda dari kamera iSight milik iPhone, baik Nokia Lumia 920 dan iPhone 5 sama-sama memiliki kamera 8 megapixel yang mengagumkan (3264x2448 piksel) dengan autofocus dan flash LED.

Namun kamera PureView Lumia itu menawarkan kinerja yang luar biasa dalam kondisi minim cahaya  (mengambil cahaya hingga lima kali lebih banyak dari kamera smartphone lainnya), image stabilization optik (bukan digital) dan dukungan sejumlah filter, efek-efek khusus, dan hal-hal menyenangkan lainnya yang dapat Anda lakukan dengan foto Anda saat memotretnya (ataupun sesudahnya).

Dalam sebuah gelarannya, Nokia menunjukkan demo langsung dengan menghapus orang yang tidak diinginkan dalam foto yang kita ambil sehingga Anda dapat melihat latar belakang pemandangan yang tidak terhalang.

Jika Anda menginginkan baterai yang tahan lama: Samsung Galaxy S III
Apa gunanya memiliki telepon genggam yang dapat melakukan apapun, bila Anda sudah kehabisan baterai pada siang hari?

Semoga iPhone 5 akan memiliki baterai yang lebih baik (atau manajemen baterai yang lebih baik) daripada iPhone 4S, tetapi jika Anda menginginkan sebuah smartphone saat ini, yang benar-benar dapat bertahan sepanjang hari, berpalinglah ke Samsung Galaxy S III.

Apple mengatakan baterai iPhone 5 dapat bertahan dalam mode waktu siaga selama 225 jam dan 8 jam untuk waktu bicara (dalam mode komunikasi 3G) — sama seperti iPhone 4S. Namun sayangnya banyak yang mengatakan waktu bicara tidak selama itu, meskipun layar telah diredupkan, push mail dimatikan, serta GPS dan Bluetooth tidak diaktifkan.

Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S III menawarkan 790 jam waktu siaga dan waktu bicara 11 jam  40 menit (dalam mode komunikasi 3G). Hebatnya lagi, itu menggunakan sistem operasi Android berlayar 4.8 inci, jaringan NFC (near field communication) dan konektivitas 4G LTE.

Oh, dan tidak seperti iPhone, baterai Galaxy S III yang memiliki daya sebesar 2.100 mAh dapat dilepas, untuk berjaga-jaga bagi pelancong yang ingin menyiapkan baterai cadangan.

 
Jika Anda menginginkan ponsel dengan suara yang hebat: HTC One  X
IPhone lahir dari iPod, dan dengan demikian musik adalah bagian terbesar dari warisan dan daya tariknya saat ini, termasuk integrasinya dengan iTunes. Tapi ada smartphone lain yang menjadi saingan iPhone dalam hal suara, seperti HTC One X.

Telepon genggam Android tersebut tampil menggebrak dengan teknologi pengolahan suara Beats Audio. Musik akan terdengar bagus ketika Anda sedang mendengarkan lagu seperti yang Anda unduh, sambil memindahkan data atau streaming ke smartphone. Anda juga bisa mengubah suara dengan berbagai pengaturan dan equalizer. (Untuk pilihan equalizer, cobalah profil Sweetener untuk pilihan rendah, sedang dan tinggi yang seimbang.)

Sebuah HTC yang eksklusif (HTC memiliki 51 persen dari Beats), teknologi Beats Audio terdengar mengagumkan bahkan ketika bermain game, menonton video atau mendengarkan buku audio atau podcast.

Yang lebih mengagumkan, bahkan panggilan telepon terdengar lebih keras dan jelas di HTC One X.

 
Jika Anda ingin smartphone yang kuat yang tidak mahal: Sony Xperia ion
Bukan rahasia lagi, Sony bermain di pasaran smartphone, yang merupakan jati dirinya, tapi jangan abaikan Xperia ion yang mengesankan sebagai telepon genggam Android yang kuat dan serba guna dengan harga setengah dari iPhone 5.

Telepon genggam LTE pertama dari Sony tersebut memberikan kecepatan jaringan komunikasi yang tinggi di pasaran smartphone. Layarnya 4,6 inci dan sangat jernih dan tidak seperti perangkat Apple, Anda dapat memperbesar kapasitas penyimpanan menggunakan microSD card sampai dengan 32GB.

Fitur lainnya yang mengesankan antara lain kamera 12 MP (dengan video 1080p dan modus panorama 3D), dengan baterai 1900 mAh atau sampai dengan 10 jam waktu bicara, serta aplikasi media eksklusif seperti Video Unlimited dan Music Unlimited dari Sony.

Prosesornya memang tidak sebanding dengan iPhone 5 dan sedikit mengecewakan dengan sistem operasi Android 2.3 (Gingerbread) yang ketinggalan zaman,  tapi setidaknya para pengguna Xperia ion dapat mengakses Google Play (sebelumnya Android Market), dan mengunduh lebih dari 500.000 aplikasi.

Inilah Robot Pembantu Para Lansia yang Canggih

@Ikadanews - Inilah Robot Pembantu Para Lansia yang Canggih - Sebuah perusahaan Perancis bernama Aldebaran Robotics yang bergerak di bidang Nano Robot sekarang bekerja keras mewujudkan sebuah robot baru yang dikenal dengan nama Romeo yang diperkenalkan pada bulan Maret lalu.

 Tujuan robot ini adalah untuk membantu individu lanjut usia dan penyandang cacat. Tinggi robot ini adalah 1,4-meter. Robot ini bisa membawa makanan dari dapur, bisa berjalan melalui rumah, juga mampu membawah sampah Anda keluar, dalam jangka pendek robot ini benar-benar sebuah pendamping yang setia kepada pemiliknya. Harga yang diharapkan dari robot ini adalah sekitar 250.000 euro.

Inilah 10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia Yang Canggih

@Ikadanews.info - Inilah 10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia Yang Canggih - Apabila kita telusuri lebih dalam, ternyata Indonesia di masa lampau menyimpanan banyak misteri maupun teknologi yang tergolong ‘canggih’ hingga saat ini. Apa saja?

1. Borobudur

Bukti kecanggihan teknologi dan arsitektur
Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.

Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.

Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.

Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.



2. Kapal Jung Jawa

Teknologi kapal raksasa
Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.

Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di "Laut Selatan".

Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. "Mereka mengaku keturunan Jawa," kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.

Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata "Jung" digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.

Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.

Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.


3. Keris

Kecanggihan teknologi penempaan logam
Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.

Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.

Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).

Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.

Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.

Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.


4. Benteng Keraton Buton

Arsitektur bangunan untuk pertahanan
Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur.

Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.

Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.


5. Si Gale gale

Teknologi Robot tradisional Nusantara
Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan "tangannya" sebagai mana layaknya orang menari.

Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.

Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.

Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.
 6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten

Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air
Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.

Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.

Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.

Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.

Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu.

Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.


7. Karinding

Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara
 Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama.

Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul).

Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.

Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini adalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.


8. Rumah Gadang

Arsitektur Rumah Aman Gempa
 Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi.

Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.

Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan.

Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.

Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi.

Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut

Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.


9. Tempe

Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan

 Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan.

Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.

Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata "tempe".

Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.


10. Pranata Mangsa

Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita
 Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran.

Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Menurut Daldjoeni di bukunya "Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa", Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju.

Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.

Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini.

Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.

Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun.

Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.

Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya.

Itu semua bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju.