Cari Artikel Disini

Showing posts with label desa. Show all posts
Showing posts with label desa. Show all posts

UNIK BANGET Desa Ini Punya Matahari Sendiri

UNIK BANGET Desa Ini Punya Matahari Sendiri

Di Italia, ada sebuah desa yang menarik wisatawan karena keunikannya. Bayangkan saja, desa yang ada di dalam lembah ini memiliki matahari sendiri. Bukan main

Viganella adalah sebuah desa yang terdapat di dasar lembah yang ada di Piedmont, Provinsi Verbano-Cusio-Ossola, Italia. Hampir sepanjang tahun, desa ini tidak pernah disinari oleh matahari seperti wilayah lainnya di dunia. Pada saat musim dingin datang, masyarakat Viganella bisa merasakan dingin yang luar biasa.


Sinar dari matahari buatan

Ide cemerlang muncul dari kepala Giacomo Bonzani, arsitek yang mencoba membuatkan matahari untuk Viganella. Awalnya, banyak kalangan yang membatah ide sang arsitek karena dinilai mustahil. Namun, Giacomo telah memuktikannya dengan mewujudkan semua yang ada di kepalanya tersebut.

"Tapi saya yakin. Saya percaya pada ilmu fisika," ungka Bonzani yang dikutip oleh detikTravel dari Oddity Central, Senin (16/7/2012).


Ini dia kaca raksasa yang memantulkan sinar

Bonzani membuat cermin raksasa yang bisa memantulkan cahaya matahari ke arah desa yang ada di dasar lembah. Cermin raksasa ini kemudian dijuluki oleh masyarakat Viganella sebagai matahari buatan.

Cermin tersebut dikendalikan oleh perangkat lunak komputer agar bisa melacak di mana sumber matahari dan bisa memantulkannya secara otomatis ke arah desa. Tidak hanya masyarakat Viganella saja yang bisa merasakan dampak dari sinar matahari tersebut, tapi juga para wisatawan yang penasaran atas ide kreatif ini.


Ilustrasi keberadaan desa dan proses pemantulan sinar

Selain berfungsi menyinari desa, ternyata matahari buatan juga sudah menjadi destinasi wisata. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Italia saja, tapi juga dari mancanegara. Lembah ini memiliki pemandangan yang sangat cantik lengkap dengan hawanya yang sejuk. Masyarakat Viganella juga sangat ramah dengan para pengunjung yang datang.

http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/446263-desa-ini-punya-matahari-sendiri.html

Inilah Kisah Kepala Desa Setubuhi 4 Gadis

@Ikadanews - Inilah Kisah Kepala Desa Setubuhi 4 Gadis - Pagar makan tanaman. Pepatah itu pantas untuk melukiskan perilaku seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). IH, Kepala Desa Leoram, Kecamatan Insana yang sejatinya menjadi pelindung , diduga menjadi `pemangsa anaknya sendiri'. Tidak tanggung-tanggung empat gadis sekaligus tersungkur di hadapan sang kades.

Perbuatan sang kades terungkap di Posyandu. Empat perempuan yang diduga menjadi korban sang kades menyebut sang kades, IH sebagai ayah dari si jabang bayi yang mereka kandung. Informasi tersebut sontak menghebohkan warga di desa itu dan mengancam kedudukan IH sebagai Kades Leoram.

Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes kepada wartawan di ruang kerjanya, mengungkapkan, IH saat ini sedang dalam proses pemecatan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leoram. Setelah proses pemecatan selesai, kata Kobes, BPD akan mengusulkan ke Bupati TTU untuk mengeluarkan surat keputusan pemberhentian IH dari jabatan kades Leoram.

Kasus amoral serta penyimpangan keuangan menjadi isu penting yang saat ini melanda kepala desa dan perangkat desa di TTU. Lain IH lain lagi kasus amoral di Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu. Selingkuh berantai. Sekretaris desa selingkuh dan pergi bersama seorang janda, dan meninggalkan isterinya. Kepala Urusan I dari desa tersebut, kemudian selingkuh dan membawa kabur isteri Sekretaris Desa.

Persoalan ini menjadi perhatian serius Bupati dan Wakil Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt dan Aloysius Kobes. Keduanya selalu mengingatkan para kepala desa dan perangkat desa agar tidak selingkuh dan menghindari perbuatan amoral dalam setiap acara pelantikan kepala desa di daerah itu.
Kobes mengatakan, setiap kepala desa sesungguhnya telah dibekali dengan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis pada awal masa jabatannya. Namun masalah perilaku sering tidak terkontrol.

Demikian juga dengan masalah pengelolaan keuangan di desa terutama alokasi dana desa (ADD).
Kobes mengungkapkan, hampir sebagian besar kepala desa di TTU tidak membuat laporan pertanggungjawaban keuangan desa dan bertindak ganda sebagai kepala desa dan bendahara desa. Akibatnya, pengelolaan keuangan desa tidak terkontrol dan rawan penyimpangan.

Seperti yang terjadi di Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu. Kepala desa Naku, Fabianus Kehi harus diberhentikan dari jabatannya oleh Bupati TTU karena diduga melakukan penyimpangan pengelolaan keuangan di desa itu.

Kobes mengatakan, pemberhentian Kehi dari jabatannya sudah sesuai ketentuan dan final karena dalam pemeriksaan inspektorat ditemukan berbagai penyimpangan pengelolaan keuangan desa serta penyimpangan administrasi.

"Kades diberhentikan karena ada alasanya. Ada temuan inspektorat tentang penyimpangan pengelolaan ADD. Ada pencairan dana, tetapi tidak ada bukti fisik di lapangan. Juga, penyimpangan syarat administrasi lainnya. Yang bersangkutan selama ini tidak tinggal di Naku. Kita tidak akan tolerir kepala desa yang amoral dan melakukan penyimpangan keuangan desa. Kepala desa yang melakukan penyimpangan pengelolaan keuangan dan amoral, kita berhentikan," tegas Kobes.

Inilah Desa Unik Banzhushan, Disini Gadis Adalah "Barang Langka"

@Ikadanews - Inilah Desa Unik Banzhushan, Disini Gadis Adalah "Barang Langka" - Di bumi jumlah penduduk nya telah mencapai 8 milyar lebih. Dan mungkin kalian juga telah mengetahui bahwa jumlah wanita jauh lebih banyak di banding dengan jumlah pria. Yah, mungkin sekitar 4 berbanding 3. Namun hal tersebut masih kita anggap biasa, tapi jauh lebih aneh lagi dengan keadaan di sebuah desa yang bernama Banzhushan.

Disana ada berlusin lusin pria, namun tak ada wanita yang terlihat. Desa ini terletak sangat pelosok, yakni di puncak sebuah gunung, pusat provinsi Hunan. Dan tak ada lagi seorang pun wanita dengan usia yang matang untuk sebuah penikahan, alis tua semua. Para penduduk hampir selalu bertanya kemana saja mereka pergi dan mencari seorang wanita. Kecuali perempuan tua, tidak ada seorangpun lagi wanita disana. Dan pertanyaan nya dalah, bagaimana mereka akan menikah? Karena juga tak ada wanita di desa lainnya. Mereka kesana namun disana tetap saja tak ada wanita yang bisa di temukan.

 Apa alasan dan kemana seluruh wanita tersebut pergi, merupakan pertanyaan dengan jawaban yang sulit. Ada banyak hal yang menyebabkan itu terjadi. Dan yang menjadi dasar nya adalah di negeri cina seluruh orang menegaskan tentang peraturan “satu anak”. Dan di negara ini, dan juga di kebanyakan negara-negara di dunia, anak laki laki jauh lebih di hargai. Memiliki anak laki laki merupakan kebudayaan dan juga keputusan sesuai dengan kegunaan. Karena kamu akan mengharapkan anak tersebut untuk meneruskan garis keturunan dan juga mendukung mu di usia tua nanti.


 Dan hasilnya sekarang jumlah pria jadi kebanyakan, karena banyak nya pembunuhan pada bayi perempuan ataupun karena banyak nya wanita yang mati sia sia. Tapi, untuk 20 tahun terakhir ini, masalah ini bisa di atasi dengan scan kandungan. Meskipun perbuatan arborsi merupakan tindakan ilegal dan melanggar hukum, ini sudah biasa terjadi. Dan hal lainnya di sebabkan oleh para gadis yang lahir di desa kebanyakan untuk memilih pendah ke kota demi kehidupan yang lebih baik. Dan salah satu masalah terbesar sebuah desa adalah kurangnya sarana dan prasarana penyokong pendidikan disana.

Tak hanya terjadi di Cina saja, masih ada banyak desa lain yang bernasib sama di seluruh dunia. Namun beda nya, situasi di Cina jauh lebih berat. Karena dalam satu tahun, ada 100 bayi perempuan yang lahir. Namun, di tahun ynag sama jumlah bayi laki laki yang lahir ada 129 anak. Walaupun hanya selisih 29 anak, namun ini adalah masalah yang besar karena terjadi setiap tahunnya.

Inilah Foto-foto Desa Hua Xi , Desa Terkaya Didunia


@Ikadanews - Inilah Foto-foto Desa Hua Xi , Desa Terkaya Didunia - Cukup menarik untuk diperhatikan bersama, dimana Desa Hua Xi, yang terletak di propinsi Jiang Shu, di tahun 1961 merupakan satu desa kecil, hanya 380 keluarga, 1520 orang, dan sangat terbelakang, dibawah pimpinan sekretaris Partai, Wu Renbao akhirnya sekarang menjadi satu desa termaju diseluruh Tiongkok, dengan penduduk lebih dari 30 ribu dan areal lebih dari 30 Km. Berhasil menggabungkan 16 desa disekitarnya, setiap keluarga tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila 400 – 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan ada yang sampai 3.
 Di tahun 2005 Desa Hua Xi berhasil mencapai penjualan produksi senilai lebih 30 milyar Yuan. Mereka membangun Pagoda, tugu-emas, danau, taman-internasional dan taman Petani, bahkan membangun proyek tamasya dengan 80 pemandangan alam yang indah. Selama ini telah melayani tamu-tamu dari lebih 120 negara dan daerah. Setiap tahunnya bisa menerima 1 juta orang yang ingin melihat keberhasilan desa Hua Xi.

Bagaimana proses perkembangan desa Hua Xi bisa begitu heibat sehingga mendapatkan julukan “Desa No. 1 didunia”? Disamping itu, berturut-turut Desa Hua Xi juga mendapatkan julukan “Basis Organisasi Partai termaju”, “Model Dewan Petani Tiongkok”, “Pedesaan Tiongkok yang Berkebudayaan”, “Model Tipikal Kebudayaan Tiongkok”, “Kesatuan Maju Pekerjaan Ideologi-Politik Usaha Industri Pedesaan Tiongok”, “Industi Termaju Dari Perindutrian Pedesaan Tiongkok”, “Taman Industri Dari Teknologi Perindustrian Pedesaan Tiongkok”, … dsb. Benar-benar tidak salah Desa Hua Xi mendapatkan kehormatan sebagai “Desa No.1 Didunia” dari berbagai kalangan masyarakat Dalam dan luar negeri!

Dari beberapa tulisan (bahasa Tionghoa) yang bisa saya ikuti, patut diperhatikan cara memimpin Wu Renbao, sekretaris Partai di desa Hua Xi ini, sekalipun kelahiran petani biasa dan tidak berpendidikan tinggi. Semboyan yang dia ajukan: “Kebahagiaan dinikmati massa, Kesulitan dipikul pejabat”. Dan, prinsip yang dijalankan didesa Hua Xi, “maju dan makmur bersama”. Bukan sebagaimana prinsip Deng, “memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu”. Begitulah Pak Wu ini membawa penduduk desa Hua Xi maju makmur sampai sekarang ini. Seorang pengunjung dari Amerika menyatakan, Pak Wu seperti Lee Kuan Yao di Singapore.
Perkembangan pesat baru terjadi setelah awal tahun 80, pada saat politik “Membubarkan Komune Rakyat” mulai dijalankan dengan memperkenankan setiap Desa berinisiatif melancarkan usaha sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing dan kebutuhan pasar. Jadi, setelah didesa-desa diperkenankan menggunakan tanahnya untuk berproduksi yang dikehendaki sesusai kebutuhan pasar. Jadi, setelah Pemerintah pusat menerima keunggulan ekonomi-pasar dari system kapitalis. Tidak lagi sepenuhnya menjalankan segalanya harus direncana oleh Pemerintah pusat, sedang daerah, desa-desa bertanam atau berproduksi sesuai pembagian tugas yang ditentukan Pemerintah Pusat. Salah satu kesalahan prinsip system sosialisme yang segalanya diatur/dikendalikan secara sentral, dan mudah terjerumus kekesalahan manusia yang subjective atau hanyut oleh kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, desa Hua Xi setelah berhasil meningkatkan produksi pertanian dengan mekanisasi, mereka benar-benar mengembangkan usaha industry di-desanya, membangun pabrik baja dan pipa-baja. Usaha menjadi lebih besar setelah Wu Renbao menggabungkan beberapa desa disekitarnya, menambah jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk industry. Sehingga hasil produksi baja setahunnya mencapai 2,2 juta ton, sedang pipa-pipa berbagai jenis untuk sepeda, sepeda-motor dan perabot rumah-tangga, hampir 300 ribu ton/tahun. Dari hasil produksi desa Hua Xi sudah ada yang eksport ke AS, Canada, Eropah, Australia dan bebrapa Negara Asia-tenggara.
Desa Hua Xi telah menjadi kaya tidak berarti apa-apa seandainya seluruh Tiongkok tidak menjadi kaya. Itulah sebab, di tahun 2001, Desa Hua Xi memperluas wilayah dengan menggabungkan 16 desa disekitar menjadi satu pengurusan Desa Hua Xi untuk maju bersama. Dermikianlah sekarang ini desa Hua Xi menjadi besar dan lebih makmur lagi dengan bertambahnya tenaga kerja. Lengkap dengan produksi bahan pangan, buah-buahan, pohon, peternakan dan perikanan, …

Di tahun 2010 ini, mereka menyambut peringatan 50 tahun pembangunan desa Hua Xi, dengan hasil produksi senilai 50 Milyar untuk kebahagiaan dengan memperkaya 50 ribu orang. Mewujutkan perkembangan yang serasi antara ekonomi, penduduk, sumber-alam dan lingkungan, lebih lanjut mempertahankan “Desa No. 1 Didunia” dengan meningkatkan kebudayaan, keserasian dan harmonis.

Penduduk desa Hua Xi menyatakan, keberhasilan desa Hua Xi menjadi begitu makmur, tidak terlepas dari kepemimpinan Wu Renbao. Itulah sebab mereka tidak hendak pimpinan diganti orang lain, sejak tahinm 1961, desa Hua Xi dipimpin oleh Wu Renbao. Dan karena pak Wu sudah lanjut usia, beberapa tahun yl. Berkeras mengundurkan diri, tapi yang diangkat sebagai penggantinya adalah putra ke-4nya. Menunjukkan kesadaran petani masih feodal, menganggap keberhasilan membawa kehidupan makmur, terutama ditentukan oleh seorang pemimpin, pribadi orangnya. Bukan bersandar pada sistemnya.

Bagaimana Wu Renbao mengatur pembagian hasil-kerja di Desa Hua Xi? Prinsip “mendapatkan sesuai dengan hasil kerja”, “kerja makin keras mendapatkan makin banyak” berusaha dipegang dan dilaksanakan. Keuntungan 20% untuk Grop Hua Xi yang melancarkan usaha, 80% digunakan untuk usaha; Dari 80% yang digunakan untuk Usaha itu, 10% untuk bonus pemborong; 30% untuk bonus manager dan teknisi; 30% untuk bonus pegawai/buruh; 30% akumulasi modal untuk mengembangkan usaha.

Mereka mengeluarkan semboyan: “Pembagian lebih sedikit, akumulasi modal lebih besar, mencatatkan saham lebih besar”. Pelaksanaannya? Bonus yang seharusnya jatuh ketangan pribadi pemborong, buruh/pegawai, kenyataan hanya 20% yang diuangkan dan diterima orang bersangkutan, selebihnya 80% dicatatkan sebagai pembelian saham perusahaan Hua Xi Grops. Jadi sekarang ini saham perusahaan Hua Xi Grop telah lebih 70% menjadi hak-milik kolektif dan kurang dari 30% saham milik Komune Hua Xi semula.

Bagaimana pula dengan kehidupan Petani/Buruh didesa Hua Xi? Praktis mereka tidak ada hari libur, Sabtu dan Minggu tetap bekerja. Setahun hanya 2 hari libur Tahun Baru Imlek. Jadi mereka, penduduk yang datang dari luar harus lebih dahulu ajukan permohonan pada Kepala Barisan Produksi untuk pulang kampung. Sedang bagi orang yang hendak keluarkan uang simpanan yang dalam bentuk saham itu, juga harus lebih dahulu mengajukan permohonan pada Dewan Desa. Dengan demikian, setiap penduduk desa Hua Xi, sudah ada uang simpanan setidaknya 1 juta Yan. Pembangunan perumahan bentuk vila dan pembelian mobil sedan yang dibagikan pada setiap penduduk desa itu diambil dari simpanan saham yang terkumpulkan.
Jaminan social juga cukup baik untuk setiap penduduk desa, artinya, masalah pengobatan, sekolah anak-anak dari Taman kanak-kanan sampai Universitas ditanggung Dewan Desa, juga perawatan orang-tua ditanggung sepenuhnya oleh Dewan Desa.
Yang rada aneh, Dewan Desa Hua Xi membuat ketentuan, seandainya ada dpenduduk Hua Xi ingin keluar menginggalkan desa Hua Xi, saham yang masih tersimpan, rumah dan mobil menjadi hak-milik Desa. Artinya, rumah-mobil bukan hak milik mereka masing-masing, cumin hak guna saja, sedang pencatatan saham yang didapat juga bukan milik pribadi petani. Tapi, tetap hak milik Komune Rakyat. Akhirnya mereka dipatok mati di-Desa Hua Xi untuk tetap bias menikmati hasil kerja selama hidupnya.

Cerita Humor : 3 Syarat Mencari Pasangan Untuk Si Gadis Desa

@Ikadanews.info - Cerita Humor : 3 Syarat Mencari Pasangan Untuk Si Gadis Desa - Seorang gadis desa yang lugu hendak merantau ke kota. Sebelum berangkat ibunya menyampaikan pesan.
“Nduk … kalau kamu ke kota dan kebetulan dapat jodoh di sana, ini ada pesan dari mbokmu untuk mencari jodoh yang baik :
1. Cari pasangan yang setia.
2. Pasangan kamu harus yang hemat.
3. Calon kamu itu harus perjaka ting ting.”
Berangkatlah sang gadis ke kota. Beberapa bulan kemudian dia kembali ke desanya untuk meminta doa restu ingin menikah.
“Mbok.., saya sudah ketemu jodoh dengan syarat seperti yang mbok sampaikan kepada saya. Waktu itu kami berjalan-jalan keliling kota. Dia selalu saja menggandeng saya dengan mesra bukankah itu tanda pasangan yang setia ?”Si mbok mangut-mangut.
Kemudian karena kemalaman dan kehujanan kami mencari tempat berteduh dan menginap. Pacar saya ini bilang , “Dik kita nginap saja di hotel, untuk menghemat biaya bagaimana kalau kita hanya menyewa 1 kamar saja”. Bukankah pacar saya orangnya hemat mbok ?”
Untuk kedua kali simbok mangut-mangut.
“Dan akhirnya mbok, saya tahu kalau pacar saya itu masih perjaka ting-ting.”
Langsung si mbok serius memandangi putrinya.
“Dari mana kamu tahu bahwa dia masih perjaka ting-ting ?”
Sang gadis langsung menjawab, “Anunya masih dibungkus plastik mbok..”