Cari Artikel Disini

Showing posts with label jaman. Show all posts
Showing posts with label jaman. Show all posts

Beginilah Istilah Aneh Yang di Anut jaman Sekarang

@Ikadanews - Beginilah Istilah Aneh Yang di Anut jaman Sekarang - Bahasa zaman sekarang dikalangan remaja semakin banyak yang aneh. Mulai dari singkatan sampai perkataan yang aneh-aneh (mungkin orangnya aneh juga kali). Kita ibaratkan ketika ada anak remaja yang sedang asyik ngomongin omongan yang enggak jelas. Ketika ada salah satu diantaranya bengong sampe-sampe ngeluarin ences yang berlebihan produksinya, ada saja yang ngomongin kayak gini
"JANGAN SOK BENGONG!" atau "JANGAN SOK NGELUARIN ENCES!" (ini sering dirasakan dikelas saya yang sekarang, hanya beda sedikit) padahal kan cuma bengong sebentar. Terus ada lagi nih singkatan-singkatan yang sering saya dengar sampai yang baru didengar. Pernah waktu saya sakit, ada seorang teman saya yang ngirimin SMS bertuliskan "GWS". haaaah, apa itu? dengan gaya yang polos (karenan memang masih polos) saya bertanya dengannya apa arti GWS. Ternyata, artinya tuh simpel bin sederhana banget cuma "Get well Soon". Dan itu salah dua contohnya (karena ada dua contoh, kalo mau lebih cari sendiri ya).
**
Terus ada lagi, yang menyangkut dalam dunia perhubungan di Indonesia. Antara si cewek dan si cowok pasti ada aja yang ngalamin namanya TTS (eh salah TTM maksudnya) atau HTS. TTM sendiri artinya Teman Tapi Mesra sedangkan HTS tuh Hubungan Tanpa Status. Bedanya sih saya masih enggak tau dan artinya dan cara jalaninnya aja masih belum terlalu paham. Saya pernah baca status FB seorang teman saya yang lagi galau (status cewek), katanya kayak gini nih dalam bentuk percakapan .................................................. .................................................. ...... .................................................. .................................................. ........................................... .................................................. .................................................. ............................................
Enggak jadi ah, waktu nyari statusnya udah enggak ada lagi jadi percakapannya belum bisa dimuat (jujur nih). Pokoknya kayak gini intinya, TTM-an tuh memang tidak berdampak lebih parah dari pacaran. Tapi bisa juga lebih parah karena hanya memberikan suatu harapan palsu, istilah gaulnya PHP (Pemberi Harapan Palsu) dan semua itu adalah kata-kata dari status teman saya bukan diriku. Kalo HTS sih sama aja seperti TTM cuma beda singkatan aja. kalo HTS terdiri dari huruf H,T, dan S kalo TTM dari T,T, dan M.
***
Karena semakin banyaknya peminat TTM dikalangan remaja saat ini. Saya mendapatkan ramalan dari salah satu penulis inspirasi saya bahwa akan ada isitlah baru yang namanya T-T-T-M (huruf T-nya sampai 3 kali) yang berarti TEMAN TAPI TIDAK MESRA. Benarkah?

Sejarah Pornografi, Jaman Purba sampai Modern

@Ikadanews - Sejarah Pornografi, Jaman Purba sampai Modern - Pornografi sering digambarkan sebagai penyakit masyarakat masa kini, sebuah bukti dari kemerosotan moral di era modern.

Namun, eksistensi pornografi ada jauh sebelum teknologi video maupun foto.

Para ilmuwan berpendapat, proses evolusi memang membuat kecenderungan manusia pada rangsangan visual.

Bagaimanapun pembagian periodesasi sejarah, keberagaman materi pornografi secara historis menunjukkan bahwa manusia akan selalu tertarik pada gambaran seksual.

"Seks memainkan peran super-penting dalam kehidupan manusia dan pola relasi mereka," kata Seth Prosterman, ahli seksologi klinis dari San Francisco, seperti dimuat situs LiveScience.

"Apapun yang terkait atau dilakukan manusia soal seks selalu menimbulkan rasa ingin tahu dan ketertarikan."

Representasi erotisme yang kali pertama dikenal manusia -- meski mungkin tidak porno -- ada sejak 30.000 tahun lalu. Di masa Paleolitikum, manusia memahat ukiran buah dada besar atau perempuan hamil dari kayu atau batu.

Para arkeolog meragukan itu adalah 'figur Venus' yang berkaitan dengan seksualitas. Diduga kuat, pahatan itu adalah ikon religius atau simbol kesuburan.

Kemudian, pada masa Yunani dan Romawi kuno, sudah ada patung-patung bertema homoseksualitas, juga termasuk patung-patung yang menaggambarkan hubungan seksual tak wajar.

Di India, pada abad ke-2 terbitlah buku panduan tentang hubungan seksual yang tetap tenar hingga saat ini, Kama Sutra. Sementara masyarakat kuno Perum Moche, menorehkan imej seksual dalam kerajinan keramik. Beda lagi dengan kaum aristokrat Jepang di abad ke-16. Mereka biasa membaca bacaan erotis yang ditulis di lembaran kayu tipis.

Di dunia Barat masa lalu, beberapa material erotis lebih bersifat politis, dari pada pornografi. Demikian menurut Joseph Slade, profesor di Ohio University.

Di masa revolusi Perancis, kerap dijumpai satir menyindir para aristokrat dengan pamflet seksual. "Lebih mengarah pada caci maki politis yang dikamuflasekan menjadi pornografi," kata Slade.

Kelahiran pornografi

Gagasan porno mulai menyebar pada tahun 1800-an. Namun, Penerbitan novel erotis justru lebih cepat, pada pertengahan 1600-an di Prancis.

Sementara, novel porno berbahasa Inggris pertama diketahui berjudul "Memoirs of a Woman of Pleasure" dipublikasikan pada 1748.

Teknologi menjadi pendorong pornografi. Pada 1839, Louis Daguerre menemukan daguerreotype -- versi primitif dari fotografi. Media ini juga dimanfaatkan untuk pornografi. Karya 'jorok' pertama daguerreotype yang selamat dari jamannya bertahun 1846.

Pornografi kemudian memanfaatkan teknologi video. Pada 1896, para pembuat film di Prancis membuat klip bisu erotis berjudul "Le Coucher de la Marie."

Sementara versi pornografi yang lebih keras 'hard core' mulai ada setelah tahun 1900. "Versi itu biasanya dipertunjukkan dalam pertemuan laki-laki," kata Slade.

Dalam waktu yang lama, konten dalam film porno relatif stagnan, baik dalam isi maupun kualitas. Perubahan terjadi pada tahun 1970-an -- saat kultur masyarakat mulai membuka ruang untuk film-film yang lebih 'eksplisit'.

Internet dan penemuan kamera digital membuat pornografi makin meraja lela. Makin mudah untuk membuat film atau klip porno. Dan banyak situs web yang ditujukan khusus untuk para pembuat film porno non-profesional alias amatiran.

Pergeseran dari menonton ramai-ramai ke individual -- dengan cara menyewa film atau download video mengubah tipe adegan yang ditampilkan di layar.

Pada tahun 1994 Carnegie Mellon meneliti soal pornografi dalam komputer Bulletin Board Systems -- pendahulu World Wide Web (www). Ia menemukan 48 persen konten pornografi yang diunduh dari komputer jauh dari 'seks normal' -- melainkan kebrutalan, incest, bahkan pedofilia.

Saat ini, pornografi makin marak di internet, namun seberapa besar industri pornografi tak bisa diukur. Tak ada catatan resmi.

Pada tahun 2007, menurut editor senior Adult Video News, Mark Kernes, penjualan ritel pornografi mencapai US$ 6 miliar per tahun.

Namun, angka itu banyak diperdebatkan. Sebab, angka itu belum menghitung video amatir yang diunggah ke internet.

Terlepas dari berapa banyak uang yang dihasilkan, pornografi memang menarik. Sebuah studi yang dilakukan di AS pada 2008, dengan responden 813 mahasiswa, menunjukkan 87 persen pria dan 31 persen wanita adalah pengguna pornografi.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Research.

Dampak pornografi

Apa akibat pornografi pada kita? Ini pertanyaan kontroversial. Sejumlah kritikus berpendapat, persaingan dalam industri pornografi meningkatkan dominasi dan pelecehan terhadap perempuan -- terutama untuk film yang ditujukan untuk pria bukan penyuka sesama jenis.

"Para pembuat pornografi selalu merasa perlu untuk membuat sesuatu yang baru, yang menarik," kata Chyng Sun, profesor telaah media pada New York University.

Dengan menganalisis film porno laris, Sun telah menemukan bahwa agresi fisik dan verbal hadir di 90 persen dari mainstream adegan porno. Film disutradarai oleh perempuan kemungkinan mengandung agresi dari pada film yang disutradarai oleh laki-laki. Ia menuliskan laporan ini dalam jurnal Psychology of Women Quarterly.

Sun mengatakan, gambaran agresif ini berbahaya bagi kehidupan seksual masyarakat dan mengarah pada stereotip negatif tentang perempuan.

Namun tak semua ahli setuju. Seksolog dari San Francisco, Prosteman berpendapat, para peneliti gagal menarik hubungan langsung antara pornografi dan perilaku seksual kriminal.

Kata dia, pornografi adalah salah satu cara bagi orang untuk mengeksplorasi hasrat seksual mereka sendiri.

Adu pendapat soal pornografi bukan hanya di masa kini. Perdebatan telah berlangsung setidaknya sejak era Victoria.

Seperti Inilah KTP Sewaktu Jaman Belanda

@Ikadanews.info - Seperti Inilah KTP Sewaktu Jaman Belanda  - Kartu Tanda Penduduk pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie). Verklaring van Ingezetenschap, voor personen in Nederlandsch Indie geboren, atau terjemahannya, Kartu Tanda Penduduk untuk orang yang lahir di Hindia Belanda.



Diterbitkan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 14 April 1921. Dokumen ini dicetak diatas kertas zegel jenis emboss, dengan nilai 1 1/2 Gulden (Een Gulden en Vijftig cent). Ukuran: 15 cm X 10 cm. Sebuah dokumen sipil kuno dari jaman Belanda yang cukup langka.