Cari Artikel Disini

Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

Inilah 5 Jenis Kanker yang Paling Mematikan

@Ikadanews - Inilah  5 Jenis Kanker yang Paling Mematikan - Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 dan 2015.

Kanker bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin dan status sosial. Di Hari Kanker sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari, WHO mencatat bahwa hampir 80 persen kematian akibat kanker datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bahkan, seperempat di antaranya terjadi sebelum usia 60 tahun.

Sebagian besar kasus kanker umumnya muncul karena kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Tetapi dengan memodifikasi gaya hidup, sebesar 30 persen risiko kanker bisa dicegah. Menyambut hari kanker sedunia, WHO mengumumkan 5 (lima) jenis kanker yang menempati peringkat teratas dengan jumlah kematian tertinggi:

1. Kanker Paru-paru (1,4 juta kematian)

Ini adalah jenis kanker paling mematikan baik bagi pria mau pun wanita. Setiap tahun, lebih banyak orang yang meninggal karena kanker paru-paru ketimbang kanker payudara, usus besar, dan kanker prostat (sekalipun ketiganya digabungkan). Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Semakin banyak rokok yang Anda hisap setiap hari dan semakin awal Anda mulai merokok, semakin besar risiko terkena kanker paru-paru. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dengan rendah kandungan tar dapat menurunkan risiko kanker paru.

2. Kanker Perut (740.000 kematian)

Beberapa jenis kanker diketahui dapat mempengaruhi lambung. Adenokarsinoma adalah tipe paling umum untuk kanker perut. Perkembangan kanker ini umumnya ditemukan pada lapisan lambung. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kanker ini mulai meredup. Para ahli berpikir, penurunan ini mungkin dipicu karena perubahan gaya hidup seperti mengurangi asupan garam dan merokok.

3. Kanker Hati (700.000 kematian)

Dalam kebanyakan kasus, penyebab kanker hati disebabkan karena sirosis, yang merupakan hasil akhir dari kerusakan hati kronis yang disebabkan oleh penyakit hati kronis. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum dari sirosis hati.

4. Kanker Kolorektal (610.000 kematian)

Kanker kolorektal bisa mulai tumbuh dari usus besar (kolon) atau rektum (ujung usus besar). Awalnya, hampir semua kanker kolorektal jinak (polip), namun lama kelamaan berkembang menjadi kanker. Kanker ini merupakan jenis kanker terbesar ketiga dunia dari segi jumlah penderitanya. Kanker kolorektal juga merupakan penyebab kematian nomor dua dua dunia, di mana faktor usia turut mempengaruhi.

5. Kanker Payudara (460.000 kematian)

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi penyakit mematikan nomor satu pada perempuan.

Telah Ditemukan Mumi yang Menderika Kanker Prostat

@Ikadanews.info - Telah Ditemukan Mumi yang Menderika Kanker Prostat - Seorang profesor American University, Kairo, mengklaim menemukan kanker prostat pada mumi berusia 2.200 tahun. Temuan itu mengindikasikan bahwa kanker dipicu genetika, bukan lingkungan.

Salima Ikram, sang profesor yang merupakan anggota tim peneliti mumi di Portugal selama dua tahun, mengatakan bahwa mumi itu adalah seorang pria yang meninggal saat usia 40-an tahun.

"Kondisi hidup di masa lalu sangat berbeda, tidak ada polutan atau makanan yang dimodifikasi, atau hal-hal yang membawa kita untuk melihat bahwa kanker tak selalu berkaitan dengan faktor industri," katanya, seperti dikutip huffingtonpost.com.

Ikram mengatakan, temuan ini merupakan kasus kanker prostat tertua kedua di dunia. Menurut tim peneliti, kasus tertua pertama berasal dari kerangka seorang raja di Rusia, 2.700 tahun lampau.

Kanker prostat seakan momok bagi pria. Penyakit yang menyerang organ intim pria itu disebut sebagai penyebab kematian pria kedua setelah kanker paru-paru.

Deteksi dini

Seperti dikutip Telegraph, sejumlah ilmuwan di Bristol University berhasil mengidentifikasi dua jenis protein berkadar tinggi yang ditemukan di tubuh pria dengan kanker prostat. Protein ini berkembang di dalam organ dan jaringan tubuh, terutama saat masih di dalam kandungan dan masa kanak-kanak.

Penelitian dilakukan dengan membandingkan kadar protein 2.686 pria dengan kanker prostat dan 2.766 pria sehat.

Dr Mari-Anne Rowlands, ahli epidemiologi kanker yang memimpin penelitian ini mengatakan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan protein itu menjadi satu-satunya penyebab pertumbuhan sel kanker prostat.

"Tapi ini menunjukkan kemungkinan kita mengidentifikasi biomarker baru yang potensial menjadi penanda dini kanker prostat yang selama ini cenderung tanpa gejala," ujarnya. "Yang kami perlukan saat ini adalah penelitian lebih lanjut."

Hasil penelitian ini disampaikan pada konferensi National Cancer Research Institute di Liverpool, tahun lalu. Sebelumnya, sejumlah peneliti di Inggris mengungkap kemungkinan deteksi dini kanker prostat melalui tes urin. Ini untuk mengidentifikasi risiko genetika kanker prostat pada pria.