Cari Artikel Disini

Showing posts with label meraih. Show all posts
Showing posts with label meraih. Show all posts

motivasi : Mahalnya Harga untuk Meraih Sukses

Tidaklah mudah untuk meraih sukses. Tidak peduli bagaimana Anda mencoba meraihnya, namun yang menjadi pertanyaan, bersediakah Anda membayarnya.

Sukses bisa diartikan banyak hal. Bisa karena pertama kali mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah atau mengembangkan bisnis sehingga bisa melampaui miliaran rupiah. Atau, mungkin hanya mendapatkan pekerjaan yang membayar ketrampilan Anda dengan harga mahal.

Business Insider membuat renungan yang menarik untuk sebuah kesuksesan:

Jangan buat kesalahan. Meraih sukses membutuhkan kekuatan hati.

Untuk sebuah kesuksesan, membutuhkan banyak pengorbanan. Kehidupan keluarga Anda, kesenangan, tahun-tahun kehidupan, hingga persahabatan.

Anda harus melakukan sesuatu yang sangat sedikit sekali orang mau melakukannya. Hari demi hari dan waktu demi waktu. Tanpa menyerah.

Tidak ada kata mundur. Hanya keinginan dan upaya untuk mencapai tujuan tanpa kenal lelah.

Dan hal tersebut biasanya harus dibayar mahal. Tentu bukan kondisi yang menyenangkan melakukannya.

Mahalnya harga sebuah kesuksesan, banyak membuat orang mundur. Tentu dengan alasan yang bisa diterima secara sosial.

Kalau sudah begini, hasilnya adalah, kita mendapatkan gelar kesarjanaan ketimbang belajar dari kesalahan dan bergerak maju ke depan. Kita lebih rela membayar tips-tips langkah yang menjamin sukses ketimbang melanjutkan langkah yang sudah dimulai.

Tidak banyak orang yang mau berbicara fakta bahwa kita terlalu lemah, penuh rasa takut, dan cemas untuk berjuang demi kesuksesan kita sendiri. Kita tidak bersedia berjuang untuk bisa meraih sukses. Serta membuat perbedaan dengan menjadi luar biasa.

Anda akan merasa sangat sakit dibandingkan kemampuan Anda untuk menanggungnya. Lihatlah ke belakang dan Anda akan takjub atas pencapaian yang Anda lakukan.

Namun jika Anda bisa memutuskan harga yang Anda bayar, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan apa yang bisa Anda bisa bayangkan. Anda akan menerima lebih dibandingkan perkiraan Anda sebelumnya. Anda akan menjadi tipe orang yang diidolakan. Anda akan menjadi pahlawan sebagaimana yang selalu Anda inginkan.

Sehingga Anda harus bertanya pada diri sendiri “bersediakah Anda membayar untuk semua itu?”


Kisah Tukang Sapu Yang Meraih Gelar Sarjana di Universitas Columbia

@Ikadanews - Kisah Tukang Sapu Yang Meraih Gelar Sarjana di Universitas Columbia - Sejatinya, mungkin banyak dari mereka yang berprofesi sebagai Office Boy (OB) atau Cleaning Service (CS) tidak berpikir bisa mengenyam pendidikan hingga ke jenjang kuliah, apalagi lulus dari universitas ternama. Tapi percaya atau tidak, dengan keberuntungan dan kerja keras, hal itu bisa saja tercapai, seperti yang dialami oleh tukang sapu yang satu ini.

Gac Filipaj, seorang imigran asal Yugoslavia, berhasil merampungkan studinya di University of Columbia, walau dirinya hanya berprofesi sebagai tukang bersih-bersih atau Janitor.

Yang menarik, kesuksesannya itu justru disebabkan oleh pekerjaannya sebagai Janitor karena jabatan inilah yang ia pegang tatkala masuk menjadi pegawai di salah Universitas paling ternama di AS tersebut.

Fillipaj diterima di Columbia setelah pindah dari Yugoslavia tahun 1992 demi menghindari wajib militer yang dipimpin oleh kaum Serbia saat itu. Ia diterima sebagai pegawai untuk membersihkan toilet, mengepel lantai, menyapu hingga membuang sampah.

Meski pekerjaan yang dijalaninya termasuk kasar dan rendah, semangat untuk menempuh pendidikan dalam dirinya tidak pernah padam. Alhasil, ia pun mengajukan diri untuk kuliah di sana. Sebagai karyawan, Filipaj tidak dikenakan biaya kuliah.

Salah satu mata kuliah favoritnya adalah filsafat Romawi dan ilmu tata negara Seneca.

Kini setelah belasan tahun bekerja keras sambil belajar, Filipaj menerima seluruh benih yang selama ini ditanam saat mengikuti upacara kelulusan yang diadakan hari Minggu (13/05/2012) kemarin. Di depan sejumlah pengunjung dan wisudawan lain, ia mendapatkan sambutan hangat dari seluruh kalangan, termasuk dari presiden Columbia, Lee Bollinger, dan Dekan kampus Peter Awn.

"Ini adalah lelaki dengan gelar terhormat, tak peduli apakah ia pekerja kasar atau akademisi. Ia sangat rendah hati dan penuh rasa syukur, namun juga seseorang yang berhasil menentukan masa depannya,” kata Dekan Columbias's School of General Studies, Peter Awn.

Filipaj mengaku tidak akan berhenti sampai sini, ia berambisi mendapatkan gelar master atau bahkan Ph.D di bidang klasik Romawi da Yunani. Dan yang pasti, ia akan mencari pekerjaan baru yang lebih baik.

"Kekayaan adalah yang ada pada diriku, pada hatiku dan di kepalaku, bukan di kantongku," pungkasnya.