@Ikadanews - Inilah 37 Nama penumpang Sukhoi Superjet 100 Yang Hilang - Pesawat Sukhoi Superjet 100 tiba-tiba hilang kontak saat sedang
melakukan joy flight. Pesawat tersebut hilang kontak saat sedang terbang
di sekitar kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, sejak pukul 14.51
WIB, Rabu (9/5).
Berdasarkan daftar buku tamu, terdapat 37 penumpang yang ikut serta
dalam penerbangan itu. Tertulis 41 nama namun 4 nama dicoret (sebelumnya
ditulis dua nama dicoret).
Berikut daftar sementara nama 37 penumpang tersebut:
1. Kornel Sihombing
2. Edie Satriyo
3. Darwin Pelawi
4. Gatot Purwoko
5. Budi Bizal
6. Syatrudin
7. Andika Monarta
8. Peter Adler
9. Herman Suladji
10. Donardi Rahman
11. Eloni
12. Hursdiana Wiganda
13. Arief Wahyudi
14. Nam Tran
15. Rudi Dermawan
16. Ahmad Faisal
17. Ihsan Kamil
18. Edward Edo M
19. Ismie
20. Aditya Sukardi
21. Indra Halim
22. Refyan S
23. Doddy Aviantara
24. Yusuf
25. Femi
26. Stephen Kamaci
27. Capt Aan
28. Yusuf Adi Wibowo
29. Maria Marcela
30. Henny Stevany
31. May Syarah
32. Dewi Mutiara
33. Susana Vamela
34. Nur Ilmawati
35. Rossy Withan
36. Anggi
37. Aditya
Cari Artikel Disini
Home » penumpang
Showing posts with label penumpang. Show all posts
Showing posts with label penumpang. Show all posts
Cheerleaders Seksi Seksi Hibur Penumpang di Bandara China
@Ikadanews - Cheerleaders Seksi Seksi Hibur Penumpang di Bandara China - Semangatnya, membuat penundaan keberangkatan pesawat yang membuat bete penumpang. Maka muncul ide ini: menyewa cheerleader.
Bandara Internasional Dalian di Cina telah mempekerjakan sekelompok pemandu sorak untuk menghibur penumpang yang penerbangan telah ditunda atau dibatalkan. Beberapa hari ini, Provinsi Liaoning tempat bandara ini berada, kerap tertutup oleh kabut tebal, yang telah mempengaruhi jadwal penerbangan.
Otoritas bandara telah mengatur makanan dan akomodasi untuk sekitar 4.500 penumpang yang terkena dampak. Tak hanya itu, hiburan bagi penumpang pun disediakan.
Untuk penumpang yang memutuskan tinggal di bandara hingga cuaca buruk berlalu, otoritas bandara menyewa tim pemandu sorak yang terdiri dari gadis-gadis cantik untuk memberikan hiburan. Menonton pun antusias.
Karena respon yang baik, pihak berwenang bandara mengatakan mereka akan membuatnya menjadi acara reguler mereka. Jadi, di tengah cuaca cerahpun, pemandu sorak tetap beraksi. Ciamik.
Sumber : Tempo
Bandara Internasional Dalian di Cina telah mempekerjakan sekelompok pemandu sorak untuk menghibur penumpang yang penerbangan telah ditunda atau dibatalkan. Beberapa hari ini, Provinsi Liaoning tempat bandara ini berada, kerap tertutup oleh kabut tebal, yang telah mempengaruhi jadwal penerbangan.
Otoritas bandara telah mengatur makanan dan akomodasi untuk sekitar 4.500 penumpang yang terkena dampak. Tak hanya itu, hiburan bagi penumpang pun disediakan.
Untuk penumpang yang memutuskan tinggal di bandara hingga cuaca buruk berlalu, otoritas bandara menyewa tim pemandu sorak yang terdiri dari gadis-gadis cantik untuk memberikan hiburan. Menonton pun antusias.
Karena respon yang baik, pihak berwenang bandara mengatakan mereka akan membuatnya menjadi acara reguler mereka. Jadi, di tengah cuaca cerahpun, pemandu sorak tetap beraksi. Ciamik.
Sumber : Tempo
Kisah Tentang Penumpang Arab yang Terlupakan dalam Tragedi Titanic
@Ikadanews.info - Kisah Tentang Penumpang Arab yang Terlupakan dalam Tragedi Titanic - Seratus tahun telah berlalu sejak tragedi tenggelamnya kapal pesiar Titanic. Tragedi itu dianggap sebagai musibah terburuk di lautan yang pernah terjadi dalam abad ke-20. Namun di tengah ramainya pemberitaan mengenai peristiwa itu, nyaris tak ada yang menyebut tentang para penumpang Arab yang tewas dalam kejadian itu.
Semua penumpang Arab yang tewas dalam tragedi itu berasal dari Libanon, kecuali seorang warga Mesir. Bukti keberadaan penumpang Arab di kapal Titanic tampak jelas dalam film legendaris tahun 1997 "Titanic" arahan sutradara James Cameron.
Dalam film yang dibintangi aktor Leonardo Di Caprio dan aktris Kate Winslet itu, seorang ibu berbahasa Arab terdengar menyuruh putrinya untuk bergegas saat kapal mulai tenggelam. Logat Libanon saat dia mengatakan "Ayo! Ayo!" dalam bahasa Arab jelas menunjukkan asal-usulnya.
Suaminya kemudian menjawab, juga dengan logat Libanon yang kental, "Tunggu! Kita lihat apa yang bisa kita lakukan." Pria itu kemudian membalik-balik halaman buku berisi denah kapal tersebut untuk mencoba mencari jalan keluar.
Selain adegan yang hanya berlangsung sekitar enam detik tersebut, tak ada hal lain yang pernah terdengar mengenai warga Arab yang tewas dalam tragedi Titanic meski peristiwa itu dikenang tiap tahun.
Klip film tersebut diputar di stasiun televisi Al Arabiya hari ini dalam tayangan mengenai kisah para penumpang Arab yang menjadi korban Titanic. Media tersebut juga menayangkan rekaman asli dari satu-satunya rekaman video dalam kapal pesiar mewah tersebut saat berlayar menuju New York, Amerika Serikat. Video tersebut ditemukan 27 tahun silam.
Adalah desa Kafr Mishki di Distrik Rashaya District, sebelah tenggara Beirut, ibukota Libanon yang paling menderita dalam tragedi Titanic. Desa tersebut yang jumlah penduduknya ketika itu tidak lebih dari 500 jiwa, kehilangan 13 warganya dalam tragedi itu.
"Gereja Kafr Mishki akan menggelar misa pada Minggu untuk para korban dan jemaat akan mengheningkan cipta semenit untuk mengenang kematian mereka," kata kepala desa Khalil al-Sikli kepada Al Arabiya seperti dilansir Al Arabiya.net, Senin (9/4/2012).
Diimbuhkan Sikli, lebih dari 11.000 warga asli Kafr Mishki telah beremigrasi ke beberapa bagian dunia dan saat ini tersebar di lima benua.
Diikuti kemudian oleh Desa Hardine di Distrik Batroun, Libanon utara yang juga kehilangan sejumlah warganya dalam tragedi Titanic. "Hardine kehilangan 11 warganya dalam (tragedi) Titanic," kata kepala desa Bakhous Sarkis Assaf kepada Al Arabiya.
Ditambahkan Assaf, seperti halnya Kafr Mishki, Hardine juga akan menggelar misa di gereja untuk mengenang para korban Titanic itu.
Semua penumpang Arab yang tewas dalam tragedi itu berasal dari Libanon, kecuali seorang warga Mesir. Bukti keberadaan penumpang Arab di kapal Titanic tampak jelas dalam film legendaris tahun 1997 "Titanic" arahan sutradara James Cameron.
Dalam film yang dibintangi aktor Leonardo Di Caprio dan aktris Kate Winslet itu, seorang ibu berbahasa Arab terdengar menyuruh putrinya untuk bergegas saat kapal mulai tenggelam. Logat Libanon saat dia mengatakan "Ayo! Ayo!" dalam bahasa Arab jelas menunjukkan asal-usulnya.
Suaminya kemudian menjawab, juga dengan logat Libanon yang kental, "Tunggu! Kita lihat apa yang bisa kita lakukan." Pria itu kemudian membalik-balik halaman buku berisi denah kapal tersebut untuk mencoba mencari jalan keluar.
Selain adegan yang hanya berlangsung sekitar enam detik tersebut, tak ada hal lain yang pernah terdengar mengenai warga Arab yang tewas dalam tragedi Titanic meski peristiwa itu dikenang tiap tahun.
Klip film tersebut diputar di stasiun televisi Al Arabiya hari ini dalam tayangan mengenai kisah para penumpang Arab yang menjadi korban Titanic. Media tersebut juga menayangkan rekaman asli dari satu-satunya rekaman video dalam kapal pesiar mewah tersebut saat berlayar menuju New York, Amerika Serikat. Video tersebut ditemukan 27 tahun silam.
Adalah desa Kafr Mishki di Distrik Rashaya District, sebelah tenggara Beirut, ibukota Libanon yang paling menderita dalam tragedi Titanic. Desa tersebut yang jumlah penduduknya ketika itu tidak lebih dari 500 jiwa, kehilangan 13 warganya dalam tragedi itu.
"Gereja Kafr Mishki akan menggelar misa pada Minggu untuk para korban dan jemaat akan mengheningkan cipta semenit untuk mengenang kematian mereka," kata kepala desa Khalil al-Sikli kepada Al Arabiya seperti dilansir Al Arabiya.net, Senin (9/4/2012).
Diimbuhkan Sikli, lebih dari 11.000 warga asli Kafr Mishki telah beremigrasi ke beberapa bagian dunia dan saat ini tersebar di lima benua.
Diikuti kemudian oleh Desa Hardine di Distrik Batroun, Libanon utara yang juga kehilangan sejumlah warganya dalam tragedi Titanic. "Hardine kehilangan 11 warganya dalam (tragedi) Titanic," kata kepala desa Bakhous Sarkis Assaf kepada Al Arabiya.
Ditambahkan Assaf, seperti halnya Kafr Mishki, Hardine juga akan menggelar misa di gereja untuk mengenang para korban Titanic itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


