Cari Artikel Disini

Showing posts with label resiko. Show all posts
Showing posts with label resiko. Show all posts

Inilah Resiko Pada Bayi Jika Ibu Hamil Stres

@Ikadanews - Inilah Resiko Pada Bayi Jika Ibu Hamil Stres - Ibu hamil jangan stres, mungkin ini dinilai sebagai omongan yang klise. Tapi jangan anggap klise efek ibu hamil yang stres terhadap bayinya. karena stres yang dialami ibu hamil bisa berdampak pada bayi yang dikandungnya.

Stres yang muncul saat hamil bisa dipicu oleh banyak hal, seperti perubahan hormon, kehidupan kerja yang tidak kondusif, masalah keuangan, hubungan keluarga yang tidak harmonis atau kecemasan dan ketakutan memikirkan proses melahirkan.

Jika stres yang dialami tidak terlalu parah biasanya akan ditunjukkan dengan sering menggigit-gigit kuku atau penampilan yang berantakan.

Tapi jika stres yang dialami cukup parah ada kemungkinan timbul beberapa gejala, yaitu:

1. Tidak bisa tidur.
Keluhan yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah kekurangan waktu tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu sehingga ibu hamil sulit tertidur.

2. Sakit kepala.
Sakit kepala yang disebabkan oleh stres biasanya akibat otot di leher dan bahu yang kaku sehingga menyebabkan ketegangan di kulit kepala. Kondisi ini memicu terjadinya sakit kepala.

3. Perubahan nafsu makan.
Stres yang dialami saat sedang hamil bisa membuat seseorang tidak nafsu makan atau justru memiliki nafsu makan yang berlebihan, dan hal ini berbeda dengan ngidam.

4. Gangguan pencernaan.
Meskipun saat hamil ada kemungkinan mengalami mual dan muntah akibat morning sickness, tapi stres yang ada juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah atau diare.

Saat seseorang merasa stres, maka tubuh akan memberikan respons siaga untuk melindungi diri dari ancaman yang ada. Hal ini akan membuat organ-organ tubuh meningkatkan aktivitasnya sehingga hormon kortisol yang dihasilkan lebih besar. Hormon kortisol yang tinggi bisa menembus plasenta dan mempengaruhi pertumbuhan otak bayi, terutama daerah yang berfungsi mengendalikan stres.

"Kecemasan akibat tingkat kortisol yang tinggi pada akhir kehamilan bisa berpengaruh terhadap kehidupan anak-anak nantinya, terutama resiko atau gangguan psikologis," ujar psikolog Dr Thomas O'Connor.

Nah ini efeknya pada bayi jika ibu hamil mengalami stres yang cukup parah selama berminggu-minggu:

  1. Berisiko melahirkan bayi prematur.
  2. Bayi lahir dengan berat badan yang rendah.
  3. Anak yang dilahirkan berisiko mengalami hiperaktif atau ADHD.
  4. Gangguan dalam hal perkembangan dan pertumbuhan otak bayi.
  5. Bisa berisiko keguguran.

Resiko Terbesar bagi wanita perokok

@Ikadanews.info - Resiko Terbesar bagi wanita perokok - Wanita yang merokok bisa mengalami menopause satu tahun lebih awal dari mereka yang tidak merokok. Dan menurut penelitian, hal itu dapat mempengaruhi risiko terkena penyakit tulang dan jantung.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Menopause tersebut, mengumpulkan data dari beberapa penelitian sebelumnya, termasuk melakukan survei terhadap 6000 wanita di Amerika, Polandia, Turki dan Iran. Ditemukan bahwa wanita yang tak merokok akan mengalami menopause antara usia 46 hingga 51 tahun. Sedangkan mereka yang merokok akan alami menopause pada usia 43 hingga 50 tahun.

"Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok memiliki hubungan secara siginfikan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran pada wanita untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini," ujar penulis penelitian Volodymyr Dvornyk, dari University of Hong Kong.

Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisa lima studi lain yang meneliti wanita dengan rata-rata usia 50 atau 51 tahun. Para wanita tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 'awal' dan 'terakhir' menopause. Lebih dari 43 ribu wanita yang ikut dalam penelitian itu, ditemukan sebanyak 43 persen wanita yang merokok lebih mungkin alami menopause dini ketimbang mereka yang tidak merokok.

"Menopause dini mungkin terkait dengan jumlah risiko yang lebih besar terhadap penyakit yang diakibatkan oleh menopause seperti, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit Alzheimer, dan lain-lain," kata Dvornyk, seperti yang dikutip dari MSN.

Menurut Jenie Kline, pakar epidemiologi dari Mailman School of Public Health, di New York, ada dua teori mengapa merokok dapat mempengaruhi waktu menopause seseorang. Pertama, merokok bisa mengurangi jumlah hormon estrogen dalam tubuh wanita. Kedua, merokok dapat membunuh ovarium.

"Ketimbang khawatir dengan masalah menopause, lebih baik cobalah untuk menghentikan kebiasaan merokok," ujar Kline.