@Ikadanews - Sungguh Terlalu ABG Bugil Digilir Dan Dijepret Kamera - Sungguh sial nasib St (15) warga Tamanmartani Kalasan Sleman. Niatnya
mengambil ponsel yang ketinggalan dirumah teman berbuah petaka. Selain
diperkosa tiga orang pemuda, adegan tak senonoh tersebut juga diabadikan
dalam foto oleh para pelaku. Informasi menyebutkan, peristiwa terjadi
ketika korban hendak mengambil ponselnya yang ketinggalan dirumah
temannya di desa Nangsri Manisrenggo Klaten.
Dalam perjalanan, korban diantar oleh seorang temannya, Ryan (19) warga
Bimomartini, Sleman. Sesampainya di Nangsri, rumah yang dituju dalam
keadaan kosong. Tak ingin sia - sia, korban lantas menunggu di depan
rumah tersebut.
Akan tetapi, sepinya rumah tersebut menimbulkan pikiran kotor dalam
benak Ryan. Dengan penuh nafsu, Ryan mencoba merayu korban, akan tetapi
rayuan tersebut ditolak oleh korban.
Jengkel dengan hal tersebut, Ryan lantas memanggil dua orang temannya.
Setelah kedatangan dua orang temannya yang tak diketahui identitasnya,
Ryan lantas memberanikan diri untuk mengancam dan memaksa korban
bersetubuh. Takut dengan ancaman Ryan, korban akhirnya menurut dan
pasrah untuk disetubuhi.
Sementara itu dua orang teman Ryan yang penasaran lantas ikut
menyaksikan prosesi Ryan menyetubuhi korban. Bahkan mereka juga
mengabadikan persetubuhan tersebut dalam foto menggunakan ponsel. Usai
disetubuhi Ryan, kedua temannya yang ikut terangsang lantas menggilir
korban.
Puas menikmati kemolekan tubuh korban, Ryan lantas mengantar korban
pulang. Dalam perjalanan, Ryan kembali mengancam akan menyebarkan foto
mesum tersebut bila korban menceritakan peristiwa tersebut kepada orang
lain.
Bahkan Ryan juga mengancam akan menyebarkan foto tersebut bila korban
enggan dan menolak saat dia ingin dilayani secara seksual. Mendapat
ancaman tersebut korban menjadi depresi. Korban yang biasanya ceria
berubah menjadi pendiam.
Penasaran dengan hal tersebut, keluarga lantas mendesak korban untuk
bercerita. Betapa kagetnya keluarga saat mendengar cerita dari korban.
Seketika itu juga korban langsung diantar ke Polres Klaten untuk
melapor.
"Saya diancam foto itu akan disebar bila saya tidak mau melayani mereka
lagi," ujar korban dihadapan petugas. Hingga berita ini diturunkan,
kasus pemerkosaan ini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres
Klaten.