@Ikadanews - Inilah Daftar Titik Rangsang Tubuh Wanita - Berikut ini beberapa titik rangsang tubuh wanita yang pastinya sedang dicari oleh para pria yang ingin memuaskan pasangannya. Jika anda ingin tahu tentang titik rangsang tubuh wanita. Silakan anda dapat membaca artikel tentang titik rangsang tubuh wanita dibawah ini.
Titik Rangsang Tubuh Wanita
1. Paha bagian dalam
bagian ini sangat sensitive untuk disentuh, karena terdapat banyak saraf yang akhirnya bagian ini sangat sensitive.
2. Belakang lutut
bagian ini juga terdapat saraf, karena semua saraf berakhir di belakang lutut yang dapat membuat wanita melayang
3. Bokong
selama anda berciuman coba tangan anda arahkan ke bagian bokong pasangan anda.. nah yang ini patut di coba ya.
4. Leher
bagian ini cukup anda hembuskan nafas dan pasangan anda akan ‘kelabakan’ di tambah jika anda memainkannya dengan bibir.. ini 100% terbukti..
5. Telinga
sentuhan bisa anda lakukan dengan bisikan yang lembut dan erotis, kemudian berikan sedikit ciuman yang lembut sampai ke bagian punggung.
6. Kaki
elusan dengan lembut di jari kaki, telapak kaki dan tumit juga merupakan usaha bagus untuk foreplay
7. Payudara
payudara adalah bagian pertama yang anda ingat. Mengingat bentuknya yang indah, lokasi ini sangat peka terhadap rangsangan.. setiap pria pasti tahu secara naluri bagaimana bermain dengan bagian tubuh yang ini
8. Pergelangan tangan
mungkin untuk sebagian orang bagian ini sangat aneh, tetapi boleh anda mencobanya dengan jilatan lembut...
9. Genitalia
bagian ini adalah bagian akhir yang di tuju setelah melakukan di berbagai titik sensitive wanita.
10. Bibir
ciuman bibir dapat memberikan segalanya yang dibutuhkan wanita saat berhubungan intim. Jika anda pernah mencapai puncak dalam keadaan berciuman, rasakan sensasi kenikmatannya
Titik Rangsang Tubuh Wanita
Rambut
Elusan rambut dan pijatan kepala ternyata dapat merangsang terlepasnya endorfin yang
mengakibatkan rasa nikmat pada seseorang.
Hidung
Ada hubungan sensoris langsung antara hidung dan pusat kenikmatan di dalam otak.
Bibir
Menurut ajaran Tantra, ada saraf yang menghubungkan bibir atas langsung dengan klitoris.
Jari-jari tangan
Telapak tangan sangat sensitif karena mampu merasakan sensasi sampai 1/8000 kg/cm.
Perut
Area antara pusar dan tulang pubik penuh dengan titik-titik kenikmatan. Mengaktifkan ttik-titik ini merangsang mengalirnya darah ke seluruh daerah pubik.
Mata
Sama seperti skortum (kantong buah pelir), kulit kelopak mata menghasilkan sensasi yang hampir sama bila disentuh dengan lembut.
Telinga
Riset menunjukkan, 5 persen wanita dapat mencapai klimaks melalui stimulus aural saja, entah itu percakapan erotis, napas berat, atau lidah yang memainkan telinga.
Leher
Bagian ini memiliki saraf yang sensitif. Kebanyakan wanita merasakan kesan yang sama, geli dan terangsang bila dicumbu di leher.
Buah dada dan putting
Entah dengan diusap, atau diremas lembut, bagian tubuh ini membantu meningkatkan gairah seksual.
Vulva
Bagian depan bantalan empuk jaringan mons veneris yang terletak sekitar 5 cm di atas kiltoris penuh ujung saraf. Menyentuh bagian ini dengan jari tangan dapat membangkitkan sensasi dan meningkatkan orgasme.
Dari penjelasan di atas kita telah mengenal 12 titik di bagian depan tubuh wanita. Sekarang mari kita lihat titik-titik berikutnya di bagian belakang tubuh wanita. Dengan memahami titik-titik ini, perlakuan terhadap pasangan Anda seharusnya menjadi berbeda.
Belakang Leher
Pada titik temu leher-pundak terdapat sekitar 25 meter saraf. Kulit di bagian ini memiliki sekitar 6,450 ujung-ujung sarat setiap sentimeter persegi.
Punggung
Sekujur punggung, dan leher sampai pantat, merupakan bagian sensitif. Anda bisa menggosok-gosok atau menekan lembut dengan jari-jari sepanjang jalur itu. Gosokan atau elusan lembut itu akan meningkatkan aliran darah ke daerah pubik. Akibatnya, gairah seksual akan meningkat.
Ketiak
Menurut David Darma, mantan Associate Marriage Counselor and Relationship, memanipulasi ketiak untuk merangsang gairah seksual (aksilismé) bagi wanita memberi sensasi tensendiri yang menyenangkan. Ini adalah bagian dari permainan seksual yang mengundang gairah lebih lanjut, apalagi bila ketiak tersebut tidak dicukur. Sayangnya, kebanyakan wanita malah mencukur habis rambut ketiaknya.
Belakang Lutut
Meski sering diabaikan, bagian ini merupakan titik yang paling sensitif. Anda perlu membuktikannya sendiri, misalnya dengan memperlakukan bagian ini sama seperti kalau Anda mengisap-isap telinga atau menciumi kelopak mata pasangan wanita Anda. Titik-titik tensembunyi ini dapat membuat perempuan bergairah. Jangan lalai mengekplorasi setiap sentimeter persegi dari bagian lubuh ini.
Pantat
Pantat tidak hanya penuh ujung saraf. Lebih dari itu, semua otot pelvis saling terkait dan mampu menimbulkan rangsangan secara langsung ke bagian tubuh dekatnya, termasuk bagian dalam klitoris.
Kaki
Pada telapak kaki terdapat saraf-saraf penerima yang terkait dengan bagian organ lain misalnya jantung, tekanan darah, dan aliran hormonal. Merangsang saraf-saraf penerima di bagian telapak kaki dan kaki secara keseluruhan dengan elusan atau gelitikan akan merangsang pelepasan endorfin. Ini adalah hormon rasa nikmat yang bakal bisa membuat wanita merasakan sensasi “luar biasa”.
Cari Artikel Disini
Home » titik
Showing posts with label titik. Show all posts
Showing posts with label titik. Show all posts
Artikel Tentang Keajaiban Titik Nol
@Ikadanews - Artikel Tentang Keajaiban Titik Nol - Dokter angkat tangan dan Endrasari pun memulai kehidupan yang 'sumbing'. Ia mesti menenteng tabung oksigen kemana-mana sebab dadanya kerap digodam sesat hebat. Biang keladinya : Bronchitis akut. Penyakit paru tak hanya mengutil berat badan Endrasari, juga memaksa dia meneguk 12 jenis obat selama setahun. Lusinan ramuan kimia dari apotek bagaigak tak bertuh sebab diakui Endrasari dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, penyakitnya bersifat psikosomatis. Tidak berasal dari serbuan virus atau bakteri, melainkan berasal dari pikiran. Dokter menyuruh dia menyembuhkan luka batinnya dulu jika ingin pulih.
Nur Sonia (27 tahun) akhirnya pulih. Dibekap frustasi selama 7 tahun, yang berujung rontoknya kuliah dia pada sebuah PTN ternama di Bandung dan sering sakit-sakitan pula, mantan bintang kelas SMA ini kemudian sukses meretas kuldesak -jalan buntu- kehidupannya. Ia melakoni satu hal : 'detoksifikasi' hati. Ia buang seluruh racun masa lalunya. Ia gulung film-film negatif masa mendatang. Ia mengatakan : "Saya serahkan diri saya seluruhnya kepada Sang Pemilik diri saya".
Ikhlas. Kembali ke titik nol. Hasilnya? sebuah paradoks. Sikap ikhlas - yang sebelumnya ia anggap sebagai simbol kelemahan- justru memberinya kekuatan luar biasa. Dalam ikhlas kata Sonia ia justru merasa lebih perkasa dalam menguasai diri. Tidak mudah gelisah. Lebih kebal.
Kuncinya adalah manakala kita memasrahkan segala sesuatunya pada Tuhan, saat itu pula pupus segala cemas. Kita menjadi lebih kuat. Mengapa? karena urusan kita sudah diserahkan kepada Sang Maha Berkehendak. "Biarlah Dia yang mengatur. Kita yang melaksanakan keinginan-Nya. Sebab, bukankah Dia juga Maha Pemberi Petunjuk?" ujar Sonia.
Apakah itu berarti pasrah? disinilah uniknya. Ketika terasuk rasa ikhlas, secara otomatis, Sonia merasa intuisinya meningkat tajam. Lebih bijaksana. Lebih mengenal diri sendiri. Lebih cerdas. Lebih kreatif. Dan pada gilirannya : lebih produktif. "Sekarang saya sudah bisa bekerja di perusahaan asuransi," tutur dia semangat. Selamat tinggal jelaga masa lalu!
Belakangan Endrasari juga mengucapkan sayonara untuk penyakit bronchitis akutnya. Hanya sikap ikhlas - bukan lusinan obat kimia- yang kuasa menanggalkan siksa radang parunya. Endrasari kini tak mesti memboyong tabung oksigen kemana-mana. "Saya baru tahu semua penyakit datang dari pikiran".
Menurut peulis buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu, dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bermekaranlah pelbagai energi positif: rasa syukur, sabar dan termasuk fokus. "Kita pun merasa penuh tenaga", ujarnya.
Energi ikhlas ini kemudianmenyebar ke setiap jengkal tubuh. Membikin imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil dan kapasitas indera meningkat. Orang ikhlas, ujar Erbe "sehat jiwa dan fisiknya". Ikhlas, karenanya adalah kunci bagi kebahagiaan.
Jika kita meneropong lewat EEG (elektroensefalogram), kata Erbe, tampak bahwa otak memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Dimanakah kebahagiaan? teknologi mutakhir menunjukan : rasa bahagia membentang antara panjang gelombang alfa (8 Hz-13,9 Hz) dan theta (4 Hz-7,9 Hz) pada otak. Inilah zona ikhlas. Pada frekwensi alfa adalah orang-orang yang sedang rileks, melamun atau berkhayal. Anak-anak balita frekwensinya selalu berada pada posisi alfa - karenanya mereka selalu jujur, polos dan tak pernah larut bersedih. Orang yang otaknya berada padaa frekwensi theta, pikirannya menjadi amat kreatif dan inspiratif, lebih khusyu, rileks yang dalam, hening dan amat intuitif.
Semakin pandai anda menyetel frekwensi alfa atau theta di otak anda, kata Erber, semakin mudah hidup anda. Frekwensi ini memang menawarkan kelezatan hidup sesungguhnya : rasa syukur dan nyaman. Karena itulah menurut dia, jelas sudah bahwa ukuran sukses (kebahagiaan) sebetulnya amat ditentukan oleh keberhasilan merasakan pikiran bahagia. Itu saja. Untuk itu, kebahagian sebenarnya tak perlu dicari-cari apalagi lewat kelimpahan materi.
"Manakala tahu gelombangnya, mudah bagi kita menemukan zona kebahagiaan itu," tutur Erbe. Dan jangan enteng sikap ikhlas ini. Pengalaman Nur Sonia menunjukan: sekali kita melangkah menuju zona ikhas, kita bakal terdorong menjadi orang baik, - menjauhi prasangka dan selalu berpikir positif. Nah dari sinilah garis tangan anda mulai bergeser.
Dengan berpikir positif maka hal-hal positif akan menghampiri kita. Demikan sebaliknya. Itulah yang disebut Daya Tarik Menarik (The Universal Law of Attraction) yang memiliki penjelasan ilmiahnya dalam fisika kuantum. Dan kita, menurut Erbe, adalah apa yang kita pikirkan (positif atau negatif).
Usai menikah selama enam tahun, Erbe akhirnya divonis dokter aspermatozoa, tak bisa memiliki keturunan. Dan Erbe menyikapinya -meski awalnya tentu terkejut- dengan ikhlas. "Mengucapkan alhamdulilah dalam hati memberi saya ketenangan dan kekuatan," ujarnya.
Tapi kemudian ikhlas memiliki logikanya sendiri. Dalam penyerahn diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan bahwa suatu hari ia akan dikaruniai buah hati. Visualisasi itu dilakukannya dalam kondisi otak alfa -berada di zona ikhlas- secara tekun dan tawakal.
Hingga suatu hari ia berkonsultasi dengan dokter. Sembari memandangi hasil laboratorium Erbe, dokter tersebut menggelengkan kepala. "Ini tidak mungkin. Dari nol persen (spermatozoa) menjadi 30 persen dalam tiga minggu? tidak mungkin". Kini Erbe memiliki putra bernam Shankaara Premaswara.
Nur Sonia (27 tahun) akhirnya pulih. Dibekap frustasi selama 7 tahun, yang berujung rontoknya kuliah dia pada sebuah PTN ternama di Bandung dan sering sakit-sakitan pula, mantan bintang kelas SMA ini kemudian sukses meretas kuldesak -jalan buntu- kehidupannya. Ia melakoni satu hal : 'detoksifikasi' hati. Ia buang seluruh racun masa lalunya. Ia gulung film-film negatif masa mendatang. Ia mengatakan : "Saya serahkan diri saya seluruhnya kepada Sang Pemilik diri saya".
Ikhlas. Kembali ke titik nol. Hasilnya? sebuah paradoks. Sikap ikhlas - yang sebelumnya ia anggap sebagai simbol kelemahan- justru memberinya kekuatan luar biasa. Dalam ikhlas kata Sonia ia justru merasa lebih perkasa dalam menguasai diri. Tidak mudah gelisah. Lebih kebal.
Kuncinya adalah manakala kita memasrahkan segala sesuatunya pada Tuhan, saat itu pula pupus segala cemas. Kita menjadi lebih kuat. Mengapa? karena urusan kita sudah diserahkan kepada Sang Maha Berkehendak. "Biarlah Dia yang mengatur. Kita yang melaksanakan keinginan-Nya. Sebab, bukankah Dia juga Maha Pemberi Petunjuk?" ujar Sonia.
Apakah itu berarti pasrah? disinilah uniknya. Ketika terasuk rasa ikhlas, secara otomatis, Sonia merasa intuisinya meningkat tajam. Lebih bijaksana. Lebih mengenal diri sendiri. Lebih cerdas. Lebih kreatif. Dan pada gilirannya : lebih produktif. "Sekarang saya sudah bisa bekerja di perusahaan asuransi," tutur dia semangat. Selamat tinggal jelaga masa lalu!
Belakangan Endrasari juga mengucapkan sayonara untuk penyakit bronchitis akutnya. Hanya sikap ikhlas - bukan lusinan obat kimia- yang kuasa menanggalkan siksa radang parunya. Endrasari kini tak mesti memboyong tabung oksigen kemana-mana. "Saya baru tahu semua penyakit datang dari pikiran".
Menurut peulis buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu, dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bermekaranlah pelbagai energi positif: rasa syukur, sabar dan termasuk fokus. "Kita pun merasa penuh tenaga", ujarnya.
Energi ikhlas ini kemudianmenyebar ke setiap jengkal tubuh. Membikin imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil dan kapasitas indera meningkat. Orang ikhlas, ujar Erbe "sehat jiwa dan fisiknya". Ikhlas, karenanya adalah kunci bagi kebahagiaan.
Jika kita meneropong lewat EEG (elektroensefalogram), kata Erbe, tampak bahwa otak memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Dimanakah kebahagiaan? teknologi mutakhir menunjukan : rasa bahagia membentang antara panjang gelombang alfa (8 Hz-13,9 Hz) dan theta (4 Hz-7,9 Hz) pada otak. Inilah zona ikhlas. Pada frekwensi alfa adalah orang-orang yang sedang rileks, melamun atau berkhayal. Anak-anak balita frekwensinya selalu berada pada posisi alfa - karenanya mereka selalu jujur, polos dan tak pernah larut bersedih. Orang yang otaknya berada padaa frekwensi theta, pikirannya menjadi amat kreatif dan inspiratif, lebih khusyu, rileks yang dalam, hening dan amat intuitif.
Semakin pandai anda menyetel frekwensi alfa atau theta di otak anda, kata Erber, semakin mudah hidup anda. Frekwensi ini memang menawarkan kelezatan hidup sesungguhnya : rasa syukur dan nyaman. Karena itulah menurut dia, jelas sudah bahwa ukuran sukses (kebahagiaan) sebetulnya amat ditentukan oleh keberhasilan merasakan pikiran bahagia. Itu saja. Untuk itu, kebahagian sebenarnya tak perlu dicari-cari apalagi lewat kelimpahan materi.
"Manakala tahu gelombangnya, mudah bagi kita menemukan zona kebahagiaan itu," tutur Erbe. Dan jangan enteng sikap ikhlas ini. Pengalaman Nur Sonia menunjukan: sekali kita melangkah menuju zona ikhas, kita bakal terdorong menjadi orang baik, - menjauhi prasangka dan selalu berpikir positif. Nah dari sinilah garis tangan anda mulai bergeser.
Dengan berpikir positif maka hal-hal positif akan menghampiri kita. Demikan sebaliknya. Itulah yang disebut Daya Tarik Menarik (The Universal Law of Attraction) yang memiliki penjelasan ilmiahnya dalam fisika kuantum. Dan kita, menurut Erbe, adalah apa yang kita pikirkan (positif atau negatif).
Usai menikah selama enam tahun, Erbe akhirnya divonis dokter aspermatozoa, tak bisa memiliki keturunan. Dan Erbe menyikapinya -meski awalnya tentu terkejut- dengan ikhlas. "Mengucapkan alhamdulilah dalam hati memberi saya ketenangan dan kekuatan," ujarnya.
Tapi kemudian ikhlas memiliki logikanya sendiri. Dalam penyerahn diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan bahwa suatu hari ia akan dikaruniai buah hati. Visualisasi itu dilakukannya dalam kondisi otak alfa -berada di zona ikhlas- secara tekun dan tawakal.
Hingga suatu hari ia berkonsultasi dengan dokter. Sembari memandangi hasil laboratorium Erbe, dokter tersebut menggelengkan kepala. "Ini tidak mungkin. Dari nol persen (spermatozoa) menjadi 30 persen dalam tiga minggu? tidak mungkin". Kini Erbe memiliki putra bernam Shankaara Premaswara.
Subscribe to:
Posts (Atom)

