Cari Artikel Disini

Showing posts with label tulis. Show all posts
Showing posts with label tulis. Show all posts

Berikut Tulisan - tulisan Paling Tren di WC umum

MANDI = Rp2000
KENCING = Rp500
BAB(PAKE KENCING) = RP2000
BAB(GA PAKE KENCING) = RP 1500
ALL IN ONE = Rp3000 >- UDAH diSKON
Kalo ga salah ini di toilet terminal Tirtonadi

KENCING - 1000
BERAK (DIKIT BANYAK) - 2000
BANYAK BANGET - 3000
DIKIT BANGET - TAHAN DULU

BOKER 5 KALI, GRATIS 1 KALI BOKER di HARI YANG SAMA

Ada juga tulisan yang kayaknya disponsori lembaga lingkungan hidup.
Terpampang kertas hasil ngeprint
HABIS BUANG AIR HARAP diSIRAM
Dibawahnya ada tulisan pake pulpen.
“GO GREEN, NOT YELLOW”

Ada juga yang puitis
AIR BERIAK TANDA TAK DALAM
HABIS BERAK HARAP diSIRAM

Ada lagi yang keranjingan chatting, tapi hapenya mungkin kehabisan pulsa. Jadinya tembok WC pun menjadi sarana

Misalnya
DILARANG CORET2 diNDING SAMBIL EEK..
Trus ada yg nulis dibawahnya
LO JUGA NYORET GOBLOK..
Trus dijawab lagi
LO JUGA BEGO
Lanjutannya lupa. Yang jelas dinding sampai penuh coretan berbalas pantun mereka

Tertulis rapi di tembok pakai cat
BUANGLAH KOTORAN PADA TEMPATNYA
Terus ada yang ngejawab pakai pulpen
PANTAT GUA KAGAK MUAT di KLOSET!!!
Dibawahnya ada yang nambahin
GOBLOK LOE INI KAN KLOSET JONGKOK!!!

Ada yang iseng berkasar ria pakai spidol
JANGAN BACA TULISAN INI (SELAIN MONYET)
Relpy dibawahnya
MAAF BABI, UDAH TELANJUR BACA
Yang ikut baca, panas juga dan nambahin
UDAH DONG, MONYET DAN BABI YANG AKUR YA…

Yang lain
YANG BERAK DAN KENCING GAK NYIRAM = ANJING
Terus dibawahnya ada yang komen
KALO GA BERAK GA KENCING IKUT NYIRAM GIMANA?
Komen selanjutnya
ANJING KURANG KERJAAN…

Ada juga yang membingungkan seperti yang terpasang di toilet kantor.
Kan ada 2 biji bersebelahan tuh
Di salah satu pintunya tertulis
JANGAN diPAKAI, SEDANG RUSAK
Tau siapa yang iseng
Ada yang nempelin prin-prinan di pintu sebelahnya
JANGAN diPAKAI, NANTI RUSAK

Sumber : Kaskus

Inilah Kebenaran Islam Tentang Jantung Manusia Yang Ditulis Oleh Al-Qur’an

Ikadanews.info - Inilah Kebenaran Islam Tentang Jantung Manusia Yang Ditulis Oleh Al-Qur’an  - Baru-baru ini, sebuah jurnal kedokteran ilmiah kedokteran Internasional di bidang jantung, International Journal of Cardiology, mempublikasikan sebuah paper yang berjudul “The heart and cardiovascular system in the Qur’an and Hadeeth” (Jantung dan sistem jantung dalam Al Qur’an dan Hadits). Ini termasuk sebuah paper yang langka.
Paper itu ditulis oleh Marios Loukas, Yousuf Saad, Shane Tubbs dan Mohamadali Shoja. Penulis pertama, Marios Loukas adalah seorang Profesor di St. George University dengan bidang riset seputar jantung, teknik dan anatomi pembedahan, arteriogenesis hingga pendidikan medis.
Pencarian dengan menggunakan portal ISIWeb Knowledge menyebutkan sekitar 280 paper ilmiah yang pernah ditulis oleh Marios Loukas di bidang jantung. Ini menunjukkan kredibilitas beliau sebagai pakar yang berkompeten untuk berbicara soal jantung, termasuk tulisannya yang membicarakan jantung di dalam Al Quran dan Hadits.

International Journal of Cardiology itu sendiri termasuk jurnal ternama di bidang jantung. Nilai Impact factor jurnal tersebut sekitar 3. Paper yang diterbitkan itu dapat dilihat di
http://www.internationaljournalofcardiology.com/article/S0167-5273(09)00566-X/abstract
Bagi pembaca yang tertarik dengan paper tersebut, silakan mendownload file pdfnya di
heart-cardiovascular-quran-hadeeth.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh
Mungkin penting untuk diketahui disini, bahwa kata “heart” dalam dunia kedokteran berarti jantung, bukan hati. Adapun “hati” dalam kedokteran adalah liver. Karena itu kata “qalb” dalam bahasa Arab, diterjemahkan oleh penulis paper tersebut menjadi “heart”, yang dalam bahasa Indonesia berarti jantung.
Ada sejumlah hal menarik dari paper tersebut.
Paper tersebut dikirim dan sampai (received) ke jurnal tersebut pada tanggal 7 Mei 2009. Ternyata, hanya dalam 5 hari kemudian tanggal 12 Mei 2009, paper tersebut langsung disetujui (accepted) oleh editor jurnal tersebut. Sepanjang pengetahuan saya, proses ini sangat-sangat cepat. Rata-rata sebuah paper membutuhkan waktu satu hingga beberapa bulan untuk dapat disetujui oleh editor jurnal. Bahkan ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Lamanya proses itu salah satunya karena adanya diskusi panjang dengan reviewer atau pihak ketiga yang memberikan penilaian layak tidaknya sebuah paper untuk dapat diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah. Dugaan saya, proses yang hanya lima hari sejak proses received hingga accepted ini disebabkan karena editor langsung setuju dengan isi paper tersebut sehingga tidak diperlukan lagi proses pengecekan oleh pihak ketiga.
Paper itu sendiri terbit secara online pada 25 Agustus 2009. Kemudian dicetak dalam edisi kertas baru-baru saja, pada 1 April 2010.
Dalam pengantarnya, penulis menjelaskan kemajuan ilmu kedokteran saat ini nampaknya melupakan kontribusi dari sejumlah teks-teks agama, salah satunya adalah Quran dan Hadits. Padahal beliau menyebut deskripsi yang akurat tentang struktur anatomi, prosedur bedah, karakteristik fisiologi dan pengobatan medis, “Found within the Qur’an and Hadeeth are accurate descriptions of anatomical structures, surgical procedures, physiological characteristics, and medical remedies.” Paper itu ditulis sebagai review atau rangkuman untuk menyajikan secara akurat kontribusi Al Quran dan Hadits dengan fokus khusus pada sistem jantung “to accurately present the anatomical and medical contributions of the Qur’an and Hadeeth, with specific focus on the cardiovascular system.”
Setelah menyebutkan sejarah singkat Al Quran dan Hadits, Marios Loukas menjelaskan perbedaan kontras dalam Islam dan Kristen mengenai hubungan antara agama dan sains. Dalam sejarah Kristen di abad pertengahan dan masa Renaissance, pengaruh gereja Kristen melumpuhkan (stifle) perkembangan sains, bahkan jika pengamatan sains tersebut sebenarnya didukung oleh perhitungan dan pemikiran rasional. Sementara, sains di era kejayaan Islam berkembang luas disebabkan ajaran Islam mendorong (encourage) dan mendukung riset sains. Selain itu, dalam Islam pencarian ilmu pengetahuan merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan (an act of worship to God).
Paper itu menjelaskan tentang pandangan umum tentang pengobatan dalam Al Qur’an dan Hadits. Diantaranya, Allah SWT yang menciptakan penyakit, dan setiap penyakit itu selalu ada obat dan metode penyembuhannya. Sebuah penyakit yang sembuh terjadi karena adanya ijin dari Allah SWT (permission of God). Ada dua macam perlakuan (treatment) untuk proses penyembuhan suatu penyakit, yaitu secara spiritual dan fisik. Sebab, Al Quran menyebut penyakit tidak hanya berupa penyakit fisik, namun juga penyakit yang “tersembunyi” seperti keragu-raguan (doubt), kotoran keimanan (impurity), kemunafikan (hypocrisy) dan tidak beriman (disbelief) dan dusta (falsehood).
Selain penyakit batin tersebut, Al Quran dan Hadits juga mendiskusikan beberapa penyakit fisik seperti sakit perut (abdominal pain), mencret (diarrhea), demam (fever), penyakit kusta (leprosy), and penyakit mental. Diantara obat yang manjur adalah madu karena mengandung gula, vitamin dan anti mikroba. Selanjutnya Al Quran berbicara tentang makanan apa saja yang haram dikonsumsi, seperti bangkai, darah, daging babi serta yang disembelih tidak atas nama Allah.
Mengenai sistem jantung, darah dan sirkulasinya, penulis menyebut tentang sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf 16). Ini menunjukkan relasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya, sekaligus mengisyaratkan pentingnya pembuluh darah di leher dan hubungannya dengan jantung.
Panjang lebar, penulis paper tersebut juga mengupas jantung, penyakit yang berkaitan dengan jantung, serta kontribusi Al Qur’an dan Hadits bagi dunia medik. Seperti, pembuluh darah aorta, diskusi seputar darah pada penyembelihan binatang. Al Quran juga menyebut ada tiga kelompok manusia berdasarkan keadaan “heart”, yaitu orang yang beriman (believers) yang memiliki heart yang hidup, orang kafir (rejecters of faith) yang memiliki heart yang mati, dan orang munafik (the hypocrites) yang ada penyakit dalam heart. Karena itu Marios Loukas menyatakan bahwa heart memiliki dua tipe, yaitu spiritual heart dan physical heart. Tiga kategori itu termasuk ke dalam spiritual heart. Ia juga menyebutkan bahwa ulama (scholars) membagi dua jenis penyakit dalam spiritual heart, yaitu syubuhat dan syahwat.
Bagin yang juga menarik, ketika secara tidak langsung gaya hidup manusia yang dikehendaki oleh Allah SWT, membuat kemungkinan terkena penyakit jantung menjadi lebih kecil, seperti melakukan aktivitas spiritual, makan secukupnya, bekerja secara fisik, tidak marah dan iri hati, menjauhi keserakahan, serta menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang dilarang. Termasuk dibahas pula gerakan-gerakan shalat (berdiri, sujud duduk) yang berhubungan dengan kesehatan, sampai-sampai gerakan orang shalat yang malas seperti yang dilakukan oleh orang munafik dikecam dalam Al Quran. Hingga dibahas pula, larangan Islam untuk mengkonsumsi alkohol untuk khamar yang bisa ditinjau dari segi kesehatan. Sebab, alkohol berpengaruh pada seluruh organ tubuh, seperti liver, lambung, usus, pankreas, jantung dan otak dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti liver cirrhosis, pancreatic insufficiency, cancer, hypertension dan heart disease.
Di bagian kesimpulan, penulis menyatakan bahwa Al Qur’an dan ucapan Nabi Muhammad merupakan teks agama, spiritual dan sekaligus saintifik, serta memberikan pengaruh (influence) bagi ilmu medik dan anatomi. Setelah panjang lebar menjelaskan, penulis menyatakan bahwa jantung (heart) sesungguhnya berisi unsur hati, kecerdasaan dan emosi, sebagaimana juga unsur fisik tubuh yang dapat mengalami sakit, seperti pembekuan darah dll. Penulis juga menyatakan bahwa saintis Eropa di abad pertengahan gagal dalam mengambil manfaat dari Islam, disebabkan oleh beberapa kemungkinan diantaranya proses penterjemahan yang buruk.

Menurut hemat saya, Al Quran memang bukan kitab sains, namun petunjuk hidup bagi manusia. Bagi orang yang beriman, Al Quran juga tidak butuh bukti untuk kebenaran isinya. Namun demikian, adanya sejumlah isyarat-isyarat ilmiah yang belakangan terbukti sesuai dengan perkembangan sains modern semakin menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah sebuah kitab yang biasa, tetapi sebuah mukjizat dari Allah SWT. Inilah domain yang dimasuki oleh Marios Loukas dan partnernya. Orang seperti Marios Loukas dengan kepakarannya di bidang jantung sangat tepat untuk membahas masalah ini. Tentu, usaha ini patut mendapat apresiasi dari kita, kaum muslimin. Salah satunya, beberapa saintis Turki menulis paper di jurnal tersebut yang berjudul “Islamic legacy of cardiology: Inspirations from the holy sources”, sebagai kelanjutan dari paper Marios Loukas tersebut.
Disamping itu pula, sudah menjadi sunnatullah jika gembong anti Islam selalu menampakkan kebenciannya terhadap setiap upaya untuk memajukan Islam. Kalangan anti Islam dari kelompok faithfreedom.org misalnya, mereka sangat tidak suka ketika jurnal Cardiology itu menerbitkan paper tersebut. Bahkan salah satunya seperti Syed Kamran Mirza sampai menulis surat kepada jurnal tersebut agar menarik paper tersebut. Tentu saja permintaan itu ditolak.
Semoga informasi ini bisa menjadi tambahan inspirasi untuk kaum muslimin, untuk selalu menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan juga menjadi tambahan keimanan bagi kita, kaum muslimin.

Penemuan Alkitab Tulisan Tangan Berusia 1.500 Tahun

@Ikadanews.info - Penemuan Alkitab Tulisan Tangan Berusia 1.500 Tahun - Alkitab itu disimpan di Museum Etnografi Ankara Turki. Di dalamnya terdapat gambar Perjamuan Kudus Terakhir Yesus dengan murid-muridnya.

Pada halaman 52 Alkitab yang ditulis dalam bahasa Aram, bahasa yang dipakai Yesus ada gambar Perjamuan Terakhir, yang memerlihatkan Yesus makan dengan 12 orang muridnya, dan juga gambaran dari penyaliban Yesus, simbol matahari dan salib, menurut surat kabar Turki Zaman hari ini.

Laporan ini menambahkan bahwa ada juga gambaran dari sebuah gua dan sebuah batu besar yang dianggap makam Yesus.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay dikonfirmasi pada Kamis bahwa Alkitab berusia 1.500 tahun itu ditemukan oleh polisi dalam operasi anti penyelundupan pada tahun 2000 dan saat ini sedang disimpan di Ankara.

Sebuah geng penyelundup dilaporkan dihukum karena menyelundupkan berbagai barang, termasuk Alkitab. Setelah itu, semua artefak disimpan dalam brankas di sebuah gedung pengadilan Ankara.

Alkitab tersebut dilaporkan disimpan di gedung pengadilan selama bertahun-tahun, hanya baru-baru ini diserahkan kepada bagian perawatan dari Museum Etnografi Ankara minggu lalu, menurut Zulkuf Yilmaz, kepala Direktorat Jenderal Museum dan Aset Budaya.

Rencananya Alkitab akan dikirim ke luar negeri untuk dilakukan perhitungan penanggalan karbon untuk menentukan usia sebenarnya. Yilmaz mengatakan, bahwa kitab itu akan dipajang untuk publik setelah restorasi.

Ada yang mengklaim bahwa kitab itu sebenarnya adalah Injil Barnabas. Yilmaz menjawab, "Saya hara demikian."

Injil Barnabas bertentangan dengan Perjanjian Baru tentang Yesus dan murid-muridnya tetapi memiliki hubungan yang kuat dengan pandangan Islam tentang Yesus.

Sebagian besar isi dan tema Injil Barnabas sejalan dengan pandangan Islam, dan itu termasuk prediksi Yesus bahwa akan ada nabi yakni Nabi Muhammad yang akan datang ke bumi.