@Ikadanews - Foto Masturbasi Model Seksi Ini Tersebar di Internet - Model Amber Rose dipecat dari agensi
model tempatnya bernaung setelah sejumlah foto yang memperlihatkan
dirinya sedang masturbasi beredar di internet. Demikian dilansir Daily
Mail. Mantan kekasih model Kanye West itu mengatakan di Twitter jika
agensi CAA tempatnya bernaung tak lagi bekerjasama dengannya. Konon,
foto itu dikirimkan ke pacar rapper Nicky Minaj saat itu,Safaree, namun
kabar itu dibantah oleh model berusia 28 tahun itu.
Tetapi, dengan tegas ia mengakui jika
foto-foto itu adalah miliknya. Foto itu dilansir Media Takeout dan
kemudian dipublikasikan di situs mereka. Foto itu ada empat buah. Foto
pertama memperlihatkan bokong Rose dan foto kedua adalah bagian intimnya
yang diarahkan ke kamera. Foto ketiga dan keempat memperlihatkan Rose
sedang masturbasi dengan memasukkan jarinya ke organ intimnya. Amber tak
mengenakan pakaian apapun selain sepatu hak tinggi.
Ia mengaku kecolongan karena memberikan kepercayaan besar kepada
seseorang. "Ini sangat buruk ketika seseorang yang sangat jahat datang
ke kehidupan kamu dan menghancurkan semuanya. Saya kira hampir semua
gadis pernah melakukannya dengan mengambil foto seperti itu. Tapi itu
adalah foto pribadi yang tak bisa disebarkan," katanya.Ia pun menuduh
Safaree sebagai dalang di balik skandal tersebut dengan mengirimkan foto
itu kepada dirinya sendiri setelah menemukan foto itu di komputer
perempuan kelahiran 21 Oktober 1982 ini. Amber Rose muncul di sejumlah
video klip antara lain milik Ludacris yaitu What Them Girls Like, Young
Jeezy (Vacation), Mary Mary (God in Me), dan video rapper Nicky Minaj
(Massive Attack), serta penyanyi Fabolous (You Be Killin' Em)
Cari Artikel Disini
Home » Masturbasi
Showing posts with label Masturbasi. Show all posts
Showing posts with label Masturbasi. Show all posts
Berikut Fakta yang Perlu Diketahui tentang Masturbasi
@Ikadanews - Berikut Fakta yang Perlu Diketahui tentang Masturbasi - Hingga abad ke-20, masturbasi masih saja dianggap sebagai suatu aktivitas yang menyimpang. Anggapan memalukan dan berdosa ini sudah terlanjur tertanam, meskipun para ahli kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.
Wajar jika topik ini selalu menarik untuk dibahas secara terbuka, sehingga terkadang justru menimbulkan kesalahpahaman tentang efek dari masturbasi. Untuk menjawab semua anggapan keliru yang sudah terlanjur dipercaya, Dr A.Chakravarthy, President International Association of Sexual Medicine mengemukakan beberapa hal terkait fakta-fakta kesehatan dari masturbasi.
1. Masturbasi tidak menyebabkan kebutaan
Masturbasi adalah metode normal dari aktivitas seksual baik untuk pria dan wanita. Sehingga tidak akan menyebabkan kebutaan atau masalah kesehatan lainnya. Masturbasi tidak ada hubungannya dengan hilangnya organ-organ sensorik tubuh dan merupakan aktivitas seksual yang benar-benar aman.
2. Banyak pasangan sering melakukan masturbasi setelah menikah
Memang benar adanya. Masturbasi tidak menyebabkan kondisi kesehatan, namun jika Anda melakukannya secara berlebihan bisa dikategorikan sebagai pecandu. Untuk menghentikannya Anda mungkin perlu bantuan seksolog.
3. Top Five mitos tentang masturbasi
Ada begitu banyak mitos dan kesalahpahaman tentang masturbasi, bahkan dalam masyarakat beradab. Banyak orang memiliki pengertian yang salah dan berpikir bahwa masturbasi dapat menyebabkan sejumlah kondisi berikut :
- Kebutaan
- Infertilitas (mandul)
- Kelemahan seksual
- Kehilangan berat badan dan penurunan ukuran organ
- Penurunan libido
4. Wanita masturbasi tidak mengalami kesulitan mencapai orgasme selama hubungan seksual
Hal ini karena mekanisme orgasme wanita lebih kompleks daripada laki-laki. Kurang mendapat rangsangan dan teknik seks yang tidak tepat biasanya menjadi pemicu mengapa wanita tidak mengalami orgasme.
5. Berapa batas maksimal melakukan masturbasi?
Belum ada penelitian yang menunjukkan mengenai batas aman untuk melakukan masturbasi. Hal ini tergantung pada masing-masing individu. Rata-rata sekitar 3-7 kali per minggu.
Wajar jika topik ini selalu menarik untuk dibahas secara terbuka, sehingga terkadang justru menimbulkan kesalahpahaman tentang efek dari masturbasi. Untuk menjawab semua anggapan keliru yang sudah terlanjur dipercaya, Dr A.Chakravarthy, President International Association of Sexual Medicine mengemukakan beberapa hal terkait fakta-fakta kesehatan dari masturbasi.
1. Masturbasi tidak menyebabkan kebutaan
Masturbasi adalah metode normal dari aktivitas seksual baik untuk pria dan wanita. Sehingga tidak akan menyebabkan kebutaan atau masalah kesehatan lainnya. Masturbasi tidak ada hubungannya dengan hilangnya organ-organ sensorik tubuh dan merupakan aktivitas seksual yang benar-benar aman.
2. Banyak pasangan sering melakukan masturbasi setelah menikah
Memang benar adanya. Masturbasi tidak menyebabkan kondisi kesehatan, namun jika Anda melakukannya secara berlebihan bisa dikategorikan sebagai pecandu. Untuk menghentikannya Anda mungkin perlu bantuan seksolog.
3. Top Five mitos tentang masturbasi
Ada begitu banyak mitos dan kesalahpahaman tentang masturbasi, bahkan dalam masyarakat beradab. Banyak orang memiliki pengertian yang salah dan berpikir bahwa masturbasi dapat menyebabkan sejumlah kondisi berikut :
- Kebutaan
- Infertilitas (mandul)
- Kelemahan seksual
- Kehilangan berat badan dan penurunan ukuran organ
- Penurunan libido
4. Wanita masturbasi tidak mengalami kesulitan mencapai orgasme selama hubungan seksual
Hal ini karena mekanisme orgasme wanita lebih kompleks daripada laki-laki. Kurang mendapat rangsangan dan teknik seks yang tidak tepat biasanya menjadi pemicu mengapa wanita tidak mengalami orgasme.
5. Berapa batas maksimal melakukan masturbasi?
Belum ada penelitian yang menunjukkan mengenai batas aman untuk melakukan masturbasi. Hal ini tergantung pada masing-masing individu. Rata-rata sekitar 3-7 kali per minggu.
Berikut 4 Mitos Keliru Seputar Masturbasi
@Ikadanews.info - Berikut 4 Mitos Keliru Seputar Masturbasi - Benarkah masturbasi merupakan bentuk penyimpangan perilaku seksual? Apakah hanya pria yang melakukan masturbasi? Banyak hal seputar masturbasi yang kerap dipertanyakan, sehingga menimbulkan berbagai mitos yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun ada empat mitos yang jelas salah namun sering dianggap benar oleh banyak orang. Ini dia mitos-mitos seputar masturbasi yang keliru, seperti dikutip dari Intimate Medicine.
1. Masturbasi, Seks yang Tidak Normal
Banyak anggapan bahwa masturbasi adalah perilaku seks yang menyimpang. Faktanya, masturbasi adalah hal yang sangat wajar terjadi pada pria maupun wanita. Masturbasi merupakan bentuk rangsangan seksual yang diakhiri dengan orgasme, hanya saja tidak melibatkan pasangan. Seorang seksolog, Dr. Deidre seperti dikutip dari The Sun mengungkapkan bahwa tak ada yang salah dari perilaku tersebut.
Menurut Deidre, jika ada orang yang mengalami masalah untuk mencapai orgasme, biasanya mereka dianjurkan untuk mempelajari cara masturbasi. Hal itu dilakukan agar mereka tahu mengenai apa yang membuat mereka puas dan diharapkan dapat mengomunikasikan hal itu pada pasangan masing-masing. Masturbasi bisa dikatakan bermasalah atau tidak normal, jika dilakukan karena seseorang merasa tidak puas dengan performa pasangannya. Hal itu mengindikasikan ada masalah dalam kehidupan seksual mereka dan sebaiknya segera konsultasikan dengan ahli.
2. Masturbasi Berbahaya Bagi Kesehatan
Banyak anggapan yang menyebut bahwa masturbasi adalah salah satu bentuk dari penyimpangan seksual. Mitos yang selama ini beredar, masturbasi bisa menurunkan kualitas sperma, melukai alat vital bahkan menimbulkan kebutaan. Faktanya, masturbasi sama sekali tidak berbahaya jika dilakukan secara benar dan wajar. Masturbasi tidak menimbulkan risiko apabila dilakukan satu bulan sekali, atau maksimal tiga kali sehari. Tapi perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif, yang artinya, kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang menyimpang. Untuk masalah ini, disarankan minta saran dari psikiater dan terapis seks.
3. Hanya Pria yang Melakukan Masturbasi
Secara statistik, masturbasi lebih umum di kalangan pria. Tapi bukan berarti wanita tidak pernah melakukan masturbasi. Untuk meningkatkan kepuasaannya dalam bercinta, wanita pun kerap bermasturbasi dan biasanya menggunakan sex toys. Wanita yang suka masturbasi perlu waspada karena jika tidak hati-hati, bisa merusak selaput dara. Selaput dara terletak di mulut Miss V, area itu berupa lipatan mukosa yang bentuknya tidak sama antara satu wanita dengan wanita lain.
Ada yang berupa lipatan mukosa melingkari dinding vagina, ada juga yang berupa membran berlubang-lubang di mulut vagina. Kelenturan dari selaput dara ini juga berbeda-beda pada tiap wanita, ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit untuk terjadinya robekan.
4. Hanya Pria/ Wanita Single yang Melakukan Masturbasi
Masturbasi memang kerap dilakukan individu yang masih hidup sendiri untuk memuaskan hasrat seksnya. Namun berdasarkan survei, masturbasi juga kadang dilakukan pasangan yang sudah menikah. Alfred Kinsey, biolog asal Amerika Serikat pernah melakukan survei mengenai perilaku seksual pada awal abad 20. Dari hasil survei, Kinsey menemukan sekitar 40% pria dan 30% wanita yang terikat dalam jalinan asmara dan berhubungan seksual, juga melakukan masturbasi secara rutin
1. Masturbasi, Seks yang Tidak Normal
Banyak anggapan bahwa masturbasi adalah perilaku seks yang menyimpang. Faktanya, masturbasi adalah hal yang sangat wajar terjadi pada pria maupun wanita. Masturbasi merupakan bentuk rangsangan seksual yang diakhiri dengan orgasme, hanya saja tidak melibatkan pasangan. Seorang seksolog, Dr. Deidre seperti dikutip dari The Sun mengungkapkan bahwa tak ada yang salah dari perilaku tersebut.
Menurut Deidre, jika ada orang yang mengalami masalah untuk mencapai orgasme, biasanya mereka dianjurkan untuk mempelajari cara masturbasi. Hal itu dilakukan agar mereka tahu mengenai apa yang membuat mereka puas dan diharapkan dapat mengomunikasikan hal itu pada pasangan masing-masing. Masturbasi bisa dikatakan bermasalah atau tidak normal, jika dilakukan karena seseorang merasa tidak puas dengan performa pasangannya. Hal itu mengindikasikan ada masalah dalam kehidupan seksual mereka dan sebaiknya segera konsultasikan dengan ahli.
2. Masturbasi Berbahaya Bagi Kesehatan
Banyak anggapan yang menyebut bahwa masturbasi adalah salah satu bentuk dari penyimpangan seksual. Mitos yang selama ini beredar, masturbasi bisa menurunkan kualitas sperma, melukai alat vital bahkan menimbulkan kebutaan. Faktanya, masturbasi sama sekali tidak berbahaya jika dilakukan secara benar dan wajar. Masturbasi tidak menimbulkan risiko apabila dilakukan satu bulan sekali, atau maksimal tiga kali sehari. Tapi perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif, yang artinya, kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang menyimpang. Untuk masalah ini, disarankan minta saran dari psikiater dan terapis seks.
3. Hanya Pria yang Melakukan Masturbasi
Secara statistik, masturbasi lebih umum di kalangan pria. Tapi bukan berarti wanita tidak pernah melakukan masturbasi. Untuk meningkatkan kepuasaannya dalam bercinta, wanita pun kerap bermasturbasi dan biasanya menggunakan sex toys. Wanita yang suka masturbasi perlu waspada karena jika tidak hati-hati, bisa merusak selaput dara. Selaput dara terletak di mulut Miss V, area itu berupa lipatan mukosa yang bentuknya tidak sama antara satu wanita dengan wanita lain.
Ada yang berupa lipatan mukosa melingkari dinding vagina, ada juga yang berupa membran berlubang-lubang di mulut vagina. Kelenturan dari selaput dara ini juga berbeda-beda pada tiap wanita, ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit untuk terjadinya robekan.
4. Hanya Pria/ Wanita Single yang Melakukan Masturbasi
Masturbasi memang kerap dilakukan individu yang masih hidup sendiri untuk memuaskan hasrat seksnya. Namun berdasarkan survei, masturbasi juga kadang dilakukan pasangan yang sudah menikah. Alfred Kinsey, biolog asal Amerika Serikat pernah melakukan survei mengenai perilaku seksual pada awal abad 20. Dari hasil survei, Kinsey menemukan sekitar 40% pria dan 30% wanita yang terikat dalam jalinan asmara dan berhubungan seksual, juga melakukan masturbasi secara rutin
Subscribe to:
Posts (Atom)


