@Ikadanews - Berikut 7 Aturan Ketika Mengirim Pesan Intim - Pesan intim atau biasa disebut 'sexting' dipercaya bisa meningkatkan
kualitas kehidupan seks pasangan. Sebelum melakukannya, Anda harus tahu
aturan 'sexting' agar tidak menjadi masalah yang dapat mempermalukan
diri sendiri dikemudian hari.
Menurut pakar psikolog seks Zoya Amirin M.Psi, mengirim pesan intim
merupakan hal yang normal, namun dengan syarat khusus. Yaitu dilakukan
oleh pasangan yang sah alias suami istri. Terutama yang terpaksa
dipisahkan jarak sehingga sering tidak bertemu secara fisik.
"Bagi suami istri yang LDR (Long Distance Relationship), misalnya karena
suami pelaut, angkatan, marketing yang sering jauh-jauhan, saya malah
menyarankan untuk sexting. Secara emosi dia terkoneksi saat melakukan
sexting dengan pasangannya," kata Zoya, seperti yang dikutip dari
detikINET.
Hal yang sama pun diungkapkan oleh Olivia Baniuszewicz, salah satu
penulis 'Flirtexting: How to Text Your Way into His Heart'. "Seks
sederhana bisa dilakukan dengan menulis pesan intimm kepada pasangan,
misalnya apa yang Anda inginkan ketika bertemu dengannya nanti."
'Sexting' dapat meciptakan sensasi tersendiri yang dapat meningkatkan
libido dan beragam rutinitas baru dalam kehidupan seks Anda. Tapi
sebelum melakukannya, kenali dulu aturan-aturan 'sexting' yang dikutip
dari Everyday Health.
1. Berbagi Pesan Intim di Tempat Umum
Mengirim pesan intim tidak harus selalu berada di kamar atau ruangan
pribadi. Anda bisa melakukannya dimana pun dan kapan pun. Saling
bertukar pesan seksi serta 'rahasia' berdua di tempat umum bisa
menghangatkan suasana.
2. Ganti Foto Seksi dengan Foto Isyarat
Mengirim foto Anda sambil mengenakan lingerie atau pakaian dalam seksi,
bukanlah masalah. Tetapi ingat kembali beberapa kasus foto sensual di
internet yang tersebar namun tidak diketahui pemiliknya. Sebagai
alternatif, kirimkan foto isyarat seperti gambar tempat tidur beserta
pesan 'Room for two' atau ambil foto bibir Anda ditambah tulisan 'They
miss you'.
3. Jadikan Sexting sebagai Media Berkomunikasi
Mungkin Anda malu untuk mengatakan bagian tubuh mana yang sebaiknya
disentuh oleh pasangan saat bercinta. Sebagai solusi, cobalah luapkan
keiinginan Anda ke dalam tulisan 'seksi' dan kirimkan pada pasangan.
Dengan begitu, pasangan mengerti yang sebenarnya Anda inginkan.
4. Sexting Bisa Melanggengkan Hubungan Jarak Jauh
Saat sedang berjauhan, Anda bisa tetap melakukan seks melalui telepon
atau pesan. Hal ini dapat membantu mengharmoniskan hubungan Anda dan
pasnagan walaupun dalam jarak jauh.
5. Jangan Lupa Menghapus Foto Intim
Jangan menyimpan foto intim dalam ponsel sebagai koleksi. Anda harus
memikirkan akibat ke depannya. Mungkin saja handphone hilang sehingga
foto tersebut bisa menyebar melalui internet atau suatu saat anak Anda
menemukan foto itu yang bisa mempengaruhi psikologis si buah hati.
6. Sexting Bukanlah Permintaan yang Serius
Jangan menganggap 'sexting' merupakan permintaan serius dari pasangan.
Anda masih bisa bersenang-senang menggoda pasangan tanpa harus sexting.
Ketika pasangan meminta foto seksi dan Anda tidak nyaman dengan itu,
Anda bisa mengirimkan gambar wanita yang berpose seksi disertai pesan
yang bertuliskan "Not mine, but I’m still thinking of you”. Percayalah,
pasangan akan semakin bergairah bila Anda terus membuat dia penasaran.
7. Jangan Lupa Menghapus Foto Intim
Jangan menyimpan foto intim dalam ponsel sebagai koleksi. Anda harus
memikirkan akibat ke depannya. Mungkin saja handphone hilang sehingga
foto tersebut bisa menyebar melalui internet atau suatu saat anak Anda
menemukan foto itu yang bisa mempengaruhi psikologis si buah hati.
Cari Artikel Disini
Home » aturan
Showing posts with label aturan. Show all posts
Showing posts with label aturan. Show all posts
Baca Aturan Berhubungan Seks Saat Hamil
@Ikadanews - Baca Aturan Berhubungan Seks Saat Hamil - Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan
ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang
pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa
takut yang sebetulnya tak beralasan. Kita perlu juga tahu larangan -
larangan untuk ibu hamil.
Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.
Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.
Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.
Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.
Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.
Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.
Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.
Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.
Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.
Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke Vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di Vaginanya.
Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.
Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.
Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.
Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.
Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.
Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.
Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.
Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.
Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.
Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke Vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di Vaginanya.
Inilah Aturan Kuno Dalam Percintaan Yang Tidak Perlu di Ikuti
@Ikadanews.info - Inilah Aturan Kuno Dalam Percintaan Yang Tidak Perlu di Ikuti - Seiring perkembangan zaman, banyak aturan atau norma yang mengalami pergeseran dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk soal hubungan asmara. Bisa dibilang, tips dalam percintaan pun ada zamannya. Jika dulu harus pria yang mendekati wanita lebih dulu, maka di zaman modern ini merupakan hal lumrah bila wanita yang mengambil inisiatif.
Intinya, jangan terus terjebak dengan aturan kuno para pendahulu kita. Berikut ini enam aturan dalam menjalin percintaan yang sudah 'kuno' dan tidak perlu Anda ikuti lagi, seperti dikutip dari The Stir.
1. Jual Mahal
Banyak wanita yang masih menerapkan “jual mahal” dalam hubungan mereka karena ingin selalu diperlakukan manis dan dikejar oleh pria. Jangan pakai konsep ini lagi ketika menjalin asmara. Sebuah percintaan yang langgeng harus ada keseimbangan antara keduanya. Tidak lagi wanita yang cuma duduk manis, tapi terkadang pria juga harus mendapatkan posisi tersebut. Tak perlu takut melakukan pendekatan lebih dulu, atau berinisiatif mengajak kencan.
2. Pria yang Harus Membayar saat Kencan
Tidak ada lagi aturan “pria yang harus membayar”. Wanita dan pria sama saja. Begitu pula yang berhubungan dengan uang. Wanita modern sudah mengerti bagaimana cara mencari uang bahkan mempunyai karier sendiri. Jadi, tidak ada salahnya jika sesekali Anda yang mentraktir pria makan saat kencan, atau membelikan barang favorit si dia.
3. Pria yang Harus Mengambil Langkah Pertama
Hubungan Anda dan pasangan dapat menimbulkan rasa jenuh bila pria yang selalu mengambil inisiatif. Anda pun juga harus bisa melakukannya. Misalnya, Anda yang pertama mengajaknya pergi atau berolahraga. Anda juga dapat memberikan kejutan-kejutan kecil yang biasa pria lakukan. Dengan begitu, kisah-kasih Anda semakin berwarna dan berkembang.
4. Public Display Affection (PDA) Itu Dilarang
Apa salahnya jika Anda menunjukkan di hadapan publik bahwa kalian pasangan yang serasi? Mungkin dulu, PDA itu dianggap memalukan diri sendiri. Kini, memperlihatkan kemesraan di depan umum adalah bentuk kasih sayang Anda dengan si dia. Namun, Anda juga harus menghormati budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya luar. Mungkin Anda bisa menunjukkannya dengan merangkul pasangan atau mengecup pipi dia ketika berdua di kedai kopi. Untuk lebih jelasnya, simak apa yang boleh dan tidak dilakukan saat pamer kemesraan di depan umum, di sini.
5. Wanita Harus Jadi Penurut
Kerap kali wanita masih berada di bawah pria sehingga tidak dapat menolak apa pun yang dimintanya sekalipun tidak disukai. Katakan “iya” jika setuju dan katakan “tidak” kalau memang Anda keberatan. Keluarkan pendapat Anda, tapi juga hormati keinginannya. Pecahkan bersama jika terjadi perbedaan di antara kalian.
Intinya, jangan terus terjebak dengan aturan kuno para pendahulu kita. Berikut ini enam aturan dalam menjalin percintaan yang sudah 'kuno' dan tidak perlu Anda ikuti lagi, seperti dikutip dari The Stir.
1. Jual Mahal
Banyak wanita yang masih menerapkan “jual mahal” dalam hubungan mereka karena ingin selalu diperlakukan manis dan dikejar oleh pria. Jangan pakai konsep ini lagi ketika menjalin asmara. Sebuah percintaan yang langgeng harus ada keseimbangan antara keduanya. Tidak lagi wanita yang cuma duduk manis, tapi terkadang pria juga harus mendapatkan posisi tersebut. Tak perlu takut melakukan pendekatan lebih dulu, atau berinisiatif mengajak kencan.
2. Pria yang Harus Membayar saat Kencan
Tidak ada lagi aturan “pria yang harus membayar”. Wanita dan pria sama saja. Begitu pula yang berhubungan dengan uang. Wanita modern sudah mengerti bagaimana cara mencari uang bahkan mempunyai karier sendiri. Jadi, tidak ada salahnya jika sesekali Anda yang mentraktir pria makan saat kencan, atau membelikan barang favorit si dia.
3. Pria yang Harus Mengambil Langkah Pertama
Hubungan Anda dan pasangan dapat menimbulkan rasa jenuh bila pria yang selalu mengambil inisiatif. Anda pun juga harus bisa melakukannya. Misalnya, Anda yang pertama mengajaknya pergi atau berolahraga. Anda juga dapat memberikan kejutan-kejutan kecil yang biasa pria lakukan. Dengan begitu, kisah-kasih Anda semakin berwarna dan berkembang.
4. Public Display Affection (PDA) Itu Dilarang
Apa salahnya jika Anda menunjukkan di hadapan publik bahwa kalian pasangan yang serasi? Mungkin dulu, PDA itu dianggap memalukan diri sendiri. Kini, memperlihatkan kemesraan di depan umum adalah bentuk kasih sayang Anda dengan si dia. Namun, Anda juga harus menghormati budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya luar. Mungkin Anda bisa menunjukkannya dengan merangkul pasangan atau mengecup pipi dia ketika berdua di kedai kopi. Untuk lebih jelasnya, simak apa yang boleh dan tidak dilakukan saat pamer kemesraan di depan umum, di sini.
5. Wanita Harus Jadi Penurut
Kerap kali wanita masih berada di bawah pria sehingga tidak dapat menolak apa pun yang dimintanya sekalipun tidak disukai. Katakan “iya” jika setuju dan katakan “tidak” kalau memang Anda keberatan. Keluarkan pendapat Anda, tapi juga hormati keinginannya. Pecahkan bersama jika terjadi perbedaan di antara kalian.
Subscribe to:
Posts (Atom)


