@Ikadanews - 10 Cara Memiliki Postur yang Bagus Sepanjang Usia - Semua orang tentunya ingin selalu tampil awet muda. Oleh karena itu, kebanyakan orang berlomba-lomba melakukan segala upaya agar selalu tampil muda. Bahkan, berbagai prosedur operasi pun dijalani agar dapat tampil lebih muda. Namun, apakah ada yang pernah terpikir bahwa dapat berdiri dengan tegak di usia tua juga penting? Bayangkan jika kulit wajah masih kencang, namun badan sudah bungkuk? Tentunya kita akan terlihat tua dengan badan yang bungkuk.
Postur yang baik akan lebih membuat seseorang tampak lebih muda dibandikan dengan face lift atau Botox. Face lift adalah operasi plastik untuk menghilangkan kerutan wajah, kulit kendur, timbunan lemak, atau terlihat tanda-tanda penuaan lain untuk tujuan kosmetik. Postur yang baik juga mempunyai manfaat dapat menjaga kesehatan tulang.
Meskipun postur membungkuk mungkin akan terjadi secara alami seiring dengan bertambahnya usia. Namun kita dapat mencegah kerusakan tulang belakang yang sering disebabkan oleh osteoporosis, serta mencegah kerusakan tulang atas dan tengah.
Seperti dikutip dari Health.com, 10 tips yang dapat membuat Anda tetap berdiri tegak pada usia berapa pun, antara lain:
1. Peregangan
Kebanyakan orang menghabiskan waktu dengan duduk membungkuk di depan komputer. "Peregangan dan meningkatkan jangkauan gerak adalah merupakan hal yang penting," kata Jonathan F. Bean, MD, MS, MPH, sebuah asisten profesor di department of physical medicine and rehabilitation at Harvard Medical School di Boston.
Untuk menjaga tubuh tetap lentur, cobalah untuk bangun selama beberapa menit setiap setengah jam dan melakukan peregangan, berjalan, atau hanya sekedar berdiri.
2. Melakukan latihan ringan
Cobalah latihan ini: Setiap pagi dan malam, berbaring di lantai dan melakukan relaksasi dengan meletakkan kedua tangan seolah-olah melingkari kepala selama 2 atau 3 menit.
Untuk latihan tambahan, letakkan gulungan handuk di lantai, yaitu tepat di bawah tulang belakang, kemudian lakukan peregangan. "Tetapi lakukan peregangan ini secara perlahan-lahan dan berhentilah jika merasa tidak nyaman atau sakit," kata Dr. Bean. "Jika ingin menyelesaikan latihan ini, pastikan bahwa sudah mendapatkan fleksibilitas terlebih dahulu," tambah Dr. Bean.
3. Duduk lurus
"Bila harus bekerja dengan duduk di kursi, duduklah dengan baik, dengan postur tubuh tegak dan lurus merupakan kebiasaan yang baik," kata Rebecca Seguin, PhD, seorang ahli physiologist and nutritionist di Seattle.
"Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan diri, disiplin latihan yang berfokus pada kesadaran tubuh, seperti pilates dan yoga, dapat membantu tubuh untuk tetap duduk lurus," tambah Seguin. Pastikan tempat kerja Anda dikondisikan untuk dapat melakukan postur tubuh yang tepat.
4. Memperkuat otot
Pilates dan yoga adalah cara yang bagus untuk membangun kekuatan otot, otot-otot perut, dan daerah panggul. Otot-otot ini membentuk dasar dari postur yang baik, dan otot kuat dapat memiliki manfaat lain, yaitu mencegah urinary incontinence. Urinary incontinence adalah hilangnya kontrol kandung kemih. Sebuah otot yang kuat bahkan dapat membuat seks lebih menyenangkan.
5. Lakukan Yoga
Selain membantu untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan kekuatan otot, menurut Dr Bean yoga juga merupakan cara terbaik untuk membangun dan mempertahankan fleksibilitas dan memperkuat otot-otot seluruh tubuh.
Mulailah berlatih yoga secara bertahap dan mengamati respon tubuh. Pastikan guru yoga mengerti kebutuhan dan kemampuan Anda. Hatha atau yoga restoratif adalah latihan yang baik untuk memulai latihan bagi seorang pemula.
6. Perkuat tulang belakang
Setelah menopause, otot-otot sekitar tulang belakang perempuan mungkin telah melemah lebih parah dibandingkan dengan laki-laki. Latihan khusus untuk otot ekstensor punggung, fleksor leher, otot-otot panggul, dan otot samping merupakan latihan yang penting.
Pelatih dapat membantu, bahkan ada alat-alat khusus untuk latihan khusus otot-otot ini. Menurut Dr. Bean, ketahanan tulang belakang dan batang otot juga penting. Hal itulah yang membuat tubuh tetap dapat berdiri tegak tanpa rasa yang menyakitkan.
7. Angkat beban
Vertebral compression fractures dapat mengurangi tinggi badan dan merupakan ciri dari usia tua. Hal tersebut disebabkan oleh penyakit osteoporosis yang mengakibatkan menipisnya tulang.
Wanita dan laki-laki dapat mencegah terjadinya osteoporosis dengan beberapa latihan, seperti berjalan, memanjat tangga, dan angkat beban. "Orang yang melakukan jalan kaki secara teratur selama hidup mereka cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih baik," jelas Seguin.
8. Vitamin D
Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang, dan juga dapat membantu menjaga otot. Cobalah untuk mendapatkan vitamin D dari makanan yang sehat. Sebuah laporan terbaru dari Institute of Medicine menyatakan bahwa, kebanyakan orang mendapatkan vitamin D yang cukup dari makanan dan sinar matahari tanpa mengonsumsi suplemen. Asupan diet yang dianjurkan untuk vitamin D adalah 600 IU sehari untuk wanita < 70 tahun dan 800 IU untuk wanita > 70 tahun.
9. Mengonsumsi makanan yang sehat
Tentunya kita semua tahu bahwa kalsium baik bagi tulang. Disarankan bahwa wanita usia 19-50 tahun mendapatkan 1.000 mg kalsium sehari-hari. Untuk wanita lansia mendapatkan 1.200 mg. Tetapi asupan kalsium yang terbaik adalah dari makanan dibandingkan dengan suplemen.
Institute of Medicine baru-baru ini menemukan bahwa kebanyakan orang, kecuali gadis-gadis remaja, mendapatkan cukup kalsium dari asupan makanan sehari-hari. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memakai suplemen kalsium memiliki risiko tinggi serangan jantung dan batu ginjal.
Berkonsultasilah dengan dokter apakah perlu mengonsumsi suplemen kalsium. Selain vitamin D, untuk mendapatkan manfaat vitamin lainnya sebaiknya mendapatkannya dari makanan alami dibandingkan dengan mengonsumsi suplemen.
10. Pertimbangkan untuk melakukan cek kesehatan
Dokter dapat memberitahu Anda apakah perlu melakukan pemerikasaan kepadatan mineral tulang untuk mendeteksi osteopenia atau osteoporosis. Meskipun Seguin mengatakan bahwa, kegiatan seperti pelatihan resistensi progresif pada beberapa kasus dapat menghentikan proses pengkeroposan tulang, namun obat-obatan juga dapat membantu. Obat-obatan ini termasuk bifosfonat seperti Boniva, Reclast, dan Fosamax.
Meskipun aman, obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko patah tulang atau masalah lain, namun jarang terjadi. Hormon dalam bentuk obat dapat membantu membangun kepadatan tulang termasuk Evista (raloxifene), kalsitonin, dan hormon paratiroid.
Cari Artikel Disini
Home » bagus
Showing posts with label bagus. Show all posts
Showing posts with label bagus. Show all posts
Makan Upil Ternyata Bagus untuk Kesehatan | Ini Alasannya
@Ikadanews - Makan Upil Ternyata Bagus untuk Kesehatan | Ini Alasannya - Dokter spesialis paru-paru asal Austria Prof Dr Friederich Bischinger
pernah menyarankan orang untuk makan upil (kotoran hidungnya) sendiri
karena diklaim bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
Penemuan Prof Bischinger itu sempat menjadi kontroversial. Banyak orang awam dan paramedis yang menolak mentah-mentah teori Prof Bischinger dan mengatakan teori itu tidak masuk akal.
Alasannya upil adalah kotoran yang menjijikkan karena lendir kering itu justru menjadi sampah karena berbahaya masuk dalam tubuh. Jika makan upil sama saja dengan makan semua organisme atau bakteri yang harusnya dikeluarkan melalui hidung. Tapi menurut Prof Bischinger mengupil dengan menggunakan jari-jari sendiri adalah sesuatu yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.
"Mengupil dengan menggunakan jari sendiri tentunya bisa menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai jika menggunakan sapu tangan. Selain itu juga bisa menjaga hidung agar tetap bersih," ujar Prof Bischinger, seperti dikutip dari DailyTimes.
Upil itu sendiri terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada dihidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil.
"Makan upil kering adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara medis itu masuk akal dan hal yang wajar untuk dilakukan. Dalam sistem kekebalan, hidung adalah filter yang menyaring banyak bakteri menjadi satu dan ketika campuran ini tiba di usus akan bekerja seperti obat," kata Prof Bischinger.
"Obat moderen selalu berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan metode yang jauh lebih rumit, orang-orang yang mengupil dan memakannya secara alami mendorong sistem kekebalan tubuh mereka secara cuma-cuma," imbuhnya.
Mengupil merupakan kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran. Hal ini tentu saja membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.
Prof Bischinger menunjukkan saat masih kecil anak-anak senang untuk mengupil hidungnya sendiri. Tapi saat beranjak dewasa kebiasaan ini mulai terhalang oleh adanya tekanan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut adalah suatu tindakan menjijikkan dan anti-sosial.
Hasil ini memang cukup mencengangkan, karena selama ini orang menganggap kalau upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Tapi bagi Prof Bischinger, upil juga bisa bertindak sebagai vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta mengaku tidak bisa memberikan komentar apakah penemuan ini terbukti menyehatkan atau tidak. Namun diakui Dr Agus bahwa Prof Bischinger adalah orang yang sangat disegani di dunia medis karena banyak penemuannya yang bermanfaat.
"Banyak teori-teori bedah sinus berasal dari penemuan Prof Bischinger, tapi kalau masalah manfaat upil saya belum paham," kata Dr Agus.
Tapi pada dasarnya lanjut Dr Agus, tubuh manusia diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan yang canggih dan berlapis-lapis. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam terdapat sistem pertahanan tubuh masing-masing.
Penemuan Prof Bischinger itu sempat menjadi kontroversial. Banyak orang awam dan paramedis yang menolak mentah-mentah teori Prof Bischinger dan mengatakan teori itu tidak masuk akal.
Alasannya upil adalah kotoran yang menjijikkan karena lendir kering itu justru menjadi sampah karena berbahaya masuk dalam tubuh. Jika makan upil sama saja dengan makan semua organisme atau bakteri yang harusnya dikeluarkan melalui hidung. Tapi menurut Prof Bischinger mengupil dengan menggunakan jari-jari sendiri adalah sesuatu yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.
"Mengupil dengan menggunakan jari sendiri tentunya bisa menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai jika menggunakan sapu tangan. Selain itu juga bisa menjaga hidung agar tetap bersih," ujar Prof Bischinger, seperti dikutip dari DailyTimes.
Upil itu sendiri terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada dihidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil.
"Makan upil kering adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara medis itu masuk akal dan hal yang wajar untuk dilakukan. Dalam sistem kekebalan, hidung adalah filter yang menyaring banyak bakteri menjadi satu dan ketika campuran ini tiba di usus akan bekerja seperti obat," kata Prof Bischinger.
"Obat moderen selalu berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan metode yang jauh lebih rumit, orang-orang yang mengupil dan memakannya secara alami mendorong sistem kekebalan tubuh mereka secara cuma-cuma," imbuhnya.
Mengupil merupakan kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran. Hal ini tentu saja membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.
Prof Bischinger menunjukkan saat masih kecil anak-anak senang untuk mengupil hidungnya sendiri. Tapi saat beranjak dewasa kebiasaan ini mulai terhalang oleh adanya tekanan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut adalah suatu tindakan menjijikkan dan anti-sosial.
Hasil ini memang cukup mencengangkan, karena selama ini orang menganggap kalau upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Tapi bagi Prof Bischinger, upil juga bisa bertindak sebagai vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta mengaku tidak bisa memberikan komentar apakah penemuan ini terbukti menyehatkan atau tidak. Namun diakui Dr Agus bahwa Prof Bischinger adalah orang yang sangat disegani di dunia medis karena banyak penemuannya yang bermanfaat.
"Banyak teori-teori bedah sinus berasal dari penemuan Prof Bischinger, tapi kalau masalah manfaat upil saya belum paham," kata Dr Agus.
Tapi pada dasarnya lanjut Dr Agus, tubuh manusia diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan yang canggih dan berlapis-lapis. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam terdapat sistem pertahanan tubuh masing-masing.
Subscribe to:
Posts (Atom)

