@Ikadanews - Cerita Dewasa : Perawan Tua yang Beringas ( Khusus Dewasa ) 17+ - Sebelum Lebaran kemarin, aku mengantarkan Budhe ku untuk menjalani operasi kecil di Rumah Sakit 'K' di kota 'S', setelah mendapatkan kamar rawat inap kelas 2 untuk pasien pegawai negeri, akhirnya aku menjalani hari-hari yang membosankan untuk dilewatkan seandainya saja aku tidak bertemu dengan seorang pasien juga yang berbeda kamar dengan yang kutempati, yang kupanggil dengan nama Mbak Imah.
Mbak Imah ini umurnya sudah 42 tahun, namun sampai saat ini dia belum menikah yang katanya dikarenakan sesuatu dan lain hal yang aku tidak perlu tahu dan yang perlu dicatat, dia masih cantik walaupun agak sedikit montok menurutku. Lambat laun kami menjadi semakin akrab dan diakhir perjumpaan kami, dia menghadiahkan sesuatu yang tidak terlupakan seumur hidupku.
Begini ceritanya :
Sore itu aku menemuinya setelah seharian mengurus surat-surat dan biaya perawatan Budhe ku selama di rumah sakit, untuk mengucapkan selamat tinggal karena esok pagi aku harus pulang ke kota asalku.
"Mbak, besok aku mau pulang kampung, jangan nangis ya! kalau aku tinggal nantinya !" Kataku setelah mengobrol lama tanpa topik yang jelas
"Lho, sudah selesai, tho!, trus mau pulang jam berapa besok?' tanya nya dengan bahasa jawa yang medhok
"Mungkin sekitar jam 10 an, nunggu jemputan sih"
Akhirnya kami jadi mengobrol panjang lebar tentang kebersamaan kami selama ini di rumah sakit ini, tanpa terasa waktu menjadi semakin petang.
"Aku mandi dulu ya, Dik! nanti malam kita lanjutkan lagi ngobrolnya, cari tempat yang sepi biar lebih 'hangat' " Katanya sambil menggelung rambut panjang nya dan berlalu ke kamarnya untuk mengambil peralatan mandi
*****
"Sini, Dik!, disitu ada kamar kosong yang nggak dipakai" Kata Mbak Imah sambil menarik ku ke sebuah kamar remang-remang yang ada di lantai tiga dari bangsal rumah sakit ini
"Heh, apa ngga dimarahi kalau kita kesitu, ntar di tangkep satpam lagi!" Kataku
"Ngga ada satpam yang kontrol kesini kalo malam-malam begini"
"Masa?" Kataku meragukan sambil melihat jam tanganku menunjukkan pukul 10 malam
"Lagian Mbak khan pasien, koq malah keluyuran seperti ini, sih?" Kataku
"Mbak khan tinggal pemulihan pasca operasi, jadi udah ngga begitu di khawatirkan lagi!, nah itu ada tikar, kita duduk di situ yuk!" Ajak nya
Dan kami pun duduk berdua di keremangan kamar kosong sambil melihat keseberang bangsal lain dan pemandangan taman yang ada di bawah bangsal kami.
*****
"Dik,..aku,..sebenarnya mencintaimu!" Katanya setelah beberapa saat kami mengobrol
Aku kaget
"Tapi, Mbak..." Sela ku
"jangan buat aku kecewa, dik!, sudah lama aku memimpikan hal seperti ini, semuanya ada padamu dan akan kuserahkan semua milik ku buatmu"
"Tapi, Mbak.."
"Sst..., sudah, jangan ngobrol lagi, besok kamu pulang khan?, kita nikmati malam terakhir kita sebaik-baiknya"
Mbak Imah lalu beringsut memeluk diriku, kucium wangi rambut yang membangkitkan gairahku, kusambut pelukannya dan kami saling berciuman dengan ganasnya. Sementara asyik berciuman, kubelai rambut panjangnya yang menjadi kesukaanku, sementara jari-jemarinya menelusup masuk celanaku meraba-raba kemaluan ku yang membesar.
"Mbak, ngga salah nih kita begini" Kataku dengan nafas tersengal-sengal
"Biar,dik! kuhadiahkan sesuatu yang berharga buatmu" Bisiknya mesra
"Apa itu, Mbak?"
"Keperawananku, dik!, aku masih perawan sampai seumur ini"
Mbak Imah semakin ganas mengulum bibirku, kubalas dengan meremas payudaranya yang besar, sementara dia semakin kencang meremas kemaluanku.
"Ahh..dik!, aku sudah tidak tahan, kurasa sudah 'basah', kamu keluarkan punyamu ya!, nanti aku masukkan, nggak usah lepas baju" Katanya tersengal sengal
Akhirnya aku memelorotkan celanaku sebatas lutut dan Mbak Imah Melepas celana dalamnya dan mengangkat dasternya. Dibelainya kemaluanku yang besar dengan mata berbinar-binar, lalu dia tiduran telentang.
"Ayo, Dik!, kesinikan punyamu" Bisiknya sambil membimbing kemaluanku kebibir vaginanya yang kecil berbulu lebat itu.
Kucolek sedikit, basah!!
"Ayo, dong!, dorong pelan, masuk kedalam! Mbak jamin enak !" Bisiknya lagi saat kemaluanku menempel di vaginanya yang mulai terbuka sedikit.
Kutekan perlahan kemaluanku menembus vaginanya, masuk sedikit-agak susah, masuk setengah mulai licin, masuk semua-mulai terasa kenikmatannya.
"Aaaahh..., ohh!" Desah Mbak Imah lirih ketika kemaluanku menembus vaginanya. Mbak Imah menarikku kedalam pelukannya, melumat bibirku dan berbisik mesra.
"Ayo, Dik! yang pelan saja ya!, agak sakit tapi enak" Katanya
Secara perlahan kugerakkan pantatku maju mundur menuruti insting yang ada dalam kepalaku. Mbak Imah sendiri melingkarkan pahanya menjepit pantatku sambil berdesah dan mendesis perlahan di telingaku tanda dia sangat menikmati permainan ini.
"Ouuch...shh, pelan-pelan, Dik!" Desahnya di telingaku
"iiyyah..hhh, mbaakh.." Kataku menahan kenikmatan
Kupeluk lebih erat tubuh montoknya, sambil menciumi lehernya, sayang aku tidak bisa mempermainkan payudaranya karena masih mengenakan daster yang sekarang menjadi basah karena keringat akibat panas dari persetubuhan ini.
"Ahh...Ohhh...agak cepat sedikit,Dik!, Ooouuch..!" Desahnya lirih
"Sshh...mbak juga, doong,..hhh!" Kataku
Ditimpahi suara berkecepokan orang bersetubuh, kami saling merayu mesra dengan lirih.
Entah sudah berapa lama permainan ini berlangsung, yang jelas lelehan keringat dan cipratan ludah memenuhi wajah kami sementara Mbak Imah sendiri rambut panjangnya sudah mulai awut-awutan dan menutupi sebagian wajahnya.
Sampai suatu ketika, jepitan pahanya semakin keras dan aku merasa kemaluanku seakan-akan diremas-remas oleh tangan yang halus yang membuat seluruh tubuhku bergetar dan ujung kemaluanku menjadi gatal sekali yang akhirnya menyemprotkan air mani ku banyak sekali ke dalam liang vagina Mbak Imah yang sudah terkulai lemas duluan.
Lalu aku bergulir kelelahan disamping tubuh Mbak Imah, sambil mengatur napas.
"terima kasih Mbak!" Kataku
"Sama-sama, Dik!" Jawabnya masih dengan mesra walaupun dengan napas naik turun.
Disekanya pangkal pahanya dengan saputangan putih yang dikeluarkan dari sakunya, dan diberikannya padaku.
"Buat kenang-kenangan kita berdua, Dik!" katanya sambil menciumku.
Setelah berbenah sebentar, kami pun turun ke lantai 2 menuju kamar masing-masing. Setelah itu aku mandi dan ku ambil saputangan pemberian Mbak Imah tersebut, kuperhatikan terdapat sedikit bekas air mani kering dan bercak-bercak darah merah yang juga sudah mengering, tanda memang Mbak Imah benar-benar masih perawan ketika terjadi persetubuhan tadi.
*****
Akhirnya kejadian itu paling berkesan dalam hidupku. Ketika aku pulang Mbak Imah memberikan alamat rumahnya di Rt 06/07, ka**S***n, Si*****i, K****l, Jateng. Dan sewaktu senggang, kusempatkan mengunjunginya dan mengulang permainan yang membuat ketagihan itu sampai saat ini, sebuah pengalaman dari seorang perawan tua yang masih cantik dan montok yang seharusnya aku memanggilnya dengan tante.
Bravo Mbak Imah
Cari Artikel Disini
Home » beringas
Showing posts with label beringas. Show all posts
Showing posts with label beringas. Show all posts
Cerita Dewasa : Perjaka Ku di Comot Janda Beringas ( Khusus Dewasa ) 17+
@Ikadanews - Cerita Dewasa : Perjaka Ku di Comot Janda Beringas ( Khusus Dewasa ) 17+ - Kisah ini Ketika Aku masih duduk di bangku SMU, kira-kira 2000 awal..
sebut saja aku roby yg pda saat itu berusia 19 tahun, dan janda itu
mirna 27 tahun dengan body yg mulus dan payudara 36C.. Aku yang semula
hanya biasa-biasa saja bersikap pada janda itu. karena kami sering
berpapasan di jalan dan bertegur sapa, muncul ide iseng yang sering
kuangan-angankan kalo bertemu dengan dia.
pada awalnya aku hanya bercerita biasa, namun dia mulai menanggapi dengan tanggapan yang genit, ketika kami sedang duduk berdua saja malam itu di dalam rumahnya, ternyata mati lampu, segera saja aku menawarkan untuk menyalakan lampu teplok.
setelah aku menyalakannya, dia langsung permisi hendak mandi, tak lama lampu pun padam karena tak ada minyak nya.. lalu aku bertanya dimana dia taruh minyak lampu, lalu dia berkata di kompor masih banyak minyak nya, ambil saja.. Akupun mengambil kompor dan menuangkan kedalam literan, tak kusangka dia datang dengan hanya handuk yg melilit tubuh nya,, aku sempat terperangah melihat payudaranya yg berukuran 36Citu. lalu dia jongkok didepan ku,, aq jadi alah tingkah, tanpa sengaja kulihat gundukan hitam dibalik hamduk diantara selangkangannya..
allamak,, lebat nian bulu jembutnya,, aq terus saja memperhatikan,, sampai2 aku tak sadar kalo perbuatanku diketahuinya. Lalu dia berkata, apa yg kamu lihat,,?
eh,, anu itu.. jawabku
anu apa..? kamu lihat punya saya ya,,? MAu..?
aku terdiam dan hanya mengangguk sedikit takut.. setelah melihat itu dia melangkah ke kamarnya dan tidak beberapa lama dia memanggilku,, mas sini sebentar.. akupun bertanya2, apa maksudnya..?
lalu aku menjawab,, ada apa.. rapi dia diam saja,,
sekali lagi dia memangil masuklah, aku udah pake baju kok, katanya. Lalu aku masuk dan tiba2 tanganku ditariknya kedalam, lalu aku lihat dua sudah tak berbusana.. dengan cepat aku menutup pintu kamar, takut ada yg lihat, lalu dia bertanya, tadi lihat ini kan,,? sambil menunjuk pada vagina nya,, aq mengangguk..
Lalu kalo sudah liat mau ngapain,,? aq diam dan dia berkata lagi, sekarang aku mau lihat punya kamu..?
aku diam dan dua langsung memegang punya ku, akupun membuka celana dan bajuku, lalu dya menciumi bibir dan merangsangku.. jujur aku tak tahan, ini pertama kali bagiku.. aku coba mengikuti irama permainannya..? bibir kami saling pagit dan aku mulai mahir mengimbanginya..
setelah agak lama kurasakan becek sekitar vaginanya.. lama2 dua bertahan dan mulai mengajakku untuk memasukkan penisku ke vaginanya,, dia melumuri penisku dengan ludah dahulu,, supaya licin katanya.. lalu dia menyuruhku untuk mulai menggoyang pinggulku,, dan rasa ternikmat baru inilah kurasakan,, dya menjerit kecil ketika penisku yg lumayan masik ke vaginanya,, ahh..ohhh…ohhh enak mas…
akupun mulai bersemangat memompakan penisku…sampai pada 30 menitan aku mulai merasakan sesuatu yg aneh pada penisku,, seolah2 ingin muntah..
aku berkata padanya,, mbak aku ada yg mau keluar,, dia menjawab buang didalam aja,, aku lagi tidak subur.. aku menembakan maniku 3x dalam vaginanya croot…croot..croot.. ahhhhhhhh.. mbak enak banget,, ternyata diapun sudah keluar juga dan kami mengulanginya sampau pagi dengan waktu yg lebih lama dari awalnya..
kini dia telah pergi ke jawa dan kami kehilangan contak..
pada awalnya aku hanya bercerita biasa, namun dia mulai menanggapi dengan tanggapan yang genit, ketika kami sedang duduk berdua saja malam itu di dalam rumahnya, ternyata mati lampu, segera saja aku menawarkan untuk menyalakan lampu teplok.
setelah aku menyalakannya, dia langsung permisi hendak mandi, tak lama lampu pun padam karena tak ada minyak nya.. lalu aku bertanya dimana dia taruh minyak lampu, lalu dia berkata di kompor masih banyak minyak nya, ambil saja.. Akupun mengambil kompor dan menuangkan kedalam literan, tak kusangka dia datang dengan hanya handuk yg melilit tubuh nya,, aku sempat terperangah melihat payudaranya yg berukuran 36Citu. lalu dia jongkok didepan ku,, aq jadi alah tingkah, tanpa sengaja kulihat gundukan hitam dibalik hamduk diantara selangkangannya..
allamak,, lebat nian bulu jembutnya,, aq terus saja memperhatikan,, sampai2 aku tak sadar kalo perbuatanku diketahuinya. Lalu dia berkata, apa yg kamu lihat,,?
eh,, anu itu.. jawabku
anu apa..? kamu lihat punya saya ya,,? MAu..?
aku terdiam dan hanya mengangguk sedikit takut.. setelah melihat itu dia melangkah ke kamarnya dan tidak beberapa lama dia memanggilku,, mas sini sebentar.. akupun bertanya2, apa maksudnya..?
lalu aku menjawab,, ada apa.. rapi dia diam saja,,
sekali lagi dia memangil masuklah, aku udah pake baju kok, katanya. Lalu aku masuk dan tiba2 tanganku ditariknya kedalam, lalu aku lihat dua sudah tak berbusana.. dengan cepat aku menutup pintu kamar, takut ada yg lihat, lalu dia bertanya, tadi lihat ini kan,,? sambil menunjuk pada vagina nya,, aq mengangguk..
Lalu kalo sudah liat mau ngapain,,? aq diam dan dia berkata lagi, sekarang aku mau lihat punya kamu..?
aku diam dan dua langsung memegang punya ku, akupun membuka celana dan bajuku, lalu dya menciumi bibir dan merangsangku.. jujur aku tak tahan, ini pertama kali bagiku.. aku coba mengikuti irama permainannya..? bibir kami saling pagit dan aku mulai mahir mengimbanginya..
setelah agak lama kurasakan becek sekitar vaginanya.. lama2 dua bertahan dan mulai mengajakku untuk memasukkan penisku ke vaginanya,, dia melumuri penisku dengan ludah dahulu,, supaya licin katanya.. lalu dia menyuruhku untuk mulai menggoyang pinggulku,, dan rasa ternikmat baru inilah kurasakan,, dya menjerit kecil ketika penisku yg lumayan masik ke vaginanya,, ahh..ohhh…ohhh enak mas…
akupun mulai bersemangat memompakan penisku…sampai pada 30 menitan aku mulai merasakan sesuatu yg aneh pada penisku,, seolah2 ingin muntah..
aku berkata padanya,, mbak aku ada yg mau keluar,, dia menjawab buang didalam aja,, aku lagi tidak subur.. aku menembakan maniku 3x dalam vaginanya croot…croot..croot.. ahhhhhhhh.. mbak enak banget,, ternyata diapun sudah keluar juga dan kami mengulanginya sampau pagi dengan waktu yg lebih lama dari awalnya..
kini dia telah pergi ke jawa dan kami kehilangan contak..
Subscribe to:
Posts (Atom)

