Cari Artikel Disini

Showing posts with label bukan. Show all posts
Showing posts with label bukan. Show all posts

Ponsel apapun, asal bukan BlackBerry

Ponsel apapun, asal bukan BlackBerry
Reuters/Valentin Flauraud
Ghiboo.com - Karyawan Yahoo! bisa dibilang sangat beruntung. CEO baru mereka, Marissa Mayer, menawarkan berbagai merk smartphone canggih yang bisa dipilih oleh anak buahnya secara gratis.Dikutip dari CNET, Senin (17/9), karyawan dapat memilih beberapa merk ternama seperti Apple, Samsung, Nokia, dan HTC.

Yahoo! juga tak membatasi pilihan para karyawan, entah itu smartphone terbaru seperti iPhone 5, Galaxy S3, HTC One X, HTC EVO 4G LTE, maupun smartphone Windows Phone 8 yang belum dirilis, Nokia lumia 920.

Para karyawan tak perlu khawatir soal biaya, karena Mayer berjanji bahwa perusahaan akan menanggung semuanya, termasuk tagihan pulsa.

Yang menarik, dari beberapa smartphone canggih tersebut, Yahoo! tidak menyediakan produk buatan RIM, BlackBerry. Padahal, merk lain yang tersedia sudah mewakili sistem operasi yang populer saat ini, yakni iOS, Android, dan Windows Phone

Tak diketahui apa alasan Mayer tak memasukkan BlackBerry dalam penawarannya tersebut. Mungkinkah karena Mayer memandang smartphone tersebut sudah ketinggalan zaman?

Sumber : http://dai21juli.blogspot.com/2012/09/ponsel-apapun-asal-bukan-blackberry.html#ixzz27llMwd8E

Inilah Sepeda Motor Inovatif yang Berbahan Bakar Elpiji, Bukan BBM


@Ikadanews - Inilah Sepeda Motor Inovatif yang Berbahan Bakar Elpiji, Bukan BBM - Di Pandeglang, Banten, sejumlah tukang ojek memodifikasi sepeda motor mereka yang semula berbahan bakar premium menjadi berbahan bakar elpiji. Jadi, tak heran sepekan terakhir beberapa motor ojek dengan tabung elpiji tampak lalu-lalang di Pasar Panimbang, Pandeglang.

Memang, dengan elpiji ukuran tabung 3 kilogram seharga Rp 15 ribu, motor bisa menempuh jarak antara 300 hingga 400 kilometer atau sekitar sepekan pemakaian tukang ojek. Dibanding menggunakan premium, mereka memerlukan dua liter bensin seharga Rp 10.000 untuk satu hari saja.

Pemasangan tabung elpiji pada motor mirip dengan penggunaan tabung pada kompor untuk memasak. Gas dari tabung dialirkan melalui selang ke karburator motor dengan alat buka tutup tekanan gas di antara keduanya. Untuk menghidupkan motor, pemilik harus menginjak starter manual.

Ide ini berawal dari pemikiran kreatif sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sehat (GPS) di Panimbang, Pandeglang.

Gas elpiji disulap menjadi pengganti solar dan premium atau petramax yang selama ini menjadi bahan bakar kendaraan rakyat.

Mereka adalah tim riset dari Gerakan Pemuda Sehat Jakarta yang melakukan penelitian di Panimbang, Pandeglang yang telah melakukan experimen sejak sepekan lalu. Objek penelitian adalah tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Panimbang dan sekitarnya.

Tim terdiri dari enam orang yang melakukan riset di Panimbang sejak satu pekan lalu untuk mengganti penggunaan BBM ke gas elpiji sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Gas elpiji, yang secara umum diketahui masyarakat untuk memasak di dapur atau proses pembakaran lain. Di tangan para pemuda kreatif ini berubah fungsi menjadi pengganti BBM.

Secara mekanis, penggunaan gas elpiji untuk bahan bakar itu sama seperti premium pada umumnya. Tidak terlalu banyak modifikasi yang dilakukan agar sepeda motor bisa berjalan. Hanya dilakukan perubahan di bagian karburator untuk menjadikan gas menjadi bahan bakar sehingga sepeda motor bisa berjalan. Sementara, posisi gas elpiji tiga kilogram dipasang di jok bagian belakang dan menggunakan slang untuk menyambung ke karburator.

“Secara mekanis sama saja seperti penggunaan bensin, hanya yang digunakan gas. Bahkan, ini akan semakin irit karena dengan gas 3 kilogram, bisa menempuh jarak sejauh 350 kilometer. Ini tentu sangat irit bila dibandingkan dengan menggunakan BBM,” ungkap Hoyir Saepudin, tim peneliti yang juga Sekretaris Jenderal GPS.

Lanjut Hoyir, tidak perlu banyak biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan temuan alternatif tersebut. Peralatan yang dibutuhkan hanya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, selang regulator dan sedikit modifikasi di bagian karburator. “Biaya tidak sampai Rp200 ribu dan pemasangannya juga sangat mudah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Hoyir menjamin penggunaan bahan bakar gas pada sepeda motor dijamin tidak akan merusak mesin. Bahkan, dia memastikan mesin kendaraan semakin awet. Tak hanya itu, biaya service motor juga akan lebih irit karena tingkat kerusakan mesin bisa ditekan.

Soal kemungkinan gas meledak? Hoyir menyatakan tak perlu khawatir, sebab gas bersifat cair dan akan mudah memuai di ruang terbuka. Jadi, amat sulit bagi api menyambar gas yang meledak di ruang bebas. Karenanya, resiko kebakaran akan sangat kecil terjadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum GPS, Taufan EN Rotorasiko menyatakan bahwa temuan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Namun kembali mencuat setelah rencana kenaikan BBM. “Alhamdulillah setelah dilakukan riset akhirnya empat motor ojek bisa digunakan gas elpiji sebagai pengganti bensin,” kata, Taufan.

Dikatakan Taufan, karena sangat sederhana, masyarakat bisa dengan mudah meniru rakitan tersebut tanpa harus dilakukan oleh tim ahli. Sebab, dengan meniru motor ojek milik warga Panimbang, masyarakat biasa yang tak ahli perakitan otomotif juga bisa menirunya.

“Kami hanya menemukan ide saja dan bila ada masyarakat yang ingin menggunakannya tinggal mencontoh yang sudah ada. Ini bisa dijadikan alternatif, apalagi dengan kenaikan harga BBM bakal mencekik perekonomian masyarakat,” terangnya.

Dikatakan Taufan, pihaknya juga akan melakukan riset serupa dalam waktu dekat ini, namun objek kendaraan yang diteliti adalah perahu nelayan. “Tiga bulan lagi kami akan melakukan riset terhadap perahu nelayan agar bisa menggunakan gas,” imbuhnya.

Sementara itu,Juhri, salah seorang ojek yang telah menggunakan bahan bakar gas mengungkapkan, awalnya tidak percaya jika gas elpiji bisa digunakan untuk pengganti premium atau bensin. Namun karena telah diberikan penjelasan dari tim riset GPS, akhirnya ia menyanggupi untuk menggunakan gas sebagai pengganti BBM.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan setelah menggunakan gas, yakni efisiensi penggunaan bahan bakar dan juga kondisi mesin sepeda motor menjadi lebih stabil. “Saya sudah pakai ini (gas elpiji, red) sejak akhir pekan lalu, ternyata selain lebih irit dan juga tarikan mesin lebih enteng,” ujar dia.

Diceritakan Juhri, sebelum menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar, ia mengaku biasa menghabiskan Rp15 ribu untuk membeli premium. Namun setelah beralih menggunakan elpiji, bisa menghemat pengeluaran hingga tiga kali lipat. Sebab, dengan 3 kilogram tabung gas bisa untuk perjalanan 350 kilometer.

Selain itu, kata dia, menggunakan bahan bakar gas elpiji untuk sepeda motor juga dinilai cukup baik untuk mesin sehingga umurnya bisa lebih awet. “Hari pertama saya pakai gas elpiji banyak orang yang nyangka saya jualan baso, namun setelah saya terangkan mereka tertawa karena aneh,” katanya sambil tersenyum.

Hal senada juga diamini Ahmad, pengojek lainnya yang menggunakan elpiji sebagai bahan bakar. “Jadi saya rasa teman-teman ojek atau masyarakat lainnya bisa mengikuti konversi BBM ke gas,” ujarnya.

Namun katanya, penggunaan gas elpiji sebagai bahan bakar tidak sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Saya pernah ditegur polisi karena pakai bahan bakar gas. Katanya motor itu harus pakai bensin,” ungkap Ahmad, menuturkan ucapan polisi.

HEBOH : Ayam Ini Melahirkan Bukan Bertelur

@Ikadanews - HEBOH : Ayam Ini Melahirkan Bukan Bertelur - Seekor ayam betina selalu bertelur untuk bereproduksi. Telur itu kemudian dierami sekitar 21 hari hingga menetas dan mengeluarkan anak ayam. Namun, laman BBC melaporkan, pemberitaan media di Sri Lanka sedang dihebohkan oleh berita seekor ayam yang bereproduksi dengan cara ‘melahirkan’, bukan bertelur. Ayam betina itu mengeluarkan anak ayam hidup, seperti mamalia saat melahirkan. Sayangnya, ayam betina itu mati beberapa saat setelah ‘melahirkan’ anaknya itu. Sementara, anak ayam yang dikeluarkan itu hidup dengan kondisi sehat. Petugas dari dinas peternakan setempat mengatakan kasus itu baru pertama kali terjadi di Sri Lanka. Kepala dinas peternakan setempat, PR Yapa, memutuskan untuk meneliti fenomena janggal ini. Bangkai induk ayam itu dibedah, diteliti sistem reproduksinya. Setelah bangkai ayam itu dibedah, baru misteri pada ayam betina itu terpecahkan. Induk ayam itu ternyata bertelur seperti ayam biasanya. Namun, telur ayam itu tidak keluar seperti biasanya, melainkan tetap tertinggal di sistem reproduksi induknya. Hasilnya, telur itu menetas di dalam tubuh ayam betina itu. Setelah menetas, anak ayam itu keluar dari induknya. Hasil bedah itu juga menunjukkan induk ayam itu mati karena mengalami luka di bagian dalam tubuhnya.

 sumber : vivanews.com

Wah Tradisi Melahirkan di Usia 10 Tahun Bukan Hal Baru di Kolombia

@Ikadanews.info - Wah Tradisi Melahirkan di Usia 10 Tahun Bukan Hal Baru di Kolombia - Melahirkan di usia sangat muda adalah hal biasa di kalangan penduduk asli Kolombia, yakni masyarakat suku Wayuu. Gadis 10 tahun ini misalnya, harus merasakan sakitnya proses bersalin ketika anak perempuan seusianya masih main boneka.

Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.

Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.

Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.

Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.

Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.

Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.

"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (6/4/2012).