Festival Kesenian Jerami ketujuh dilaksanakan
di Osijek, Kroasia Timur pada 15 Juli 2012 kemarin. 20 seniman dari
Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Jerman, Hungaria, Slovakia dan Meksiko
membuat 20 seni instalasi yang berbahan dasar jerami. Total
menghabiskan 30 ton jerami.

Cari Artikel Disini
Home » kreatif
Showing posts with label kreatif. Show all posts
Showing posts with label kreatif. Show all posts
FOTO Jerami di tangan seniman, menjadi seni yang menakjubkan
Seniman
membakar sebuah seni instalasi dari jerami berbentuk burung phoenix
yang memiliki tinggi 10 meter pada Festival Kesenian Straw – Land
ketujuh di Osijek Kroasia Timur, 15 Juli 2012. Dua puluh seniman asal
Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Jerman, Hungaria, Slovakia dan Meksiko
membuat dua puluh seni instalasi menggunakan 30 ton jerami.
Kreatifnya Seniman Jalanan Lego
Di beberapa sudut kota di Jerman terdapat balok-balok Lego kaya gitu.... Kira-kira Siapa Pelakunya?


Ternyata Pelakunya itu orang ini!

Namanya Jan Vormann. Seniman asal Jerman yang hobinya main lego... Saking hobinya, dia suka menghias kotanya dengan Lego. Setiap ada tembok yang keropos dan kosong, pasti dia isi dengan legonya sampai ruang kosong di tembok penuh dengan lego... Kreatif ya!{kaskus.us/showthread.php?t=8335777}
Ternyata Pelakunya itu orang ini!

Namanya Jan Vormann. Seniman asal Jerman yang hobinya main lego... Saking hobinya, dia suka menghias kotanya dengan Lego. Setiap ada tembok yang keropos dan kosong, pasti dia isi dengan legonya sampai ruang kosong di tembok penuh dengan lego... Kreatif ya!{kaskus.us/showthread.php?t=8335777}
Inilah Sepeda Motor Inovatif yang Berbahan Bakar Elpiji, Bukan BBM
@Ikadanews - Inilah Sepeda Motor Inovatif yang Berbahan Bakar Elpiji, Bukan BBM - Di Pandeglang, Banten, sejumlah tukang ojek memodifikasi sepeda motor mereka yang semula berbahan bakar premium menjadi berbahan bakar elpiji. Jadi, tak heran sepekan terakhir beberapa motor ojek dengan tabung elpiji tampak lalu-lalang di Pasar Panimbang, Pandeglang.
Memang, dengan elpiji ukuran tabung 3 kilogram seharga Rp 15 ribu, motor bisa menempuh jarak antara 300 hingga 400 kilometer atau sekitar sepekan pemakaian tukang ojek. Dibanding menggunakan premium, mereka memerlukan dua liter bensin seharga Rp 10.000 untuk satu hari saja.
Pemasangan tabung elpiji pada motor mirip dengan penggunaan tabung pada kompor untuk memasak. Gas dari tabung dialirkan melalui selang ke karburator motor dengan alat buka tutup tekanan gas di antara keduanya. Untuk menghidupkan motor, pemilik harus menginjak starter manual.
Ide ini berawal dari pemikiran kreatif sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sehat (GPS) di Panimbang, Pandeglang.
Gas elpiji disulap menjadi pengganti solar dan premium atau petramax yang selama ini menjadi bahan bakar kendaraan rakyat.
Mereka adalah tim riset dari Gerakan Pemuda Sehat Jakarta yang melakukan penelitian di Panimbang, Pandeglang yang telah melakukan experimen sejak sepekan lalu. Objek penelitian adalah tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Panimbang dan sekitarnya.
Tim terdiri dari enam orang yang melakukan riset di Panimbang sejak satu pekan lalu untuk mengganti penggunaan BBM ke gas elpiji sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Gas elpiji, yang secara umum diketahui masyarakat untuk memasak di dapur atau proses pembakaran lain. Di tangan para pemuda kreatif ini berubah fungsi menjadi pengganti BBM.
Secara mekanis, penggunaan gas elpiji untuk bahan bakar itu sama seperti premium pada umumnya. Tidak terlalu banyak modifikasi yang dilakukan agar sepeda motor bisa berjalan. Hanya dilakukan perubahan di bagian karburator untuk menjadikan gas menjadi bahan bakar sehingga sepeda motor bisa berjalan. Sementara, posisi gas elpiji tiga kilogram dipasang di jok bagian belakang dan menggunakan slang untuk menyambung ke karburator.
“Secara mekanis sama saja seperti penggunaan bensin, hanya yang digunakan gas. Bahkan, ini akan semakin irit karena dengan gas 3 kilogram, bisa menempuh jarak sejauh 350 kilometer. Ini tentu sangat irit bila dibandingkan dengan menggunakan BBM,” ungkap Hoyir Saepudin, tim peneliti yang juga Sekretaris Jenderal GPS.
Lanjut Hoyir, tidak perlu banyak biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan temuan alternatif tersebut. Peralatan yang dibutuhkan hanya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, selang regulator dan sedikit modifikasi di bagian karburator. “Biaya tidak sampai Rp200 ribu dan pemasangannya juga sangat mudah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hoyir menjamin penggunaan bahan bakar gas pada sepeda motor dijamin tidak akan merusak mesin. Bahkan, dia memastikan mesin kendaraan semakin awet. Tak hanya itu, biaya service motor juga akan lebih irit karena tingkat kerusakan mesin bisa ditekan.
Soal kemungkinan gas meledak? Hoyir menyatakan tak perlu khawatir, sebab gas bersifat cair dan akan mudah memuai di ruang terbuka. Jadi, amat sulit bagi api menyambar gas yang meledak di ruang bebas. Karenanya, resiko kebakaran akan sangat kecil terjadi.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum GPS, Taufan EN Rotorasiko menyatakan bahwa temuan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Namun kembali mencuat setelah rencana kenaikan BBM. “Alhamdulillah setelah dilakukan riset akhirnya empat motor ojek bisa digunakan gas elpiji sebagai pengganti bensin,” kata, Taufan.
Dikatakan Taufan, karena sangat sederhana, masyarakat bisa dengan mudah meniru rakitan tersebut tanpa harus dilakukan oleh tim ahli. Sebab, dengan meniru motor ojek milik warga Panimbang, masyarakat biasa yang tak ahli perakitan otomotif juga bisa menirunya.
“Kami hanya menemukan ide saja dan bila ada masyarakat yang ingin menggunakannya tinggal mencontoh yang sudah ada. Ini bisa dijadikan alternatif, apalagi dengan kenaikan harga BBM bakal mencekik perekonomian masyarakat,” terangnya.
Dikatakan Taufan, pihaknya juga akan melakukan riset serupa dalam waktu dekat ini, namun objek kendaraan yang diteliti adalah perahu nelayan. “Tiga bulan lagi kami akan melakukan riset terhadap perahu nelayan agar bisa menggunakan gas,” imbuhnya.
Sementara itu,Juhri, salah seorang ojek yang telah menggunakan bahan bakar gas mengungkapkan, awalnya tidak percaya jika gas elpiji bisa digunakan untuk pengganti premium atau bensin. Namun karena telah diberikan penjelasan dari tim riset GPS, akhirnya ia menyanggupi untuk menggunakan gas sebagai pengganti BBM.
Menurutnya, ada beberapa keuntungan setelah menggunakan gas, yakni efisiensi penggunaan bahan bakar dan juga kondisi mesin sepeda motor menjadi lebih stabil. “Saya sudah pakai ini (gas elpiji, red) sejak akhir pekan lalu, ternyata selain lebih irit dan juga tarikan mesin lebih enteng,” ujar dia.
Diceritakan Juhri, sebelum menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar, ia mengaku biasa menghabiskan Rp15 ribu untuk membeli premium. Namun setelah beralih menggunakan elpiji, bisa menghemat pengeluaran hingga tiga kali lipat. Sebab, dengan 3 kilogram tabung gas bisa untuk perjalanan 350 kilometer.
Selain itu, kata dia, menggunakan bahan bakar gas elpiji untuk sepeda motor juga dinilai cukup baik untuk mesin sehingga umurnya bisa lebih awet. “Hari pertama saya pakai gas elpiji banyak orang yang nyangka saya jualan baso, namun setelah saya terangkan mereka tertawa karena aneh,” katanya sambil tersenyum.
Hal senada juga diamini Ahmad, pengojek lainnya yang menggunakan elpiji sebagai bahan bakar. “Jadi saya rasa teman-teman ojek atau masyarakat lainnya bisa mengikuti konversi BBM ke gas,” ujarnya.
Namun katanya, penggunaan gas elpiji sebagai bahan bakar tidak sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Saya pernah ditegur polisi karena pakai bahan bakar gas. Katanya motor itu harus pakai bensin,” ungkap Ahmad, menuturkan ucapan polisi.
Keren Inilah 7 Jembatan Unik dan Kreatif di Dunia
@Ikadanews - Keren Inilah 7 Jembatan Unik dan Kreatif di Dunia - Di dunia ini selalu ada yang unik dan aneh, dan tak akan pernah habis
untuk dibahas, selalu ada yang baru untuk kita nikmati. Oke sobat, kali
ini sobat akan disuguhi beberapa buah jembatan yang besar serta unik
hasil kreasi tangan tangan kreatif tentunya. Berikut screenshoot-nya:
1. Henderson Waves Bridge
Sebuah Jembatan untuk para pejalan kaki tertinggi di Singapura. Panjangnya sekitar 9 km, menghubungkan Mount Faber Park dengan Telok Blangah Hill Park Singapura.
2. Aiola Island Bridge
Dirancang oleh Vito Acconci, jembatan ini disebut sebuah pulau yang memiliki area berjemur, bar yang trendi dan tempat untuk minum kopi, dan memungkinkan Anda untuk menyeberangi Sungai Mur di Graz, Austria.
3. Langkawi Sky Bridge
Jembatan pencakar langit Ini sangatlah indah yang terletak di Malaysia. Berjarak sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan melintasi 125 gugusan pegunungan, menawarkan pemandangan Laut Andaman dan Thailand Tarutao Island.
4. Tianjin Eye Bridge
Keunikan dari jembatan ini adalah adanya roda putar raksasa yang dibangun di sebuah jembatan di atas Sungai Haihe di kota Tianjin, Cina.
5. Octavio Frias de Oliveira Bridge
Disebut juga dengan jembatan kabel, terletak di São Paulo, Brasil. Jembatan ini tidak biasa karena bentuknya, yang mirip dengan huruf "X". Ini adalah satu-satunya jembatan di dunia yang memiliki dua jalur melengkung yang ditopang oleh tiang beton tunggal.
6. Banpo Fountain Bridge Jembatan ini termasuk unik, karena terdapat air mancur yang melintasi sungai Han di ibukota Seoul Korea Selatan. Jembatan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi para turis.
7. Python Bridge
Merupakan sebuah jembatan modern yang indah yang terletak di Amsterdam Timur Harbor.
1. Henderson Waves Bridge
Sebuah Jembatan untuk para pejalan kaki tertinggi di Singapura. Panjangnya sekitar 9 km, menghubungkan Mount Faber Park dengan Telok Blangah Hill Park Singapura.
2. Aiola Island Bridge
Dirancang oleh Vito Acconci, jembatan ini disebut sebuah pulau yang memiliki area berjemur, bar yang trendi dan tempat untuk minum kopi, dan memungkinkan Anda untuk menyeberangi Sungai Mur di Graz, Austria.
3. Langkawi Sky Bridge
Jembatan pencakar langit Ini sangatlah indah yang terletak di Malaysia. Berjarak sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan melintasi 125 gugusan pegunungan, menawarkan pemandangan Laut Andaman dan Thailand Tarutao Island.
4. Tianjin Eye Bridge
Keunikan dari jembatan ini adalah adanya roda putar raksasa yang dibangun di sebuah jembatan di atas Sungai Haihe di kota Tianjin, Cina.
5. Octavio Frias de Oliveira Bridge
Disebut juga dengan jembatan kabel, terletak di São Paulo, Brasil. Jembatan ini tidak biasa karena bentuknya, yang mirip dengan huruf "X". Ini adalah satu-satunya jembatan di dunia yang memiliki dua jalur melengkung yang ditopang oleh tiang beton tunggal.
6. Banpo Fountain Bridge Jembatan ini termasuk unik, karena terdapat air mancur yang melintasi sungai Han di ibukota Seoul Korea Selatan. Jembatan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi para turis.
7. Python Bridge
Merupakan sebuah jembatan modern yang indah yang terletak di Amsterdam Timur Harbor.
NGAKAK: Komputer Rakitan tercanggih Hanya ada di Indonesia
@Ikadanews - NGAKAK: Komputer Rakitan tercanggih Hanya ada di Indonesia - Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Tapi Apa jadinya kalo komputer dirakit secara unik dan lucu, Perhatikan dengan seksama dan spesifikasi komputer tercanggih di Indonesia :
Tapi Apa jadinya kalo komputer dirakit secara unik dan lucu, Perhatikan dengan seksama dan spesifikasi komputer tercanggih di Indonesia :
Unik dan Kreatif Cara Penyapu Jalan di China
@Ikadanews - Unik dan Kreatif Cara Penyapu Jalan di China - Tukang sapu jalanan di Cina ternyata punya cara yang unik untuk
mempercepat pekerjaan mereka. Yaitu menggabungkan 16 gagang sapu dalam
satu cakram yang berputar, dan hasilnya cukup efektif membersihkan debu
dari jalan raya.
Siapa sangka, ternyata metode ini sudah berlaku selama puluhan tahun. Kabarnya, hal ini dimuat di beberapa media di Eropa. Banyak yang berkomentar, di saat anggota dewan di Inggris sibuk mencari teknologi paling canggih untuk membersihkan jalan raya, ternyata apa yang dilakukan oleh penyapu jalan Cina jauh lebih efektif plus murah biaya.
Tapi coba bayangkan, apakah cara ini bisa diterapkan di Indonesia? Karena yang belum terpikirkan, bagaimana bila banyak sampah di jalan raya. Belum lagi debu yang berterbangan tersapu oleh “sapu-putar” ini. Faktor lainnya, masih banyak jalan-jalan sempit di sini.
Siapa sangka, ternyata metode ini sudah berlaku selama puluhan tahun. Kabarnya, hal ini dimuat di beberapa media di Eropa. Banyak yang berkomentar, di saat anggota dewan di Inggris sibuk mencari teknologi paling canggih untuk membersihkan jalan raya, ternyata apa yang dilakukan oleh penyapu jalan Cina jauh lebih efektif plus murah biaya.
Tapi coba bayangkan, apakah cara ini bisa diterapkan di Indonesia? Karena yang belum terpikirkan, bagaimana bila banyak sampah di jalan raya. Belum lagi debu yang berterbangan tersapu oleh “sapu-putar” ini. Faktor lainnya, masih banyak jalan-jalan sempit di sini.
Keren Banget Mobil Angkot Bergaya Fast and Furious
@Ikadanews.info - Keren Banget Mobil Angkot Bergaya Fast and Furious - Pemilik angkot di Padang sungguh kreatif. Mereka memodifikasi kendaraannya hingga menjadi eye-catching. Konon, untuk menyulap angkot menjadi gaul itu ada yang menghabiskan dana hingga puluhan juta rupiah.
Angkot di Padang kebanyakan berbasis Suzuki Carry atau Kijang kapsul. Setelah dimodif, tampilannya tak kalah dengan mobil-mobil di film The Fast and The Furious yang dibintangi Vin Diesel.
Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Ada pula yang di-ceper-kan (rendah ke tanah). Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race, atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.
Stiker tulisan dan berbagai logo juga menghiasi sekujur badan angkot. Ala mobil balap penuh sponsor. Dan, yang unik, tidak sedikit yang memasang kamera di dalam mobil untuk mengawasi para penumpang!
Bukan satu-dua saja. Hampir semua angkot di Padang seperti itu. Jadi, kalau nongkrong di perempatan, ketika ada dua atau lebih angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangannya seperti garis trek lurus start/finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi start ajang balapan.
Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop (bukan dangdut koplo) mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2.000 sekali naik (bisa Rp 3.000 hingga Rp 4.000 kalau jauh).
Memang, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Balikpapan, Kalimantan Timur, juga begitu. Manado, Sulawesi Utara, juga begitu. Hanya, di Balikpapan dan Manado masih ada aliran modifikasi "agak elegan." Kalau di Padang, benar-benar ekstrem permak wajah dan dalam mobil.
Kalau dicari-cari, tidak ada yang tahu persis kapan fenomena angkot modifikasi ala balap itu dimulai. Namun, menurut Yudha Putra, 33, angkot "keren" mulai terlihat sejak akhir 1990-an "Tapi, modifikasi ketika awal-awal itu baru sederhana. Belum seperti saat ini," kata Yudha, sopir angkot jurusan Siteba-Pasar Raya Padang, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group/JPNN).
Kijang kapsul yang dikendarai Yudha berwarna biru, keluaran 2000. Mobil itu nyaris penuh stiker. Ceper, plus variasi spoiler di depan dan belakang. Lampu di bagian depan berwarna biru kerlap-kerlip, senada dengan warna mobil. Sound system begitu mencolok, beberapa speaker besar menghiasi ruang penumpang.
Kata Yudha, modifikasi ekstrem mungkin baru dimulai sekitar 2004. Sejak saat itu hampir semua jurusan dalam kota diisi oleh "mobil-mobil balap." Mulai saat itu juga, hiasan LCD, kamera, dan lain-lain mengisi interior.
Riko Syafrianto, 30, sopir angkot lain, menyebutkan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang. "Ada rasa bangga jika mobil yang kami bawa itu bagus dan modifikasinya mantap. Tapi, sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain," tuturnya. Riko menambahkan, modifikasi angkot ikut menentukan jumlah setoran ke juragan atau pemilik angkot. Itu juga semakin menunjukkan pentingnya modifikasi dalam menarik minat penumpang.
"Kalau modifnya sederhana, paling setorannya antara Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu sehari. Tapi, kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp 170 ribu per hari," ungkapnya. Pentingnya modifikasi untuk meningkatkan omzet itu ditegaskan Muhammad Dayat, 25, sopir jurusan Batas Kota-Tabing-Pasar Raya Padang. Apalagi, kalau ingin merebut segmen anak sekolah, yang merupakan pangsa pasar utama angkot.
"Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana, yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi," sebut Dayat sembari menunjuk beberapa angkot yang lewat di depannya.
Modifikasi angkot adalah biaya ekstra yang "wajib" dikeluarkan pemilik dan sopir angkot. Biayanya pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 5 juta. Ada yang lebih dari Rp 40 juta. Angkot Suzuki Carry yang disopiri Muhammad Dayat termasuk paling ekstrem, habis lebih dari Rp 40 juta.
"Bayangkan saja. Untuk sound system saja sudah Rp 28 juta. Plus perombakan bodi. Misalnya menukar ekor Suzuki Carry dengan ekor Toyota Avanza, yang habis sekitar Rp 12 juta. Belum lagi pembuatan variasi-variasi dari fiber lain untuk luar dalam," beber Dayat.
Siapa yang membiayai modifikasi" Jika pemilik angkot tidak mau mengeluarkan biaya, biasanya sopir akan mencari pinjaman. Lantas sang sopir mengangsurnya setiap hari dari potongan setoran. Tidak jarang ada sopir yang berani mendanainya sendiri. "Cuma kalau para sopir, biasanya mendanai yang ringan-ringan saja. Misalnya, memasang berbagai stiker di bodi atau boneka-boneka di bagian dalam. Yang besar-besar, juragan yang mendanai," terang Syafrion, 36, sopir angkot Tabing-Pasar Raya Padang.
Sejumlah pemilik angkot mengaku modifikasi sudah menjadi keharusan. "Kalau tidak, tidak ada sopir yang mau mengoperasikan angkot. Mereka beralasan angkot polos tidak laku," sebut Afif Syahril, 45, pemilik angkot Siteba-Pasar Raya Padang.
Pemilik angkot, seperti Afif, sebetulnya tak mau tahu soal modifikasi. "Tapi, ini sudah menyangkut pendapatan. Ya, mau bagaimana lagi. Harus!" tandasnya. Persaingan modifikasi pun memberikan berkah bagi bengkel-bengkel modifikasi di Padang. Bila bengkel di kota lain harus memburu pasar penggemar otomotif, di Padang pasar utamanya mungkin justru angkot.
Zam Januik, 40, yang kerap dipanggil dengan nama Zamzami, termasuk yang menuai keuntungan dari adu modifikasi angkot ini. Dia mengaku berinvestasi membuat toko cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur, gara-gara angkot. Hendera Rahman, 46, pemilik sebuah bengkel modifikasi lain, mengaku memperoleh pendapatan lumayan. "Yang masuk bengkel saya mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 28 juta," ujarnya.
Angkot di Padang kebanyakan berbasis Suzuki Carry atau Kijang kapsul. Setelah dimodif, tampilannya tak kalah dengan mobil-mobil di film The Fast and The Furious yang dibintangi Vin Diesel.
Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Ada pula yang di-ceper-kan (rendah ke tanah). Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race, atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.
Stiker tulisan dan berbagai logo juga menghiasi sekujur badan angkot. Ala mobil balap penuh sponsor. Dan, yang unik, tidak sedikit yang memasang kamera di dalam mobil untuk mengawasi para penumpang!
Bukan satu-dua saja. Hampir semua angkot di Padang seperti itu. Jadi, kalau nongkrong di perempatan, ketika ada dua atau lebih angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangannya seperti garis trek lurus start/finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi start ajang balapan.
Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop (bukan dangdut koplo) mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2.000 sekali naik (bisa Rp 3.000 hingga Rp 4.000 kalau jauh).
Memang, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Balikpapan, Kalimantan Timur, juga begitu. Manado, Sulawesi Utara, juga begitu. Hanya, di Balikpapan dan Manado masih ada aliran modifikasi "agak elegan." Kalau di Padang, benar-benar ekstrem permak wajah dan dalam mobil.
Kalau dicari-cari, tidak ada yang tahu persis kapan fenomena angkot modifikasi ala balap itu dimulai. Namun, menurut Yudha Putra, 33, angkot "keren" mulai terlihat sejak akhir 1990-an "Tapi, modifikasi ketika awal-awal itu baru sederhana. Belum seperti saat ini," kata Yudha, sopir angkot jurusan Siteba-Pasar Raya Padang, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group/JPNN).
Kijang kapsul yang dikendarai Yudha berwarna biru, keluaran 2000. Mobil itu nyaris penuh stiker. Ceper, plus variasi spoiler di depan dan belakang. Lampu di bagian depan berwarna biru kerlap-kerlip, senada dengan warna mobil. Sound system begitu mencolok, beberapa speaker besar menghiasi ruang penumpang.
Kata Yudha, modifikasi ekstrem mungkin baru dimulai sekitar 2004. Sejak saat itu hampir semua jurusan dalam kota diisi oleh "mobil-mobil balap." Mulai saat itu juga, hiasan LCD, kamera, dan lain-lain mengisi interior.
Riko Syafrianto, 30, sopir angkot lain, menyebutkan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang. "Ada rasa bangga jika mobil yang kami bawa itu bagus dan modifikasinya mantap. Tapi, sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain," tuturnya. Riko menambahkan, modifikasi angkot ikut menentukan jumlah setoran ke juragan atau pemilik angkot. Itu juga semakin menunjukkan pentingnya modifikasi dalam menarik minat penumpang.
"Kalau modifnya sederhana, paling setorannya antara Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu sehari. Tapi, kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp 170 ribu per hari," ungkapnya. Pentingnya modifikasi untuk meningkatkan omzet itu ditegaskan Muhammad Dayat, 25, sopir jurusan Batas Kota-Tabing-Pasar Raya Padang. Apalagi, kalau ingin merebut segmen anak sekolah, yang merupakan pangsa pasar utama angkot.
"Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana, yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi," sebut Dayat sembari menunjuk beberapa angkot yang lewat di depannya.
Modifikasi angkot adalah biaya ekstra yang "wajib" dikeluarkan pemilik dan sopir angkot. Biayanya pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 5 juta. Ada yang lebih dari Rp 40 juta. Angkot Suzuki Carry yang disopiri Muhammad Dayat termasuk paling ekstrem, habis lebih dari Rp 40 juta.
"Bayangkan saja. Untuk sound system saja sudah Rp 28 juta. Plus perombakan bodi. Misalnya menukar ekor Suzuki Carry dengan ekor Toyota Avanza, yang habis sekitar Rp 12 juta. Belum lagi pembuatan variasi-variasi dari fiber lain untuk luar dalam," beber Dayat.
Siapa yang membiayai modifikasi" Jika pemilik angkot tidak mau mengeluarkan biaya, biasanya sopir akan mencari pinjaman. Lantas sang sopir mengangsurnya setiap hari dari potongan setoran. Tidak jarang ada sopir yang berani mendanainya sendiri. "Cuma kalau para sopir, biasanya mendanai yang ringan-ringan saja. Misalnya, memasang berbagai stiker di bodi atau boneka-boneka di bagian dalam. Yang besar-besar, juragan yang mendanai," terang Syafrion, 36, sopir angkot Tabing-Pasar Raya Padang.
Sejumlah pemilik angkot mengaku modifikasi sudah menjadi keharusan. "Kalau tidak, tidak ada sopir yang mau mengoperasikan angkot. Mereka beralasan angkot polos tidak laku," sebut Afif Syahril, 45, pemilik angkot Siteba-Pasar Raya Padang.
Pemilik angkot, seperti Afif, sebetulnya tak mau tahu soal modifikasi. "Tapi, ini sudah menyangkut pendapatan. Ya, mau bagaimana lagi. Harus!" tandasnya. Persaingan modifikasi pun memberikan berkah bagi bengkel-bengkel modifikasi di Padang. Bila bengkel di kota lain harus memburu pasar penggemar otomotif, di Padang pasar utamanya mungkin justru angkot.
Zam Januik, 40, yang kerap dipanggil dengan nama Zamzami, termasuk yang menuai keuntungan dari adu modifikasi angkot ini. Dia mengaku berinvestasi membuat toko cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur, gara-gara angkot. Hendera Rahman, 46, pemilik sebuah bengkel modifikasi lain, mengaku memperoleh pendapatan lumayan. "Yang masuk bengkel saya mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 28 juta," ujarnya.
Foto Lucu Ekspresi Telur Unik Banget
@Ikadanews.info - Foto Lucu Ekspresi Telur Unik Banget - Kreatif banget! itulah kata pertama dari admin ketika melihat gambar telur di bawah ini yang dengan sedikit polesan tinta, membuat seakan-akan telur ini memiliki perasaan dan "hidup". Dan yaa... telur ini serasa benar-benar hidup ya? bagaimana menurut Kamu ?
Vivaforum
Inilah Video Wanita Membuat Pelangi Hebohkan Dunia Maya
@Ikadanews.info - Inilah Video Wanita Membuat Pelangi Hebohkan Dunia Maya - Siapa sangka, menggunakan shotgun, seorang wanita mampu menciptakan pelanginya sendiri. Video pembuatan pelangi ini pun menjadi sorotan pada netizen. Penasaran?
Seorang wanita yang hanya dikenali sebagai Kristi sontak menjadi sorotan para pengguna internet. Bagaimana tidak, wanita ini berhasil menciptakan pelangi di sebuah sungai dengan menembaki sungai itu dengan senjatanya.
Kabut yang muncul dari aksinya kemudian secara ajaib membentuk pelangi.
Penasaran? Ini dia videonya . . . .
Seorang wanita yang hanya dikenali sebagai Kristi sontak menjadi sorotan para pengguna internet. Bagaimana tidak, wanita ini berhasil menciptakan pelangi di sebuah sungai dengan menembaki sungai itu dengan senjatanya.
Kabut yang muncul dari aksinya kemudian secara ajaib membentuk pelangi.
Penasaran? Ini dia videonya . . . .
Seperti Inilah Seni Sidik Jari Yang Sangat Menajubkan
@Ikadanews.info - Seperti Inilah Seni Sidik Jari Yang Sangat Menajubkan - Seniman yang berbasis di New York, Judith Braun, menciptakan lukisan dinding simetris raksasa, hanya menggunakan ujung jari sebagai kuas. Cara ini sulit dilakukan dengan satu tangan, tapi Judith kadang-kadang menggunakan kedua tangan pada waktu yang sama.
Sebagai anak-anak, tangan kita pasti kotor ketika mencoba untuk menggambar menggunakan jari-jari kita, tapi saya meragukan kalo lukisan itu tidak ada hasilnya jika melihat hasil karya Judith Braun. Dengan mencelupkan tangannya dalam arang, cat dan kapur, dan menggunakan tangan sebagai kuas, Braun mampu membuat karya seni simetris yang benar-benar unik. Menggunakan teknik yang khusus, dia memproduksi semua jenis gambar abstrak, pola dan bentuk. "Abstraksi membuat gambar bebas untuk menjadi apa pun, sementara simetri menyelesaikan fluiditas yang menjadi sesuatu, seperti mengkristalkan energi cair. Metafora kristal ini lebih tercermin dalam media karbon, di bawah panas dan tekanan, menjadi berlian. Saya suka berpikir saya menggambar dengan debu berlian ", Judith Braun mengatakan tentang karya seninya.
Sebagai anak-anak, tangan kita pasti kotor ketika mencoba untuk menggambar menggunakan jari-jari kita, tapi saya meragukan kalo lukisan itu tidak ada hasilnya jika melihat hasil karya Judith Braun. Dengan mencelupkan tangannya dalam arang, cat dan kapur, dan menggunakan tangan sebagai kuas, Braun mampu membuat karya seni simetris yang benar-benar unik. Menggunakan teknik yang khusus, dia memproduksi semua jenis gambar abstrak, pola dan bentuk. "Abstraksi membuat gambar bebas untuk menjadi apa pun, sementara simetri menyelesaikan fluiditas yang menjadi sesuatu, seperti mengkristalkan energi cair. Metafora kristal ini lebih tercermin dalam media karbon, di bawah panas dan tekanan, menjadi berlian. Saya suka berpikir saya menggambar dengan debu berlian ", Judith Braun mengatakan tentang karya seninya.
Unik Banget !!! Sawah Berbentuk Jaring Laba-laba di Flores
@Ikadanews.info - Unik Banget !!! Sawah Berbentuk Jaring Laba-laba di Flores - Jangan kaget bila Anda sedang ke Cancar, Flores menemukan sawah berbentuk seperti jaring laba-laba. Ini bukan crop circle, tetapi sawah yang memang sengaja dibentuk seperti jaring laba-laba. Keren!
Sawah berbentuk jaring laba-laba ini bisa Anda liat di daerah Cancar, Kabupaten Manggarai, NTT. Sawah ini bukan sengaja dibentuk seperti jaring laba-laba agar terlihat lucu, tetapi ini adalah sistem pembagian sawah yang dilakukan oleh ketua adat setempat.
Masyarakat Manggarai telah mengenal tradisi pembagian sawah sejak dulu dan telah dilakukan turun temurun. Sawah yang terbagi ini disebut dengan lingko. Lingko adalah tanah adat yang dimiliki secara bersama oleh penduduk, dan dikelola bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Seperti manusia, lingko memiliki nama tersendiri. Nama lingko tergantung dari jenis tumbuhan di kawasan tersebut saat dibukanya lahan. Selain itu, nama lingko juga bisa didapat dari bentuk geografis lahan. Salah satu contohnya adalah nama belang rambang karena di lingko tersebut asalnya ditemukan banyak tanaman belang, tumbuhan sejenis buluh.
Lingko tidak dimiliki perorangan, tetapi dimiliki oleh setiap suku yang ada di wilayah tersebut. Setiap suku memiliki tetua yang bertugas untuk membagi besarnya lingko. Sistem pembagian lingko disebut lodok.
Pembagian tanah dilakukan dengan menentukan titik pusat hamparan tanah adat. Kemudian, pada titik pusat ditanam kayu khusus. Besar kecilnya tanah ditentukan dari kedudukan seseorang dalam kampung dan jumlah keluarga. Semakin tinggi kedudukannya, semakin besar pula tanah yang di dapat. Tanpa disadari, pembagian ini ternyata membentuk sawah seperti jaring laba-laba.
Jika dilihat dari dekat, hamparan sawah ini tampak biasa seperti sawah pada umumnya. Cobalah untuk berjalan ke dataran tinggi dan tengok ke arah sawah. Anda pun akan terpesona dengan sawah yang mirip dengan jaring laba-laba.
Untuk mencapai Cancar dan melihat sendiri keunikan sawahnya, Anda bisa memulai perjalanan dari Kota Ruteng hingga Pasar Cancar menggunakan ojek. Tarif yang harus dibayar adalah Rp 40.000. Cukup mahal memang, tetapi ini sebanding dengan lama waktu tempuh, yaitu 45 menit.
Dari Pasar Cancar, Anda akan menemukan jalan kecil menuju Desa Cancar. Sekitar 3 km ke depan, pengunjung akan bertemu dengan tanjakan cukup yang cukup terjal. Di sini, motor sudah tidak bisa masuk, seseorang asal desa di Cancar akan menyambut dan mempersilahkan pengunjung mengisi buku tamu. Setelah mengisi tamu, Anda pun bisa masuk ke desa dan menikmati keindahan alamnya, serta terpesona dengan keunikan sawah itu.
Sawah berbentuk jaring laba-laba ini bisa Anda liat di daerah Cancar, Kabupaten Manggarai, NTT. Sawah ini bukan sengaja dibentuk seperti jaring laba-laba agar terlihat lucu, tetapi ini adalah sistem pembagian sawah yang dilakukan oleh ketua adat setempat.
Masyarakat Manggarai telah mengenal tradisi pembagian sawah sejak dulu dan telah dilakukan turun temurun. Sawah yang terbagi ini disebut dengan lingko. Lingko adalah tanah adat yang dimiliki secara bersama oleh penduduk, dan dikelola bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Seperti manusia, lingko memiliki nama tersendiri. Nama lingko tergantung dari jenis tumbuhan di kawasan tersebut saat dibukanya lahan. Selain itu, nama lingko juga bisa didapat dari bentuk geografis lahan. Salah satu contohnya adalah nama belang rambang karena di lingko tersebut asalnya ditemukan banyak tanaman belang, tumbuhan sejenis buluh.
Lingko tidak dimiliki perorangan, tetapi dimiliki oleh setiap suku yang ada di wilayah tersebut. Setiap suku memiliki tetua yang bertugas untuk membagi besarnya lingko. Sistem pembagian lingko disebut lodok.
Pembagian tanah dilakukan dengan menentukan titik pusat hamparan tanah adat. Kemudian, pada titik pusat ditanam kayu khusus. Besar kecilnya tanah ditentukan dari kedudukan seseorang dalam kampung dan jumlah keluarga. Semakin tinggi kedudukannya, semakin besar pula tanah yang di dapat. Tanpa disadari, pembagian ini ternyata membentuk sawah seperti jaring laba-laba.
Jika dilihat dari dekat, hamparan sawah ini tampak biasa seperti sawah pada umumnya. Cobalah untuk berjalan ke dataran tinggi dan tengok ke arah sawah. Anda pun akan terpesona dengan sawah yang mirip dengan jaring laba-laba.
Untuk mencapai Cancar dan melihat sendiri keunikan sawahnya, Anda bisa memulai perjalanan dari Kota Ruteng hingga Pasar Cancar menggunakan ojek. Tarif yang harus dibayar adalah Rp 40.000. Cukup mahal memang, tetapi ini sebanding dengan lama waktu tempuh, yaitu 45 menit.
Dari Pasar Cancar, Anda akan menemukan jalan kecil menuju Desa Cancar. Sekitar 3 km ke depan, pengunjung akan bertemu dengan tanjakan cukup yang cukup terjal. Di sini, motor sudah tidak bisa masuk, seseorang asal desa di Cancar akan menyambut dan mempersilahkan pengunjung mengisi buku tamu. Setelah mengisi tamu, Anda pun bisa masuk ke desa dan menikmati keindahan alamnya, serta terpesona dengan keunikan sawah itu.
Unik Inilah Sepeda khusus penderita diare
@Ikadanews.info - Unik Inilah Sepeda khusus penderita diare - Anda orang sibuk namun sering mengalami diare? Anda suka jalan-jalan namun sering terserang perut mulas? Jika ya, ada baiknya Anda memiliki sepeda pada gambar di bawah ini. Dengan memilikinya, bila mulas datang, Anda tinggal mencari tempat sepi lalu buang hajat menggunakan sepeda tersebut.
Istana Tukang Pos yang Menakjubkan
@Ikadanews.info - Istana Tukang Pos yang Menakjubkan - ferdinand cheval (1836, charmes-sur-l'herbasse, drôme - 19 agustus 1924) adalah seorang tukang pos perancis yang menghabiskan 33 tahun hidupnya membangun le palais ideal ("istana ideal") di hauterives. Hal ini dianggap sebagai contoh seni arsitektur yang luar biasa dan menakjubkan.
Ferdinand cheval tinggal di châteauneuf-de-galaure, di département drôme perancis. Dia telah meninggalkan sekolah pada usia 13 menjadi magang tukang roti, dan akhirnya menjadi tukang pos.
Cheval mulai membangun istana ini pada bulan april 1879. Dia menyatakan bahwa dia pernah tersandung batu dan terinspirasi oleh bentuk batu itu. Dia kembali ke tempat yang sama pada hari berikutnya dan mulai mengumpulkan batu.
Selama 33 tahun berikutnya, selama rute pengiriman surat sehari-hari, cheval membawa batu dari setiap pengiriman dan digunakan untuk membangun ideal palais, istana ideal. Pertama ia membawa batu-batu di saku, sampai akhirnya dia menggunakan keranjang dan gerobak. Dia sering bekerja di malam hari, dengan hanya menggunakan cahaya lampu minyak.
Cheval menghabiskan dua dekade pertama dinding luar bangunan. Istana ini merupakan gabungan dari gaya yang berbeda dengan inspirasi dari alkitab untuk mitologi hindu. Cheval terbentuk dari batu kapur, mortar dan semen.
pemakaman
cheval juga ingin dimakamkan di istananya, namun itu tidak diijinkan oleh pemerintah france dan akhirnya menghabiskan delapan tahun lebih membangun makam untuk dirinya sendiri di pemakaman hauterives. Cheval meninggal pada tanggal 19 agustus 1924, sekitar setahun setelah ia selesai membangun itu, dan dimakamkan di sana.
pengakuan
sebelum kematiannya, cheval mulai menerima beberapa pengakuan dari tokoh-tokoh seperti andré breton dan pablo picasso. Karyanya diperingati dalam sebuah esai oleh anaïs nin. Pada tahun 1932 seniman jerman max ernst membuat kolase berjudul the postman cheval. Serta peggy guggenheim collection pada tahun 1958 membuat ado kyrou ideal le palais, sebuah film pendek di istana palais ideal.
Pada tahun 1969 andré malraux, menteri kebudayaan france, menyatakan istana ini sebagai tengara budaya dan telah secara resmi dilindungi. Istana cheval adalah buka setiap hari kecuali hari natal dan tahun baru.
Cheval mungkin telah menginspirasi untuk karakter denny pada novel chuck palahniuk's chokepada tahun 2001 , yang mengumpulkan koleksi batu yang akhirnya digunakan, dalam cara yang sama, untuk membangun 'rumah mimpi'
berikut gambar dari istana cheval
Ferdinand cheval tinggal di châteauneuf-de-galaure, di département drôme perancis. Dia telah meninggalkan sekolah pada usia 13 menjadi magang tukang roti, dan akhirnya menjadi tukang pos.
Cheval mulai membangun istana ini pada bulan april 1879. Dia menyatakan bahwa dia pernah tersandung batu dan terinspirasi oleh bentuk batu itu. Dia kembali ke tempat yang sama pada hari berikutnya dan mulai mengumpulkan batu.
Selama 33 tahun berikutnya, selama rute pengiriman surat sehari-hari, cheval membawa batu dari setiap pengiriman dan digunakan untuk membangun ideal palais, istana ideal. Pertama ia membawa batu-batu di saku, sampai akhirnya dia menggunakan keranjang dan gerobak. Dia sering bekerja di malam hari, dengan hanya menggunakan cahaya lampu minyak.
Cheval menghabiskan dua dekade pertama dinding luar bangunan. Istana ini merupakan gabungan dari gaya yang berbeda dengan inspirasi dari alkitab untuk mitologi hindu. Cheval terbentuk dari batu kapur, mortar dan semen.
pemakaman
cheval juga ingin dimakamkan di istananya, namun itu tidak diijinkan oleh pemerintah france dan akhirnya menghabiskan delapan tahun lebih membangun makam untuk dirinya sendiri di pemakaman hauterives. Cheval meninggal pada tanggal 19 agustus 1924, sekitar setahun setelah ia selesai membangun itu, dan dimakamkan di sana.
pengakuan
sebelum kematiannya, cheval mulai menerima beberapa pengakuan dari tokoh-tokoh seperti andré breton dan pablo picasso. Karyanya diperingati dalam sebuah esai oleh anaïs nin. Pada tahun 1932 seniman jerman max ernst membuat kolase berjudul the postman cheval. Serta peggy guggenheim collection pada tahun 1958 membuat ado kyrou ideal le palais, sebuah film pendek di istana palais ideal.
Pada tahun 1969 andré malraux, menteri kebudayaan france, menyatakan istana ini sebagai tengara budaya dan telah secara resmi dilindungi. Istana cheval adalah buka setiap hari kecuali hari natal dan tahun baru.
Cheval mungkin telah menginspirasi untuk karakter denny pada novel chuck palahniuk's chokepada tahun 2001 , yang mengumpulkan koleksi batu yang akhirnya digunakan, dalam cara yang sama, untuk membangun 'rumah mimpi'
berikut gambar dari istana cheval
Subscribe to:
Posts (Atom)







































