Cari Artikel Disini

Showing posts with label bumi. Show all posts
Showing posts with label bumi. Show all posts

Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)

jeita grotto1 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Gua Jeita terletak di tengah sisi-sisi barat pegunungan Libanon, lebih khusus lagi di lembah al-Kalb Nahr, pintu masuk alam adalah sekitar 100 meter (330 kaki) di atas permukaan laut. Ini terletak 5 kilometer (3.1 mil) timur pantai Mediterania dan 18 kilometer (11 mil) utara Beirut masih dalam batas-batas kotamadya Jeita
Gua Jeita tergolong dalam gua berstrata Jurasik Keserouane Bawah-Tengah yang memiliki ketebalan stratigrafi dari 1.000 meter (3.300 kaki) dan terdiri dari dolostone dan kapur micritic. Strata Keserouane menjadi karstified setelah terkena udara dan kemudian terkubur dengan Kapur.
jeittagrotto2 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Dari pintu masuk gua kedalam .tampak dataran halus datar yang kadang-kadang terputus oleh cascades kecil dan deras. Dari barat, gua Jeita dimulai dengan aula besar dan berliku liku-liku. Melalui beberapa jeram, ukuran menjadi sempit. kemudian meluas dikenal sebagai gua Thompson (250 meter (820 kaki) panjang dan 60 meter (200 kaki) lebar), Grand Chaos 500 meter (1.600 kaki) panjang) dan Mroueh’s Hall (200 meter (660 kaki) dan 50 meter (160 kaki) lebar). Dua terakhir ini berlantai dengan blok reruntuhan. Gua berakhir dengan pola berbentuk Y, di mana, masing-masing cabang yang berakhir dengan tekanan tinggi seakan akan menyedot
jeittagrotto3 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Gua Jeita , gua-gua Karst yang telah terbentuk selama jutaan tahun karena perubahan kapur. batu kapur ini dilarutkan oleh asam karbonat dari air hujan dan air tanah, kemudian menjadi retak dan dengan kekuatan kekuatan-kekuatan tektonik oozes airpada batu itu dan mulai memperluas keretakan dan terbentuk gua gua .
jeitagrotto4 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Jeita adalah kompleks gua terpanjang di Timur Tengah, ketinggian 300 meter (980 kaki) di atas permukaan laut dan memiliki perbedaan ketinggian 305 meter (1.001 kaki). Gua Jeita adalah gua yang dieksplorasi terpanjang di Libanon. Setelah bertahun-tahun eksplorasi, speleologists telah menembus sekitar 6.200 meter (20.300 kaki) dari pintu gua rendah ke ujung sungai bawah tanah dan sekitar 2.130 meter (6.990 kaki) dari galeri atas.
Gua Atas
jeitagrotto5 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Gua Jeita bagian atas memiliki panjang keseluruhan 2.130 meter (6.990 kaki) yang hanya 750 meter (2.460 kaki) dapat diakses pengunjung melalui jalan khusus ,akses ke sisa gua dibatasi untuk mencegah kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi karena para wisatawan . Gua atas berisi konsentrasi besar berbagai formasi kristal seperti stalaktit, stalagmit, kolom, jamur, kolam.
jeitagrotto6 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Galeri atas adalah formasi yang terkenal., Diterangi oleh sistem pencahayaan yang efektif sampai 117 meter (384 kaki) panjang, dengan terowongan beton. Bagian yang diakses oleh pengunjung memiliki tiga ruang besar, yaitu Kamar Putih dan Merah, karena formasi warna. Dripstones putih kalsit murni tanpa pencemaran, warna merah diberikan oleh oksida besi (karat) dalam jumlah kecil. di Lebanon oksida besi memiliki warna merah, bukan warna coklat krem yang umum di negara-negara utara.
Alasannya adalah reaksi kimia yang berbeda yang disebabkan oleh suhu tinggi yang menghasilkan berbagai jenis oksida besi. Kamar Putih ukuran sedang, tapi memiliki formasi yang paling mengesankan dari gua. Kamar Merah hingga 106 meter (348 kaki) tinggi, dan 30 meter (98 kaki) sampai 50 meter (160 kaki) lebar. Kamar ketiga adalah yang terbesar dari semua tiga kamar dan memiliki tinggi lebih dari 120 meter (390 kaki) [4] stalaktit terpanjang di dunia. Berlokasi di Jeita’s White Chamber; itu ukuran 8,2 meter (27 kaki) panjang. [25]
Gua bawah
jeitagrotto7 Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)
Galeri rendah yang memiliki panjang keseluruhan 6.200 meter (20.300 kaki) terletak 60 meter (200 kaki) di bawah galeri atas. Hal ini dilalui oleh sungai bawah air yang kecil dan danau (the “Lake Dark”). Sungai telah rusak oleh beberapa perubahan alami yang kecil .
”Gua rendah’s Thompson’s Cavern” adalah sebuah aula besar dengan speleothems mengesankan seperti stalagmit Obelisk Eagle. ruang lainnya di galeri lebih rendah termasuk Pantheon, Grand Chaos dan Shangri-la .Pengunjung] diangkut dalam galeri rendah oleh kapal-kapal listrik untuk jarak 500 meter (1.600 kaki). Di musim dingin ,tingkat yang lebih rendah tertutup, ketika permukaan air terlalu tinggi
Nama gua berubah beberapa kali sejak penemuannya. Awalnya disebut sebagai Grottoes Nahr al-Kalb, ia kemudian dikenal sebagai Djaita, Jehita, dan akhirnya Jeita. Naher el Kalb adalah nama sungai yang mengalir melalui gua-gua, sementara Jeita, yang berarti “air menderu” dalam bahasa Aram, adalah kota di mana pintu masuk gua itu berada. Transisi dari Grottoes Nahr al-Kalb ke Jeita Grottoes terjadi pada tahun 1927 ,koran banyak menggunakan nama yang terakhir
Pada tahun 1961, Jeita menjadi simbol nasional ketika otoritas Libanon mengeluarkan perangko yang menampilkan gua yang lebih rendah untuk mempromosikan pariwisata nasional. Mr Maroun Haji, para pendayung ditampilkan pada perangko sampai 40 tahun kemudian
Selama ini kita mengenal Beirut, Lebanon, hanya sebagai daerah konflik dimana perang saudara meletus dan meluluhlantakan kota itu. Tapi tahukah anda di kota ‘panas’ itu ternyata menyimpan petualangan menantang langsung ke perut bumi.
Sebuah goa kapur Jeita Gratto menawarkan sensasi masuk ke dalam perut Beirut. Kalau anda pernah menyaksikan film petualangan “Journey to the Center of the Earth” , mungkin mirip-mirip seperti itulah situasi Jeita Grotto. Indah luar biasa!
Pesona Jeita Grotto membuatnya masuk sebagai salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia. Pengumuman tujuh keajaiban dunia ini baru akan dilakukan New7Wonders Foundation pada 2011. Wisata goa Jeita Grotto sempat ditutup ketika perang saudara meletus tahun 1978, dan baru dibuka kembali pada 1995.
Goa bagian bawah dihuni pada zaman prasejarah tetapi ditemukan kembali pada tahun 1836 oleh Pendeta William Thomson. Tempat ini hanya dapat dikunjungi dengan perahu karena merupakan sungai bawah tanah yang menyediakan air minum bersih untuk penduduk Beirut.
Sedang bagian atas goa ditemukan pada tahun 1958 oleh Lebanon speleologists. Lokasinya, 60 meter (200 ft) di atas goa terbawah, di sini wisatawan dapat berjalan-jalan melihat sekeliling. Ada ruang-ruang seperti kamar yang berhiaskan stalaktit. Ruang-ruang itu paling tinggiberukuran 120 m
Jeita Grotto yang berlokasi di lembah Sungai Nahr al-Kalb, sekitar 20 km utara ibu kota Beirut, bak istana di perut bumi. Di sana ada ruang-ruang berhiaskan stalaktit yang indah. Situs itu terdiri atas dua gua kapur terpisah, yaitu gua bagian atas dan bagian bawah, tempat mengalirnya sungai bawah tanah sepanjang 6.230 meter (6,23 km).
Sebuah jembatan semen memungkinkan para turis melintasi struktur mirip istana tersebut. Juga bisa disaksikan stalaktit maupun stalagmit berkilau yang terbentuk beberapa milenium lalu melalui tetesan air sehingga tercipta jalan setapak di sekitar batu karang yang sulit dihancurkan.
Gua sepanjang 10 ribu meter (sekitar 33 ribu kaki) itu memiliki salah satu stalaktit terbesar di dunia yang menggantung 8,2 meter dari atap. Pesona Jeita Grotto mendunia. Gua peninggalan prasejarah tersebut setiap tahun dikunjungi rata-rata 280 ribu wisatawan. **


http://duniabaca.net/sebuah-istana-dalam-perut-bumi-foto-2/

Foto Kedahsyatan Bumi Kita!

FLOODING - CEDAR RAPIDS, IOWA (JUNE 2008)



MOUNT MERAPI VOLCANO - INDONESIA (NOV 2010)

CHAITEN VOLCANO - CHANA, CHILE (MAY 2008)



DUST STORM - CHINA (APRIL 2001)



BRUSH FIRES - SYLMAR, CALIFORNIA (SEPT. 2009)



EYJAFJALLAJOKULL VOLCANO - ICELAND (APRIL 2010)

10 Spesies Hewan yang Paling Sulit Ditemukan di Bumi

@Ikadanews - 10 Spesies Hewan yang Paling Sulit Ditemukan di Bumi - Makhluk-makhluk ini berada di tempat-tempat tersembunyi seperti kedalaman laut atau gua yang sangat dalam. Hewan-hewan berikut ini mungkin bukan yang paling indah, tetapi mereka adalah jenis hewan yang paling sulit ditemukan di bumi.

10. Solenodon

Solendon adalah mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, ia memiliki moncong panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki moncong yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi.

Ciri khas lain dari hewan ini adalah bahwa hewan ini sangat beracun. Solenodon adalah satu-satunya mamalia yang dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi yang terbaik adalah mundur jika Anda menemui makhluk ini, karena mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi Anda.

9. Kakapo


Kakapo adalah satu-satunya kakatua yang tak bisa terbang di planet ini. Sedangkan sepupu mereka melakukan perjalanan melalui udara, spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.

Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.

8. Olm

Olm adalah amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil.

Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.

7. Kelelawar Bumblebee

Kelelawar Bumblebee dapat ditemukan di gua-gua batu kapur, Tenggara Thailand dan Burma. Bumblebee dewasa panjangnya hanya satu inci dari kepala ke ekor. Kelelawar ini tumbuh dengan memiliki fitur lain yang membedakannya, yaitu moncongnya yang menyerupai moncong babi.

6. Ichthyophis Kohtaoensis

Ichthyophis Kohtaoensis adalah amfibi langka yang asli Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing.

Reptil ini memiliki tubuh abu-abu gelap dengan perut kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.

5. Hiu berjumbai

Hiu berjumbai adalah sebuah keanehan di dunia hewan. Sampai abad ke-19 para peneliti berpikir hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.

Hiu ini terlihat mirip dengan belut, ia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.

4. Monito Del Monte

Monito Del Monte adalah istilah Spanyol untuk "monyet kecil". Tapi nama ini menipu. Monito Del Monte sebenarnya adalah marsupial yang hidup di Chili dan Argentina.

Spesies mamalia ini dianggap punah lebih dari 11 juta tahun yang lalu. Namun, penjelajah modern menemukan makhluk ini di era modern.

Marsupial kecil ini memiliki tubuh tikus dengan bulu coklat dan besar, telinga runcing dan ekor panjang. Fitur yang membedakan hewan ini adalah matanya yang besar dan ia hidup di pohon-pohon di hutan hujan. Ekor panjang ini membantu ia untuk berayun dari cabang-cabang.

3. Addax

Jenis Kijang ini sedikit sekali ditemukan di gurun Sahara. Mereka terlihat seperti banyak spesies kijang lain, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut mereka sebenarnya sangat berbeda. Spesies ini memiliki gigi persegi seperti sapi. Juga, tanduk pada spesies ini sangat panjang dan melengkung, sehingga memiliki julukan "Kijang Tanduk Sekrup".

2. Dugong

Dugong adalah hewan laut besar yang sangat menyerupai Manatee. Sementara makhluk-makhluk sejenis yang berada dalam keluarga yang sama disebut Sirenia, mereka berbeda dari Manatee.

Dugong dapat ditemukan di perairan utara Australia dan ke dalam wilayah Indio-Pasifik. Mamalia ini memiliki tubuh abu-abu panjang dengan dayung seperti sirip ke arah kepala.

Ekor hewan ini terlihat mirip dengan ekor lumba-lumba. Juga, makhluk ini memiliki mulut yang keluar di samping dan berada dalam posisi yang lebih berbalik ke bawah, sehingga mudah untuk memakan rumput di kehidupan vegetatif dasar laut.

1. Saola

Saola sejauh ini merupakan mamalia yang paling langka di Bumi. Makhluk ini adalah asli Vietnam dan Laos. Hewan ini tumbuh dengan tinggi sekitar 3 meter. Sekilas terlihat mirip dengan kambing.

Mamalia ini memiliki ekor kecil dan telinga panjang. Namun, hewan ini memiliki pola yang sangat berbeda dengan kambing. Ia memiliki bintik-bintik putih dan garis-garis pada wajahnya.

Inilah Oymyakon Wisata Kota Paling Dingin Di Bumi

@Ikadanews - Inilah Oymyakon Wisata Kota Paling Dingin Di Bumi - Oymyakon adalah sebuah kota kecil yang terletak di utara-timur Rusia Republik Sakha (Yakutia). Kota ini kerap disebut sebagai kota paling dingin di Bumi. Terletak di jantung kota Siberia, daerah ini dijuluki "Cincin Kematian Stalin" (sebuah tempat pengasingan untuk tahanan Politik pada masa Stalin), Oymyakon mempunyai suhu musim dingin rata-rata -45 C, ddan mencapai puncak rekor terdingin pada suhu -71.2 C. Ironisnya, Oymyakon berarti "air yang tidak membeku", karena kota ini juga mempunyai sumber air panas di sekitar kota.

Sebelum 1920-an dan 30-an, Oymyakon adalah tempat pemberhentian musiman untuk penggembala rusa kutub. Namun pemerintah Soviet, dalam upayanya untuk menyelesaikan populasi nomaden, mengklaim mereka sulit untuk mengontrol tradisi lama tersebut, menjadikan tempat ini sebagai pemukiman permanen. Hari ini, kota kecil ini adalah rumah bagi sekitar 500 orang, dan sampai saat ini memiliki sebuah hotel tunggal tanpa air panas dan hanya mempunyai toilet luar. Sementara di Eropa barat saat hujan salju turun lumayan lebat sekolah akan diiburkan, di Oymyakon sekolah soliter hanya akan diliburkan ketika suhu di bawah -52 C.

Kebanyakan rumah di Oymyakon masih membakar batubara dan kayu untuk menghasilkan panas dan menikmati beberapa fasilitas modern. Tidak ada jangkauan seluler di Oymyakon dan bahkan ,perangkat elektronik tidak akan dapat digunakan dan akan berhenti bekerja/rusak dalam suhu beku.

Bulu dianggap mewah di Barat tetapi satu-satunya hal yang membuat Anda tetap hangat. Tidak ada yang tumbuh di sini sehingga penduduk oymyakon biasanya mengkonsumsi daging rusa dan daging kuda. Ada musim panas singkat, dimana orang2 bisa menanam sesuatu, tetapi untuk sebagian besar orang tidak makan buah atau sayuran. Petugas medis mengatakan bahwa alasan mereka tidak menderita gizi buruk adalah karena ada banyak mikronutrien dalam susu hewan yang mereka konsumsi. Sebuah toko tunggal menyediakan kebutuhan penduduk kota dan dengan pekerjaan dalam pasokan pendek sebagian besar penduduk setempat mempunyai peternakan rusa,melakukan perburuan dan memancing di es untuk mata pencaharian mereka.

Kehidupan di Kota Paling Dingin Di Bumi ini sangat sulit. Tinta pena membeku. Aki kehilangan daya lebih cepat. Logam menempel pada kulit. Mobil tidak dapat dinyalakan tanpa menyalakan api unggun di bawah tangki bahan bakar. Minyak as roda juga membeku dan dipanaskan dengan obor. Pembangkit listrik membakar batubara lokal untuk menyimpan air panas yang mengalir ke rumah. Ketika pengiriman batubara tidak teratur pembangkit listrik mulai menggunakan kayu bakar. Jika daya berhenti, kota akan mati dalam waktu sekitar lima jam, dan hal ini akan membuat pipa-pipa membeku dan retak.

Masalah lain yang ditimbulkan oleh suhu dingin adalah penguburan mayat. Dibutuhkan dua atau tiga hari untuk menggali kuburan di tanah beku. Untuk menggali kuburan, api unggun menyala selama beberapa jam, yang memungkinkan tanah sedikit mencair . Bara panas yang kemudian didorong ke samping dan beberapa lubang inci digali. Proses ini diulang selama beberapa hari sampai lubang cukup dalam untuk mengubur peti mati.

Tidak banyak yang dapat dilakukan di Oymyakon, tapi itu tidak menghentikan perusahaan wisata untuk menawarkan tur ke desa di tengah musim dingin. Wisatawan melakukan perjalanan hanya untuk mengalami bagaimana rasanya berada di kota yang paling dingin di bumi. Selain itu, mereka sering melakukan perjalanan wisata pada peternakan lokal dan museum dan mendapatkan pengalaman memancing es. Dan selalu ada kesempatan untuk berenang di kolam air panas Oymyakon ketika suhu udara berada di minus 50-an derajat Celcius.Wisata Ke Tempat Paling Dingin Di Bumi

Inilah 5 Mahluk Terbesar yang Pernah Hidup di Bumi

@Ikadanews - Inilah 5 Mahluk Terbesar yang Pernah Hidup di Bumi - Apa mahluk terbesar di bumi saat ini? jawabanya ialah paus biru jika dibandingkan paus biru memiliki ukuran badan hampir sama seperti pesawat boeing 737, tapi kita gak akan ngomongin paus biru lebih lanjut. karena apasih.com kali ini akan berbicara tentang mahluk terbesar dari awal bumi ini tercipta hingga sekarang. setidaknya yang pernah ditemukan seperti 5 daftar kita berikut ini.

Argentinosaurus
Mahluk terbesar yang pernah menghuni daratan di Bumi
Fisik : Panjang 45 meter, berat 90 ton
Masa Hidup : Cretaseous atau 100 juta tahun yang lalu
Ciri Lain : Hidup secara berkelompok, herbifora (Pemakan Tumbuhan)

Ornithocheirus
Mahluk terbesar yang pernah terbang
Fisik : Tinggi 6 Meter, Rentang Sayap 18 Meter
Masa Hidup : Pterosaur sampai Cretaceous
Ciri Lain : -

Giganotosaurus
Karnivora dan Predator Terbesar yang pernah hidup di bumi
Fisik : Tinggi 13 Meter, Rentang Sayap 18 Meter
Masa Hidup : Cretaceous
Ciri Lain : Hidup Menyendiri, Pemakan Daging
Info Lain : Giganotosaurus Bukan T-Rex (Tiranosaurus), T-rex sendiri memiliki tinggi maksimal hanya 9 meter.

Sarcosuchus
Amphibi terbesar yang pernah hidup di Bumi
Fisik : Panjang 15 Meter
Masa Hidup : Cretaceous
Ciri Lain : -

Titanoboa

Mahluk Melata terbesar yang pernah hidup di Bumi
Fisik : Panjang 13 Meter, berat lebih dari 1 ton
Masa Hidup : Paleosen
Ciri Lain : - 

Inilah 20 Fakta Mengerikan Tentang Bumi di Masa Depan

@Ikadanews - Inilah 20 Fakta Mengerikan Tentang Bumi di Masa Depan - Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab. Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas. Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran.

Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot. Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri. Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya :
1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan. Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.
2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara. Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya. Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan. Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah.
3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.
4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan. Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan. Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.
5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi. Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.
6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan. Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun. Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara. Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.
7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.
8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.
9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya. Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.
10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.
11.Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.
12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan. Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya. Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia. Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan. Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.
13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.
14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.
15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan. Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 milyar.
16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.
17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.
18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi. Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.
19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.
20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif. Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.
Sebuah pertanyaan untuk kita semua; apakah upaya kita untuk ikut membantu kelestarian alam sekarang ini bisa memberi dampak yang berarti dan signifikan, ataukah secara ironi aktivitas kita lainnya malah mempercepat kerusakan dan kehancuran bumi?

Yang Terjadi Jika Spesies Nyamuk Punah Dari Muka Bumi

@Ikadanews.info - Yang Terjadi Jika Spesies Nyamuk Punah Dari Muka Bumi - Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin adalah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga menyebarkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar bisa terjadi jika nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.

Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, karena menularkan berbagai penyakit mematikan.

Berbagai upaya pernah dilakukan oleh manusia untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.


Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang jika mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.

Meski bisa menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk bisa minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak bisa berkembang biak, lalu punah.

Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria.

Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu bisa diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menyebabkan kepunahan, dampak seperti apa yang akan terjadi?

Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di tempat yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang hingga 50 persen, karena berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.

Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu.

Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, jika nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar.

Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang peran dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.

Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat kematian pada manusia akibat gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.

Apalagi para pakar meyakini, berbagai jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi untuk beralih memangsa serangga lain jika sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, peran jentik nyamuk bukan tak tergantikan karena masih banyak jenis pengurai yang lain.

Baca : Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi

@Ikadanews.info - Baca : Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi - Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. source : Universetoday
Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).
Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai menjadi bintang katai putih.
Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.
Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant's Space Art.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?
Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.

Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.