Cari Artikel Disini

Showing posts with label muka. Show all posts
Showing posts with label muka. Show all posts

Kasihan Bocah 'Tanpa Wajah', Mukanya Rata Seperti Pakai Topeng

@Ikadanews.info - Kasihan Bocah 'Tanpa Wajah', Mukanya Rata Seperti Pakai Topeng - Luka bakar hebat membuat wajah bocah asal China tampak mengerikan. Ia dijuluki bocah 'tanpa wajah' karena nyaris mukanya rata seperti mengenakan topeng. Nahasnya lagi, orangtuanya tak punya biaya untuk melakukan operasi plastik.

Bila melihat wajah Wang Xiaopeng (6 tahun), Anda mungkin akan mengira ia menggunakan topeng. Luka bakar yang mengerikan membuat bocah ini tak memiliki rambut, bibir, kelopak mata, jari tangan dan kaki, akibat kecelakaan pada Novemver 2010.

Cedera parah itu membuat sulit bagi Xiaopeng untuk melakukan aktivitas, karena semua jari-jarinya pun harus diamputasi.

Tubuh Xiaopeng habis terbakar setelah ia dengan sengaja membakar beberapa batang jagung dekat rumahnya di Yinchuan, Provinsi Ningxia, China.

Orangtua bergegas membawa Xiaopeng ke Ningxia Medical University General Hospital untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, bekas luka bakar yang hebat membuat wajahnya sangat rusak dan orangtua hanya mampu membayar selama tiga bulan untuk pengobatan putra kesayangannya tersebut.

Untuk membayar semua itu, mereka harus menghabiskan tabungan hidup dan menjual rumah serta tanah untuk menutupi tagihannya yang mencapai 150.000 yuan atau setara dengan Rp 218 juta.

Ayahnya Wang Yougiu (32 tahun) hanya memperoleh penghasilan 2.000 yuan (sekitar Rp 2,9 juta) setiap bulan sebagai petani susu, sementara ibunya Zhengwei Xiu (30 tahun) adalah ibu rumah tangga.

"Kami tahu anak yang lebih muda akan mendapatkan hasil cangkok kulit dan bedah kosmetik yang lebih baik. Tapi kami tidak ada uang," jelas ayahnya, Yougiu, seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/4/2012).

Xiaopeng kini hanya tinggal di rumah karena teman-teman sekolahnya menolak dan takut melihat penampilan Xiaopeng. Tentu saja hal ini membuat hati orangtuanya remuk.

"Melihat anak saya seperti ini sangat menyakitkan. Ditambah lagi Xiaopeng akan semakin menderita di musim panas, ketika panas dan nyamuk membuat kulitnya yang sensitif semakin terasa sakit," lanjut ayahnya.

Keluarga meminta para dermawan lokal untuk membantu mereka karena diperlukan 300.000 yuan (sekitar Rp 436 juta) untuk membayar tiga operasi yang membantu Xiaopeng bernapas dan memperbaiki penampilannya.

Yang Terjadi Jika Spesies Nyamuk Punah Dari Muka Bumi

@Ikadanews.info - Yang Terjadi Jika Spesies Nyamuk Punah Dari Muka Bumi - Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin adalah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga menyebarkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar bisa terjadi jika nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.

Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, karena menularkan berbagai penyakit mematikan.

Berbagai upaya pernah dilakukan oleh manusia untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.


Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang jika mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.

Meski bisa menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk bisa minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak bisa berkembang biak, lalu punah.

Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria.

Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu bisa diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menyebabkan kepunahan, dampak seperti apa yang akan terjadi?

Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di tempat yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang hingga 50 persen, karena berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.

Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu.

Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, jika nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar.

Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang peran dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.

Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat kematian pada manusia akibat gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.

Apalagi para pakar meyakini, berbagai jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi untuk beralih memangsa serangga lain jika sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, peran jentik nyamuk bukan tak tergantikan karena masih banyak jenis pengurai yang lain.