Cari Artikel Disini

Showing posts with label kecanduan. Show all posts
Showing posts with label kecanduan. Show all posts

Inilah 6 Gejala Kecanduan Facebook Menurut Ilmuwan

@Ikadanews - Inilah 6 Gejala Kecanduan Facebook Menurut Ilmuwan - Seiring dengan semakin populernya Facebook, banyak orang yang kini dihinggapi penyakit yang disebut dengan kecanduan Facebook. Setidaknya sudah ada puluhan artikel yang membahas mengenai topik tersebut, mulai dari penjelasan hingga gejalanya.

Namun bagaimana sebenarnya pandangan ilmuwan mengenai hal ini? Bagaimana pula mereka mengklasifikasikan seseorang yang mengidap kecanduan Facebook?

Untuk yang satu ini, para ilmuwan dari Norwegia punya jawabannya. Tim ilmuwan psikolog yang berasal dari Universitas Bergen, menjelaskan klasifikasi tingkat ketagihan seseorang kepada Facebook. Penjelasan tersebut dimua dalam skala 'Bergen Facebook Addiction Scale'. Skala tersebut disusun setelah sebelumnya mereka melakukan studi dengan melakukan survei terhadap pengguna Facebook. Adapun responden yang dipilih, berasal dari mahasiswa di sana.

Oleh para peneliti, mereka diminta menilai diri sendiri terhadap kecenderungan aktivitas di Facebook berdasarkan enam kriteria, mulai dari sangat jarang hingga sangat sering. Setelah itu, perilaku mereka pun dianalisa.

Dari hasil penelitian mereka menemukan bahwa gejala kecanduan Facebook hampir sama dengan gejala yang dialami para pecandu narkotik dan alkohol.

"Dari penelitian itu kami juga menemukan bahwa orang yang resah dan tidak nyaman secara sosial cenderung menggunakan Facebook lebih sering ketimbang mereka yang nyaman. Hal itu mungkin terjadi karena bagi mereka lebih mudah berkomunikasi via media sosial ketimbang secara tatap muka," kata Dr. Cecilia Schou Andreassen, psikolog yang memimpin peneltian itu.

Selain itu, temuan lain yang dikemukakan oleh Andreassen dan kawan-kawan menyebut bahwa wanita menjadi pihak yang paling beresiko mengidap kecanduan Facebook.

Dan berikut adalah enam gejala ketagihan atau kecanduan Facebook yang dibuat oleh Andreassen:

1. Menghabiskan banyak waktu untuk berpikir atau/dan merencanakan apa yang akan lakukan di Facebook.

2. Merasa sangat ingin /terdesak untuk menggunakan Facebook.

3. Menggunakan Facebook untuk lari dari/ melupakan masalah pribadi.

4. Pernah mencoba untuk mengurangi penggunaan Facebook, tetapi gagal.

5. Gelisah dan terganggu ketika dilarang menggunakan Facebook

6. Terlalu sering menggunakan Facebook sehingga mengganggu pekerjaan atau pendidikan

Nah jika salah satu dari gejala tersebut menimpa Anda, bisa jadi anda sudah menjadi korban kecanduan Facebook.

inilah, 6, gejala, kecanduan, facebook, menurut, ilmuwan

Inilah Gadis yang kecanduan Minum Bensin

@Ikadanews.info - Inilah Gadis yang kecanduan Minum Bensin - Minggu ini salah satu tayangan di Amerika Serikat, My Strange Addiction, menampilkan seorang gadis yang gemar minum bensin, yaitu Shannon. Gadis ini harus menyimpan galon berisi bensin di dapur dan selalu menenggaknya 12 sendok teh sehari.

Kencanduan minum bensin itu dinilai merupakan kebiasaan buruk baru setelah rokok dan alkohol yang sama-sama merusak organ tubuh. Shannon menyadari perilakunya berbahaya. Kendati demikian, setelah minum bensin ia merasa lebih baik.

"Rasanya seperti manis dan asam. Tegukan pertama memang membuat tenggorokan bagian belakang seperti terbakar. Meski sakit, itu bisa membuat saya merasa lebih baik," terang Shannon.

Tahun lalu tercatat ia mengonsumsi lebih dari 19 liter bensin yang berarti bisa mengantarkan Anda dari Jakarta menuju Bandung dengan Toyota Avanza. Porsi bensin yang akan bisa jadi akan dikurangi karena harga bahan bakar ini terus naik.

Departemen Kesehatan New York mengatakan,meminum bensin dapat mengakibatkan diare dan muntah. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak menyebabkan kehilangan kesadaran dan meninggal.

Inilah Ciri-Ciri Cewek Sudah Kecanduan Seks Parah

@Ikadanews.info - Inilah Ciri-Ciri Cewek Sudah Kecanduan Seks Parah - Kecanduan seks (sexual addiction) sering dianggap bukan merupakan masalah bagi banyak orang. Padahal, bagi penderita dan pasangan hidupnya, gangguan itu bisa sangat merusak. Tidak hanya merusak kehidupan pribadi penderitanya, tetapi juga lingkungan sosial, keluarga, dan terutama pasangan hidup penderita.

Menurut para ahli, kecanduan seksual adalah kegiatan seks yang sesuai ukuran kelaziman tergolong di luar kendali. Pengidap kecanduan seks merasa terdorong untuk mendapatkan dan membenamkan diri dalam kegiatan seksual, meski menyadari semua risiko yang mungkin dihadapi.

Seks bisa menimbulkan kecanduan sebagaimana alkohol dan obat-obat terlarang. Saat berkegiatan seks, tubuh melepaskan senyawa kimia yang membuat tubuh kita menjadi nyaman. Sejumlah orang menjadi kecanduan untuk mengeluarkan senyawa kimia ini dan menjadi terobsesi untuk mendapatkan lagi dan lagi dan lagi, rasa nyaman yang ditimbulkan.

Sebagaimana kecanduan terhadap yang lainnya, tubuh semakin terbiasa dengan terlepasnya senyawa kimia tersebut. Tubuh pecandu butuh jumlah yang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak, yang artinya merasa butuh nge-seks terus, tak pernah ada puasnya.

Di antara terpenuhinya kebutuhan seksual dan senyawa kimia yang tinggi, muncullah keterpurukan. Hal ini sering dikenali dengan adanya perasaan malu, menyesal, menderita, memelas, dan gelisah. Pengidap kecanduan bisa merasa terpencil, terisolasi, dan tak berdaya untuk mengubah perilakunya. Nah, seiring dengan terus berputarnya lingkaran tak berujung itu, pengidap kecanduan terus berupaya mendapatkan seks sebagai upaya untuk melarikan diri dari perasaan yang membelenggu.

Menurut perkiraan konservatif, 3 hingga 6 persen dari populasi masyarakat mengidap kecanduan seks dan 20 persen di antaranya adalah wanita. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, angka tiga hingga enam persen itu diperkirakan terlalu rendah dari jumlah pengidap sesungguhnya.

Sejak dibukanya internet dengan aneka jasa layanan seksual yang murah tanpa harus membuka identitas diri peminatnya, para ahli hanya bisa tahu bahwa pengidap kecanduan seks itu meningkat tajam tanpa tahu persis jati diri mereka. Dengan terbatasnya layanan pertolongan bagi penderita, para ahli berpendapat jumlah penderita kecanduan seks itu akan terus meningkat.


Ciri-ciri Kecanduan Seks

Lalu, seperti apakah tanda-tanda dari mereka yang menderita kecanduan seks? Dr Patrick Carnes salah seorang terapis profesional masalah seks mengisyaratkan adanya 10 kemungkinan tanda yang perlu diwaspadai:

  1. Merasakan bahwa perilaku seks Anda tidak terkendali.
  2. Sadar bisa muncul akibat yang parah bila Anda terus berlanjut dengan perilaku itu.
  3. Merasa tak sanggup menghentikan perilaku Anda meski sadar akan akibatnya.
  4. Tetap memburu kegiatan seks yang destruktif dan/atau berisiko tinggi itu.
  5. Terus berharap akan menghentikan atau mengendalikan apa yang Anda lakukan dan bertindak aktif untuk membatasi kegiatan berbahaya yang Anda lakukan.
  6. Menggunakan fantasi-fantasi seksual sebagai cara untuk mengatasi perasaan atau situasi sulit.
  7. Butuh nge-seks terus-menerus agar selalu merasa nikmat.
  8. Menderita akibat perasaan yang terus bergejolak di seputar kegiatan seks.
  9. Menghabiskan banyak waktu guna merencanakan, melakukan, atau menyesali dan melakukan lagi kegiatan seksual.
  10. Mengabaikan kegiatan sosial, kegiatan kantoran, dan kegiatan rekreasional yang penting demi seks.

Jika Anda melihat ada salah satu dari tanda-tanda di atas yang terdapat dalam perilaku Anda, langkah terpenting yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa kecanduan seksual adalah suatu problem yang nyata dan tidak bisa hilang begitu saja atau akan hilang dengan sendirinya. Anda harus memilih sikap bertanggung jawab secara pribadi demi pulihnya gangguan yang bisa jadi sedang Anda alami.

Umumnya pengidap gangguan seks memang merasa kesulitan untuk mengubah sendiri perilaku mereka. Namun, setidaknya sedikit demi sedikit Anda harus mampu meminimalisasi perilaku sebagaimana tergambar pada tanda-tanda di atas meski kadang siklus datangnya dorongan untuk mengulangi perbuatan terlalu kuat untuk dilawan. Seorang terapis profesional dapat membantu Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan mendorong Anda mengambil langkah untuk berubah menuju ke gaya hidup seksual yang lebih sehat.

Sebaliknya, bila Anda menduga bahwa pasangan hidup Anda adalah penderita kecanduan seks, sudah seharusnya Anda membantu untuk mengubah perilaku tersebut. Sikap mental yang perlu Anda persiapkan untuk diri sendiri adalah, tak seorang pun akan sembuh dari kecanduan kecuali menerima bahwa mereka mengidap suatu gangguan dan ingin berubah. Karena itu, bantulah memperkuat tekad pasangan Anda yang kecanduan agar semakin kuat kemauannya untuk melakukan perubahan.

Memang repot, menyakitkan, dan membingungkan punya pasangan yang kecanduan seks. Kalau di masyarakat Barat, bahkan tersedia bantuan bagi mereka yang memiliki pasangan pecandu seks. Bantuan itu bisa bersifat pribadi maupun dalam bentuk kelompok pendamping (support group).

Bentuk kecanduan dan akibatnya

Kecanduan seks dapat memperlihatkan berbagai bentuk, tetapi umumnya dikenali dari perilaku yang terasa di luar kendali. Perilaku ini mencakup:

* Menghabiskan banyak waktu untuk menikmati produk-produk pornografi
* Masturbasi tak terkendali
* Ekshibisionisme (mempertontonkan kemaluan pada orang lain)
* Voyeurisme (memaksa orang lain berhubungan seks)
* Fetishes (pemujaan berlebihan terhadap seks)
* Seks berisiko tinggi
* Pelacuran
* Telepon seks dan nge-seks lewat internet
* Perselingkuhan
* Berhubungan seks dengan pasangan yang baru saat itu dikenal

Menurut Dr Carne, survei mengungkapkan akibat dari perilaku kecanduan seks, antara lain:

* 70 persen mengalami gangguan yang parah dengan pasangan hidupnya
* 40 persen kehilangan pasangan hidup
* 27 persen kehilangan peluang dalam karier
* 40 persen mengalami kehamilan yang tak diinginkan
* 72 persen terobsesi ingin bunuh diri
* 17 persen mencoba bunuh diri
* 68 persen terkena penyakit menular seksual.