@Ikadanews - Walah Orang Indonesia makin yakin kiamat hampir tiba - Orang Indonesia meyakini kiamat makin dekat. Hasil itu didapat dari jajak pendapat lembaga sensus Ipsos Global Public Affair.
Kantor berita Reuters melaporkan, Rabu (2/5), jajak pendapat itu
dilaksanakan di 21 negara dan melibatkan 16,262 responden. Dalam sensus
itu hampir 15 persen orang di seluruh dunia yakin kiamat datang saat
ini. 10 persen lagi yakin ramalan kalender bangsa Maya tepat dan akhir
dunia jatuh tahun ini.
Kalender bangsa Maya yang hanya 5,125 tahun dan berakhir Desember
mendatang telah mempengaruhi banyak orang berpikir kiamat tiba saat ini.
“Walau mereka berpikir kiamat tetap jadi rahasia Tuhan, tapi bencana
alam, konfrontasi politik, atau apapun alasannya tetap dianggap sebagai
pemicu akhir dunia,” kata manajer penelitian Ipsos Keren Gotfried.
Indonesia menempati urutan ke 20 jajak pendapat yang yakin kiamat
akhir dunia tiba Desember mendatang. Negara yang rakyatnya paling
percaya akhir dunia bakal datang tahun ini adalah Turki dan Amerika
Serikat.
Negara yang rakyatnya paling takut kalau kiamat tiba adalah Rusia dan
Polandia. Rakyat dua negara Benua Biru itu kalah berani dengan Inggris
yang tidak peduli walau akhir dunia tiba tahun ini.
Cari Artikel Disini
Home » kiamat
Showing posts with label kiamat. Show all posts
Showing posts with label kiamat. Show all posts
Wah...Bukti Baru Bahwa Kiamat Pernah Terjadi
@Ikadanews.info - Wah...Bukti Baru Bahwa Kiamat Pernah Terjadi - Bicara soal kematian massal makhluk hidup, ada satu hipotesis yang berkembang dan disebut hipotesis tumbukan Younger Dryas. Berdasarkan hipotesis tersebut, kematian massal makhluk hidup terjadi di Amerika Utara pada 12.900 tahun lalu akibat tumbukan benda luar angkasa.
Teori itu menyebutkan bahwa komet atau asteroid yang diduga menjadi penyebab "pembunuhan massal" itu menumbuk permukaan Bumi, membakar vegetasi, memusnahkan hewan, mencairkan batuan, mengurangi populasi manusia, dan menghancurkan kebudayaan. Guru besar ilmu Bumi dari University of California di Santa Barbara, James Kennet, menemukan bukti kepunahan massal tersebut.
Dalam penelitian sebelumnya, telah terungkap bahwa bukti kejadian ini ditemukan di beberapa lokasi di Amerika Utara, Greenland, dan Eropa Barat. Kali ini, bukti ditemukan di endapan tua berusia hampir 13.000 tahun di Danau Cuitzeo di tengah Meksiko. Ini adalah bukti pertama yang ditemukan di wilayah Meksiko.
Penelitian itu mengungkap fakta bahwa sedimen tersebut mengandung berlian nano yang langka, butir-butir bekas tumbukan, serta material lain yang mungkin bisa dihasilkan lewat tumbukan benda luar angkasa.
"Kami telah mengevaluasi beberapa hipotesis untuk menilai kembali hasil observasi ini dan menemukan bahwa bukti ini tak bisa dijelaskan dengan mekanisme terestrial. Ini konsisten merujuk pada hipotesis Younger Dryas yang melibatkan ledakan dan tumbukan pada 12.900 juta tahun lalu," ungkap sang ilmuwan dalam publikasinya di Proceedings of the National Academy of Sciences baru-baru ini.
Kennet, seperti dikutip Discovery, Rabu (14/3/2012), mengatakan, "Hasil ini konsisten dengan penemuan yang dilaporkan sebelumnya di Amerika Utara bahwa ada perubahan ekosistem, kepunahan satwa, perubahan budaya, dan penurunan populasi manusia."
Teori itu menyebutkan bahwa komet atau asteroid yang diduga menjadi penyebab "pembunuhan massal" itu menumbuk permukaan Bumi, membakar vegetasi, memusnahkan hewan, mencairkan batuan, mengurangi populasi manusia, dan menghancurkan kebudayaan. Guru besar ilmu Bumi dari University of California di Santa Barbara, James Kennet, menemukan bukti kepunahan massal tersebut.
Dalam penelitian sebelumnya, telah terungkap bahwa bukti kejadian ini ditemukan di beberapa lokasi di Amerika Utara, Greenland, dan Eropa Barat. Kali ini, bukti ditemukan di endapan tua berusia hampir 13.000 tahun di Danau Cuitzeo di tengah Meksiko. Ini adalah bukti pertama yang ditemukan di wilayah Meksiko.
Penelitian itu mengungkap fakta bahwa sedimen tersebut mengandung berlian nano yang langka, butir-butir bekas tumbukan, serta material lain yang mungkin bisa dihasilkan lewat tumbukan benda luar angkasa.
"Kami telah mengevaluasi beberapa hipotesis untuk menilai kembali hasil observasi ini dan menemukan bahwa bukti ini tak bisa dijelaskan dengan mekanisme terestrial. Ini konsisten merujuk pada hipotesis Younger Dryas yang melibatkan ledakan dan tumbukan pada 12.900 juta tahun lalu," ungkap sang ilmuwan dalam publikasinya di Proceedings of the National Academy of Sciences baru-baru ini.
Kennet, seperti dikutip Discovery, Rabu (14/3/2012), mengatakan, "Hasil ini konsisten dengan penemuan yang dilaporkan sebelumnya di Amerika Utara bahwa ada perubahan ekosistem, kepunahan satwa, perubahan budaya, dan penurunan populasi manusia."
Seram : Bentuk awan yang menakutkan, Apakah ini tanda Kiamat ?
@Ikadanews.info - Seram : Bentuk awan yang menakutkan, Apakah ini tanda Kiamat ? - Gambar awan dengan bentuk yang lain dari biasanya. Meski tampak “terlalu indah” seperti khayalan, semua karya fotografi terbaik ini bukan rekayasa. Semua bentuk awan adalah asli apa adanya, walau pada sebagian foto ditambahkan efek warna. Gambar awan yang indah sekaligus menakutkan. Weird, Rare Clouds and the Physics Behind Them, demikian judul yang ditulis Wired Science.
Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.
Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.
Subscribe to:
Posts (Atom)








