@Ikadanews - Inilah Sejarah Lahirnya Viking Persib Fans Club - Sebelum organisasi dan kelompok suporter klub di Indonesia mulai menjamur pada akhir 1990-an, Viking Persib Fans Club sudah berkibar. Kelompok suporter Persib dengan jumlah anggota resmi terbesar ini sudah mendeklarasikan diri pada 17 Juli 1993.
Awalnya hanya segelintir Bobotoh yang setia menyaksikan Persib baik di laga kandang maupun tandang. Kini Viking sudah dikenal seantero Indonesia sebagai salah satu kelompok suporter terbesar.
“Awalnya hanya beranggotakan beberapa orang saja, di era Perserikatan kita biasanya menonton dan membentangkan spanduk di tribun selatan,” tutur Dirigen Viking, Yana Mulyana.
Nama Viking sendiri diakui pria yang akrab disapa Yana Bool ini terinspirasi dari suku bangsa Viking di Skandinavia yang dikenal gemar menjelajahi.
“Karena kita juga sering ikut tur tandang Persib, maka ada sedikit kesamaan dengan bangsa Viking. Karena itu, kita sengaja menamakan diri sebagai Viking,” ucap Yana.
Ketua Umum Viking, Heru Joko yang termasuk salah seorang pencetus berdirinya Viking Persib Fans Club. Ia mengungkapkan tak pernah menyangka jika organisasi suporter yang dipimpinnya tersebut bakal berkembang pesat dan dikenal luas.
Sekadar diketahui selain Heru, nama-nama lain yang dikenal sebagai pentolan sekaligus pencetus Viking adalah Ayi Beutik, Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat.
“Tak pernah menyangka saja bisa sebesar seperti sekarang. Yang jelas saya pribadi sangat bangga oleh keberadaan Viking sebagai kelompok suporter Persib terbesar,” ucap Heru.
Seiring dengan waktu dari mulai sedikit anggota, kini Viking sudah memiliki anggota resmi lebih dari 70 ribu yang tersebar di seluruh Kota dan Kabupaten di Jawa Barat bahkan di hampir setiap provinsi pun ada Distrik Viking. Termasuk Jakarta yang notabene merupakan wilayah tempat bernaung seteru Viking yakni The Jakmania, suporter Persija Jakarta.
Cari Artikel Disini
Home » lahir
Showing posts with label lahir. Show all posts
Showing posts with label lahir. Show all posts
Ya Tuhan ... Bayi Ini Lahir Bersama Al-Qur'an Kecil Dari Rahim Ibunya
@Ikadanews - Ya Tuhan ... Bayi ini Lahir Bersama Al-Qur'an Kecil Dari Rahim Ibunya - Ulama terkenal dari Nigeria pada Senin (14/5) bergumul di Mushin, Provinsi Lagos, barat daya Nigeria, untuk menyaksikan upacara penamaan seorang bayi. Bayi tersebut bukan bayi biasanya sehingga harus masuk pemberitaan di media, namun bayi yang terlahir pada 7 Mei 2012 tersebut terlahir dengan membawa sebuah Quran kecil di tangannya dari rahim ibunya.
Allahu akbar! Setelah menyampaikan sebuah kultum, seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut dengan nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Dalam pemberian nama tersebut, Ustadz Abdul Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Quran. Beliau juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan, yakni terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya.
Ulama lain yang ikut dalam acara tersebut antara lain Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua dari Komunitas Nasrulifathi Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Komunitas Islam Alifathiquareeb.
Sebelumnya pada Ahad (13/5), ibu dari sang jabang bayi ini menyatakan diri memeluk Islam setelah melihat bayinya terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya. Kini, sang ibu 32 tahun yang dulu bernama Kikelomo Ilori ini kemudian berganti menjadi Sherifat.
Hal serupa juga dilakukan oleh nenek sang jabang bayi yang dulu memeluk agama Kristen sekarang menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya dengan nama Islami. Di luar rumah sang jabang bayi, bejibun pedangang tumpah ruah menjual berbagai suvenir tentang bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto-foto sang jabang bayi yang terlahir membawa Quran tersebut.
Kelahiran sang jabang bayi tersebut hingga saat ini masih mengundang kontroversi, dimana para sekularis menganggap sesuatu yang mustahil bagi seorang bayi terlahir dengan memegang (membawa) Quran dari rahim sang ibu. Namun di lain pihak, banyak yang berpendapat bahwa apa pun bisa terjadi jika Allah berkehendak. Wallahu’alam bish shawwab....
Allahu akbar! Setelah menyampaikan sebuah kultum, seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut dengan nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Dalam pemberian nama tersebut, Ustadz Abdul Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Quran. Beliau juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan, yakni terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya.
Ulama lain yang ikut dalam acara tersebut antara lain Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua dari Komunitas Nasrulifathi Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Komunitas Islam Alifathiquareeb.
Sebelumnya pada Ahad (13/5), ibu dari sang jabang bayi ini menyatakan diri memeluk Islam setelah melihat bayinya terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya. Kini, sang ibu 32 tahun yang dulu bernama Kikelomo Ilori ini kemudian berganti menjadi Sherifat.
Hal serupa juga dilakukan oleh nenek sang jabang bayi yang dulu memeluk agama Kristen sekarang menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya dengan nama Islami. Di luar rumah sang jabang bayi, bejibun pedangang tumpah ruah menjual berbagai suvenir tentang bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto-foto sang jabang bayi yang terlahir membawa Quran tersebut.
Kelahiran sang jabang bayi tersebut hingga saat ini masih mengundang kontroversi, dimana para sekularis menganggap sesuatu yang mustahil bagi seorang bayi terlahir dengan memegang (membawa) Quran dari rahim sang ibu. Namun di lain pihak, banyak yang berpendapat bahwa apa pun bisa terjadi jika Allah berkehendak. Wallahu’alam bish shawwab....
Kasihan | FOTO dan VIDEO : Bayi dengan 3 Tangan Lahir di Pakistan
@Ikadanews - Kasihan | FOTO dan VIDEO : Bayi dengan 3 Tangan Lahir di Pakistan - Setelah bayi berkaki enam lahir di Pakistan, kini bayi dengan tiga
tangan lahir di negara yang sama. Bayi berusia empat hari ini memiliki
tangan tambahan di punggungnya, tepatnya di dekat sumsum tulang
belakang.
Bayi itu lahir di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Ayah dari bayi itu, membawa putrinya ke Rumah Sakit Nishtar yang terletak di Provinsi Balukistan, Pakistan. Menurut Dokter di rumah sakit itu, penyakit yang diderita sang bayi bernama polymelia.
Penyakit polymelia merupakan penyakit langka yang diderita bayi. Bayi-bayi yang menderita polymelia umumnya memiliki organ tambahan seperti tangan atau kaki. Orangtua bayi berharap para dokter spesialis di Rumah Sakit Nishtar dapat melakukan operasi untuk mengangkat tangan yang ada di punggung putrinya. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (27/4/2012).
Dr Ghulam Shabbir mengatakan, operasi amputasi akan dilakukan terhadap tangan yang tumbuh di belakang punggung bayi perempuan itu. Bayi perempuan itu lahir setelah bayi berkaki enam yang bernama Umar Farooq lahir di Kota Sukkur, Pakistan.
Meski demikian, Farooq saat ini sudah hidup dengan normal setelah menjalani operasi. Dokter berhasil mengangkat empat kaki tambahan yang tumbuh di bagian perut Farooq. Setelah menjalani operasi, orangtua Farooq pun terlihat cukup gembira menyaksikan kondisi putranya.
"Ini merupakan kabar baik bagi kita semua. Apa yang sangat diinginkan orangtua adalah menyaksikan anaknya tumbuh sehat dan kuat. Kami pun selalu berdoa agar putra kami tumbuh sehat dan bahagia," ujar ayah Farooq, Imran Shaikh.
Bayi itu lahir di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Ayah dari bayi itu, membawa putrinya ke Rumah Sakit Nishtar yang terletak di Provinsi Balukistan, Pakistan. Menurut Dokter di rumah sakit itu, penyakit yang diderita sang bayi bernama polymelia.
Penyakit polymelia merupakan penyakit langka yang diderita bayi. Bayi-bayi yang menderita polymelia umumnya memiliki organ tambahan seperti tangan atau kaki. Orangtua bayi berharap para dokter spesialis di Rumah Sakit Nishtar dapat melakukan operasi untuk mengangkat tangan yang ada di punggung putrinya. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (27/4/2012).
Dr Ghulam Shabbir mengatakan, operasi amputasi akan dilakukan terhadap tangan yang tumbuh di belakang punggung bayi perempuan itu. Bayi perempuan itu lahir setelah bayi berkaki enam yang bernama Umar Farooq lahir di Kota Sukkur, Pakistan.
Meski demikian, Farooq saat ini sudah hidup dengan normal setelah menjalani operasi. Dokter berhasil mengangkat empat kaki tambahan yang tumbuh di bagian perut Farooq. Setelah menjalani operasi, orangtua Farooq pun terlihat cukup gembira menyaksikan kondisi putranya.
"Ini merupakan kabar baik bagi kita semua. Apa yang sangat diinginkan orangtua adalah menyaksikan anaknya tumbuh sehat dan kuat. Kami pun selalu berdoa agar putra kami tumbuh sehat dan bahagia," ujar ayah Farooq, Imran Shaikh.
Foto-foto : Beyonce Pamer Body Seksi Pasca Melahirkan
@Ikadanews.info - Foto-foto : Beyonce Pamer Body Seksi Pasca Melahirkan - BAHKAN setelah melahirkan, Beyonce Knowles tetap seksi!
Bersama suaminya, Jay-Z dan putri semata wayang mereka berusia 3 bulan Blue Ivy Carter, Beyonce terlihat piknik ke pantai St.Barts, Senin (9/4) waktu setempat.
Seperti dilaporklan UsWeekly, Selasa (10/4), di pantai di kepulauan Karibia itu, Beyonce terlihat main air dan berjemur, sementara Blue Ivy diasuh baby sitter.
Mengenakan pakaian renang warna hitam, Beyonce tampak sudah cukup percaya diri memperlihatkan tubuhnya setelah melahirkan. Payudaranya tampak menyembul menjadi santapan paparazzi yang mengintainya. Ini adalah liburan Beyonce dan keluarga pertama pasca melahirkan Blue Ivy di rumah sakit Lenox Hill, New York pada 7 Januari lalu.
Bersama suaminya, Jay-Z dan putri semata wayang mereka berusia 3 bulan Blue Ivy Carter, Beyonce terlihat piknik ke pantai St.Barts, Senin (9/4) waktu setempat.
Seperti dilaporklan UsWeekly, Selasa (10/4), di pantai di kepulauan Karibia itu, Beyonce terlihat main air dan berjemur, sementara Blue Ivy diasuh baby sitter.
Mengenakan pakaian renang warna hitam, Beyonce tampak sudah cukup percaya diri memperlihatkan tubuhnya setelah melahirkan. Payudaranya tampak menyembul menjadi santapan paparazzi yang mengintainya. Ini adalah liburan Beyonce dan keluarga pertama pasca melahirkan Blue Ivy di rumah sakit Lenox Hill, New York pada 7 Januari lalu.
Wah Tradisi Melahirkan di Usia 10 Tahun Bukan Hal Baru di Kolombia
@Ikadanews.info - Wah Tradisi Melahirkan di Usia 10 Tahun Bukan Hal Baru di Kolombia - Melahirkan di usia sangat muda adalah hal biasa di kalangan penduduk asli Kolombia, yakni masyarakat suku Wayuu. Gadis 10 tahun ini misalnya, harus merasakan sakitnya proses bersalin ketika anak perempuan seusianya masih main boneka.
Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.
Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.
Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.
Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.
Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.
Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.
"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (6/4/2012).
Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.
Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.
Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.
Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.
Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.
Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.
"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (6/4/2012).
Ya Tuhan Kasihan ... Tanda Lahir Yang Nyaris Mencekik Seorang Bayi
@Ikadanews.info - Ya Tuhan Kasihan ... Tanda Lahir Yang Nyaris Mencekik Seorang Bayi - Rochford, Essex, Awalnya hanya tanda lahir kecil berwarna biru yang ada di wajah Adorable Millie Field sejak ia dilahirkan. Namun dalam beberapa hari, tanda lahir tersebut menjadi ganas, melebar merah yang menutupi separuh wajahnya, bahkan hampir membunuhnya karena mencekik saluran napas dan kotak suara.
Tanda lahir Millie diidentifikasikan sebagai hemangioma, yaitu tanda lahir yang disebabkan oleh tumor jinak dari pembuluh darah di kulit. Tanda lahir ini tumbuh dengan cepat dan pada kasus berat seperti yang dialami Millie dapat memblok saluran napas.
Pada saat berusia 3 minggu, Millie pun pernah hampir menghadapi kematian dan berada dalam perawatan intensif karena mengalami kesulitan bernapas.
Bayi Millie itu pun harus menggunakan tabung trakeostomi yang dipasang dalam operasi selama tujuh jam, yang memungkinkannya untuk bernapas, tetapi hal itu membuatnya tak bisa mengeluarkan suara.
Kedua orangtuanya, Michelle (37 tahun) dan Stuart (36 tahun), merasa sangat hancur dan takut bahwa putrinya tidak akan pernah bernapas secara bebas, apalagi berbicara atau tersenyum.
"Salah satu yang paling menyedihkan itu tidak bisa memberinya dan merawatnya, serta tidak pernah mendengarkannya menangis atau membuat suara. Tumor itu tumbuh di mana-mana, yang membuatnya tidak bisa mengisap, menelan, bernapas pada saat yang sama," jelas Michelle Field, yang berasal dari Rochford, Essex, seperti dilansir Dailymail
Menurut Michelle, semuanya terjadi begitu cepat. Ia dan suaminya tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Dokter di Great Ormond Street Hospital, London, pernah memberi Millie steroid yang kuat untuk mengecilkan tumor, tetapi itu tidak banyak berpengaruh.
Dan ketika putrinya masih terbaring sakit parah di rumah sakit selama 6 bulan, Michelle mendengar tentang sebuah percobaan obat di Prancis untuk propanolol, beta-blocker yang secara tradisional digunakan untuk mengobati kondisi hipertensi dan jantung, yang telah ditunjukkan untuk mengecilkan hemangioma.
"Kami mendiskusikannya dengan dokter kulit Millie dan dengan dokter THT serta dan spesialis tenggorokan. Tetapi pada waktu itu karena Millie mengalami pneumonia dan masalah pernapasan, mereka tidak berpikir itu adalah ide yang baik. Tapi pada akhirnya kami harus mencobanya. Dia membutuhkan morfin secara teratur hanya untuk membuat nyaman dirinya. Dia tidak memiliki kualitas hidup dan hanya semakin parah dan lebih buruk," jelas Michelle.
Spekulasinya berhasil. Kondisi Millie mulai membaik dengan segera, tanda lahir mulai menyusut dan memudar, dan dalam waktu seminggu ia sudah diizinkan pulang dari rumah sakit.
"Ini benar-benar mengubah hidupnya. Tumor benar-benar sakit dan dia tidak pernah suka disentuh atau dipegang karena memberikan rasa sakitnya begitu besar. Tapi kemudian kami bisa berciuman dan berpelukan, dan dalam beberapa hari ia mampu menggerakkan kepalanya," kenang Millie.
Namun, pertempuran Millie masih jauh dari selesai. Tumor telah menyebabkan kerusakan sehingga ia harus memiliki saluran napas baru yang dibuat menggunakan sepotong tulang rawan tulang rusuk tahun lalu.
Dia berhenti minum obat Agustus lalu setelah dua tahun pengobatan, dan bulan ini akan menjalani operasi untuk merekonstruksi bibirnya.
Millie yang kini sudah berusia 3 tahun pun sudah dapat tersenyum lebar, walaupun ia masih memiliki beberapa masalah pada kemampuan bicara karena kerusakan pada mulutnya.
Tanda lahir Millie diidentifikasikan sebagai hemangioma, yaitu tanda lahir yang disebabkan oleh tumor jinak dari pembuluh darah di kulit. Tanda lahir ini tumbuh dengan cepat dan pada kasus berat seperti yang dialami Millie dapat memblok saluran napas.
Pada saat berusia 3 minggu, Millie pun pernah hampir menghadapi kematian dan berada dalam perawatan intensif karena mengalami kesulitan bernapas.
Bayi Millie itu pun harus menggunakan tabung trakeostomi yang dipasang dalam operasi selama tujuh jam, yang memungkinkannya untuk bernapas, tetapi hal itu membuatnya tak bisa mengeluarkan suara.
Kedua orangtuanya, Michelle (37 tahun) dan Stuart (36 tahun), merasa sangat hancur dan takut bahwa putrinya tidak akan pernah bernapas secara bebas, apalagi berbicara atau tersenyum.
"Salah satu yang paling menyedihkan itu tidak bisa memberinya dan merawatnya, serta tidak pernah mendengarkannya menangis atau membuat suara. Tumor itu tumbuh di mana-mana, yang membuatnya tidak bisa mengisap, menelan, bernapas pada saat yang sama," jelas Michelle Field, yang berasal dari Rochford, Essex, seperti dilansir Dailymail
Menurut Michelle, semuanya terjadi begitu cepat. Ia dan suaminya tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Dokter di Great Ormond Street Hospital, London, pernah memberi Millie steroid yang kuat untuk mengecilkan tumor, tetapi itu tidak banyak berpengaruh.
Dan ketika putrinya masih terbaring sakit parah di rumah sakit selama 6 bulan, Michelle mendengar tentang sebuah percobaan obat di Prancis untuk propanolol, beta-blocker yang secara tradisional digunakan untuk mengobati kondisi hipertensi dan jantung, yang telah ditunjukkan untuk mengecilkan hemangioma.
"Kami mendiskusikannya dengan dokter kulit Millie dan dengan dokter THT serta dan spesialis tenggorokan. Tetapi pada waktu itu karena Millie mengalami pneumonia dan masalah pernapasan, mereka tidak berpikir itu adalah ide yang baik. Tapi pada akhirnya kami harus mencobanya. Dia membutuhkan morfin secara teratur hanya untuk membuat nyaman dirinya. Dia tidak memiliki kualitas hidup dan hanya semakin parah dan lebih buruk," jelas Michelle.
Spekulasinya berhasil. Kondisi Millie mulai membaik dengan segera, tanda lahir mulai menyusut dan memudar, dan dalam waktu seminggu ia sudah diizinkan pulang dari rumah sakit.
"Ini benar-benar mengubah hidupnya. Tumor benar-benar sakit dan dia tidak pernah suka disentuh atau dipegang karena memberikan rasa sakitnya begitu besar. Tapi kemudian kami bisa berciuman dan berpelukan, dan dalam beberapa hari ia mampu menggerakkan kepalanya," kenang Millie.
Namun, pertempuran Millie masih jauh dari selesai. Tumor telah menyebabkan kerusakan sehingga ia harus memiliki saluran napas baru yang dibuat menggunakan sepotong tulang rawan tulang rusuk tahun lalu.
Dia berhenti minum obat Agustus lalu setelah dua tahun pengobatan, dan bulan ini akan menjalani operasi untuk merekonstruksi bibirnya.
Millie yang kini sudah berusia 3 tahun pun sudah dapat tersenyum lebar, walaupun ia masih memiliki beberapa masalah pada kemampuan bicara karena kerusakan pada mulutnya.
Inilah Bayi Yang Lahir Tanpa Memiliki Darah di Tubuhnya
@Ikadanews.info - Inilah Bayi Yang Lahir Tanpa Memiliki Darah di Tubuhnya - Saat lahir, dia bak hantu. Kulitnya sangat putih dan pucat. Olivia Norton, nama bayi itu, belakangan diketahui sebagai penderita kasus anemia parah pada bayi yang baru lahir. Jumlah hemoglobin dalam sel darah merahnya terlalu rendah untuk digolongkan sebagai darah.
Ia mengalami kondisi langka. Sistem peredaran darahnya menyatu dengan sistem peredaran darah ibunya. Olivia memiliki tingkat hemoglobin tiga, bukan rata-rata 18 seperti orang normal.
Dua jam setelah persalinannya, transfusi darah segera dilakukan. Segera setelah itu pipinya bersemu merah muda. Kini Olivia dinyatakan sehat dan berusia 6 bulan.
Kemarin Louise Bearman, ibunya, menceritakan keterkejutannya pada kondisi tidak biasa yang akan ditulis ke dalam sebuah buku teks medis. "Olivia adalah bayi pertama saya. Jadi saya tidak benar-benar tahu apa yang semestinya terjadi pada bayi yang baru lahir," kata dia.
Bearman mengatakan dia dan pasangannya, Paul Norton, 36 tahun, melihat Olivia tiba-tiba berhenti menendang enam minggu sebelum dia dijadwalkan lahir. Setelah tiga hari tanpa gerakan, mereka pergi ke Broomfield Hospital di Chelmsford, dan dokter memerintahkan operasi segera.
Kondisi yang dialami Olivia dikenal sebagai perdarahan fetomaternal, yang terjadi pada satu dari 5.000 kehamilan. Hal ini dapat spontan atau sebagai akibat dari trauma.
"Saya ingin ibu hamil menyadari betapa pentingnya gerakan bayi untuk memastikan kesehatan mereka. Anda harus percaya dengan naluri keibuan Anda," ujarnya.
Ia mengalami kondisi langka. Sistem peredaran darahnya menyatu dengan sistem peredaran darah ibunya. Olivia memiliki tingkat hemoglobin tiga, bukan rata-rata 18 seperti orang normal.
Dua jam setelah persalinannya, transfusi darah segera dilakukan. Segera setelah itu pipinya bersemu merah muda. Kini Olivia dinyatakan sehat dan berusia 6 bulan.
Kemarin Louise Bearman, ibunya, menceritakan keterkejutannya pada kondisi tidak biasa yang akan ditulis ke dalam sebuah buku teks medis. "Olivia adalah bayi pertama saya. Jadi saya tidak benar-benar tahu apa yang semestinya terjadi pada bayi yang baru lahir," kata dia.
Bearman mengatakan dia dan pasangannya, Paul Norton, 36 tahun, melihat Olivia tiba-tiba berhenti menendang enam minggu sebelum dia dijadwalkan lahir. Setelah tiga hari tanpa gerakan, mereka pergi ke Broomfield Hospital di Chelmsford, dan dokter memerintahkan operasi segera.
Kondisi yang dialami Olivia dikenal sebagai perdarahan fetomaternal, yang terjadi pada satu dari 5.000 kehamilan. Hal ini dapat spontan atau sebagai akibat dari trauma.
"Saya ingin ibu hamil menyadari betapa pentingnya gerakan bayi untuk memastikan kesehatan mereka. Anda harus percaya dengan naluri keibuan Anda," ujarnya.
Renungan Foto : Mereka yang Terlahir di "Neraka"
@Ikadanews.info - Renungan Foto : Mereka yang Terlahir di "Neraka" - Ketidakstabilan politik Afghanistan membuat pemerintah Pakistan dan PBB pada Maret 2009 membuat kesepakatan. Kedua pihak menyepakati, 1,7 juta pengungsi dari Afghanistan dapat terus berlindung di Pakistan setidaknya sampai 2012. Dalam kesehariannya, ribuan di antara para pengungsi ini tidak mendapatkan fasilitas yang cukup. Dan untuk kesekian kali, anak-anak menjadi pihak yang paling dirugikan. Tidak adanya fasilitas belajar yang memadai, membuat mereka menjadi generasi tanpa masa depan.
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Zeenat Selab (4) berjalan di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Senin (17/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen.
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Zeenat Selab (4) berjalan di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Senin (17/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen.
Subscribe to:
Posts (Atom)






















