Sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak
yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan
bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi
keselamatannya.
Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.
Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan
ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta
berkembang biak bersama dengan manusia.
“Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan
berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC, 30 Juni 2011.
“Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan
mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.
Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat
kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di
Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun
kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap
orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.
Peneliti menggunakan topeng ‘penjahat’ atau topeng yang mereka pakai
saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan
menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan
terhadap para tersebut.
Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak ‘memarahi’
orang yang menggunakan topeng penjahat. Mereka mengganggu orang itu
dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak
yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung
dan mengerumuni ‘penjahat’ tersebut.
Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen menyerang orang yang
memakai topeng penjahat. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali
lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan
terhadap gagak.
Marzluff menyebutkan, kawasan di mana gagak menyerang manusia yang
menggunakan topeng ‘penjahat’ juga semakin meluas. Namun demikian, tidak
ada perubahan pada perilaku gagak terhadap manusia yang menggunakan
topeng ‘baik-baik’.
SUMBER
Cari Artikel Disini
Home » lentera
Showing posts with label lentera. Show all posts
Showing posts with label lentera. Show all posts
Kisah-kisah perceraian dengan alasan yang aneh
Bagaimana pendapat Anda tentang istri yang minta cerai dengan alasan
suaminya terlalu cinta pada kebersihan? Mungkin kita akan mengumpatnya
habis-habisan, "Dikasih suami bersihan kok nggak bersyukur...". Namun,
ternyata ada lho kejadian nyata seperti itu. Setidaknya itulah yang
dialami seorang pria Jerman pada April 2009 lalu.
Istrinya tega menceraikannya karena sudah kelewat jenuh dengan sifat suaminya yang terlalu bersih. Mereka telah melewati waktu 15 tahun bersama, namun kesabaran sang istri habis takkala suaminya memutuskan membangun ulang salah satu tembok di rumah hanya karena tembok sebelumnya tampak begitu kotor.
Selain kisah di atas, di bawah ini masih ada lagi 9 kasus perceraian lain yang tak kalah anehnya. Mari kita simak bersama.
1. Sudah pisah ranjang saat awal menikah
Pengadilan Tainan (Taiwan) mengabulkan tuntutan cerai seorang suami karena istrinya 'terlalu malu' untuk mengakui pernikahan mereka, bahkan setelah pernikahan tersebut berjalan setahun lamanya. Guru berusia 39 tahun ini berkenalan dengan istrinya (30) melalui jasa mak comblang. Setelah Chen dan Lin, begitu panggilan keduanya, pacaran selama 3 bulan, akhirnya mereka memutuskan menikah.
Namun Lin menolak menjalani pernikahannya dengan wajar. Saat malam pertama, Lin tidur dalam keadaan berpakaian 'penuh' dengan selimut menutupi tubuhnya. Ketika Chen berusaha untuk tidur dengannya, Lin mendorongnya jauh-jauh sambil berteriak, "Konyol sekali kau ini!", dan Lin juga pulang ke rumah orang tuanya pada keesokan harinya.
Melalui mak comblang yang mengenalkan mereka, Lin mengaku menandatangani kontrak setuju menikah hanya karena masalah penghidupan dan dia juga minta agar dia dan suaminya tidur secara terpisah. Namun bagaimana pun juga, maksud Lin jelas tak tercapai sebab Chen yang tak tahan akhirnya mengajukan cerai. Lin mengaku pada pengadilan bahwa dia menolak menjalani malam pertama karena merasa lelah dan sakit. Akan tetapi hakim tetap menganggap bahwa adalah hal yang aneh jika Lin minta pisah ranjang sejak ia menikah.
Hakim juga meminta Lin memberikan NT$300 ribu (sekitar Rp90 juta) pada Chen sebagai ganti rugi atas pembelian apartemen, mas kawin, dan rasa malu akibat pernikahan yang gagal karena alasan sepele.
2. Suami ngintip wajah istrinya
Seorang wanita Saudi menuntut cerai pada 2008 lalu karena suaminya berusaha mengintip wajahnya. Anehnya, pernikahan mereka pada waktu itu telah memasuki usia ke-30. Mungkin rasa penasaran yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun yang membuat sang suami akhirnya tidak tahan dan benar-benar ingin tahu seperti apa sih wajah sang istri.
Setelah ketahuan berusaha membuka cadar istrinya selagi ia tidur, sang suami minta maaf dan berjanji takkan mengulanginya. Namun sayangnya, sang istri yang selama ini hanya memperlihatkan matanya saja tetap bersikeras untuk bercerai. Ah, jadi penasaran, sebenarnya wajah sang istri ini kelewat cantik atau kebalikannya ya?
3. Nasehat seekor beo
Sembilan tahun silam, seorang wanita asal China mengajukan permohonan cerai setelah burung mynah peliharaannya mengatakan kata-kata yang cukup aneh di pendengarannya. Burung itu dikabarkan mengucapkan kata-kata seperti: "Cerai", "Aku cinta kamu", dan "Sabar dong!".
Menurut surat kabar Xinmin Evening, dari ocehan burung tersebut, sang istri menduga ada sesuatu yang salah. Kemudian diketahui bahwa rupanya burung itu belajar kosakata barunya dari telepon gelap suaminya saat berbicara dengan WIL, selagi sang istri berkunjung ke rumah orang tuanya. Sang istri pun membawa kasus sekaligus 'saksinya' ke pengadilan, dengan harapan bahwa ini bisa menjadi bukti kuat bahwa suaminya memang selingkuh dan ia ingin bercerai.
4. Selingkuh dengan tetangga
Seorang nenek asal Jerman berusia 84 tahun menceraikan suaminya (82) setelah 60 tahun kebersamaan mereka karena sang suami ketahuan berhubungan seks dengan wanita lain di tempat kerjanya. Kisah perselingkuhan ini tersibak saat kedua pasangan gelap tersebut lupa menutup tirai saat sedang asyik melakukan quickie di salah satu sudut kantor. Saat tahu kenakalan suaminya, Ruth langsung mengusir kakek tua itu pergi, dan anehnya, kakek itu kemudian memutuskan untuk tinggal bersama selingkuhannya yang rumahnya hanya berjarak 2 pintu dari rumah Ruth.
5. Bohong tentang umur
Luo yang berbohong tentang umurnya akhirnya harus merasakan akibat dari bibir dustanya sendiri. Setelah 10 tahun menikah, sang suami nekat menceraikan Luo karena menganggap dirinya telah ditipu. Luo sendiri mengaku masih 24 tahun saat ia dilamar, padahal umurnya saat itu sudah mencapai 30 tahun.
6. Tak ingin makan siang dengan ibu mertua lagi
Wanita asal Focsani (Roma) minta cerai tahun 2005 lalu dengan alasan dia sudah tidak tahan karena harus makan siang bersama ibu mertuanya...setiap hari. Wanita (23) yang baru menikah 10 bulan itu mengaku bahwa hidupnya terasa seperti di neraka karena keberadaan ibu mertuanya. Elena T mengatakan pada sidang bahwa hal tersebut adalah alasan utamanya minta cerai. Meski begitu, pengadilan menasehati agar dia mencari alasan yang lebih baik lagi jika ingin cerai dari suaminya.
7. Pasangan lebih menafkahi hewan liar
Seorang pensiunan Roma mengajukan cerai terhadap suaminya setelah 50 tahun pernikahan mereka karena dia merasa jenuh dengan tingkah suaminya yang suka menghabiskan masa pensiun dengan memberi makan hewan-hewan jalanan. Eliza Barbu (71) mengatakan suaminya rutin memberi sisa makanan selama beberapa tahun belakangan pada sepasang anjing liar.
Namun, ketika jumlah asuhan suaminya berkembang menjadi 20 hewan dan sang suami memberi hewan-hewan itu makan hingga 3 kali sehari, maka Eliza pun mencapai titik jenuhnya. Pasalnya, akibat ulah sang suami, tidak ada lagi makanan yang tersisa untuk mereka berdua.
Eliza mengatakan dirinya tak bisa lagi menerima kenyataan bahwa mereka harus kelaparan karena uang pensiunan yang ada habis untuk makanan anjing di sekitar rumah. Apalagi makin banyak saja anjing yang datang setiap harinya.
8. Suami ngotot promosi Olimpiade Beijing
Pria ini diceraikan istrinya 2 tahun lalu karena dia memutuskan berlari melintasi China untuk mendukung Olimpiade di Beijing. Wang Yueting (57) dari kota Chuzhou (provinsi Anhui) menjual apartemennya untuk mendanai 'pelariannya'. Dia menghabiskan uang tersebut untuk sebuah van dan 6 orang lainnya yang merupakan satu tim pendukung dengannya. Istri Wang mengancam akan mengajukan cerai jika suaminya tetap pergi, dan akhirnya terjadilah perpisahan itu.
9. Karena Mr.P patah
Seorang pria dituntut cerai oleh istrinya setelah sang istri mendapati Mr.P suaminya palsu. Hal ini terkuak ketika mereka sedang berhubungan seks. Sang suami, Grigory Toporov (48), mengatakan bahwa dia tidak tahu seberapa besar Mr P yang diinginkan istrinya, sehingga ia melakukan 'sambungan' Mr.P. Namun, istrinya justru kaget dan ketakutan saat Mr. P suaminya patah saat mereka sedang asyik melakukan aksi panas. Greg mengatakan akan melakukan extension Mr. P lagi, namun sang istri sudah terlanjur jenuh dengan kegagalannya saat di ranjang dan dia tetap minta cerai. Aneh-aneh saja!(sumber)
Istrinya tega menceraikannya karena sudah kelewat jenuh dengan sifat suaminya yang terlalu bersih. Mereka telah melewati waktu 15 tahun bersama, namun kesabaran sang istri habis takkala suaminya memutuskan membangun ulang salah satu tembok di rumah hanya karena tembok sebelumnya tampak begitu kotor.
Selain kisah di atas, di bawah ini masih ada lagi 9 kasus perceraian lain yang tak kalah anehnya. Mari kita simak bersama.
1. Sudah pisah ranjang saat awal menikah
Pengadilan Tainan (Taiwan) mengabulkan tuntutan cerai seorang suami karena istrinya 'terlalu malu' untuk mengakui pernikahan mereka, bahkan setelah pernikahan tersebut berjalan setahun lamanya. Guru berusia 39 tahun ini berkenalan dengan istrinya (30) melalui jasa mak comblang. Setelah Chen dan Lin, begitu panggilan keduanya, pacaran selama 3 bulan, akhirnya mereka memutuskan menikah.
Namun Lin menolak menjalani pernikahannya dengan wajar. Saat malam pertama, Lin tidur dalam keadaan berpakaian 'penuh' dengan selimut menutupi tubuhnya. Ketika Chen berusaha untuk tidur dengannya, Lin mendorongnya jauh-jauh sambil berteriak, "Konyol sekali kau ini!", dan Lin juga pulang ke rumah orang tuanya pada keesokan harinya.
Melalui mak comblang yang mengenalkan mereka, Lin mengaku menandatangani kontrak setuju menikah hanya karena masalah penghidupan dan dia juga minta agar dia dan suaminya tidur secara terpisah. Namun bagaimana pun juga, maksud Lin jelas tak tercapai sebab Chen yang tak tahan akhirnya mengajukan cerai. Lin mengaku pada pengadilan bahwa dia menolak menjalani malam pertama karena merasa lelah dan sakit. Akan tetapi hakim tetap menganggap bahwa adalah hal yang aneh jika Lin minta pisah ranjang sejak ia menikah.
Hakim juga meminta Lin memberikan NT$300 ribu (sekitar Rp90 juta) pada Chen sebagai ganti rugi atas pembelian apartemen, mas kawin, dan rasa malu akibat pernikahan yang gagal karena alasan sepele.
2. Suami ngintip wajah istrinya
Seorang wanita Saudi menuntut cerai pada 2008 lalu karena suaminya berusaha mengintip wajahnya. Anehnya, pernikahan mereka pada waktu itu telah memasuki usia ke-30. Mungkin rasa penasaran yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun yang membuat sang suami akhirnya tidak tahan dan benar-benar ingin tahu seperti apa sih wajah sang istri.
Setelah ketahuan berusaha membuka cadar istrinya selagi ia tidur, sang suami minta maaf dan berjanji takkan mengulanginya. Namun sayangnya, sang istri yang selama ini hanya memperlihatkan matanya saja tetap bersikeras untuk bercerai. Ah, jadi penasaran, sebenarnya wajah sang istri ini kelewat cantik atau kebalikannya ya?
3. Nasehat seekor beo
Sembilan tahun silam, seorang wanita asal China mengajukan permohonan cerai setelah burung mynah peliharaannya mengatakan kata-kata yang cukup aneh di pendengarannya. Burung itu dikabarkan mengucapkan kata-kata seperti: "Cerai", "Aku cinta kamu", dan "Sabar dong!".
Menurut surat kabar Xinmin Evening, dari ocehan burung tersebut, sang istri menduga ada sesuatu yang salah. Kemudian diketahui bahwa rupanya burung itu belajar kosakata barunya dari telepon gelap suaminya saat berbicara dengan WIL, selagi sang istri berkunjung ke rumah orang tuanya. Sang istri pun membawa kasus sekaligus 'saksinya' ke pengadilan, dengan harapan bahwa ini bisa menjadi bukti kuat bahwa suaminya memang selingkuh dan ia ingin bercerai.
4. Selingkuh dengan tetangga
Seorang nenek asal Jerman berusia 84 tahun menceraikan suaminya (82) setelah 60 tahun kebersamaan mereka karena sang suami ketahuan berhubungan seks dengan wanita lain di tempat kerjanya. Kisah perselingkuhan ini tersibak saat kedua pasangan gelap tersebut lupa menutup tirai saat sedang asyik melakukan quickie di salah satu sudut kantor. Saat tahu kenakalan suaminya, Ruth langsung mengusir kakek tua itu pergi, dan anehnya, kakek itu kemudian memutuskan untuk tinggal bersama selingkuhannya yang rumahnya hanya berjarak 2 pintu dari rumah Ruth.
5. Bohong tentang umur
Luo yang berbohong tentang umurnya akhirnya harus merasakan akibat dari bibir dustanya sendiri. Setelah 10 tahun menikah, sang suami nekat menceraikan Luo karena menganggap dirinya telah ditipu. Luo sendiri mengaku masih 24 tahun saat ia dilamar, padahal umurnya saat itu sudah mencapai 30 tahun.
6. Tak ingin makan siang dengan ibu mertua lagi
Wanita asal Focsani (Roma) minta cerai tahun 2005 lalu dengan alasan dia sudah tidak tahan karena harus makan siang bersama ibu mertuanya...setiap hari. Wanita (23) yang baru menikah 10 bulan itu mengaku bahwa hidupnya terasa seperti di neraka karena keberadaan ibu mertuanya. Elena T mengatakan pada sidang bahwa hal tersebut adalah alasan utamanya minta cerai. Meski begitu, pengadilan menasehati agar dia mencari alasan yang lebih baik lagi jika ingin cerai dari suaminya.
7. Pasangan lebih menafkahi hewan liar
Seorang pensiunan Roma mengajukan cerai terhadap suaminya setelah 50 tahun pernikahan mereka karena dia merasa jenuh dengan tingkah suaminya yang suka menghabiskan masa pensiun dengan memberi makan hewan-hewan jalanan. Eliza Barbu (71) mengatakan suaminya rutin memberi sisa makanan selama beberapa tahun belakangan pada sepasang anjing liar.
Namun, ketika jumlah asuhan suaminya berkembang menjadi 20 hewan dan sang suami memberi hewan-hewan itu makan hingga 3 kali sehari, maka Eliza pun mencapai titik jenuhnya. Pasalnya, akibat ulah sang suami, tidak ada lagi makanan yang tersisa untuk mereka berdua.
Eliza mengatakan dirinya tak bisa lagi menerima kenyataan bahwa mereka harus kelaparan karena uang pensiunan yang ada habis untuk makanan anjing di sekitar rumah. Apalagi makin banyak saja anjing yang datang setiap harinya.
8. Suami ngotot promosi Olimpiade Beijing
Pria ini diceraikan istrinya 2 tahun lalu karena dia memutuskan berlari melintasi China untuk mendukung Olimpiade di Beijing. Wang Yueting (57) dari kota Chuzhou (provinsi Anhui) menjual apartemennya untuk mendanai 'pelariannya'. Dia menghabiskan uang tersebut untuk sebuah van dan 6 orang lainnya yang merupakan satu tim pendukung dengannya. Istri Wang mengancam akan mengajukan cerai jika suaminya tetap pergi, dan akhirnya terjadilah perpisahan itu.
9. Karena Mr.P patah
Seorang pria dituntut cerai oleh istrinya setelah sang istri mendapati Mr.P suaminya palsu. Hal ini terkuak ketika mereka sedang berhubungan seks. Sang suami, Grigory Toporov (48), mengatakan bahwa dia tidak tahu seberapa besar Mr P yang diinginkan istrinya, sehingga ia melakukan 'sambungan' Mr.P. Namun, istrinya justru kaget dan ketakutan saat Mr. P suaminya patah saat mereka sedang asyik melakukan aksi panas. Greg mengatakan akan melakukan extension Mr. P lagi, namun sang istri sudah terlanjur jenuh dengan kegagalannya saat di ranjang dan dia tetap minta cerai. Aneh-aneh saja!(sumber)
Kisah Mantan Pemimpin Yakuza Jadi Tukang Tatto
@Ikadanews - Kisah Mantan Pemimpin Yakuza Jadi Tukang Tatto - Tatto dari anggota mafia asal Asia, Yakuza, terlihat berbeda dengan tatto umumnya dan memiliki bentuk yang menyerupai sebuah kimono. Hal itulah yang membuat seorang mantan pimpinan Yakuza beralih profesi menjadi tukang tatto.
Horiyoshi III sudah cukup lama berkecimpung di organisasi kriminal asal Jepang. Namun pria yang mahir membuat tatto itu mencoba untuk menghilangkan citra buruk dari tatto, yang selalu dikaitkan dengan kriminalitas.
"Tatto memiliki citra buruk di manapun, terutama di Jepang. Banyak warga yang menilai, tatto adalah suatu yang mencerminkan kriminalitas dan banyak warga Jepang yang takut dengan tatto," ujar Horiyoshi III, seperti dikutip Daily Mail, Minggu (17/6/2012).
Tantangan yang dihadapi Horiyoshi III terlihat cukup sulit, namun baginya, kulit tetap menjadi sebuah kanvas untuk melukiskan mitos-mitos dan legenda Jepang. Seniman itu terinspirasi dengan Hokusai, seorang seniman yang pernah menggambar tsunami dan Gunung Fuji.
Murid Horiyoshi pun mengatakan, ada keunikan dan perbedaan yang cukup mencolok antara tatto Barat dan Asia. Di Barat, tatto umumnya dikaitkan dengan hasrat atau sikap dari individu pemilik tatto. Namun di Jepang, individualitas tidaklah penting.
Bagi warga Jepang, tatto digunakan sebagai identitas kelompok. Sebuah kelompok atau organisasi pun, memiliki satu orang pen-tatto, seperti halnya yang dilakukan Horiyoshi III.
Hingga saat ini, banyak warga Jepang yang bertatto dilarang untuk memasuki sejumlah pusat rekreasi di Jepang dan pusat kebugaran, seperti halnya pemandian air panas dan lainnya. Mereka yang bertatto juga sulit untuk mendapat pekerjaan.
Kisah Para Korban Selamat Dari Kecelakaan Pesawat
1. Pada Januari 1972, pramugari Serbia berumur 22 tahun terlempar 33.000 kaki di bagian ekor pesawat setelah pesawatnya meledak di udara. Vesna Vulovic mendarat di salju di wilayah Czechoslavakia dan bertahan dengan dua kakinya yang patah.
2. Juliane Koepcke jatuh dua mil ke dalam hutan hujan Amazon setelah pesawat yang ditumpanginya tersambar petir di atas Peru pada malam Natal tahun 1971. Angin lambung menyebabkan dia terlempar bersama kursinya. Koepche kemudian menghabiskan 11 hari di hutan dengan tulang patah sebelum diselamatkan oleh penjaga hutan.
3. George Lamson Jr, 17 tahun, adalah satu-satunya penumpang yang selamat ketika Galaxy Airlines Lockheed Electra jatuh ketika mencoba untuk melakukan pendaratan darurat di Januari 1985. Penerbangan pesawat carter ini telah berusaha untuk kembali ke bandara di Reno Nevada setelah menemukan adanya ketidak beresan pada pesawat.
George terlempar dari pesawat dengan kursinya dan dilaporkan tetap dalam keadaan sadar. Seluruh 6 awak dan 65 penumpang termasuk ayahnya meninggal.
4. Cecilia Cichan, 4 tahun, adalah satu-satunya yang selamat setelah penerbangan yang membawa 149 penumpang jatuh di jalan raya Detroit di Amerika Serikat. Ibu Cecilia meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut di Agustus 1987
5. Annette Herfkens, 31 tahun, selamat ketika Vietnam Airlines Yak 40 yang ditumpanginya menabrak sebuah gunung di dekat Nha Trang pada November 1992. Dia bertahan hidup dan terperangkap dalam badan pesawat dan hanya minum air hujan tiba penyelamat datang delapan hari kemudian. Herfkens mendengar teriakan dari korban lainnya, tetapi mereka telah meninggal sebelum tim SAR datang.
6. Erika Delgado,9 tahun, Gadis Colombia ini bertahan hidup dengan lengan patah ketika pesawat Intercontinental DC-9 jatuh sebelum mendarat di bandara Cartagena. Orang tuanya dan adik meninggal dalam kecelakaan di Januari 1995 tersebut. Seorang penggembala menemukannya di tumpukan rumput laut setelah pesawat itu jatuh menabrak tambak dan mengapung di laguna.
7. Mohamed al-Fateh, 3 tahun, kehilangan bagian dari kaki kanannya dan menderita luka bakar. Ia adalah satu-satunya yang selamat di antara 115 penumpang dan awak pesawat Sudan Airways yang terjatuh dalam penerbangan pada bulan Juli 2003. Seorang pengelana dilaporkan telah menemukan dia berbaring di semak setelah kecelakaan pesawat dan segera melarikannya ke Pelabuhan Sudan.
Sumber
2. Juliane Koepcke jatuh dua mil ke dalam hutan hujan Amazon setelah pesawat yang ditumpanginya tersambar petir di atas Peru pada malam Natal tahun 1971. Angin lambung menyebabkan dia terlempar bersama kursinya. Koepche kemudian menghabiskan 11 hari di hutan dengan tulang patah sebelum diselamatkan oleh penjaga hutan.
3. George Lamson Jr, 17 tahun, adalah satu-satunya penumpang yang selamat ketika Galaxy Airlines Lockheed Electra jatuh ketika mencoba untuk melakukan pendaratan darurat di Januari 1985. Penerbangan pesawat carter ini telah berusaha untuk kembali ke bandara di Reno Nevada setelah menemukan adanya ketidak beresan pada pesawat.
George terlempar dari pesawat dengan kursinya dan dilaporkan tetap dalam keadaan sadar. Seluruh 6 awak dan 65 penumpang termasuk ayahnya meninggal.
4. Cecilia Cichan, 4 tahun, adalah satu-satunya yang selamat setelah penerbangan yang membawa 149 penumpang jatuh di jalan raya Detroit di Amerika Serikat. Ibu Cecilia meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut di Agustus 1987
5. Annette Herfkens, 31 tahun, selamat ketika Vietnam Airlines Yak 40 yang ditumpanginya menabrak sebuah gunung di dekat Nha Trang pada November 1992. Dia bertahan hidup dan terperangkap dalam badan pesawat dan hanya minum air hujan tiba penyelamat datang delapan hari kemudian. Herfkens mendengar teriakan dari korban lainnya, tetapi mereka telah meninggal sebelum tim SAR datang.
6. Erika Delgado,9 tahun, Gadis Colombia ini bertahan hidup dengan lengan patah ketika pesawat Intercontinental DC-9 jatuh sebelum mendarat di bandara Cartagena. Orang tuanya dan adik meninggal dalam kecelakaan di Januari 1995 tersebut. Seorang penggembala menemukannya di tumpukan rumput laut setelah pesawat itu jatuh menabrak tambak dan mengapung di laguna.
7. Mohamed al-Fateh, 3 tahun, kehilangan bagian dari kaki kanannya dan menderita luka bakar. Ia adalah satu-satunya yang selamat di antara 115 penumpang dan awak pesawat Sudan Airways yang terjatuh dalam penerbangan pada bulan Juli 2003. Seorang pengelana dilaporkan telah menemukan dia berbaring di semak setelah kecelakaan pesawat dan segera melarikannya ke Pelabuhan Sudan.
Sumber
Inilah Kisah Sultan HB IX Buat Pingsan Pedagang Beras
@Ikadanews - Inilah Kisah Sultan HB IX Buat Pingsan Pedagang Beras - Sultan Hamengku Buwono IX terkenal merakyat. Banyak kisah menarik yang terjadi antara Sultan dan masyarakat Yogyakarta. Sultan bahkan membuat seorang wanita pedagang beras pingsan.
Hal ini pernah disaksikan langsung oleh SK Trimurti, istri dari Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi. Dalam buku ‘Takhta Untuk Rakyat’ wanita yang merupakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya mengalami langsung sikap ringan tangan Sultan.
Kejadiannya berlangsung pada tahun 1946, ketika pemerintah Republik Indonesia pindah ke Jogjakarta. Saat itu, Trimurti dari Jalan Malioboro ke utara menuju ke rumahnya di Jalan Pakuningratan (Utara Tugu). Dia penasaran dengan kerumunan yang ada. Setelah ditanyakan, ternyata ada wanita pedagang yang jatuh pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun bukan karena wanita yang jatuh pingsan di pasar, melainkan penyebab wanita itu jatuh pingsan.
Ceritanya berawal ketika wanita pedagang beras ini memberhentikan jip untuk menumpang ke pasar Kranggan.
Setelah sampai di Pasar Kranggan, sang pedagang wanita ini meminta sang sopir untuk menurunkan semua dagangannya. Setelah selesai dan bersiap untuk membayar jasa, dengan halus, sang sopir menolak pemberian itu. Dengan nada emosi, wanita pedagang ini mengatakan kepada sang sopir, apakah uang yang diberikannya kurang. Tetapi tanpa berkata apapun sang sopir berlalu menuju ke arah selatan.
Seusai kejadian itu, seorang polisi datang menghampiri dan bertanya kepada pedagang wanita itu. “Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?” tanya polisi.
“Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir satu ini agak aneh.” jawab sang wanita dengan nada emosi.
“Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini.” jawab sang polisi.
wanita pedagang itu pingsan setelah mengetahui sopir yang dimarahinya karena menolak menerima uang imbalan dan membantunya menaikan dan menurunkan barang dagangan, adalah Sultan Hamengku Buwono IX.
Sultan yang gemar menyetir sendiri ini memang senang memberikan tumpangan. Berkali-kali orang yang mau nunut alias numpang terkejut karena yang ditumpanginya adalah mobil Sultan Yogyakarta sekaligus menteri negara. Sultan sendiri cuek-cuek saja. Dia malah senang bisa membantu masyarakat.
Sumber: Vivaforum
Hal ini pernah disaksikan langsung oleh SK Trimurti, istri dari Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi. Dalam buku ‘Takhta Untuk Rakyat’ wanita yang merupakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya mengalami langsung sikap ringan tangan Sultan.
Kejadiannya berlangsung pada tahun 1946, ketika pemerintah Republik Indonesia pindah ke Jogjakarta. Saat itu, Trimurti dari Jalan Malioboro ke utara menuju ke rumahnya di Jalan Pakuningratan (Utara Tugu). Dia penasaran dengan kerumunan yang ada. Setelah ditanyakan, ternyata ada wanita pedagang yang jatuh pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun bukan karena wanita yang jatuh pingsan di pasar, melainkan penyebab wanita itu jatuh pingsan.
Ceritanya berawal ketika wanita pedagang beras ini memberhentikan jip untuk menumpang ke pasar Kranggan.
Setelah sampai di Pasar Kranggan, sang pedagang wanita ini meminta sang sopir untuk menurunkan semua dagangannya. Setelah selesai dan bersiap untuk membayar jasa, dengan halus, sang sopir menolak pemberian itu. Dengan nada emosi, wanita pedagang ini mengatakan kepada sang sopir, apakah uang yang diberikannya kurang. Tetapi tanpa berkata apapun sang sopir berlalu menuju ke arah selatan.
Seusai kejadian itu, seorang polisi datang menghampiri dan bertanya kepada pedagang wanita itu. “Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?” tanya polisi.
“Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir satu ini agak aneh.” jawab sang wanita dengan nada emosi.
“Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini.” jawab sang polisi.
wanita pedagang itu pingsan setelah mengetahui sopir yang dimarahinya karena menolak menerima uang imbalan dan membantunya menaikan dan menurunkan barang dagangan, adalah Sultan Hamengku Buwono IX.
Sultan yang gemar menyetir sendiri ini memang senang memberikan tumpangan. Berkali-kali orang yang mau nunut alias numpang terkejut karena yang ditumpanginya adalah mobil Sultan Yogyakarta sekaligus menteri negara. Sultan sendiri cuek-cuek saja. Dia malah senang bisa membantu masyarakat.
Sumber: Vivaforum
Berikut Kisah kisah Yang Membuktikan Cinta Sejati Itu Ada
@Ikadanews - Berikut Kisah kisah Yang Membuktikan Cinta Sejati Itu Ada - Bagaimana jika cinta sudah tak terbendung dan semua diserahkan? Ternyata
bukan cuma negeri dongeng yang memiliki cinta sejati. Di dunia dari
masa ke masa, cinta sejati ternyata masih eksis. Berikut tiga contoh
kisah nyata bagaimana seorang pria bisa berbuat apapun demi perempuan
yang dicintainya. Bahkan terkadang berbuat ekstrem, di luar nalar dan
kebiasaan pada umumnya. Nah, bagi perempuan yang putus asa pada cinta,
masihkah Anda tak percaya?
Menjadi 'Gila'
Jika Romeo dan Juliet rekaan William Shakespeare menjadi panutan kisah cinta sejati anak manusia, lain halnya kisah Layla dan Majnun. Konon kisah cinta Majnun yang artinya Si Gila (bahasa Arab) bukan sekadar fiksi belaka. Qays ibn al-Mulawwah ibn Muzahim, adalah seorang penyair di tanah Arab. Ia jatuh cinta pada Layla binti Mahdi ibn Sa'd (Layla Al-Aamiriya) yang masih berasal dari satu suku. Qays mulai menulis puisi-puisi indah untuk Layla. Ia pun melamar Layla, tapi ayah Layla menolak karena tidak sesuai dengan adat setempat. Tak lama Layla menikah dengan pria lain. Mendengar itu Qays patah hati berat dan mulai berjalan keliling padang pasir mencari-cari Layla. Ia menuliskan rasa cintanya di pasir dengan tongkat. Layla pindah ke Irak bersama suaminya, hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Qays terpukul dan tak lama ia pun meninggal sekitar tahun 688 AD dekat makam Layla. 'Si Gila' ini sempat menuliskan tiga puisi terindahnya di sebuah batu dekat makam Layla. Perjuangan Majnum tersebar dari mulut ke mulut dan dituliskan dalam bentuk literatur di berbagai negara. Julukan bagi kisah cinta Majnum pada Layla adalah Virgin Love atau cinta yang tak pernah menyatu.
Mendirikan Keajaiban Dunia
Shah Jahan, Kaisar dinasti Mughal, India sangat kehilangan istri tercintanya Arjumand Banu Begum atau lebih dikenal sebagai Muntaz Mahal yang meninggal sangat melahirkan anak ke-14 mereka tahun 1631. Ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk mendirikan bangunan yang terindah di dunia untuk almarhumah istrinya di Agra. Selama 22 tahun hidupnya didedikasikan untuk menyempurnakan bangunan yang diberi nama Taj Mahal. Lebih dari 20,000 pekerja dikerahkan dari seluruh dunia. Tiga arsitek terbaik saat itu ia datangkan dari negeri Persia, Italia, dan Prancis. Seluruh bangunan tertutup batu permata, kristal, topaz, giok, dan batu alam lainnya. Bahkan hingga kini setiap matahari terbit yang menimpa Taj Mahal dipantulkan dengan kilauan indah ke segala penjuru. Tahun 1983 Taj Mahal dilindungi UNESCO sebagai World Heritage Site. Dan tahun 2007 menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia versi baru.
Menyerahkan Tahta
Edward VIII (Edward Albert Christian George Andrew Patrick David) adalah pewaris tahta kerajaan Inggris, the Dominions of the British Commonwealth, dan Emperor of India, dari 20 Januari hingga 11 Desember 1936. Hanya beberapa bulan menjabat, ia mengalami tekanan dari pihak kerajaan karena ingin menikahi socialita Amerika Wallis Simpson, yang sudah pernah menikah dua kali. Alasannya, seorang janda tidak akan pernah bisa menjabat sebagai ratu dan menjadi panutan karena bertolak belakang dengan status Edward sebagai kepala gereja Inggris. Daripada memilih kedudukan dan harta, Edward memilih cinta. Ia menyerahkan tahta kepada adik laki-lakinya Albert yang kemudian bergelar George VI. Ia menjadi raja dengan masa kekuasaan terpendek di sejarah Inggris yaitu hanya 325 hari. Dan bahkan upacara penobatannya pun belum digelar.
Setelah pengunduran dirinya, ia bergelar Duke of Windsor. Menikah dengan Wallis Simpson, perempuan yang dibelanya, di Prancis 3 Juni 1937. Pasangan ini menghabiskan masa tua di Bahamas dan Prancis.
Menjadi 'Gila'
Jika Romeo dan Juliet rekaan William Shakespeare menjadi panutan kisah cinta sejati anak manusia, lain halnya kisah Layla dan Majnun. Konon kisah cinta Majnun yang artinya Si Gila (bahasa Arab) bukan sekadar fiksi belaka. Qays ibn al-Mulawwah ibn Muzahim, adalah seorang penyair di tanah Arab. Ia jatuh cinta pada Layla binti Mahdi ibn Sa'd (Layla Al-Aamiriya) yang masih berasal dari satu suku. Qays mulai menulis puisi-puisi indah untuk Layla. Ia pun melamar Layla, tapi ayah Layla menolak karena tidak sesuai dengan adat setempat. Tak lama Layla menikah dengan pria lain. Mendengar itu Qays patah hati berat dan mulai berjalan keliling padang pasir mencari-cari Layla. Ia menuliskan rasa cintanya di pasir dengan tongkat. Layla pindah ke Irak bersama suaminya, hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Qays terpukul dan tak lama ia pun meninggal sekitar tahun 688 AD dekat makam Layla. 'Si Gila' ini sempat menuliskan tiga puisi terindahnya di sebuah batu dekat makam Layla. Perjuangan Majnum tersebar dari mulut ke mulut dan dituliskan dalam bentuk literatur di berbagai negara. Julukan bagi kisah cinta Majnum pada Layla adalah Virgin Love atau cinta yang tak pernah menyatu.
Mendirikan Keajaiban Dunia
Shah Jahan, Kaisar dinasti Mughal, India sangat kehilangan istri tercintanya Arjumand Banu Begum atau lebih dikenal sebagai Muntaz Mahal yang meninggal sangat melahirkan anak ke-14 mereka tahun 1631. Ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk mendirikan bangunan yang terindah di dunia untuk almarhumah istrinya di Agra. Selama 22 tahun hidupnya didedikasikan untuk menyempurnakan bangunan yang diberi nama Taj Mahal. Lebih dari 20,000 pekerja dikerahkan dari seluruh dunia. Tiga arsitek terbaik saat itu ia datangkan dari negeri Persia, Italia, dan Prancis. Seluruh bangunan tertutup batu permata, kristal, topaz, giok, dan batu alam lainnya. Bahkan hingga kini setiap matahari terbit yang menimpa Taj Mahal dipantulkan dengan kilauan indah ke segala penjuru. Tahun 1983 Taj Mahal dilindungi UNESCO sebagai World Heritage Site. Dan tahun 2007 menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia versi baru.
Menyerahkan Tahta
Edward VIII (Edward Albert Christian George Andrew Patrick David) adalah pewaris tahta kerajaan Inggris, the Dominions of the British Commonwealth, dan Emperor of India, dari 20 Januari hingga 11 Desember 1936. Hanya beberapa bulan menjabat, ia mengalami tekanan dari pihak kerajaan karena ingin menikahi socialita Amerika Wallis Simpson, yang sudah pernah menikah dua kali. Alasannya, seorang janda tidak akan pernah bisa menjabat sebagai ratu dan menjadi panutan karena bertolak belakang dengan status Edward sebagai kepala gereja Inggris. Daripada memilih kedudukan dan harta, Edward memilih cinta. Ia menyerahkan tahta kepada adik laki-lakinya Albert yang kemudian bergelar George VI. Ia menjadi raja dengan masa kekuasaan terpendek di sejarah Inggris yaitu hanya 325 hari. Dan bahkan upacara penobatannya pun belum digelar.
Setelah pengunduran dirinya, ia bergelar Duke of Windsor. Menikah dengan Wallis Simpson, perempuan yang dibelanya, di Prancis 3 Juni 1937. Pasangan ini menghabiskan masa tua di Bahamas dan Prancis.
Sebuah Kisah Tentang Pahitnya Kehidupan
@Ikadanews - Sebuah Kisah Tentang Pahitnya Kehidupan - Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi,
datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak
seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Kisah Menyedihkan Gadis Kecil Yatim Piatu
@Ikadanews - Kisah Menyedihkan Gadis Kecil Yatim Piatu - setetes ilmu lebih berguna dari setumpuk uang
Kisah tentang SEOrang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah SEOrang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki SEOrang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.
Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.
Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan SEOrang bayi kecil yang sedang kedinginanPada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.
Ini adalah kisah SEOrang pemuda yang belum menikah yang membesarkan SEOrang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.
Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki SEOrang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi SEOrang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $300.000.
Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan SEOrang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.
Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, airmata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini".
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena SEOrang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh SEOrang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia.
Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter ada untuk mengobati Yu Yuan. gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada SEOrang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya pengobatan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan yang sangat hebat. Pada permulaan terapi YuYuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan mengeluh.
Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput pernah mendapat kasih sayang SEOrang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak kabar Yu email Selama dua bulan Yu Yuan melakukanterapi dan telah berjuang menerobos sembilan maut Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. akhirnya darah dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol.
Semua orang-orang pun menunggu kabar baik kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu lemah Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante adalah surat wasiat saya. Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yuan telah pemakamannya sendiri. Ini anak yang berumur delapan tahun yang sedang sebuah wasiat dibagi menjadi bagian dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tante Fu Yuan Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih sembilan wartawan. Dibelakang ada enam sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal Tolong,.......dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai tante berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh" Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.
Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan.
Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada SEOrang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............." demikian kata-kata dari SEOrang pemuda tersebut. Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
Kesimpulan: Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. SEOrang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi SEOrang Pengasih.
Kisah tentang SEOrang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah SEOrang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki SEOrang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.
Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.
Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan SEOrang bayi kecil yang sedang kedinginanPada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.
Ini adalah kisah SEOrang pemuda yang belum menikah yang membesarkan SEOrang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.
Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki SEOrang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi SEOrang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $300.000.
Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan SEOrang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.
Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, airmata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini".
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena SEOrang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh SEOrang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia.
Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter ada untuk mengobati Yu Yuan. gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada SEOrang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya pengobatan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan yang sangat hebat. Pada permulaan terapi YuYuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan mengeluh.
Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput pernah mendapat kasih sayang SEOrang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak kabar Yu email Selama dua bulan Yu Yuan melakukanterapi dan telah berjuang menerobos sembilan maut Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. akhirnya darah dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol.
Semua orang-orang pun menunggu kabar baik kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu lemah Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante adalah surat wasiat saya. Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yuan telah pemakamannya sendiri. Ini anak yang berumur delapan tahun yang sedang sebuah wasiat dibagi menjadi bagian dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tante Fu Yuan Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih sembilan wartawan. Dibelakang ada enam sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal Tolong,.......dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai tante berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh" Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.
Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan.
Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada SEOrang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............." demikian kata-kata dari SEOrang pemuda tersebut. Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
Kesimpulan: Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. SEOrang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi SEOrang Pengasih.
Lentera : Kisah Petani Jagung Yang Baik Hati ( Renungan )
@Ikadanews.info - Lentera : Kisah Petani Jagung Yang Baik Hati ( Renungan ) - Di sebuah pedesaan, tempat di mana tanah yang sangat subur dapat menumbuhkan tunas-tunas jagung, ada seorang petani yang berhasil memenangkan kontes pertanian selama bertahun-tahun. Hal ini menarik perhatian seorang wartawan, karena di desa itu ada puluhan petani yang juga memiliki kebun jagung.
Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.
"Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?" tanya sang wartawan.
Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, "Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik."
Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. "Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takut kalah?"
Sang petani terkekeh pelan, "Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini. Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula."
Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin mencapai keberhasilan dalam hidup, maka menolong orang-orang yang dekat dengan kita menjadi awal langkah sukses.
Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.
"Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?" tanya sang wartawan.
Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, "Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik."
Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. "Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takut kalah?"
Sang petani terkekeh pelan, "Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini. Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula."
Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin mencapai keberhasilan dalam hidup, maka menolong orang-orang yang dekat dengan kita menjadi awal langkah sukses.
Sebuah Kisah 2 Anak Selamat dari Titanic Tanpa Orangtua
@Ikadanews.info - Sebuah Kisah 2 Anak Selamat dari Titanic Tanpa Orangtua - Oleh ayah mereka, kakak beradik Michel Navratil, 4, dan Edmond, 2, ditaruh di salah satu sekoci penyelamat terakhir di Titanic, tepat sebelum kapal tersebut tenggelam. Sayangnya, ayah mereka tidak berhasil selamat, sehingga mereka menjadi satu-satunya anak-anak tanpa orangtua da kapal tersebut. Koran-koran kemudian menyebut mereka sebagai 'Louis dan Lola'. Kakak adik ini akhirnya bisa bertemu dengan ibu kandung mereka satu bulan setelah bencana Titanic.
Michel dan Edmond Navratil, usia 4 dan 2, sedang bepergian bersama ayah mereka menuju Amerika menggunakan Titanic. Ayah mereka tidak selamat di kecelakaan kapal tersebut sehingga kakak adik ini menjadi anak-anak yang tak memiliki orangtua atau pengawas, dan sulit diidentifikasi.
Oleh koran-koran saat itu, penyintas Titanic Michel dan Edmond Navratil disebut sebagai 'Louis dan Lola' sebelum kemudian diketahui nama aslinya.
Michel dan Edmon Navratil akhirnya bersatu kembali dengan ibu kandung mereka, Marcelle, di New York sebulan setelah bencana Titanic. Orangtua kedua anak ini baru saja berpisah. Perjalanan di Titanic awalnya hanya untuk menghabiskan akhir pekan, tapi mereka malah harus kehilangan ayahnya.
Kerumunan di New York menunggu kedatangan penumpang Titanic yang selamat dan menumpang di kapal Carpathia.
Cerita Motivasi : Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua
@Ikadanews.info - Cerita Motivasi : Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua - Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah2an bisa diambil hikmahnya...(cerita ini gw dapat dr buku pelajaran bhs Jepang)
Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.
Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.
Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
Lentera : Pertolongan Dari Gubug Yang Terbakar
@Ikadanews.info - Lentera : Pertolongan Dari Gubug Yang Terbakar - Pada suatu hari, terjadi sebuah kecelakaan kapal laut. Seorang pria yang jatuh dari kapal terombang-ambing di lautan luas. Setelah dua hari mempertaruhkan hidup dengan berenang dan mengikuti arus ombak, pria itu terdampar di sebuah pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Hanya ada tumbuh-tumbuhan lebat dan tanaman liar.
Pria itu memutuskan untuk bertahan hidup di pulau tersebut hingga bantuan datang. AKhirnya dia mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Setelah beberapa hari, pria itu berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu dan atap dari pelepah daun kelapa. Tempat yang sederhana itu bisa dipakai untuk tidur pada malam hari dan berteduh saat siang hari.
Hari berganti hari, belum ada bantuan yang datang menghampiri pria tersebut. Lalu pada suatu hari, saat udara sangat panas, pria itu meninggalkan gubugnya untuk mencari buah kelapa dan meminum airnya untuk menghilangkan dahaga. Tetapi saat dia kembali ke gubug, betapa terkejut pria itu karena gubugnya sudah habis terbakar. Kayu yang sangat kering dan bergesekan membakar gubug dan beberapa pohon di sekitarnya.
Sang pria mulai putus asa dengan hidupnya. Dia sudah hampir tewas saat musibah tenggelamnya kapal laut, dan saat dia bertahan di sebuah pulau, gubug yang susah payah dibangun justru terbakar habis. Dia mulai mengutuk hidupnya hingga beberapa saat kemudian sebuah kapal pencari ikan menepi di pulau itu. Sang pria tentu sangat bahagia, dia bisa menumpang dan kembali pada keluarganya.
Dan tahukah, sang nahkoda kapal mengatakan bahwa dia datang ke pulau itu karena mengira bahwa asap dari gubug yang membumbung tinggi merupakan sinyal meminta pertolongan. Sang pria akhirnya meninggalkan pulau itu dan bersyukur bahwa gubugnya terbakar.
Sahabat, seringkali kita menganggap beberapa musibah datang sebagai cobaan hidup. Padahal tak semua musibah menjadi sesuatu yang harus disesali dan ditangisi. Kadang Tuhan mengulurkan bantuan melalui hal-hal yang dianggap musibah, tetapi di sanalah sebuah pertolongan sering tersembunyi.
Pria itu memutuskan untuk bertahan hidup di pulau tersebut hingga bantuan datang. AKhirnya dia mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Setelah beberapa hari, pria itu berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu dan atap dari pelepah daun kelapa. Tempat yang sederhana itu bisa dipakai untuk tidur pada malam hari dan berteduh saat siang hari.
Hari berganti hari, belum ada bantuan yang datang menghampiri pria tersebut. Lalu pada suatu hari, saat udara sangat panas, pria itu meninggalkan gubugnya untuk mencari buah kelapa dan meminum airnya untuk menghilangkan dahaga. Tetapi saat dia kembali ke gubug, betapa terkejut pria itu karena gubugnya sudah habis terbakar. Kayu yang sangat kering dan bergesekan membakar gubug dan beberapa pohon di sekitarnya.
Sang pria mulai putus asa dengan hidupnya. Dia sudah hampir tewas saat musibah tenggelamnya kapal laut, dan saat dia bertahan di sebuah pulau, gubug yang susah payah dibangun justru terbakar habis. Dia mulai mengutuk hidupnya hingga beberapa saat kemudian sebuah kapal pencari ikan menepi di pulau itu. Sang pria tentu sangat bahagia, dia bisa menumpang dan kembali pada keluarganya.
Dan tahukah, sang nahkoda kapal mengatakan bahwa dia datang ke pulau itu karena mengira bahwa asap dari gubug yang membumbung tinggi merupakan sinyal meminta pertolongan. Sang pria akhirnya meninggalkan pulau itu dan bersyukur bahwa gubugnya terbakar.
Sahabat, seringkali kita menganggap beberapa musibah datang sebagai cobaan hidup. Padahal tak semua musibah menjadi sesuatu yang harus disesali dan ditangisi. Kadang Tuhan mengulurkan bantuan melalui hal-hal yang dianggap musibah, tetapi di sanalah sebuah pertolongan sering tersembunyi.
Lentera : Curahan Hati Kendi Yang Retak
@IkadaNews.info - Lentera : Curahan Hati Kendi Yang Retak - Di India, seorang wanita tua bekerja sebagai pengambil air di dalam kendi. Setiap pagi, wanita ini mengambil air bersih dari sumur yang sangat jauh untuk dijual pada keluarga kaya. Dia membawa dua buah kendi yang dihubungkan dengan kayu dan tali. Satu kendi berbentuk sempurna, sedangkan kendi yang satunya sedikit retak.
Wanita itu tahu bahwa salah satu kendinya retak, tetapi dia membiarkan saja hal itu. Setiap kali selesai membawa air, kendi yang sempurna tetap berisi air yang penuh, sedangkan kendi yang retak hanya terisi separuh air walaupun saat diisi, dia penuh terisi oleh air sumur. Hal itu terus terjadi selama lebih dari satu tahun.
Perbedaan ini membuat si kendi yang sempurna tanpa cacat merasa bangga, dia bisa menampung air dengan sempurna selama lebih dari satu tahun. Hal itu membuat si kendi yang retak merasa tak berguna dan sungkan, dia berkata pada sang wanita tua, "Maafkan aku, aku tidak berguna dan selalu menjatuhkan air,"
Sang wanita tua tersenyum dan mengatakan pada kendi yang retak, "Apa maksudmu kamu tidak berguna? Memang, setiap kali aku sampai di rumah saudagar kaya, air di dalam tubuhnya hanya tersisa setengah. Tetapi kau telah memberi penghidupan pada bunga-bunga di sepanjang perjalanan tempat aku mengambil air."
Sang kendi tampak heran.
"Aku tahu kondisimu yang selalu menetaskan air sepanjang perjalanan, maka aku menabur beberapa benih tanaman di sepanjang jalan. Kaulah yang menyirami mereka setiap hari hingga tumbuh dan berkembang menjadi bunga-bunga yang cantik. Bagaimana kau bisa menganggap hal itu tidak berguna?"
Wanita itu tahu bahwa salah satu kendinya retak, tetapi dia membiarkan saja hal itu. Setiap kali selesai membawa air, kendi yang sempurna tetap berisi air yang penuh, sedangkan kendi yang retak hanya terisi separuh air walaupun saat diisi, dia penuh terisi oleh air sumur. Hal itu terus terjadi selama lebih dari satu tahun.
Perbedaan ini membuat si kendi yang sempurna tanpa cacat merasa bangga, dia bisa menampung air dengan sempurna selama lebih dari satu tahun. Hal itu membuat si kendi yang retak merasa tak berguna dan sungkan, dia berkata pada sang wanita tua, "Maafkan aku, aku tidak berguna dan selalu menjatuhkan air,"
Sang wanita tua tersenyum dan mengatakan pada kendi yang retak, "Apa maksudmu kamu tidak berguna? Memang, setiap kali aku sampai di rumah saudagar kaya, air di dalam tubuhnya hanya tersisa setengah. Tetapi kau telah memberi penghidupan pada bunga-bunga di sepanjang perjalanan tempat aku mengambil air."
Sang kendi tampak heran.
"Aku tahu kondisimu yang selalu menetaskan air sepanjang perjalanan, maka aku menabur beberapa benih tanaman di sepanjang jalan. Kaulah yang menyirami mereka setiap hari hingga tumbuh dan berkembang menjadi bunga-bunga yang cantik. Bagaimana kau bisa menganggap hal itu tidak berguna?"
Subscribe to:
Posts (Atom)





















