5. Lady Justice
Patung
ini merupakan salah satu bentuk patung paling terkenal di dunia.
Patung ini tidak diatributkan pada satu seniman pembuatnya, karna
patung-patung seperti ini banyak dijumpai di gedung-gedung pengadilan.
Patung ini memiliki banyak nama, di antaranya adalah "Scales of
Justice", "Blind Justice", tapi lebih dikenal dengan nama "Lady
Justice". Dahulu pada zaman Romawi dan Yunani kuno, patung ini dibuat
sebagai gambaran Dewi Keadilan dan Hukum.
4. Pieta
Dibuat
oleh seniman Michelangelo (1475-1564), Patung ini menggambarkan Bunda
Maria sedang memangku putranya, Yesus. Sebelum patung ini dibuat,
Michelangelo adalah seniman yang tidak terkenal, hingga pada saat
umurnya baru menginjak 20 tahun, dia disuruh membuat patung Pieta ini.
Dalam 2 tahun, dengan menggunakan lempengan marmer, akhirnya patung
indah inipun selesai dibuatnya.
3. The Thinker
Pembuat
patung "The Thinker" ini bernama Auguste Rodin. Sebelumnya nama asli
patung ini adalah "The Poet", yang menggambarkan seorang pria telanjang
yang duduk merenungkan puisinya.
2. Venus de Milo
Patung
ini dibuat sekitar 100 dan 130 BC. Patung ini dipercaya menggambarkan
Aphrodite (Venus untuk versi Romawi), Dewi cinta dan kecantikan dari
Yunani. Sebelum patung ini ditempatkan di museum Louvre di Paris, dulu
patung ini secara tidak sengaja ditemukan di ladang seorang petani.
1. David
"David"
adalah patung mahakarya dari zaman Renaissance yang dibuat antara
tahun 1501 dan 1504, oleh seniman Michelangelo. Patung pria yang
menggambarkan Daud ini memiliki tinggi 5,17 meter. Patung ini
dipindahkan ke Gallery Akademi di Florence pada tahun 1873, dan kemudian
menggantinya dengan patung replika ke lokasi patung itu ditemukan.
Cari Artikel Disini
Home » patung
Showing posts with label patung. Show all posts
Showing posts with label patung. Show all posts
Misteri Patung Yang Sudah Menghamili 2000 Wanita
@Ikadanews.info - Misteri Patung Yang Sudah Menghamili 2000 Wanita - Di Orlando, pasangan yang sangat menginginkan keturunan bisa datang ke Museum Ripley's Believe It or Not di Pantai Myrtle, South Carolina, Amerika Serikat (AS). Museum ini memamerkan sepasang patung kesuburan yang didatangkan dari Pantai Gading, Afrika Barat, selama sebulan mulai 1 Maret mendatang.
Legenda Patung Kesuburan ini bermula pada 1995. Pemilik Museum Ripley membeli sepasang totem kayu setinggi masing-masing 1,5 meter ini untuk menghiasi kantor pusat mereka di Orlando, Florida. Patung-patung ini dibeli dari suku Baule di Pantai Gading dengan harga masing-masing US$ 1.000.
Pada tahun pertama patung-patung ini dipamerkan, delapan dari 20 staf kantor Ripley memperoleh keturunan. Staf perempuan Ripley, Kimberly Martin, juga mendadak hamil padahal ia rajin mengonsumsi pil KB.
Seorang perempuan petugas Airborne Express yang secara rutin menyentuh patung itu ketika mengirimnya untuk Ripley's Entertainment Inc., juga hamil.
Misteri seputar patung ini pernah ditayangkan di stasiun televisi CNN, Good Morning America!, Unsolved Mysteries (empat kali tayang ulang), Primer Impacto di Spanyol, dan sejumlah besar program-program televisi lokal.
Perempuan-perempuan dari bagian dunia yang jauh dari Amerika telah mengirim faks bergambar fotokopi tangan mereka, potongan-potongan pakaian, dan barang-barang lainnya untuk digosokkan ke patung-patung itu dengan harapan akan segera hamil.
Patung-patung ini telah dipamerkan di banyak negara di seluruh dunia. Menurut Ripley, lebih dari 2.000 perempuan hamil setelah menyentuh patung itu.
Legenda Patung Kesuburan ini bermula pada 1995. Pemilik Museum Ripley membeli sepasang totem kayu setinggi masing-masing 1,5 meter ini untuk menghiasi kantor pusat mereka di Orlando, Florida. Patung-patung ini dibeli dari suku Baule di Pantai Gading dengan harga masing-masing US$ 1.000.
Pada tahun pertama patung-patung ini dipamerkan, delapan dari 20 staf kantor Ripley memperoleh keturunan. Staf perempuan Ripley, Kimberly Martin, juga mendadak hamil padahal ia rajin mengonsumsi pil KB.
Seorang perempuan petugas Airborne Express yang secara rutin menyentuh patung itu ketika mengirimnya untuk Ripley's Entertainment Inc., juga hamil.
Misteri seputar patung ini pernah ditayangkan di stasiun televisi CNN, Good Morning America!, Unsolved Mysteries (empat kali tayang ulang), Primer Impacto di Spanyol, dan sejumlah besar program-program televisi lokal.
Perempuan-perempuan dari bagian dunia yang jauh dari Amerika telah mengirim faks bergambar fotokopi tangan mereka, potongan-potongan pakaian, dan barang-barang lainnya untuk digosokkan ke patung-patung itu dengan harapan akan segera hamil.
Patung-patung ini telah dipamerkan di banyak negara di seluruh dunia. Menurut Ripley, lebih dari 2.000 perempuan hamil setelah menyentuh patung itu.
Cerita Dari maneki neko, patung kucing yang konon membawa keberuntungan
@Ikadanews.info - Cerita Dari maneki neko, patung kucing yang konon membawa keberuntungan - Maneki neko adalah pajangan berbentuk kucing dari Jepang yang dibuat dari porselen atau keramik. Sebelah kaki depan (tangan)pajangan ini diangkat seperti sedang memanggil orang.
Pajangan ini dipercaya membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasa dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli.
Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam. Kucing yang menjadi model Maneki Neko konon sedang mencuci muka dengan menggunakan sebelah kaki depan.
Photo by Cathy (Flickr)
Maneki neko dianggap sebagai benda pembawa keberuntungan. Orang Jepang banyak yang membelinya pada tahun baru. Maneki Neko sering dijual bersama kumade di kios pasar kaget yang berjualan di luar kuil Shinto. Selain itu, toko pajangan yang menjual maneko neko dalam berbagai ukuran sering dijumpai di kota-kota dengan tradisi dagang yang kuat.
Ada beberapa cerita tentang asal-usul maneki neko, namun sulit ditentukan versi yang paling benar.
Legenda Gotoku-ji (Cerita ini berasal dari kuil Gotoku-ji, Setagaya, Tokyo.)
Penguasa Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang berburu dengan burung elang dan lewat di depan kuil Gotoku-ji. Di depan pintu gerbang, ia melihat kucing peliharaan biksu yang seperti memanggilnya untuk masuk ke kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka yang masuk ke dalam kuil untuk beristirahat.
Ketika baru saja ia meluruskan kaki, turun hujan disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasih kepada kucing di kuil, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gotoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah. Ketika kucing tersebut mati, sebuah makam didirikan oleh biksu untuknya.
Beberapa lama kemudian, Aula Manekineko didirikan di lingkungan kuil berikut sebuah patung yang diberi nama Manegineko. Bentuknya berupa kucing yang sedang mengangkat sebelah kaki depan.
Gotoku-ji merupakan kuil klan Ii. Di kuil ini terdapat makam Ii Naosuke yang tewas akibat pembunuhan di luar pintu gerbang Sakuradamon, Istana Edo pada tahun 1860.
Legenda Jisho-in (Cerita ini berasal dari Jisho-in, sebuah kuil di Shinjuku, Tokyo)
Seorang samurai bernama Ota Dokan tersesat di jalan setelah hampir kalah dalam Pertempuran Egotagahara (sekitar 1476-1478). Tiba-tiba di hadapannya, muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan, dan mengajaknya untuk beristirahat di Jisho-in. Setelah beristirahat, kekuatan Ota Dokan pulih dan menang dalam pertempuran.
Sebagai rasa terima kasih, patung Jizoson berbentuk kucing dipersembahkan kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.Menurut kisah lain dari kuil yang sama, seorang pedagang kaya yang ditinggal mati anak tercintanya mempersembahkan patung Jizoson berbentuk kucing.
Pajangan ini dipercaya membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasa dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli.
Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam. Kucing yang menjadi model Maneki Neko konon sedang mencuci muka dengan menggunakan sebelah kaki depan.
Photo by Cathy (Flickr)
Maneki neko dianggap sebagai benda pembawa keberuntungan. Orang Jepang banyak yang membelinya pada tahun baru. Maneki Neko sering dijual bersama kumade di kios pasar kaget yang berjualan di luar kuil Shinto. Selain itu, toko pajangan yang menjual maneko neko dalam berbagai ukuran sering dijumpai di kota-kota dengan tradisi dagang yang kuat.
Ada beberapa cerita tentang asal-usul maneki neko, namun sulit ditentukan versi yang paling benar.
Legenda Gotoku-ji (Cerita ini berasal dari kuil Gotoku-ji, Setagaya, Tokyo.)
Penguasa Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang berburu dengan burung elang dan lewat di depan kuil Gotoku-ji. Di depan pintu gerbang, ia melihat kucing peliharaan biksu yang seperti memanggilnya untuk masuk ke kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka yang masuk ke dalam kuil untuk beristirahat.
Ketika baru saja ia meluruskan kaki, turun hujan disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasih kepada kucing di kuil, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gotoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah. Ketika kucing tersebut mati, sebuah makam didirikan oleh biksu untuknya.
Beberapa lama kemudian, Aula Manekineko didirikan di lingkungan kuil berikut sebuah patung yang diberi nama Manegineko. Bentuknya berupa kucing yang sedang mengangkat sebelah kaki depan.
Gotoku-ji merupakan kuil klan Ii. Di kuil ini terdapat makam Ii Naosuke yang tewas akibat pembunuhan di luar pintu gerbang Sakuradamon, Istana Edo pada tahun 1860.
Legenda Jisho-in (Cerita ini berasal dari Jisho-in, sebuah kuil di Shinjuku, Tokyo)
Seorang samurai bernama Ota Dokan tersesat di jalan setelah hampir kalah dalam Pertempuran Egotagahara (sekitar 1476-1478). Tiba-tiba di hadapannya, muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan, dan mengajaknya untuk beristirahat di Jisho-in. Setelah beristirahat, kekuatan Ota Dokan pulih dan menang dalam pertempuran.
Sebagai rasa terima kasih, patung Jizoson berbentuk kucing dipersembahkan kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.Menurut kisah lain dari kuil yang sama, seorang pedagang kaya yang ditinggal mati anak tercintanya mempersembahkan patung Jizoson berbentuk kucing.
Subscribe to:
Posts (Atom)






