Cari Artikel Disini

Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Miris gan!!Anak Kecil Ini Sekolah Sambil Mengasuh adiknya

Sekolah wajib buat anak anak mulai dari kecil, tapi tidak semua anak anak bisa merasakan betapa indahnya masa kekanak kanakannya waktu kecil, indahnya saat saat bermain bersama teman sebayanya.Miris dan kasian anak kecil ini yang sekolah harus membawa adiknya yang masih balita ikut untuk sekolah.Karena sulitnya hidup anak kecil ini harus matang sebelum saatnya..hilang sudah ceria dan impian anak ini.
 

http://juaranyaseo.blogspot.com/2013/01/juaranya-seo-miris-gananak-kecil-ini.html

Walau Kekurangan, Tukang Becak Ini Menyumbang Rp 472,5 Juta Hingga Ajal

Walau Kekurangan, Tukang Becak Ini Menyumbang Rp 472,5 Juta Hingga Ajal
Menolong dan memberi biasanya lebih mudah dilakukan saat kita punya kemampuan berlebih. Lain soal bila kita pun dalam kondisi 'minus' maka akan berpikir dua-tiga kali sebelum menolong.
Tak ada yang salah dengan sikap ini. Tetapi yang menjadi soal adalah bukan kemampuan berlebih, melainkan niat menolong. Itulah yang menjadi tanda kebersihan dan ketulusan hati.

Mungkin, kita memang harus banyak belajar hal ini. Seperti misalnya cerita tentang seorang tukang becak bernama Bai Fang Li dari Tianjin, China.
Hidup sebagai tukang becak membuat Bai Fang Li harus 'mengencangkan ikat pinggang'. Tinggal dalam gubuk sederhana, makan seadanya sesuai dengan penghasilan yang didapat. Bahkan, seringkali ia harus mengais makanan dari hasil memulung. Padahal, upah dari menarik becak cukup untuk makan sehari-hari.
Ternyata, Bai Fang Li menggunakan hampir semua penghasilannya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.
Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya.
Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.
Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh.
Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.
Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.
Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut.
Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.
=====

Kisah inspiratif ini sempat menjadi perhatian orang banyak beberapa tahun lalu. Toh, masih relevan sampai kapan pun bagi kita, kan?  

Sumber:
spicaku.blogspot.com

Ketika Orangtua (Sudah) Sakit-sakitan, Bagaimana Anda Sebagai Anak Harus Bersikap?

http://angkatigabelas.blogspot.com/

RASANYA baru kemarin orangtua memanjakan kita dengan mengajak berwisata atau menghadiahi ini dan itu. Tapi, kini orangtua menua. Dan seiring kenyataan itu, datang pula “temannya” -- yang tidak seorang pun mengharapkannya: penyakit.

Bukan saja terkait biaya pengobatan yang pasti tidak sedikit. Perilaku “bandel” orangtua yang tidak menaati aturan dokter, juga keharusan anak-anak (mau tidak mau) untuk mengurus, menjaga, membantu, dan lain-lain -- yang terkadang bentrok dengan kenyataan bahwa anak-anak sudah memiliki kehidupan sendiri. 

Belum lagi saat orangtua yang sakit ini “tidak sehat” secara emosional. Sehingga suka ngawur dalam bicara dan perbuatan. “Lebih sensitif, lebih suka marah-marah, lebih ingin diperhatikan, suka membebani dengan konsep kematian, belum sempat menimang cucu, mengantar jadi sarjana, dan lain-lain,” Anggia Chrisanti Wiranto, konselor dan terapis di biro psikologi Westaria (www.westaria.com) memerinci. 

Bagaimana Kita Harus Bersikap? 

Beberapa Langkah Berikut Disarankan Anggia: 

- Kembalikan dulu prioritas peran dan fungsi kita. Mungkin terkesan “egois”, tapi ini lebih kepada menjalankan peran dan fungsi utama. Misalnya, sebagai karyawan di suatu perusahaan, tentu kita harus mengatur kapan mengurus orangtua, kapan harus fokus pada pekerjaan. Jangan mubazir. Berada dekat orangtua, tapi pikiran ke pekerjaan, dan sebaliknya. 

- Perlahan, dengan cara yang paling baik, jelaskan kepada orangtua, bahwa kita punya tanggung jawab berupa pekerjaan, anak, istri atau suami. Jika memungkinkan, delegasikan pada orang lain (saudara atau perawat), ketika berhalangan. 

- Bersedih hati, bermuram durja, berkeluh kesah, jelas bukan solusi. Diri yang didominasi emosi sulit untuk berpikir, merasa, dan bertindak cerdas. Sebaliknya, malah cenderung membuat masalah baru. Kita akan kurang fokus, kurang konsentrasi, menjadi sensitif, mudah marah, dan lain-lain. 

- Emosi itu energi. Dan energi itu beresonansi. Kita harus positif. Minimal, keberadaan kita minim sekalipun, dapat memberi efek maksimal. Menularkan nilai, suasana, dan emosi yang positif. Terutama kepada orang yang sedang sakit, energi positif yang terus-menerus diberikan akan efektif membantu proses penyembuhan.

- Tuliskan rencana kita, perasaan, hidup dengan pensil, dan berikan penghapusnya kepada Tuhan. Tentu kita ingin semuanya bisa berjalan baik, antara hak dan kewajiban. Tapi, banyak hal terjadi di luar jangkauan kita. Oleh karenanya, jika sudah direncanakan dan diatur sedemikian rupa, namun meleset, ikhlaslah. Itu pasti yang terbaik menurut Tuhan. 

- Sampai tua sekalipun, jadilah anak (untuk orangtua) yang saleh. Hanya doa anak saleh yang akan menjadi salah satu bekal orangtua, walau kelak terpisah alam.

sumber : http://yottabaca.blogspot.com/2012/05/ketika-orangtua-sudah-sakit-sakitan.html

Mengharukan! Pria Ini Merangkak Sejauh 1000 Meter Untuk Meminta Maaf Kepada Istrinya (Pic)

Pada 30 Juni 2012 lalu sekitar pukul 13:40, di Putian propinsi Fujian, Bapak Li yang bekerja di sebuah restoran masakan Hunan di Jalan Wenxiandong melihat keluar jendela, dan melihat pemandangan yang mengejutkan. Di luar di jalan, seorang pria berlutut di tanah, menundukkan kepala ke tanah setiap kali ia merangkak ke depan. Cukup banyak karyawan dan pelanggan yang melihat ini berhenti apa yang mereka lakukan dan turun untuk melihat apa yang sedang terjadi. Bapak Li menemukan bahwa pria berlutut di tanah masih sangat muda, dan sangat tampan juga. Gambar ini adalah dari orang merangkak dengan lututnya.
  Foto ini diambil dari restoran tempat Bapak Li bekerja

Banyak orang ingin membantunya tapi pria ini menolak
Dahi laki-laki itu berdarah-darah karena bergesekan dengan aspal. Seorang pejalan kaki tidak tega melihat dia seperti ini, datang ke arahnya dan ingin membantu dia tapi orang itu mengucapkan terima kasih dan menolak bantuannya. Dia mengatakan dia melakukan sesuatu yang salah, bahwa ia telah menganiaya istrinya, dan untuk meminta maaf padanya, dia akan merangkak seperti ini sampai dia mencapai Zhengrong Times Square. Dari lokasi saat ini pria untuk Zhengrong Times Square, masih ada lebih dari 1000 meter untuk sampai ke lokasi.
(China Smack, China Daily)

http://berita-8.blogspot.com/2012/07/mengharukan-pria-ini-merangkak-sejauh.html

Seluruh Dunia Marah Melihat Foto Ini, Sumpah Gak Punya Hati Nih Orang


Gambar - Gambar dibawah banyak beredar di Blog atau Forum-forum Pecinta Hewan. Kita bisa Melihat betapa Biadabnya seorang Manusia Terhadap Makhluk yang lemah.



Orang ini Mengikatkan rantai sepeda motor ke kalung seekor anjing Lalu menyeretnya, ini merupakan perbuatan kelompok anti hewan di cina kabarnya di kota guangzhou, kelompok ini dinamakan "tidak manusiawi"-dalam bahasa harafiah dan pengambilaan foto di Fuzhou, sebuah forum dari kelompok fotografi, mengenakan seragam mengendarai sepeda motor, mngikatkan rantai pada belakang motor, dan besi ujung rantai diatur pada leher anjing, dan menyeretnya dalam kecepatan 50km/jam dan anjing itu terlihat meringis kesakitan. dan beberapa orang mengatakan ketika diseret anjing itu berteriak, melolong, dan menangis. tapi itu tidak membuat pengendara biadab itu melambat, malah mempercepat laju motor. foto2 dibawah memperlihatkan keadaan anjing yang diseret tadi, terlihat sangat menggenaskan.







Hargailah semua makhluk disekitar kita,Kita dan mereka juga diciptakan oleh Pencipta yang sama.


http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/439370-seluruh-dunia-marah-melihat-foto-ini.html


MUJIZAT ITU NYATA (sebuah kisah nyata)

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!

Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.

Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Note:
Kadang hal-hal yang menentukan … dalam diri orang lain … Datang dari seseorang yang kita anggap lemah … Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan … maka bukalah mata hati kita mana tahu yang datang itu adalah pertolongan dari Tuhan sekalipun datangnya dalam wujud yang lain.

motivasi : Mahalnya Harga untuk Meraih Sukses

Tidaklah mudah untuk meraih sukses. Tidak peduli bagaimana Anda mencoba meraihnya, namun yang menjadi pertanyaan, bersediakah Anda membayarnya.

Sukses bisa diartikan banyak hal. Bisa karena pertama kali mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah atau mengembangkan bisnis sehingga bisa melampaui miliaran rupiah. Atau, mungkin hanya mendapatkan pekerjaan yang membayar ketrampilan Anda dengan harga mahal.

Business Insider membuat renungan yang menarik untuk sebuah kesuksesan:

Jangan buat kesalahan. Meraih sukses membutuhkan kekuatan hati.

Untuk sebuah kesuksesan, membutuhkan banyak pengorbanan. Kehidupan keluarga Anda, kesenangan, tahun-tahun kehidupan, hingga persahabatan.

Anda harus melakukan sesuatu yang sangat sedikit sekali orang mau melakukannya. Hari demi hari dan waktu demi waktu. Tanpa menyerah.

Tidak ada kata mundur. Hanya keinginan dan upaya untuk mencapai tujuan tanpa kenal lelah.

Dan hal tersebut biasanya harus dibayar mahal. Tentu bukan kondisi yang menyenangkan melakukannya.

Mahalnya harga sebuah kesuksesan, banyak membuat orang mundur. Tentu dengan alasan yang bisa diterima secara sosial.

Kalau sudah begini, hasilnya adalah, kita mendapatkan gelar kesarjanaan ketimbang belajar dari kesalahan dan bergerak maju ke depan. Kita lebih rela membayar tips-tips langkah yang menjamin sukses ketimbang melanjutkan langkah yang sudah dimulai.

Tidak banyak orang yang mau berbicara fakta bahwa kita terlalu lemah, penuh rasa takut, dan cemas untuk berjuang demi kesuksesan kita sendiri. Kita tidak bersedia berjuang untuk bisa meraih sukses. Serta membuat perbedaan dengan menjadi luar biasa.

Anda akan merasa sangat sakit dibandingkan kemampuan Anda untuk menanggungnya. Lihatlah ke belakang dan Anda akan takjub atas pencapaian yang Anda lakukan.

Namun jika Anda bisa memutuskan harga yang Anda bayar, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan apa yang bisa Anda bisa bayangkan. Anda akan menerima lebih dibandingkan perkiraan Anda sebelumnya. Anda akan menjadi tipe orang yang diidolakan. Anda akan menjadi pahlawan sebagaimana yang selalu Anda inginkan.

Sehingga Anda harus bertanya pada diri sendiri “bersediakah Anda membayar untuk semua itu?”


Kisah Motivasi : Hidup hanya sebuah perjalanan

Konon, ada seorang Kaisar yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju & terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yang maha luas.

Akhirnya tiba ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat, & hampir mati&aku hanya butuh tanah seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri".

Cerita ini mirip dgn perjalanan hidup kita. Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan.

Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati. Anda percaya ada kehidupan sesudah mati? Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan.

Maka mulai sat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10 tahun lagi? atau 40 tahun lagi? 

Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yg tahu. Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah hidup yg seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya, dan terutama:


TAHU APA YG TERPENTING DALAM HIDUPMU