@Ikadanews - Fakta Terselubung Dibalik Kisah G30S PKI - Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih,” kata Untung kepada Soebandrio.
Itulah perkataan Untung sesaat sebelum dijemput petugas seperti ditulis Soebandrio dalam buku Kesaksianku tentang G30S. Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.
Keyakinan Untung bahwa ia bakal diselamatkan Soeharto adalah salah satu “misteri” tragedi September-Oktober. Kisah pembunuhan para jenderal pada 1965 adalah peristiwa yang tak habis-habisnya dikupas. Salah satu yang jarang diulas adalah spekulasi kedekatan Untung dengan Soeharto.
Memperingati tragedi September kali ini, Koran Tempo bermaksud menurunkan edisi khusus yang menguak kehidupan Letkol Untung. Tak banyak informasi tentang tokoh ini, bahkan dari sejarawan “Data tentang Untung sangat minim, bahkan riwayat hidupnya,” kata sejarawan Asvi Warman Adam.
Potongannya seperti preman
Tempo berhasil menemui saksi hidup yang mengenal Letkol Untung. Salah satu saksi adalah Letkol CPM (Purnawirawan) Suhardi. Umurnya sudah 83 tahun. Ia adalah sahabat masa kecil Untung di Solo dan bekas anggota Tjakrabirawa. Untung tinggal di Solo sejak umur 10 tahun. Sebelumnya, ia tinggal di Kebumen. Di Solo, ia hidup di rumah pamannya, Samsuri. Samsuri dan istrinya bekerja di pabrik batik Sawo, namun tiap hari membantu kerja di rumah Ibu Wergoe Prajoko, seorang priayi keturunan trah Kasunan, yang tinggal di daerah Keparen, Solo. Wergoe adalah orang tua Suhardi.
“Dia memanggil ibu saya bude dan memanggil saya Gus Hardi,” ujar Suhardi. Suhardi, yang setahun lebih muda dari Untung, memanggil Untung: si Kus. Nama asli Untung adalah Kusman. Suhardi ingat, Untung kecil sering menginap di rumahnya. Tinggi Untung kurang dari 165 sentimeter, tapi badannya gempal.
“Potongannya seperti preman. Orang-orang Cina yang membuka praktek-praktek perawatan gigi di daerah saya takut semua kepadanya,” kata Suhardi tertawa. Menurut Suhardi, Untung sejak kecil selalu serius, tak pernah tersenyum. Suhardi ingat, pada 1943, saat berumur 18 tahun, Untung masuk Heiho. “Saya yang mengantarkan Untung ke kantor Heiho di perempatan Nonongan yang ke arah Sriwedari.”
Setelah Jepang kalah, menurut Suhardi, Untung masuk Batalion Sudigdo, yang markasnya berada di Wonogiri. “Batalion ini sangat terkenal di daerah Boyolali. Ini satu-satunya batalion yang ikut PKI (Partai Komunis Indonesia),” kata Suhardi. Menurut Suhardi, batalion ini lalu terlibat gerakan Madiun sehingga dicari-cari oleh Gatot Subroto.
Clash yang terjadi pada 1948 antara Republik dan Belanda membuat pengejaran terhadap batalion-batalion kiri terhenti. Banyak anggota batalion kiri bisa bebas. Suhardi tahu Untung kemudian balik ke Solo. “Untung kemudian masuk Korem Surakarta,” katanya. Saat itu, menurut Suhardi, Komandan Korem Surakarta adalah Soeharto. Soeharto sebelumnya adalah Komandan Resimen Infanteri 14 di Semarang. “Mungkin perkenalan awal Untung dan Soeharto di situ,” kata Suhardi.
Keterangan Suhardi menguatkan banyak tinjauan para analisis. Seperti kita ketahui, Soeharto kemudian naik menggantikan Gatot Subroto menjadi Panglima Divisi Diponegoro. Untung lalu pindah ke Divisi Diponegoro, Semarang. Banyak pengamat melihat, kedekatan Soeharto dengan Untung bermula di Divisi Diponegoro ini. Keterangan Suhardi menambahkan kemungkinan perkenalan mereka sejak di Solo.
Hubungan Soeharto-Untung terjalin lagi saat Soeharto menjabat Panglima Kostrad mengepalai operasi pembebasan Irian Barat, 14 Agustus 1962. Untung terlibat dalam operasi yang diberi nama Operasi Mandala itu. Saat itu Untung adalah anggota Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang lebih dikenal dengan Banteng Raiders.
Di Irian, Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. Sebelum Operasi Mandala, Untung telah berpengalaman di bawah pimpinan Jenderal Ahmad Yani. Ia terlibat operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat, pada 1958. Di Irian, Untung menunjukkan kelasnya. Bersama Benny Moerdani, ia mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.
“Kedua prestasi inilah yang menyebabkan Untung menjadi anak kesayangan Yani dan Soeharto,” kata Kolonel Purnawirawan Maulwi Saelan, mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, atasan Untung di Tjakrabirawa, kepada Tempo.
Untung masuk menjadi anggota Tjakrabirawa pada pertengahan 1964. Dua kompi Banteng Raiders saat itu dipilih menjadi anggota Tjakrabirawa. Jabatannya sudah letnan kolonel saat itu.
Anggota Tjakrabirawa dipilih melalui seleksi ketat. Pangkostrad, yang kala itu dijabat Soeharto, yang merekomendasikan batalion mana saja yang diambil menjadi Tjakrabirawa.
Sebab, menurut Suhardi, siapa pun yang bertugas di Jawa Tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan Madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks PKI Madiun.”
Di Tjakrabirawa, Untung menjabat Komandan Batalion I Kawal Kehormatan Resimen Tjakrabirawa. Batalion ini berada di ring III pengamanan presiden dan tidak langsung berhubungan dengan presiden. Maulwi, atasan Untung, mengaku tidak banyak mengenal sosok Untung.
Suhardi masuk Tjakrabirawa sebagai anggota Detasemen Pengawal Khusus. Pangkatnya lebih rendah dibanding Untung. Ia letnan dua. Pernah sekali waktu mereka bertemu, ia harus menghormat kepada Untung. Suhardi ingat Untung menatapnya. Untung lalu mengucap, “Gus, kamu ada di sini….”
“Mengapa perhatian Soeharto terhadap Untung begitu besar?” Menurut Maulwi, tidak ada satu pun anggota Tjakra yang datang ke Kebumen. “Kami, dari Tjakra, tidak ada yang hadir,” kata Maulwi.
Dalam bukunya, Soebandrio melihat kedatangan seorang komandan dalam pesta pernikahan mantan anak buahnya adalah wajar. Namun, kehadiran Pangkostrad di desa terpencil yang saat itu transportasinya sulit adalah pertanyaan besar. “Jika tak benar-benar sangat penting, tidak mungkin Soeharto bersama istrinya menghadiri pernikahan Untung,” tulis Soebandrio. Hal itu diiyakan oleh Suhardi. “Pasti ada hubungan intim antara Soeharto dan Untung,” katanya.
Soeharto: Sikat saja, jangan ragu
Dari mana Letkol Untung percaya adanya Dewan Jenderal? Dalam bukunya, Soebandrio menyebut, di penjara, Untung pernah bercerita kepadanya bahwa ia pada 15 September 1965 mendatangi Soeharto untuk melaporkan adanya Dewan Jenderal yang bakal melakukan kup. Untung menyampaikan rencananya menangkap mereka.
Bila kita baca transkrip sidang pengadilan Untung di Mahkamah Militer Luar Biasa pada awal 1966, Untung menjelaskan bahwa ia percaya adanya Dewan Jenderal karena mendengar kabar beredarnya rekaman rapat Dewan Jenderal di gedung Akademi Hukum Militer Jakarta, yang membicarakan susunan kabinet versi Dewan Jenderal.
Maulwi melihat adalah hal aneh bila Untung begitu percaya adanya informasi kudeta terhadap presiden ini. Sebab, selama menjadi anggota pasukan Tjakrabirawa, Untung jarang masuk ring I atau ring II pengamanan presiden. Dalam catatan Maulwi, hanya dua kali Untung bertemu dengan Soekarno. Pertama kali saat melapor sebagai Komandan Kawal Kehormatan dan kedua saat Idul Fitri 1964. “Jadi, ya, sangat aneh kalau dia justru yang paling serius menanggapi isu Dewan Jenderal,” kata Maulwi.
Menurut Soebandrio, Soeharto memberikan dukungan kepada Untung untuk menangkap Dewan Jenderal dengan mengirim bantuan pasukan. Soeharto memberi perintah per telegram Nomor T.220/9 pada 15 September 1965 dan mengulanginya dengan radiogram Nomor T.239/9 pada 21 September 1965 kepada Yon 530 Brawijaya, Jawa Timur, dan Yon 454 Banteng Raiders Diponegoro, Jawa Tengah. Mereka diperintahkan datang ke Jakarta untuk defile Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober.
Pasukan itu bertahap tiba di Jakarta sejak 26 September 1965. Yang aneh, pasukan itu membawa peralatan siap tempur. “Memang mencurigakan, seluruh pasukan itu membawa peluru tajam,” kata Suhardi. Padahal, menurut Suhardi, ada aturan tegas di semua angkatan bila defile tidak menggunakan peluru tajam. “Itu ada petunjuk teknisnya,” ujarnya.
Pasukan dengan perlengkapan siaga I itu kemudian bergabung dengan Pasukan Kawal Kehormatan Tjakrabirawa pimpinan Untung. Mereka berkumpul di dekat Monumen Nasional.
Soeharto melewati pasukan yang hendak membunuh 7 jenderal
Dinihari, 1 Oktober 1965, seperti kita ketahui, pasukan Untung bergerak menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. Malam itu Soeharto , menunggui anaknya, Tommy, yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Di rumah sakit itu Kolonel Latief, seperti pernah dikatakannya sendiri dalam sebuah wawancara berusaha menemui Soeharto.
Adapun Untung, menurut Maulwi, hingga tengah malam pada 30 September 1965 masih memimpin pengamanan acara Presiden Soekarno di Senayan. Maulwi masih bisa mengingat pertemuan mereka terakhir terjadi pada pukul 20.00. Waktu itu Maulwi menegur Untung karena ada satu pintu yang luput dari penjagaan pasukan Tjakra. Seusai acara, Maulwi mengaku tidak mengetahui aktivitas Untung selanjutnya.
Ketegangan hari-hari itu bisa dirasakan dari pengalaman Suhardi sendiri. Pada 29 September, Suhardi menjadi perwira piket di pintu gerbang Istana. Tiba-tiba ada anggota Tjakra anak buah Dul Arief, peleton di bawah Untung, yang bernama Djahurup hendak masuk Istana. Menurut Suhardi, tindakan Djahurup itu tidak diperbolehkan karena tugasnya adalah di ring luar sehingga tidak boleh masuk. “Saya tegur dia.”
Pada 1 Oktober pukul 07.00, Suhardi sudah tiba di depan Istana. “Saya heran, dari sekitar daerah Bank Indonesia, saat itu banyak tentara.” Ia langsung mengendarai jip menuju markas Batalion 1 Tjakrabirawa di Tanah Abang.
“Saya ingat yang jaga saat itu adalah Kopral Teguh dari Banteng Raiders,” kata Suhardi. Begitu masuk markas, ia melihat saat itu di Tanah Abang semua anggota kompi Banteng Raiders tidak ada.
Begitu tahu hari itu ada kudeta dan Untung menyiarkan susunan Dewan Revolusi, Suhardi langsung ingat wajah sahabat masa kecilnya dan sahabat yang sudah dianggap anak oleh ibunya sendiri tersebut. Teman yang bahkan saat sudah menjabat komandan Tjakrabirawa bila ke Solo selalu pulang menjumpai ibunya. “Saya tak heran kalau Untung terlibat karena saya tahu sejak tahun 1948 Untung dekat dengan PKI,” katanya.
Kepada Oditur Militer pada 1966, Untung mengaku hanya memerintahkan menangkap para jenderal guna dihadapkan pada Presiden Soekarno. “Semuanya terserah kepada Bapak Presiden, apa tindakan yang akan dijatuhkan kepada mereka,” jawab Untung.
Heru Atmodjo, Mantan Wakil Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara, yang namanya dimasukkan Untung dalam susunan Dewan Revolusi, mengakui Sjam Kamaruzzaman- lah yang paling berperan dalam gerakan tersebut. Keyakinan itu muncul ketika pada Jumat, 1 Oktober 1965, Heru secara tidak sengaja bertemu dengan para pimpinan Gerakan 30 September: Letkol Untung, Kolonel Latief, Mayor Sujono, Sjam Kamaruzzaman, dan Pono. Heru melihat justru Pono dan Sjam-lah yang paling banyak bicara dalam pertemuan itu, sementara Untung lebih banyak diam.
“Saya tidak melihat peran Untung dalam memimpin rangkaian gerakan atau operasi ini (G-30-S),” kata Heru saat ditemui Tempo.
Soeharto: Letkol Untung murid pimpinan PKI
Soeharto, kepada Retnowati Abdulgani Knapp, penulis biografi Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President, pernah mengatakan memang kenal dekat dengan Kolonel Latif maupun Untung. Tapi ia membantah isu bahwa persahabatannya dengan mereka ada kaitannya dengan rencana kudeta.
“Itu tak masuk akal,” kata Soeharto. ”Saya mengenal Untung sejak 1945 dan dia merupakan murid pimpinan PKI, Alimin. Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” katanya kepada Retnowati.
Demikianlah Untung. Kudeta itu bisa dilumpuhkan. Tapi perwira penerima Bintang Sakti itu sampai menjelang ditembak pun masih percaya bakal diselamatkan.
Sumber
Cari Artikel Disini
Home » terselubung
Showing posts with label terselubung. Show all posts
Showing posts with label terselubung. Show all posts
Inilah Temuan-temuan Thomas Alva Edison yang terselubung
@Ikadanews - Inilah Temuan-temuan Thomas Alva Edison yang terselubung - Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric. Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo. Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.
Mesin Bersuara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak. Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, “Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia,” katanya.
Boneka Bersuara (1877)
Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka. Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.
Baterai Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu. Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi “Mobil listrik telah mati.” Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.
Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.
Telepon khusus Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia. Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.
Mesin Bersuara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak. Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, “Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia,” katanya.
Boneka Bersuara (1877)
Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka. Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.
Baterai Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu. Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi “Mobil listrik telah mati.” Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.
Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.
Telepon khusus Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia. Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.
Berikut 15 Fakta Terselubung Tentang Payudara Wanita
1. Rata-rata berat payudara sekitar 0,5 kg dan menyimpan 4-5% dari total berat badan.
2. Seperti halnya penis, payudara tegang saat terangsang.
3. Rata-rata puting wanita berukuran 3/8 inci saat tegang. Sedikit lebih tinggi dari 5 koin yang ditumpuk.
4. Rata-rata ukuran payudara di amerika adalah 36C. 15 tahun yang lalu adalah 34B.
5. Ukuran itu tidak menarik di abad pertengahan karena dianggap kecil, payudara yang lebar dianggap bagus saat itu.
6. Pada tahun 2008, ada 307.230 operasi pembesaran payudara di Amerika. Ini merupakan operasi kecantikan nomor 1, di atas operasi pemancungan hidung di 279.000 dan sedot lemak di 245.000. 30% dari pasien operasi payudara berumur 20-29, 35% berumur 30-39 dan 28% berumur 40-54.
7. Satu kali operasi berharga hampir 33 juta rupiah. Itu baru operasi awal. Biasanya dibutuhkan operasi tambahan untuk membetulkan kerutan dan gelombang.
8. Sekitar 20.967 wanita menggagalkan operasi mereka tahun 2008. Dan 17.902 operasi pengecilan payudara dilakukan... untuk pria.
9. Awalnya, untuk operasi payudara ditanamkan berbagai bahan dengan hasil yang berbahaya, seperti: gading, bola kaca, karet tanah, tulang rawan sapi, poliester dan injeksi silikon. Operasi dengan silikon populer tahun 1960an yang sebenarnya menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan seperti granuloma dan cacat.
10. Sheyla Hersey dikatakan mendapatkan operasi payudara terbesar di dunia. Dia sekarang mengenakan bra berukuran 38KKK dan yang ditanamkan sebanyak 10.000cc (2,6 galon).
11. Toko sejenis bra telah ada untuk wanita sejak abad 7 sebelum masehi, namun pengukuran besarnya tidak diukur sampai 1930ab. Sekarang, industri bra membuat 16 miliar dolar per tahun.
12. Jika Anda tidak ingin memakai bra, wanita secara lehal boleh topless di Hawai, Texas, Ohio, New York dan Maine. Walau mereka masih bisa ditangkap karena mengganggu publik. Wanita yang ketahuan topless di pantai Dubai dipenjara 6 bulan.
13. Air susu ibu lebih manis, lebih banyak vitamin E, lebih banyak zat besi, lebih banyak asam lemak esensial dan lebih sedikit sodium dari susu sapi.
14. Payudara kiri dan kanan biasanya tidak sama. Yang sebelah kiri biasanya lebih besar.
15. Jangan merokok jika Anda tidak mau payudara kendor. Zat kimianya menghilangkan keelastisan kulit.
2. Seperti halnya penis, payudara tegang saat terangsang.
3. Rata-rata puting wanita berukuran 3/8 inci saat tegang. Sedikit lebih tinggi dari 5 koin yang ditumpuk.
4. Rata-rata ukuran payudara di amerika adalah 36C. 15 tahun yang lalu adalah 34B.
5. Ukuran itu tidak menarik di abad pertengahan karena dianggap kecil, payudara yang lebar dianggap bagus saat itu.
6. Pada tahun 2008, ada 307.230 operasi pembesaran payudara di Amerika. Ini merupakan operasi kecantikan nomor 1, di atas operasi pemancungan hidung di 279.000 dan sedot lemak di 245.000. 30% dari pasien operasi payudara berumur 20-29, 35% berumur 30-39 dan 28% berumur 40-54.
7. Satu kali operasi berharga hampir 33 juta rupiah. Itu baru operasi awal. Biasanya dibutuhkan operasi tambahan untuk membetulkan kerutan dan gelombang.
8. Sekitar 20.967 wanita menggagalkan operasi mereka tahun 2008. Dan 17.902 operasi pengecilan payudara dilakukan... untuk pria.
9. Awalnya, untuk operasi payudara ditanamkan berbagai bahan dengan hasil yang berbahaya, seperti: gading, bola kaca, karet tanah, tulang rawan sapi, poliester dan injeksi silikon. Operasi dengan silikon populer tahun 1960an yang sebenarnya menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan seperti granuloma dan cacat.
10. Sheyla Hersey dikatakan mendapatkan operasi payudara terbesar di dunia. Dia sekarang mengenakan bra berukuran 38KKK dan yang ditanamkan sebanyak 10.000cc (2,6 galon).
11. Toko sejenis bra telah ada untuk wanita sejak abad 7 sebelum masehi, namun pengukuran besarnya tidak diukur sampai 1930ab. Sekarang, industri bra membuat 16 miliar dolar per tahun.
12. Jika Anda tidak ingin memakai bra, wanita secara lehal boleh topless di Hawai, Texas, Ohio, New York dan Maine. Walau mereka masih bisa ditangkap karena mengganggu publik. Wanita yang ketahuan topless di pantai Dubai dipenjara 6 bulan.
13. Air susu ibu lebih manis, lebih banyak vitamin E, lebih banyak zat besi, lebih banyak asam lemak esensial dan lebih sedikit sodium dari susu sapi.
14. Payudara kiri dan kanan biasanya tidak sama. Yang sebelah kiri biasanya lebih besar.
15. Jangan merokok jika Anda tidak mau payudara kendor. Zat kimianya menghilangkan keelastisan kulit.
Ya Ampun 20 rumah menjelma menjadi tempat praktek prostitusi terselubung
@Ikadanews.info - Ya Ampun 20 rumah menjelma menjadi tempat praktek prostitusi terselubung - Sekurangnya 20 unit rumah terdata menjadi tempat praktek protitusi di Kecamatan Tapung, Kampar. Masyarakat meminta agar aparat keamanan dan pihak terkait menindak tegas pemilik rumah tersebut karena sangat menganggu dan membuat resah.
"Mungkin ini dampak dari penggusuran lokalisasi Teleju Pekanbaru, sehingga mereka yang berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) ini lari ke Tapung, ini sangat menganggu dan meresahkan masyarakat yang ada di sekitar tempat itu", kata Ketua Nadatul Ulama Kabupaten Kampar Kyai H.Baizuri, yang juga tokoh masyarakat Kampar.
Menurutnya saat ini telah menjamur tempat Peraktek Prostitusi salah satunya di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, berdasarkan laporan masyarakat , para Pekerja Sek Komersial ( PSK ) ini muncul sejak bulan Agustus 2010 lalu, dan mereka ini adalah pindahan dari lokalisasi Teleju yang telah di gusur oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, "Mereka membangun rumah kecil-kecil tidak terlihat seperti rumah prostitusi, sekarang bangunan tersebut bertambah besar, PSk nya semakin banyak sekitar 20 unit rumah, ujar Baizuri.
Baizuri mengatakan, dalam mengatasi persoalan ini pihak keamanan seperti Satpol –PP, Kepolisian dan juga Pemerintahan Desa seolah olah tidak mau tahu atas apa yang telah terjadi, "Saya tidak tahu, apa alasan dari petugas menghadapi persoalan ini, jelasnya.
"Atas nama masyarakat Tapung Raya dan kabupaten Kampar , mengharapkan Bupati Kampar serta kepada Aparat Penegak Hukum segera mengambil tindakan tegas. Karena ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat, jangan disalah kan masyarakat nantinya terjadi tindakan anarkis untuk menutup secara paksa tempat Prostitusi yang ada di Desa Karya indah tersebut, “ungkapnya.
Senada dengan itu, Tokoh masyarakat Kampar Nasri Alamsyah meminta agar pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar, segera turun tangan dalam pemberantasan Penyakit Masyarakat ( Pekat ) di Bumi Serambi Mekah yang kita cinta ini, "Kita tidak ingin nama Serambi Mekkah yang telah melekat di Kampar, tercoreng oleh ulah dari Para PSK yang hanya semata mata menggunakan kesempatan untuk mencari keuntungan dan merusak Moral anak anak kita", pintanya
Nasri menjelaskan, sudah banyak tempat praktek prostitusi ini menjamur di Kampar, seperti di daerah XIII Koto Kampar dekat jembatan PLTA, di sekitar Petapahan atau simpang Topas dan yang kini mulai tumbuh subur di Desa Karya Indah Tapung.
Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Drs A Mius, berjaji akan turun ke lokasi tersebut melakukan penyisiran dan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku, jelasnya.
"Mungkin ini dampak dari penggusuran lokalisasi Teleju Pekanbaru, sehingga mereka yang berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) ini lari ke Tapung, ini sangat menganggu dan meresahkan masyarakat yang ada di sekitar tempat itu", kata Ketua Nadatul Ulama Kabupaten Kampar Kyai H.Baizuri, yang juga tokoh masyarakat Kampar.
Menurutnya saat ini telah menjamur tempat Peraktek Prostitusi salah satunya di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, berdasarkan laporan masyarakat , para Pekerja Sek Komersial ( PSK ) ini muncul sejak bulan Agustus 2010 lalu, dan mereka ini adalah pindahan dari lokalisasi Teleju yang telah di gusur oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, "Mereka membangun rumah kecil-kecil tidak terlihat seperti rumah prostitusi, sekarang bangunan tersebut bertambah besar, PSk nya semakin banyak sekitar 20 unit rumah, ujar Baizuri.
Baizuri mengatakan, dalam mengatasi persoalan ini pihak keamanan seperti Satpol –PP, Kepolisian dan juga Pemerintahan Desa seolah olah tidak mau tahu atas apa yang telah terjadi, "Saya tidak tahu, apa alasan dari petugas menghadapi persoalan ini, jelasnya.
"Atas nama masyarakat Tapung Raya dan kabupaten Kampar , mengharapkan Bupati Kampar serta kepada Aparat Penegak Hukum segera mengambil tindakan tegas. Karena ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat, jangan disalah kan masyarakat nantinya terjadi tindakan anarkis untuk menutup secara paksa tempat Prostitusi yang ada di Desa Karya indah tersebut, “ungkapnya.
Senada dengan itu, Tokoh masyarakat Kampar Nasri Alamsyah meminta agar pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar, segera turun tangan dalam pemberantasan Penyakit Masyarakat ( Pekat ) di Bumi Serambi Mekah yang kita cinta ini, "Kita tidak ingin nama Serambi Mekkah yang telah melekat di Kampar, tercoreng oleh ulah dari Para PSK yang hanya semata mata menggunakan kesempatan untuk mencari keuntungan dan merusak Moral anak anak kita", pintanya
Nasri menjelaskan, sudah banyak tempat praktek prostitusi ini menjamur di Kampar, seperti di daerah XIII Koto Kampar dekat jembatan PLTA, di sekitar Petapahan atau simpang Topas dan yang kini mulai tumbuh subur di Desa Karya Indah Tapung.
Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Drs A Mius, berjaji akan turun ke lokasi tersebut melakukan penyisiran dan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku, jelasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)



