Cari Artikel Disini

Showing posts with label tokoh. Show all posts
Showing posts with label tokoh. Show all posts

Bung Karno: Persetan Dengan PBB!



Suatu hal yang lumrah apabila kita melihat seseorang berkorban demi apa yang dicintainya, demikian juga Bung Karno. Demi Indonesia Bung Karno mengabaikan penyakit yang menggerogoti dirinya. Bung Karno selalu tampil prima dihadapan publik, walau pada hakekatnya dia dalam keadaan lemah. Hal tersebut dilakukan demi menjaga rasa percaya diri seluruh rakyat Indonesia.
Berulang-kali dokter pribadinya memberi nasihat kepada Bung Karno. Ini terkait dengan sakit ginjalnya, yakin makin para di akhir tahun 60-an. “Kalau Bapak bisa tenang sedikit, dan tidak berteriak-teriak, niscaya Bapak tidak akan mendapat ulcers.” Yang dimaksud dokter adalah peradangan pada lambung akibat sakit ginjalnya itu. Baru saja dokter berhenti memberikan nasihatnya, Bung Karno meradang dan berteriak, “Bagaimana aku bisa tenang kalau setiap lima menit menerima kabar buruk?”

Berteriak adalah “hobi” Sukarno. Ia berteriak untuk memberi semangat rakyatnya. Ia berteriak juga untuk mengganyang musuh-musuh negara. Jika konteksnya adalah membakar semangat rakyat, maka Bung Karno adalah seorang orator ulung. Bahkan paling unggul pada zamannya. Sebaliknya, jika ia berteriak karena terinjak dan teraniaya harga dirinya sebagai presiden dan kepala negara, maka Sukarno adalah presiden paling berani yang pernah hidup di atas bumi ini.
“Inggris kita linggis! Amerika kita setrika!”, atau “Go to hell with your aid” yang ditujukan kepada Amerika.

“Malaysia kita ganyang. Hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu”, yang ini saat Indonesia berkonfrontasi dengan di negara boneka bernama Malaysia.
Bukan hanya itu. Organisasi dunia yang bernama Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun pernah dilawan. Tanggal 20 Januari 1965, Bung Karno menarik Indonesia dari keanggotaan PBB. Ini karena ketidak-becusan PBB dalam menangani persoalan anggota-anggotanya, termasuk dalam kaitan konflik Indonesia – Malaysia. Ada enam alasan yang tak bisa dibantah siapa pun, termasuk Sekjen PBB sendiri, yang menjadi dasar Indonesia menarik diri dari keanggotaan PBB.

Pertama, soal kedudukan PBB di Amerika Serikat. Bung Karno mengkritik, dalam suasana perang dingin Amerika Serikat dan Uni Sovyet lengkap dengan perang urat syaraf yang terjadi, maka tidak sepatutnya markas PBB justru berada di salah satu negara pelaku perang dingin tersebut. Bung Karno mengusulkan agar PBB bermarkas di Jenewa, atau di Asia, Afrika, atau daerah netral lain di luar blok Amerika dan Sovyet.

Kedua, PBB yang lahir pasca perang dunia kedua, dimaksudkan untuk bisa menyelesaikan pertikaian antarnegara secara cepat dan menentukan. Akan tetapi yang terjadi justru PBB selalu tegang dan lamban dalam menyikapi konflik antar negara. Indonesia mengalami dua kali, yakni saat pembebasan Irian Barat, dan Malaysia. Dalam kedua perkara itu, PBB tidak membawa penyelesaian, kecuali hanya menjadi medan perdebatan. Selain itu, pasca perang dunia II, banyak negara baru, yang baru saja terbebas dari penderitaan penjajahan, tetapi faktanya dalam piagam-piagam yang dilahirkan maupun dalam preambule-nya, tidak pernah menyebut perkataan kolonialisme. Singkatnya, PBB tidak menempatkan negara-negara yang baru merdeka secara proporsional.

Ketiga, Organisasi dan keanggotaan Dewan Keamanan mencerminkan peta ekonomi, militer dan kekuatan tahun 1945, tidak mencerminkan bangkitnya negara-negara sosialis serta munculnya perkembangan cepat kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika. Mereka tidak diakomodir karena hak veto hanya milik Amerika, Inggris, Rusia, Perancis, dan Taiwan. Kondisi yang tidak aktual lagi, tetapi tidak ada satu orang pun yang berusaha bergerak mengubahnya.

Keempat, soal sekretariat yang selalu dipegang kepala staf berkebangsaan Amerika. Tidak heran jika hasil kebijakannya banyak mengakomodasi kepentingan Barat, setidaknya menggunakan sistem Barat. Bung Karno tidak dapat menunjung tinggi sistem itu dengan dasar, “Imperialisme dan kolonialisme adalah anak kandung dari sistem Negara Barat. Seperti halnya mayoritas anggota PBB, aku benci imperialisme dan aku jijik pada kolonialisme.”

Kelima, Bung Karno menganggap PBB keblinger dengan menolak perwakilan Cina, sementara di Dewan Keamanan duduk Taiwan yang tidak diakui oleh Indonesia. Di mata Bung Karno, “Dengan mengesampingkan bangsa yang besar, bangsa yang agung dan kuat dalam arti jumlah penduduk, kebudayaan, kemampuan, peninggalan kebudayaan kuno, suatu bangsa yang penuh kekuatan dan daya-ekonomi, dengan mengesampingkan bangsa itu, maka PBB sangat melemahkan kekuatan dan kemampuannya untuk berunding justru karena ia menolak keanggotaan bangsa yang terbesar di dunia.”

Keenam, tidak adanya pembagian yang adil di antara personal PBB dalam lembaga-lembaganya. Bekas ketua UNICEF adalah seorang Amerika. Ketua Dana Khusus adalah Amerika. Badan Bantuan Teknik PBB diketuai orang Inggris. Bahkan dalam persengketaan Asia seperti halnya pembentukan Malaysia, maka plebisit yang gagal yang diselenggarakan PBB, diketuai orang Amerika bernama Michelmore.
Bagi sebagian kepala negara, sikap keluar dari PBB dianggap sikap nekad. Bung Karno tidak hanya kelua dari PBB. Lebih dari itu, ia membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces/ Conefo) sebagai alternatif persatuan bangsa-bangsa selain PBB. Konferensi ini sedianya digelar akhir tahun 1966. Langkah tegas dan berani Sukarno langsung mendapat dukungan banyak negara, khususnya di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bahkan sebagian Eropa juga mendukung.
Sebagai tandingan Olimpiade, Bung Karno bahkan menyelenggarakan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10 – 22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.
Bung Karno dengan Conefo dan Ganefo, sudah menunjukkan kepada dunia, bahwa organisasi bangsa-bangsa tidak mesti harus satu, dan hanya PBB. Bung Karno sudah mengeluarkan terobosan itu. Sayang, konspirasi internasional (Barat) yang didukung segelintir pengkhianat dalam negeri (seperti Angkatan ’66, sejumlah perwira TNI-AD, serta segelintir cendekiawan pro Barat, dan beberapa orang keblinger), berhasil merekayasa tumbangnya Bung Karno. Wallahu a’lam.

Penemu Yang Terlupakan

Rasanya nama Ziryab belum banyak yang tahu, meskipun sesungguhnya ia termasuk penemu (inventor) dan seniman hebat sekaliber Leonardo da Vinci.

Ziryab (789-857 AD) atau dengan nama arab Abu I-Hasan 'Ali Ibn Nafi' adalah seorang polymath dari Persia (polymath: seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu bidang), seorang mantan budak yang kemudian menjadi ahli di berbagai bidang sebagai musisi, penyanyi, perancang busana, penemu, botanis, dan lainnya.





Banyak hal yang lazim kita lakukan di era modern sekarang bersumber dari "revolusi" yang dilakukan Zyrab. Diantaranya:

1. Memperkenalkan cara makan dalam sajian resmi : soup (atau appetizer), hidangan utama (main course), lalu pudding (dessert).

2. Gelas kristal? Itu hasil penemuan Zyrab. Sebelumnya orang di zaman tersebut banyak memakai gelas dari logam atau tembikar.

3. Di dunia fashion, Zyrab membawa perubahan gaya pakaian. Saat musim dingin datang, Zyrab merancang pakaian berbahan katun hangat dan wool. Intinya, Zyrab membuat orang mengenakan pakaian sesuai musim.

4. Gaya rambut pendek bagi pria dan mencukur jenggot (shaving) dipopulerkan oleh Zyrab.

5. Dia yang mempromosikan mandi dua kali sehari.

6. Menemukan pasta gigi seperti yang kita pakai sekarang.

7. Menemukan deodoran.

9 Istri Presiden Pertama kita

Berikut ini adalah ISTRI-ISTRI dari presiden pertama kita yaitu
ir.soekarno



1. Ibu Siti Oetari

merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya. Sewaktu itu Soekarno menumpang di rumah HOS Tjokroaminoto ketika sedang menempuh pendidikan di sekolah lanjutan atas. Beberapa saat sesudah menikah, Bung Karno meninggalkan Surabaya, pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di THS (sekarang ITB). Soekarno kemudian menceraikan Oetari.

2. Ibu Inggit Garnasih

lahir di Kamasan, Banjaran, pada tanggal 17 Februari 1888. Nama “Garnasih” merupakan akronim dari dua kata bahasa Sunda, yakni “Hegar” dan “Asih”. Nama “Inggit” juga tidak muncul begitu saja. Semasa kecil, ia sering pergi ke pasar. Orang-orang di pasar sangat senang melihat kecantikan perempuan kecil ini, terutama senyumnya yang manis. Kemudian orang-orang di pasar menyuruhnya tersenyum dengan imbalan uang sebesar satu ringgit.

3. Fatmawati

yang bernama asli Fatimah (lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 – meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Dari pernikahannya dengan Soekarno ia dikaruniai 5 orang anak.



Pada tahun 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang dari umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta)

4. Hartini Soekarno,

Lahir di Ponorogo Jawa imur pada tanggal 20 September 1924 beragama Islam. Hartini menempuh pendidikan awal di HIS ( Holland Indlands School ) dan terakhir Kelas dua SMA yaitu pada tahun 1942. Wanita Karir di bidang Wiraswasta ini beralamat di Jalan Proklamasi No. 62 di Jakarta Pusat.
Enam belas tahun dalam suka maupun duka, Hartini setia mendampingi suaminya hingga wafat. Resmi menjadi istri Soekarno, setahun setelah pertemuannya yang pertama di Prambanan, Yogyakarta tahun 1952. Ketika itu ia sudah menjadi janda berusia 28 tahun. Dengan suaminya yang pertama, Suwondo, ia dikaruniai lima anak. Menikah dengan Soekarno, ia mendapat dua anak.

Biasa dipanggil Tien, ia anak kedua dari lima bersaudara. Ayahnya, Osan, pegawai kehutanan, mendidiknya secara tradisional. Tidak mengherankan bila Tien berpendidikan formal hanya hingga kelas dua SMA. Pendapatnya tentang istri cukup sederhana. Selain sebagai istri, kita juga adalah ibu, kawan, dan kekasih bagi suami.

Sebagai ibu, menurut Tien, bila suami sakit harus dilayani dengan cermat. Meminumkan obat, memijati, dan mengelusnya hingga terlena. Sebagai kawan, di mana dan kapan pun, patut mengimbangi pembicaraannya. Ia banyak membaca dan rajin mengumpulkan informasi, agar mampu menjadi kawan bicara yang baik dan bijak.
Awet muda dan tampak cantik dalam usia 60 tahun. Rahasia kecantikan Hartini, setiap bangun pagi ia segera minum segelas air putih dan olah raga ringan. Juga minum jamu ramuan sendiri berupa kunyit, daun asam, temu, asem kawak, daun beluntas, dan gula merah, yang direbusnya. Ia minum jamu dua kali sehari dan tidak makan yang amis, seperti ikan dan telur.

5. Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno,

(lahir dengan nama Naoko Nemoto (根本七保子 Nemoto Naoko?) di Tokyo, 6 Februari 1940; umur 71 tahun) adalah istri ke-5 Soekarno yang merupakan Presiden Indonesia pertama. Dewi menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berumur 19 tahun dan mempunyai anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno. Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Menjelang redupnya kekuasaan Soekarno, Dewi meninggalkan Indonesia. Setelah lebih sepuluh tahun bermukim di Paris, sejak 1983 Dewi kembali menetap di Jakarta.

Ketika berumur 19 tahun, Dewi Soekarno bertemu dengan Soekarno yang telah berumur 57 tahun sewaktu sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang. Sebelum menjadi istri Sukarno, ia adalah seorang pelajar dan entertainer. Ada gosip bahwa dirinya telah bekerja sebagai geisha, namun beliau telah berulang kali menyangkal hal ini. Dia mempunyai seorang putri bernama Kartika.

Setelah bercerai dengan Sukarno, Ratna Sari Dewi Soekarno kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008 ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang, di mana dia tinggal di sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh kenangan.
Ratna Sari Dewi Soekarno dikenal dengan kepribadiannya yang terus terang. Beliau sering disebut sebagai Dewi Fujin (デヴィ 夫人 Devi Fujin, secara harfiah "Ibu Dewi" atau "Madame Dewi"). Nama lengkapnya adalah Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ Ratona Sari Devi Sukaruno), tapi dia lebih sering disebut sebagai "Madame Dewi". Dia membuat penampilan di media massa setelah Januari 2008 kematian suaminya penerus Soeharto, menyalahkan dia untuk melembagakan sebuah rezim represif dan menyerupai Despotisme Kamboja, Pol Pot.

Pada tahun 2008 Ratna Sari Dewi Soekarno menjalankan sendiri bisnis perhiasan dan kosmetik serta aktif dalam penggalangan dana. Terkadang dia tampil di acara TV Jepang dan menjadi juri untuk kontes kecantikan, seperti Miss International 2005 di Tokyo.

Pada bulan Januari 1992, Dewi menjadi terlibat di dalam banyak perkelahian dipublikasikan di sebuah pesta di Aspen, Colorado, Amerika Serikat dengan sesama tokoh masyarakat internasional dan ahli waris Minnie Osmeña, putri mantan presiden Filipina. Ketegangan sudah ada antara keduanya, dimulai dengan pertukaran di pihak lain beberapa bulan sebelumnya, di mana Dewi terdengar tertawa ketika Osmena menyatakan rencana politiknya, di antaranya adalah keinginan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden Filipina.

Aspen meludah yang konon dilaporkan oleh dipicunya sebuah kiasan yang dibuat oleh Dewi untuk Osmena di masa lalu yang kemudian memuncak dengan Dewi memukul wajah Osmena dengan memakai gelas anggur. Pukulan tersebut meninggalkan luka yang membutuhkan 37 jahitan. Dewi kemudian dipenjara selama 34 hari di Aspen untuk perilaku kacau setelah kejadian.

Pada tahun 1998, ia berpose untuk sebuah buku foto berjudul Madame Syuga yang diterbitkan di negara asalnya, di mana sebagian gambar yang ditampilkan ia pose-pose setengah bugil dan menampakan seperti tato. Bukunya untuk sementara tidak didistribusikan di Indonesia dan segera dilarang karena dengan banyak orang Indonesia merasa tersinggung dengan apa yang dianggap mencemarkan nama baik Sukarno dan warisannya.

6. Haryati Sukarno ( Profilenya ga nemu )
7. Yurike Sanger ( Profilenya ga nemu )
8. Kartini Manoppo ( Profilenya ga nemu )
9. Heldy Djafar

Kertas putih itu mulai buram dimakan waktu. Namun tulisan di atasnya-dalam huruf-huruf sambung yang indah-masih jelas terbaca:
"Dear Dik Heldy,
I am sending you some dollars, Miss
Dior, Diorissimo, Diorama.
Of course, also my love.
Mas"
Surat pendek yang menyertai kiriman uang dan beberapa botol parfum itu dikirim Soekarno dari tempat penahannya di Wisma Yaso, Jakarta kepada Heldy Djafar.

Soekarno menikahi istri terakhirnya itu setahun sebelum kejatuhannya. Soekarno meminang Heldy-tatkala ia masih gadis ranum yang mekar pada usia 18 tahun.

Perjuangan pertama mereka terjadi tatkala Heldy menjadi anggauta Barisan Bhinneka Tunggal Ika yang menyambut kedatangan Tim Piala Thomas, pada tahun 1964. Setahun kemudian, Bung Karno mengajaknya berdansa dalam sebuah acara di Istora Senayan.

"Waktu itu Bapak bertanya, "Kamu kok lama enggak kelihatan. Sombong ya, pacaran saja. 'Saya gugup dan menjawab: 'Saya enggak pacaran, Pak'," tutur Heldy.

Enam bulan kemudian, pengantin dan mempelai yang berbeda usia 48 tahun itu menikah di Jakarta pada 11 Mei 1966. Perkimpoian itu cuma berusia dua tahun. Heldy kian sulit bertemu suaminya tatkala Bung Karno masuk tahanan di Wisma Yaso, Heldy - yang dikenal sebagai Ibu Maya Ari Sigit Soeharto - menjanda dalam usia amat muda.

Perkimpoian ini memang tak banyak diketahui orang. Dan Heldy tentu saja cuma salah satu dari sederet istri yang pernah dinikahi dengan resmi Soekarno selain Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Yurike Sanger, Haryati, Kartini Manoppo dan Ratna Sari Dewi.

Bila Bung Karno belum jatuh dan masih diberi umur lebih, barangkali masih banyak

wanita yang mau dan mungkin untuk menikah lagi !!!

Ini Dia Pencipta Logo Daur Ulang

Ini Dia Pencipta Logo Daur Ulang


Penciptaan logo (simbol) daur ulang tidak terlepas dari kehidupan keseharian Gary Dean Anderson. Gary lahir dari keluarga biasa yang hidup saat krisis ekonomi melanda pada tahun 1950-an. Ibunya Gary terbiasa menggunakan koran, kertas bekas atau plastik belanjaan untuk digunakan kembali, ayahnya juga memperbaiki furniture lama tanpa membeli yang baru, serta hal-hal lainnya yang berkenaan dengan mendaur-ulang (recycle) baran-gbarang rumah tangga. Walaupun mereka melakukannya lebih karena motif ekonomi.

Gary sebagai pencipta simbol (logo) daur ulang terinspirasi oleh bentuk lajur Mobius (∞). Lajur Mobius adalah bentuk yang diciptakan oleh seorang ahli matematika dan astronom Jerman bernama Agustus Ferdinand Mobius. Bentuk Mobius tersebut juga digunakan sebagai simbol pada bidang matematika yang melambangkan infinity (ketidak-berhinggaan). Gary juga terinspirasi oleh karya grafis karya seniman Belanda M.C. Escher yang menggunakan pola lajur Mobius pada karya gambar ilusinya.

So, ternyata logo daur ulang (recycling) mempunyai sejarah yang patut kita ketahui. Lambang yang digunakan secara internasional itu lahir dari sosok orang yang terbiasa melakukan 3R juga. Dialah Garry Dean Anderson.


Foto Langka Ulang Tahun Adolf Hitler ke-50

Foto Langka Ulang Tahun Adolf Hitler ke-50
@Ikadanews - Foto Langka Ulang Tahun Adolf Hitler ke-50  - Ini merupakan beberapa foto langka ketika ulang tahun Adolf Hitler ( Mein Fuhrer ). Foto ini sebelumnya disimpan di sebuah guci lalu dikubur di sebuah daerah terpencil di pinggiran kota Munich, German.

Di dalam foto ini digambarkan Hitler (fuhrer) tengah merayakan ulang tahunnya. Para pengawal setia serta para pengikutnya memberikan hadiah kepadanya. Foto ini diambil pada saat Hitler (fuhrer) merayakan ulang tahun ke 50 pada tahun 1939.

Di sebuah foto terlihat Hitler menerima hadiah sebuah mobil Volkswagen yang diberikan oleh seorang insinyur dan designer mobil ternama, Ferdinand Porsche.






Di beberapa foto lainnya memperlihatkan gambar para pengikut sekaligus pengawal setia Hitler memberikan hadiah berupa lukisan dan karangan bunga sebagai tanda ucapan selamat kepada Hitler (Mein Fuhrer).

Foto-foto luar biasa ini diambil oleh Hugo Jeager seorang fotografer, antara tahun 1930 an sampai 1940.
Ia merupakan satu-satunya fotografer yang memiliki akses ke kalangan petinggi-petinggi partai Nazi, salah satu partai yang berkuasa di Jerman pada saat itu. Ia merupakan salah satu fotografer yang beruntung, yang dapat mengikuti Hitler kemanapun Hitler (Fuhrer) pergi.






Menurut Life Magazine, yang kini memiliki dan telah menayangkan beberapa foto tentang Hitler (Mein Fuhrer) ini menyatakan, bahwa foto ini merupakan foto milik Hugo Jaeger. Pada saat German menyerah waktu perang dunia ke II. Ia menyembunyikan secara rapih sekitar 2000 foto berwarna Adolf Hitler. Ia memasukkan foto ini kedalam sebuah guci dan mengubur foto ini di sebuah kota kecil dipinggiran kota Munich, German.

Dikira Bercanda, Pelawak Ini Meninggal Saat Melawak

@Ikadanews - Dikira Bercanda, Pelawak Ini Meninggal Saat Melawak - R.I.P. Tommy Cooper (19 Maret 1921 – 15 April 1984)

Orang Inggris mengenalnya. Betul, ia adalah Tommy Cooper, seorang pelawak Inggris yang terkenal karena lawakannya yang berjenis prop comedy dan juga tubuhnya yang setinggi 1.93 m dan topi Fez berwarna merahnya...


Ia pertama kali bekerja sebagai seorang pengemudi mobil es krim bersama orang tuanya yang berkeliling di sekitar pasar malam. Setelah itu ia mendapatkan sebuah peralatan sulap, karena itu ia dan keluarganya membuat usaha yaitu membangun sebuah toko alat sulap

Ia menjadi seorang pelawak ketika Perang dunia II sedang berkecambuk. Pada saat itu, karena lupa meletakkan topi safarinya, ia akhirnya mencomot sebuah topi Fez merah yang kemudian diketawai banyak orang karena dianggap lucu.

Kehidupan Cooper
Cooper dikenal sebagai orang yang suka minum. Hal ini juga diperburuk karena ia meminum obat insomnia yang menghasilkan campuran yang berbahaya dengan alkohol. Tak lama kemudian berat badan Cooper turun drastis dan ia menjadi sering sakit-sakitan, gejalanya adalah bronkitis, susah makan, dan pembengkakan badan. Sekitar tahun 1977 ia mengalami serangan jantung kecil.

Pada tanggal 15 April 1984, ia melawak pada acara LWT Live From Her Majesty's di teater Her Majesty's di London. Pada pertengahan pertunjukkan, ketika ia dan asistennya berusaha memakaikan Cooper baju, ia mendadak pingsan. Ironisnya, para penonton di teater tersebut, dan juga sang asisten, tertawa melihat kejadian tersebut karena mengira Cooper sedang bercanda. Namun setelah beberapa menit tidak bergerak, Jimmy Tarbucks sang pembawa acara dan beberapa orang lainnya membawanya ke belakang panggung dan berusaha memberinya pertolongan.

Ketika pertolongan tersebut gagal, Cooper akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Sayangnya Cooper tidak tertolong dan meninggal dunia ketika dalam perjalanan karena serangan jantung dan penyakit yang dideritanya karena sering minum-minuman keras. Cooper meninggalkan sang istri Gwen dan dua anak Thomas dan Vicky, dan juga seorang cucu bernama Tam. Thomas, seperti Tommy adalah peminum berat. Empat tahun kemudian Thomas menyusul Tommy setelah ia mengalami hemofilia.

10 Orang Penjudi Yang namanya Tercatat dalam Sejarah

@Ikadanews - 10 Orang Penjudi Yang namanya Tercatat dalam Sejarah - Di hari ini , lebih banyak orang dan lebih dari semua lapisan masyarakat ,judi adalah sebagai bentuk hiburan dan sebagai cara untuk membuat cepat kaya. Dari selebriti yang bermain Texas hold’em hingga para pengusaha yang bermain di pasar saham, judi lebih populer dalam berbagai bentuk daripada sebelumnya, dan sekarang dapat dilihat 24 jam, 7 hari seminggu di Jaringan Poker, misalnya.

Tapi ini bukan artikel tentang penjudi hari ini, tapi tentang orang yang terkenal, penjudi yang disegani. Penjudi yang telah membuat namanya dalam buku-buku sejarah, penjudi yang dalam waktu dan tempat dalam masyarakat dianggap anggota penting dari komunitas mereka dan terkenal karena lebih dari hanya sebagai pen judi. Di sini adalah sepuluh besar dari mereka:

10. John Montague
John Montague tinggal di Inggris 1718-1792. Dia adalah seorang negarawan Inggris yang memegang peranan penting dan bergengsi baik di militer dan politik. Montague tidak memiliki reputasi terbaik, tetapi dikatakan bahwa sebagian besar sejarah menulis tentang Dia ditulis oleh musuh-musuh politiknya.

Tampaknya Montague, Earl Sandwich 4, akan meminta bawahannya untuk membawanya irisan daging antara dua potong roti selama duduk di meja kartu. Kebiasaan ini menjadi terkenal di antara teman-teman penjudi dan sehingga lahir lah kata ” sandwich ‘.
Montague berpendidikan, lulusan Cambridge, dan mengadakan sejumlah pos penting dalam hidupnya, namun ia adalah penemu dari kata sandwich yang menghasilkan dia berada di daftar ini.

9. John Aspinall
John Aspinall adalah di Marinir dan dididik di Oxford. Di sanalah Aspinall mulai tumbuh dan tertarik dalam perjudian.
dari hasil judinya Dia membeli Howler, sebuah mansion abad ke 18 dekat Canterbury, dengan kemenangan di tahun 1956. areal 9 hektar itu diisi kebun ,taman dan binatang yang menjadi kebun binatang pertamanya.
Dana dari perjudian sendiri dan bisnis kasino memungkinkan dia untuk membangun sebuah koleksi pribadi yang meliputi badak, antelop bongo, kuda dan macan tutul Kowalski. Di sini ia mengembangkan filsafat memperlakukan hewan dengan hormat. Dia mengumpulkan sebuah tim penjaga setia seperti hati dan bahkan menjual beberapa perhiasan dan harta lainnya membayar untuk memberi makan ternaknya. Meskipun mungkin tidak secara khusus yang dikenang sebagai anggota masyarakat yang disegani di militer atau dalam politik, reputasi Aspinall datang dalam bentuk cinta dan advokasi untuk binatang sehingga ia tercatat dalam sejarah.

8. Michael de Montaigne
Penjudi yang terkenal berikut adalah seorang penulis paling berpengaruh jaman Renaisans Perancis, Michael de Montaigne. Dia hidup antara tahun 1533-1592 dan dianggap lebih dari seorang negarawan daripada seorang penulis selama masa hidupnya.

Dia dianggap sebagai ayah dari apa yang kita sebut Skeptisisme modern sekarang ini. Pengaruhnya jauh-mencapai filsuf dan penulis besar seperti Ralph Waldo Emerson, René Descartes, Blaine Pascal, dan mungkin bahkan William Shakespeare. Montaigne banyak dipengaruhi oleh tulisannya, terutama bukunya, Essais yang berisi, sampai hari ini, beberapa esai yang paling banyak berpengaruh yang pernah ditulis.

7. Jerome Cardan
Ilmuwan Jerome Cardan yang hidup dari 1501-1576 adalah seorang matematikawan Renaisans Italia, dokter, dan penjudi. Dia terkenal karena prestasinya dalam aljabar. Dia adalah seorang penjudi dan juga pemain catur. Dia bahkan menulis sebuah buku tentang permainan kesempatan dalam bukunya, Liber de Ludo aleae (Buku pada Pertandingan Chance). Buku ini berisi pengobatan sistematis pertama probabilitas serta bagian tentang metode kecurangan yang efektif.

Dia menemukan banyak hal lain juga: kunci kombinasi, gimbal, dan poros Cardan, yang digunakan dalam kendaraan untuk hari ini. penelitian lain-Nya membantu untuk mengembangkan mesin cetak pertama berkecepatan tinggi. Dia juga membuat beberapa kontribusi hidrodinamika dan ia menerbitkan dua ensiklopedi ilmu alam.

6. René Descartes
Lain dihormati ilmuwan dan filsuf dari buku-buku sejarah yang menikmati perjudian adalah René Descartes yang tinggal 1596-1650. Awalnya Descartes memutuskan untuk membuat karier dari perjudian setelah sekolah hukum dan militer. Pilihan karir ini tidak berlangsung lama, tapi ia terus berjudi sepanjang hidupnya.

Dia telah dijuluki sebagai “Bapak Filsafat Modern.” Datang Descartes dengan pernyataan terkenal, “Aku berpikir, maka saya ada” Tidak hanya terdepan dalam filsafat., Descartes juga dianggap sebagai “Bapak Sains Modern.”

5. Charles II
Charles II mengembalikan monarki Inggris pada tahun 1660. Dia hidup dalam perjudian dan dikenal sebagai raja “riang” Permainan kesempatan. Menjadi fokus hidup di istana. Perjudian menyebar tidak hanya di Inggris tapi kenegara koloni kemudian ke Amerika Utara (di mana mereka menemukan bahwa orang-orang pribumi memiliki permainan mereka sendiri ).

4. Casanova de Seingalt
Hari ini ketika kita berpikir tentang nama ‘Casanova’ kita cenderung untuk memikirkan seorang perempuan cantikr, namun Casanova adalah orang yang terkemuka dari masyarakat Eropa selama waktunya (tahun 1800). Casanova de Seingalt adalah seorang penjudi avid, serta pengacara, petualang dan penulis. Pada usia 21, Casanova ditetapkan menjadi penjudi profesional tapi segera berubah ke profesi lain kemudian mengklaim bahwa dia tidak memiliki kehati-hatian untuk “berhenti ketika kekayaan itu merugikan, atau melakukan pengendalian yang memadai atas diriku sendiri saat aku telah menang” (atau, seperti Kenny Rogers akan mengatakan, “tahu kapan harus hold’em, tahu kapan harus fold’em”).

Casanova bermain lotere, Faro, basset, Piquet, biribi, primero, quinze, dan main kartu kalangan bangsawan dan pejabat yang tinggi. Dia juga sangat religius, seorang Katolik yang saleh yang percaya dalam doa. Casanova’s sezaman mengira dia adalah orang yang luar biasa-ia adalah salah satu orang paling menonjol di zamannya. Pangeran Charles de Ligne pernah berkata bahwa Casanova adalah orang yang paling menarik yang pernah ditemuinya mengatakan, “tidak ada dalam dunia yang tidak mampu.”

3. Wild Bill Hickok
Legenda Amerika Wild Bill Hickok adalah orang yang dihormati pada masanya sebagai ‘wild’ Hickok memiliki reputasi sebagai orang terhormat., ia adalah seorang pahlawan perang, pramuka dan penegak hukum yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melindungi yang lain dari kejahatan dan ketidakadilan.

Pada saat yang sama, ia adalah seorang penjudi dan dia adalah seorang fanatik tentang perjudian, terutama poker. Setelah ia tahu bahwa ia ditipu ia mengeluarkan Colt dan pisau dan menantang orang tersebut dengan mengatakan, “take the pot.” Tragisnya., Hickok tewas ketika ia bergabung dengan sebuah permainan poker dan sekelompok konspirator yang merencanakan kematiannya dan ia ditembak.

Konon ia mengembangkan banyak musuh ketika ia bergabung dengan General Jim Lane “Red Legs” yang main hakim sendiri kelompok yang bertujuan untuk menghapuskan perbudakan di selatan. Dia ditembak di bagian belakang kepala dengan revolver kaliber 0,45 dan ketika Hickok terjatuh di kursinya dan kartu nya jatuh ke lantai ditangannya ia memegang kartu sepasang as dan sepasang delapan dan menjadi terkenal dikalangan penjudi dengan ‘Dead Man’s Hand.’

2. Fyodor Dostoyevsky
Salah satu novelis paling berpengaruh dalam sejarah Rusia, Dostoevsky adalah seorang penjudi yang menulis dua novel terkenal, Kejahatan dan Hukuman dan The Gambler. Menurut legenda, Dostoyevsky menulis bagian terakhir dari Kejahatan dan Hukuman dalam hitungan hari dalam rangka untuk mencari uang muka dari penerbitnya untuk melunasi hutang perjudian.

Dia mencintai permainan terutama kesempatan dan menemukan inspirasi besar bagi novel dan cerita-cerita dari efek dan psikologi kecanduan dan risiko yang dia alami dari hidupnya sebagai penjudi.

1. Claude Monet
Claude Monet menggunakan kemenangan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai utusan dan memfokuskan diri pada melukis, menjadi pelopor Impresionisme Perancis. Pada tahun 1891 ia memenangkan lotre sekitar $ 13,450 di Perancis dan kemenangan itu adalah sebagai tiket tidak hanya untuk Monet, tetapi untuk dunia. Mungkin kalau Claude Monet tidak membuat taruhan, dunia akan dikurangi beberapa potongan seni terbesar yang pernah ia lukis.

Legenda Spring heeled Jack Si Tumit Pegas

@Ikadanews - Legenda Spring heeled Jack Si Tumit Pegas - Penyerang itu bertubuh tinggi, memiliki telinga dan hidung yang ujungnya lancip dengan mata yang terlihat menyala-nyala. Ia mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyerang korban perempuannya, ia mengoyak pakaian dan tubuh mereka dengan cakarnya yang tajam seperti besi. Apabila ia melarikan diri, ia tidak berlari seperti manusia pada umumnya, ia melompat dengan tinggi. Para saksi mata yang melihat figur itu berani bersumpah kalau ia memiliki pegas di kedua tumitnya.

Hampir 200 tahun berlalu sejak makhluk yang dijuluki Spring Heeled Jack (Jack si tumit pegas)

Sepertinya akan sangat sukar untuk menganggap keberadaannya sebagai kebohongan karena penampakan Jack tercatat di seluruh Inggris mulai dari London hingga Liverpool.

Beberapa peneliti menganggap makhluk ini sesungguhnya hanyalah seorang peneror sakit jiwa seperti Jack the Ripper. Namun, sebagian lagi percaya kalau Jack adalah makhluk yang bersifat supranatural, bahkan mungkin ia adalah sang iblis sendiri.

Dalam dunia Cryptozoology, Jack digolongkan ke dalam "Penyerang siluman", sejajar dengan Penyebar gas gila dari Matton dan Badut Siluman. Penyerang siluman sendiri adalah kategori makhluk penyebar teror dengan penampilan seperti manusia namun memiliki kemampuan melebihi manusia pada umumnya.

meneror kota London. Hingga kini, setiap peneliti yang melihat kembali kepada kisah luar biasa ini hanya bisa berspekulasi mengenai identitasnya yang misterius.
Tetapi, siapa Jack si tumit pegas sebenarnya?

Laporan penampakan pertama
Jack si tumit pegas pertama kali muncul dari kegelapan pada tahun 1837 di London.

Di tahun itu, pada suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang dari kantornya ketika ia menyaksikan satu makhluk melompati sebuah pagar tinggi di pekuburan dengan mudahnya dan mendarat tepat di jalan di depannya. Makhluk itu kemudian segera menghilang di kegelapan malam.

Perjumpaan selama beberapa detik itu sudah cukup untuk membuatnya bergidik ketakutan.

Apa yang membuat pria itu kaget setengah mati adalah figurnya yang tidak biasa. Tubuhnya terlihat seperti seorang pria berotot dengan mata merah menyala serta telinga dan hidung yang ujungnya lancip.

Peristiwa perjumpaan itu mulai menyebar di kota London. Awalnya hanya terdengar seperti sebuah rumor, namun para penduduk London segera menyadari kalau mungkin mereka memang sedang berhadapan dengan sesuatu yang nyata.

Pada tahun-tahun berikutnya, Jack mulai terkenal karena penyerangan-penyerangan yang dilakukannya terhadap para wanita.

Mary Stevens
Pada bulan Oktober tahun yang sama, seorang perempuan bernama Mary Stevens sedang berjalan menuju lavender Hill.

Ketika ia berjalan melewati Clapham Common, satu makhluk misterius melompat keluar dari gang yang gelap. Makhluk itu segera memegang Mary di kedua lengannya dan menciumi wajahnya. Mary bisa merasakan cakarnya yang dingin merobek kulitnya.

Dalam ketakutan yang luar biasa, Mary berteriak dengan sekuat tenaga sehingga makhluk itu segera melarikan diri.

Hari berikutnya, makhluk itu muncul di dekat rumah Mary. Ia melompat di dekat sebuah kereta yang menyebabkan sang kusir panik dan kehilangan kendali sehingga keretanya terbalik. Menurut mereka, makhluk itu melompat hingga ketinggian sekitar 2,7 meter sambil mengeluarkan suara tertawa yang aneh.

Intensitas laporan yang meningkat membuat media-media di London mulai memberitakannya. Segera, makhluk misterius itu mendapatkan sebuah nama: Spring heeled Jack atau Jack si tumit pegas.

Jane Alsop
Beberapa bulan kemudian, Jack kembali beraksi!

Pada suatu malam pada tanggal 19 Februari 1838, Jane Alsop mendengar suara ketukan di pintunya. Suara yang menyertai ketukan itu menyebutkan kalau dirinya adalah petugas polisi.

    "Saya adalah seorang petugas polisi. Demi Tuhan, cepat bawakan sebuah lampu, kami telah berhasil menangkap Jack si tumit pegas di jalan desa."

Mendengar itu, Jane bergegas mengambil sebatang lilin untuk pria tersebut dan kemudian menyadari kalau pria itu mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyodorkan lilin itu, pria itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.

Jane melihat pria yang berdiri di hadapannya memiliki mata yang merah menyala. Ia bahkan berani bersumpah kalau ia melihat pria itu mengeluarkan lidah api berwarna biru dan putih dari mulutnya. Selain itu, ia juga terlihat mengenakan sesuatu seperti helm dan pakaian yang ketat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, pria itu segera mencengkeram wanita malang itu dan merobek pakaiannya. Jane berteriak sekuat tenaga dan akhirnya berhasil melepaskan diri dan berlari ke depan rumah. Makhluk itu berhasil menangkapnya kembali dan merobek leher dan lengannya dengan cakarnya yang sepertinya terbuat dari besi.

Setelah itu, makhluk itu menghilang begitu saja. Akhirnya Jane ditemukan dan ditolong oleh kakak perempuannya. Nyawanya berhasil diselamatkan.

Namun, Jack belum selesai. Delapan hari kemudian, ia kembali menyerang.

Lucy Scales
Pada malam tanggal 28 Februari 1838, Lucy Scales yang berusia 18 tahun sedang berjalan melewati distrik Limehouse bersama kakak perempuannya. Ketika mereka melewati jalan Green Dragon, satu figur tinggi dengan jubah terlihat berdiri di hadapan mereka. Tiba-tiba makhluk itu meludah, namun yang keluar dari mulutnya adalah lidah api berwarna biru.

Lidah api itu mengenai wajah Lucy dan membuatnya buta sesaat. Sementara Lucy terkapar di tanah dan mengeluh kesakitan, makhluk itu dengan tenang membalikkan badannya dan menghilang dalam kegelapan malam.

Berita penyerangan itu menyebar dengan cepat dan sekarang rasa panik menyerang kota London!

Jack meneror Inggris
Tidak berapa lama setelah media-media London memberitakan kisah penyerangan Jane Alsop, seorang pria bernama Thomas Millibank muncul ke publik dan mengaku sebagai Jack si tumit pegas. Tanpa buang waktu, polisi segera menangkapnya. Namun ia segera dilepaskan karena Jane bersikeras kalau makhluk yang dilihatnya mengeluarkan nafas yang terlihat seperti lidah api. Thomas mengaku kalau ia tidak bisa melakukan hal itu.

Setelah pengakuan Thomas Millibank, Jack menghilang selama beberapa tahun.

Pada tahun 1840, gelombang penampakan kembali menyapu Inggris. Para saksi mengaku melihat Jack, mulai dari Northamptonshire hingga East Anglia.

Pada tahun 1855, Jack muncul di Black Country. Ia terlihat di Old Hill sedang melompat dari atap sebuah penginapan menuju atap sebuah toko daging di seberang jalan.

Pada tahun itu juga, jejak-jejak kaki misterius, yang sering disebut jejak kaki setan, muncul di Devon. Jack disebut-sebut sebagai makhluk yang meninggalkan jejak tersebut.

Lalu, Jack kembali menghilang selama hampir 20 tahun.

Pada November 1872, harian News of the World melaporkan adanya makhluk misterius yang disebut "Peckham Ghost" yang telah muncul dan menyebar teror di kota Peckham. Banyak yang percaya kalau makhluk itu sesungguhnya adalah Jack si tumit pegas yang kembali beraksi.

Pada April dan Mei 1873, para penduduk Sheffield melaporkan adanya makhluk yang deskripsinya mirip dengan Jack si tumit pegas.

Pada Agustus 1877, Jack muncul di barak perajurit Aldershot. Kemunculannya di tempat ini tercatat sebagai salah satu kisah penampakan Jack yang paling terkenal.

Saat itu seorang prajurit jaga melihat sebuah figur besar sedang berdiri dan membuat suara-suara berisik dengan logam. Prajurit itu menegurnya, namun tidak terdengar adanya jawaban. Lalu, figur itu menghilang selama beberapa saat.

Prajurit itu membalikkan badannya karena ingin kembali ke pos jaga. Tak disangka, figur itu muncul di sebelahnya dan memukul wajahnya. Beberapa prajurit lain yang mendengar keributan itu segera berdatangan ke lokasi. Ketika sampai di tempat kejadian, mereka melihat teman mereka sedang terkapar di tanah dengan satu figur aneh berdiri di dekatnya.

Figur itu lalu melompat tinggi melewati kepala dan mendarat di belakang mereka. Salah seorang prajurit segera menembaknya. Namun ia segera menghilang di semak-semak, terlihat tidak terpengaruh oleh tembakan itu.

Pada musim gugur 1877, Jack terlihat muncul di Newport Arch di Lincolnshire. Di tempat itu, Jack berhasil dikepung oleh para penduduk desa. Namun, ia melompat tinggi dan berhasil lolos.

Pada tahun 1886, Birmingham Post melaporkan penampakan Jack di salah satu edisinya:

    "Pertama, seorang perempuan muda, lalu seorang pria, mereka merasakan sebuah tangan yang dingin menyentuh pundak mereka. Ketika mereka membalikkan badan, mereka melihat wajah bercahaya yang mengucapkan selamat malam."

Pada tahun 1888, 51 tahun setelah Jack pertama kali muncul, ia kembali terlihat di Everton, di atas atap gereja Saint Francis Xavier.

Pada tahun 1904, beberapa saksi mengaku melihat Jack di William Henry Street. Ia melompat dari jalan itu menuju atap-atap rumah penduduk.

Penampakan William Henry Street adalah penampakan Jack yang terakhir dilaporkan karena setelah itu Jack seperti menghilang ditelan bumi. Jika makhluk yang terlihat itu benar-benar Jack si Tumit pegas, itu artinya ia telah meneror Inggris selama 67 tahun.

Siapakah Jack si Tumit Pegas sesungguhnya?
Tidak ada yang tahu pasti siapa Jack si tumit pegas sebenarnya. Ini menyebabkan munculnya berbagai teori mengenai identitas makhluk ini sebenarnya.

Sebagian percaya kalau Jack adalah makhluk ekstra terestrial dengan mata merah retro reflektif dan nafas fosfor. Sebagian lagi percaya kalau Jack adalah Iblis yang diundang oleh para pelaku okultis.

Namun, menurut mereka yang skeptis, laporan penampakan Jack hanyalah sebuah histeria massa yang dipicu oleh kepercayaan adanya bogeyman atau iblis yang dipercaya banyak orang di abad ke-19. Tentu saja, ini adalah jawaban yang paling mudah. Namun, bagi peneliti lainnya, ada jawaban yang lebih masuk akal.

Beberapa penulis percaya kalau Jack sesungguhnya hanyalah seorang manusia dengan peralatan yang aksinya kemudian ditiru oleh orang lain pada tahun-tahun berikutnya.

Salah satu yang percaya dengan teori ini adalah Sir John Cowan, walikota London pada saat Jack meneror kota itu. Ia percaya kalau sekelompok anak-anak muda kaya yang iseng mungkin telah bertanggung jawab menciptakan karakter Jack.

Sebuah rumor populer yang beredar pada tahun 1840 menyebutkan kalau Jack sebenarnya adalah seorang bangsawan Irlandia bernama Henry de la Poer Beresford III, The Marquess of Waterford.

Tuduhan ini muncul karena bangsawan itu terkenal karena kesukaannya akan humor kasar, vandalisme dan perilaku buruknya terhadap wanita. Perilaku buruk Ini membuatnya dijuluki "Mad Marquess".

Pada tahun 1880, penulis E. Cobham Brewer juga menuduh Marquess Waterford sebagai Jack Spring Heeled. Menurutnya:

    "Marquess biasa menghibur dirinya dengan mengejutkan para pejalan kaki, ia biasa menakut-nakuti mereka, dan dari waktu ke waktu orang-orang selalu mengikuti perilakunya."

    Henry de la poer Beresford III

Marquess of Waterford meninggal pada tahun 1859. Brewer percaya, kalau sepeninggalnya, keisengan sang Marquess telah ditiru oleh orang lain.

Penulis buku "The legend and Bizarre Crimes of Spring Heeled Jack" bernama Peter Haining juga percaya dengan teori ini. Menurut Haining, Marquess mungkin telah meminta temannya untuk menciptakan peralatan yang memungkinkannya melompat tinggi dan menyemburkan nafas api.

Argumen lainnya yang cukup menguatkan teori ini adalah keberadaan Marquess yang sesuai dengan munculnya serangan-serangan Jack.

Sebagai tambahan bukti, Haining mengatakan kalau seorang bocah yang pernah melihat Jack mengaku menyaksikan adanya huruf W pada tudung yang dikenakannya. Ini bisa jadi merupakan inisial dari "Waterford".

Namun menariknya, jika sang bangsawan itu adalah Jack, peralatan macam apa yang digunakannya?

Selama perang dunia II, para prajurit Jerman dilaporkan pernah menggunakan pegas pada sepatu mereka. Ketika mereka menggunakannya, yang didapat adalah kaki dan tumit yang patah.

Jika Marquess of Waterford adalah Jack, maka pastilah ia memiliki peralatan yang sangat menarik.

Walaupun mungkin kita tidak akan pernah tahu identitas makhluk ini sebenarnya, namun, mungkin saja suatu hari dari kegelapan malam yang pekat, Jack si tumit pegas akan muncul dan melompat kembali.