Cari Artikel Disini

Showing posts with label ampun. Show all posts
Showing posts with label ampun. Show all posts

Ya Ampun...! Gadis Cantik 18 Tahun Tawarkan Keperawanan Rp 112 Juta

@Ikadanews - Ya Ampun...! Gadis Cantik 18 Tahun Tawarkan Keperawanan Rp 112 Juta - Gadis remaja cantik menawarkan keperawanannya seharga 12 ribu dollar Australia atau sekitar Rp 112 juta (Rp 9.400 per dollar Australia) melalui agensi yang disebut Sweet Girls Premium Escort. Demikian dilansir Sydney Morning Herald, Minggu (6/5/2012).

Remaja cantik ini keturunan China kelahiran Melbourne dan berusia 18 tahun. Agensi perempuan panggilan itu mengatakan tawaran ini dimulai pada 19 Mei mendatang. "Ia seorang perawan. Kita bisa mengetahuinya dengan mudah," demikian disampaikan juru bicara agensi Sweet Girls Premium Escort saat diwawancarai Sun-Herald.

"Ia akan ke tempat Anda atau hotel dan menghabiskan waktu dua hari bersama. Ia tidak memiliki pacar dan ia melakukan itu hanya semata-mata demi uang," ujar sang juru bicara, lagi.

Agensi ini merekrut kebanyakan perempuan keturunan Asia berusia 18-25 tahun dan menegaskan cara mencari uang dengan mudah.

Situs ini memiliki dua bahasa yaitu China dan Inggris dan tertulis merekrut pekerja untuk menyelesaikan masalah keuangan dalam waktu singkat.

"Mau membayar uang sekolah? membantu biaya keuangan keluarga? Ingin membeli tas mahal seperti Louis Vuitton? Hubungi kami segera. Kami akan mencarikan pekerjaan bagi Anda," demikian promosi yang tertulis di situs tersebut.

Aktivis perempuan, Melinda Tankard Reist, mengatakan menjual keperawanan dan mempromosikan barang-barang mewah adalah penyebab banyak gadis remaja terjebak.

"Jika perempuan mengalami masalah keuangan maka rumah bordil dengan gampang mengincarnya," jelas Reist.

Ya Ampun ... Bayi Dikubur Hidup-hidup oleh Orangtua Agar Panjang Umur

@Ikadanews - Ya Ampun ... Bayi Dikubur Hidup-hidup oleh Orangtua Agar Panjang Umur - New Delhi, Astaga! Orangtua tega mengubur hidup-hidup bayi mereka yang baru berusia 9 hari. Penguburan bayi ini disarankan oleh seorang peramal karena orangtua tersebut menginginkan buah hati mereka berumur panjang.

Pasangan suami istri yang tinggal di Hapur, Uttar Pradesh, India, ini sebelumnya telah kehilangan empat anak mereka. Anak-anak mereka meninggal karena kondisi kesehatan yang buruk atau karena komplikasi penyakit.

Jadi Kiran Pal (37) dan Anita (34) yang putus asa ini, meminta saran kepada seorang peramal bernama Nizam. Tapi sayangnya mereka tetap mengikuti saran dari si peramal yang tidak logis: mengubur bayi mereka hidup-hidup.

Keduanya meletakkan bayi laki-laki tersebut ke dalam sebuah periuk dari tanah dan kemudian menguburkan periuk tersebut pada kedalaman 1 meter di halaman belakang rumah mereka. Penguburan tersebut dilakukan pada 12 April lalu.

Demikian seperti diberitakan harian Malaysia Nanban dan dilansir oleh The Star, Senin (16/4/2012).

Sejumlah tetangga memergoki pasangan tersebut rajin datang ke lokasi penguburan anaknya. Mereka curiga dengan perilaku pasangan tersebut dan kemudian melapor ke polisi pada Jumat (13/4) lalu.

Polisi pun mendatangi lokasi dan kemudian menangkap pasangan tersebut. Baik Kiran dan Anita, maupun si peramal yang bernama Nizam, dikenai dakwaan percobaan pembunuhan.

Ajaibnya, bayi tersebut masih hidup ketika dikeluarkan dari tanah. Bayi ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan syukurlah, kondisinya dilaporkan terus membaik.

Ya Ampun ... Demi Tunjangan, Pria Austria Potong Kaki

@Ikadanews.info - Ya Ampun ... Demi Tunjangan, Pria Austria Potong Kaki - Bagi anda yang tetap ingin mendapatkan tunjangan tanpa harus bekerja, sebaiknya jangan mengikuti langkah pria Austria ini. Hans Url, seorang pria pengangguran di Austria, dikabarkan memotong kaki kirinya sendiri dengan gergaji mesin agar tetap bisa menganggur dan selalu mendapat tunjangan sebagai pengangguran.

Namun aksi gila ini hampir saja merenggut nyawa pria 56 tahun ini. Pasalnya ia, hampir tewas karena kehilangan banyak darah dalam proses evakuasi ke rumah sakit dari kediamannya di Feldbach ke Graz.

‘’Kakinya sudah terbakar terlalu parah untuk disambungkan lagi,’’ ujar juru bicara rumah sakit sebagaimana dikutip Sunday Mirror.

Kasus ini sendiri bermula saat Hans Url, fihak Job Center (Dinas Tenaga Kerja) memintanya menjalani tes medis yang bisa membuktikan bahwa dirinya sulit mendapatkan pekerjaaan. Persyaratan ini dibutuhkan agar Hans, bisa mengklaim tunjangannya sebagai penganggur.

Lalu, muncullah akal mengerikan itu. Hans, memotong kakinya beberapa mili di atas pergelangan kaki dengan gergaji mesin di rumahnya. Kemudian sisa potongan kaki tersebut ia, masukkan ke oven. Tujuannya, agar kakinya tak bisa disambung lagi. Status cacatnya yang permanen dapat menjadi akses untuk mengklaim tunjangan itu.

‘’Perencanaannya demikian presisi, dia menunggu hingga istri dan anaknya meninggalkan rumah dan dia sedang sendiri,’’ ujar Franz Fasching juru bicara kepolisian setempat.

‘’kemudian dia menghidupkan (gergaji) dan mulai mengiris kaki kirinya di atas pergelangan kaki,’’ imbuhnya.

Kini, polisi menangani kasus tersebt sebagai percobaan bunuh diri. Namun demikian fihak Feldbach AMS job centre menjelaskan, dengan kondisi ini kelak Hans masih bisa mendapatkan pekerjaan.

‘’Walaupun sekarang kehilangan satu kaki bukan berarti dia tidak bisa bekerja,’’ kata Hermann Gössinger, juru bicara Feldbach, AMS Job Centre.

Ya Ampun ... Banyak Ibu Menggugurkan kandungan setelah tahu bayinya perempuan

@Ikadanews.info - Ya Ampun ... Banyak Ibu Menggugurkan kandungan setelah tahu bayinya perempuan - Menggugurkan kandungan setelah tahu bayinya perempuan banyak dijumpai di negara-negara Asia. Tapi siapa sangka hal itu juga terjadi di negara maju seperti Inggris, banyak perempuan yang sedang hamil memilih menggugurkan kandungannya karena alasan jenis kelaminnya bukan laki-laki.

Seorang mantan direktur medis penyedia jasa aborsi terbesar di Inggris mengatakan banyak perempuan menggugurkan kandungannya setelah mengetahui bayi dalam kandungannya berjenis kelamin perempuan. Bahkan, sang ibu sendiri lah yang meminta prosedur aborsi tersebut.

Dr Vincent Argent, dokter kandungan dan konsultan ginekolog yang pernah bekerja untuk kantor penasehat kehamilan Inggris membenarkan hal ini. Ia mengungkapkan bahwa banyak perempuan yang memilih aborsi karena mengetahui jenis kelamin bayinya perempuan, dan praktik ini cukup banyak di masyarakat.

"Banyak sekali aborsi yang terjadi karena pemilihan jenis kelamin, terutama setelah calon ibu dapat mengetahui jenis kelamin bayinya lewat tes darah. Mereka meminta aborsi tanpa memberitahu dokter alasan sebenarnya," kata Dr Argent seperti dilansir The Telegraph, Minggu (26/2/2012).

Namun, Dr Agent mengatakan, ada juga pasien yang terang-terangan mengatakan alasannya ingin menggugurkan kandungan karena menginginkan bayi laki-laki. Dr Agent juga membenarkan ia pernah diminta untuk melakukan aborsi atas alasan ini. Namun ia mengatakan kepada pasien bahwa hal itu tidak etis dan ia tidak bisa membantu. Ia juga mengungkapkan beberapa orang rekannya melakukan aborsi dengan alasan jenis kelamin ini dan mereka merasa hal itu wajar dilakukan.

"Saya memiliki seorang kolega di Inggris bagian utara yang mengungkapkan pandangannya. Dia tidak berpikir itu hal itu salah karena budaya pada beberapa komunitas lebih suka memiliki empat orang bayi laki-laki, seperti dalam pandangan budaya Anglo-Saxon. Mereka berpendapat 'Baiklah saya hamil, tapi saya tak menginginkannya'," kata Dr Agent.

Dokter yang mendukung aborsi atas dasar pemilihan jenis kelamin ini menyamakan aborsinya dengan aborsi-aborsi sesuai permintaan seperti banyak ditemui di klinik-klinik aborsi.

Isu mengenai aborsi karena pemilihan jenis kelamin ini marak karena beredarnya film amatir mengenai permintaan aborsi seorang ibu dengan alasan jenis kelamin ini. Seorang dokter bernama Dr Raj Mohan dari Calthorpe Clinic tak menyadari bahwa ia sedang disorot kamera ketika menyanggupi permintaan ibu hamil tersebut.

Bahkan, Dr Raj juga menyanggupi bahwa ia tak akan menulis alasan aborsi tersebut dalam catatan medis pasiennya. Film ini kemudian menjadi perbincangan setelah dimuat oleh media. Saat ini, polisi sedang mengusut kasus ini. Tak hanya Calthrope Clinic, ternyata ada juga film serupa membeberkan praktik yang dilakukan Pall Mall Medical di Manchester, Inggris.

Di Inggris, undang-undang mengenai aborsi dengan alasan pemilihan jenis kelamin ini memang masih belum jelas dan nampaknya tidak menegaskan bahwa hal itu melanggar hukum. Meskipun demikian, hal ini tentu saja dianggap tidak etis oleh Dewan Kedokteran Umum Inggris. Sayangnya, tidak pernah ada kajian hukum yang benar-benar menegaskan bahwa hal itu ilegal.