@Ikadanews - Inilah Artis-Artis Pecandu Seks Kelas Wahid - Ternyata bukan Tiger Woods saja kecanduan seks. Sejumlah selebriti dunia diduga juga mengalami kecanduan seks. Diantaranya adalah Michael Douglas yang mengakui kalau dirinya kecanduan seks.
Karena 'penyakit berbahaya' itu sudah sangat mengancam dan membahayakan dirinya juga keutuhan rumah tangganya, ia pun dengan suka rela masuk panti rehabilitasi untuk mengikuti program terapi mengobati obsesinya pada seks yang luar biasa.
Selain Douglas, ada sejumlah selebriti yang juga memiliki problem serupa. Masing-masing memiliki cara untuk mengatasinya. Berikut kasus-kasus seleb dunia:
Michael Douglas
Suami aktris Catherine Zeta Jones ini dengan besar hati mengakui ketergantungan seksnya.
Ia menjalani rehabilitasi di Arizona, Amerika Serikat. Kini ia memiliki keluarga yang bahagia dan berjanji akan membayar 1.7 juta Euro kepada istrinya jika ketahuan berselingkuh.
Colin Farrell
Aktor asal Irlandia ini mengakui mencintai perempuan "dari segala tipe dan ukuran".
Namun kecintaannya ini berubah menjadi kecintaan pada seks saat video seks dirinya dengan model majalah Playboy, Nicole Narain terungkap ke publik.
Charlie Sheen
Charlie mengelak jika ia mengalami kecanduan seks. Namun ia dilaporkan telah tidur dengan sekitar 5000 perempuan, ditambah tuntutan cerai dari istrinya karena melakukan kekerasan dan menghabiskan 50 ribu dolar AS untuk tidur dengan pekerja seks.
Billy Bob Thornton
Saat masih menjadi suami Angelina Jolie, Billy ketahuan berselingkuh dengan penggemar dan pengurus rumah.
Untuk mengobati ketergantungannya, Angelina mengirim suaminya ke rehabilitasi. Bukan menjalani pengobatan, ia justru tidur dengan terapisnya.
Bill Murray
Ia dicap sebagai ‘sex addict' setelah istrinya mengajukan gugatan cerai.
Selama 11 tahun menikah istrinya menyatakan Bill ketergantungan pada marijuana, seks, dan melakukan kekerasan domestik.
Cari Artikel Disini
Home » kelas
Showing posts with label kelas. Show all posts
Showing posts with label kelas. Show all posts
Meksiko: Anak Kelas 6 SD Ini Bikin Film Video Porno di Kelas
@Ikadanews - Meksiko: Anak Kelas 6 SD Ini Bikin Film Video Porno di Kelas - Otoritas di negara bagian Campeche, Meksiko, mengaku tengah menyelidiki bagaimana sejumlah siswa kelas 6 bisa membuat video porno di dalam kelas mereka.
Juru Bicara Departemen Pendidikan Campeche Omar Kantun menyebut video porno itu dibuat di dalam kelas kosong pada akhir April lalu.
"Ini benar. Kasus ini benar dan video itu benar-benar ada," ujar Kantun. "Kami sangat-sangat prihatin dengan peristiwa ini."
Menurut Kantun, penyelidikan tengah dilakukan oleh departemennya dan persatuan guru untuk mengetahui apakah ada orang dewasa yang terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Kantun mengatakan guru yang menggunakan kelas itu tampaknya tidak ada di tempat saat video itu dibuat. Dia menegaskan hingga kini belum ada tindakan disiplin yang diambil terhadap siswa ataupun guru. Adapun siswa yang terlibat dalam video porno itu diberikan konseling psikologis.
Insiden itu terjadi pada akhir April di sebuah sekolah dasar di Kota Calkini. Tiga anak laki-laki terlihat dalam video itu melakukan aktivitas oral dan anal seks yang direkam oleh orang keempat yang diduga siswa lainnya menggunakan telepon seluler.
Ibu dari salah satu anak yang terlihat dalam video porno itu melihat video itu di internet dan melaporkan hal itu kepada pihak berwajib.
Otoritas Meksiko tidak mengumumkan usia anak-anak itu namun umumnya siswa kelas 6 di Meksiko berusia sekitar 12 tahun.
Juru Bicara Departemen Pendidikan Campeche Omar Kantun menyebut video porno itu dibuat di dalam kelas kosong pada akhir April lalu.
"Ini benar. Kasus ini benar dan video itu benar-benar ada," ujar Kantun. "Kami sangat-sangat prihatin dengan peristiwa ini."
Menurut Kantun, penyelidikan tengah dilakukan oleh departemennya dan persatuan guru untuk mengetahui apakah ada orang dewasa yang terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Kantun mengatakan guru yang menggunakan kelas itu tampaknya tidak ada di tempat saat video itu dibuat. Dia menegaskan hingga kini belum ada tindakan disiplin yang diambil terhadap siswa ataupun guru. Adapun siswa yang terlibat dalam video porno itu diberikan konseling psikologis.
Insiden itu terjadi pada akhir April di sebuah sekolah dasar di Kota Calkini. Tiga anak laki-laki terlihat dalam video itu melakukan aktivitas oral dan anal seks yang direkam oleh orang keempat yang diduga siswa lainnya menggunakan telepon seluler.
Ibu dari salah satu anak yang terlihat dalam video porno itu melihat video itu di internet dan melaporkan hal itu kepada pihak berwajib.
Otoritas Meksiko tidak mengumumkan usia anak-anak itu namun umumnya siswa kelas 6 di Meksiko berusia sekitar 12 tahun.
EDAN Bin Sontoloyo... Siswa Kelas 6 SD Hamili Siswi Kelas 1 SMP
@Ikadanews - EDAN Bin Sontoloyo... Siswa Kelas 6 SD Hamili Siswi Kelas 1 SMP - Seorang siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) di Lumajang, ditangkap polisi
karena dituduh menghamili temannya setelah terpengaruh video porno. Satu
lagi dampak buruk tayangan film porno melalui VCD yang bisa diperoleh
dengan bebas di pasaran merusak moral generasi bangsa ini. Mirisnya,
kejadian ini menimpa seorang bocah ingusan yang masih duduk di bangku
kelas 6 SD di Dusun Sukosari, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro,
Lumajang, Jawa Timur.
Bocah berinisial WY (12) itu melakukan seks bebas dengan anak gadis tetangganya, EK, yang berusia tiga tahun di atasnya atau 15 tahun hingga hamil enam bulan. Perbuatan buruk WY ini sebagai dampak buruk dari kegemarannya menonton VCD porno di rumah salah seorang temannya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kediaman WY dan EK hanya berjarak beberapa meter. EK sendiri selama ini tak sekolah karena menderita keterbelakangan mental alias idiot.
Kasus ini terungkap setelah orangtua EK melihat adanya perubahan fisik pada diri putrinya. Karena curiga, mereka memeriksakan anak gadis itu ke seorang bidan. Hasil pemeriksaan, EK positif hamil. Itulah yang menggegerkan kedua orangtuanya.
Apalagi, mereka mendapatkan pengakuan bahwa orang yang menghamili EK tak lain adalah WY yang masih tetangganya. Atas keterangan ini, akhirnya orangtua EK melaporkan perbuatan pelajar SD itu ke Mapolsek Candipuro, Selasa (8/2) siang.
Menyusul laporan itu, petugas langsung menjemput WY di rumahnya saat bocah itu baru pulang dari sekolah. Lantaran kasus ini melibatkan korban dan pelaku yang masih di bawah umur, aparat Polsek Candipuro melimpahkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Lumajang.
Guna mengungkap kasus ini, petugas memboyong WY dan EK didampingi orangtua masing-masing serta perangkat Desa Sumberwuluh ke Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum. Dalam pemeriksaan terungkap juga bahwa WY telah melakukan perbuatan itu cukup lama alias sudah berkali-kali.
Kepada petugas, pelajar itu mengaku bahwa dia melakukan perbuatan tersebut bersama korban pertama kali sebelum Lebaran 2010. Tindakan itu dia lakukan lantaran terdorong nafsu setelah sering melihat tayangan film porno melalui VCD di rumah temannya.
“Saya sering melihat film porno di rumah teman saya berinisial RC. Saya melihat film porno melalui VCD yang diberi seseorang kenalan,” kata WY blak-blakan.
Yang mengejutkan lagi, di usianya yang masih anak-anak itu, WY tak hanya melakukan seks bebas, tapi sudah terbiasa dengan minuman keras dan obat-obatan berbahaya. Bocah ingusan ini mengaku sering menenggak pil koplo dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya.
Dia mengaku, setelah menonton film porno, rasa ingin melakukan sendiri begitu dahsyat. Makanya, dia mendatangi EK. Secara kebetulan pula, saat itu kediaman EK sedang kosong. Dia lantas mengajak korban masuk kamar, lalu menyetubuhinya. Perbuatan itu leluasa dilakukan tersangka karena orangtua korban sedang tidak berada di rumah.
“Perbuatan itu awalnya memang ada pemaksaan. Sampai-sampai WY melakukan pemaksaan dengan merobek celana dalam EK,” kata Kapolsek Candipuro Ajun Komisaris H Sutopo.
Perbuatan pertama itu tak terendus, karena WY mewanti-wanti agar EK tak melaporkannya kepada siapa pun. Pengalaman pertama itu membuat WY ketagihan, sehingga terus mengulang perbuatannya. Dan, terakhir kali pekan lalu sebelum perbuatan itu terbongkar.
“Meski korban diketahui hamil, WY masih terus melakukan hubungan intim dengan EK di rumahnya. Sampai akhirnya, perbuatannya terbongkar berkat kecurigaan orangtua EK,” ujar Kapolsek.
Menurut Kapolsek, karena perbuatan ini melibatkan anak di bawah umur, pasal yang dikenakan adalah Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, untuk proses penyidikan, ungkapnya, dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Lumajang.
Hanya saja, lanjutnya, untuk melengkapi prosedur penyidikan pihaknya telah memintakan visum dari dokter yang menyatakan bahwa korban EK memang hamil 6 bulan. “Kami juga telah menyita VCD porno yang menjadi pemicu WY melakukan perbuatan itu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, keterlibatan anak SD dalam mengakses atau menonton tayangan pornografi saat ini sudah dalam tahap memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati, sejak tahun 2008 sampai 2010 muncul fakta bahwa 67 persen dari 2.818 siswa SD kelas IV, V, dan VI di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses informasi pornografi. Sekitar 24% mengaku melihat pornografi melalui media komik, 22% dari internet, 17% dari game, 12% dari film di televisi, dan 6% melalui telepon genggam.
Menurut Elly, pengurus Yayasan Kita, komik dan game perlu diwaspadai. Komik Naruto, game Counter Strike dan Point Blank, ujarnya, sangat digemari anak-anak. Belakangan ini, kata Elly, ada game baru bernama Rape Play (Permainan Perkosaan) yang bisa diunduh secara gratis dari internet.
Menurut dia, tontonan-tontonan itu telah menanamkan pornografi di benak anak-anak dan remaja. Makanya, belakangan ini banyak pertanyaan dari anak SD yang sudah berbau seks seperti halnya orang dewasa.
Menurut survei, lanjutnya, kebanyakan anak-anak (sekitar 48%) melihat pornografi justru di rumah. Dan, orangtua mereka tanpa sadar membayari biaya internet dan pulsa telepon genggam anak-anaknya.
Selain itu, yang juga perlu dikhawatirkan, imbuh Elly, saat ini kita belum mempunyai ahli pengobatan khusus pornografi. Padahal, sebagaimana dikatakan Randy Hyde, anak-anak yang mengalami kejadian ini harus segera dibantu. Pasalnya, bukan saja merusak mental sang pecandu pornografi, tapi bagian otaknya pun ikut terpengaruh. Jika kecanduan narkoba merusak tiga bagian otak, maka kecanduan pornografi bisa merusak lima bagian otak.
“Harus kita tangani secara serius sebelum terlambat. Jangan sampai menjadi fenomena gunung es,” kata Elly.
Sedangkan praktisi home schooling Seto Mulyadi mengatakan, orangtua harus intensif mendampingi anak untuk mengantisipasi dampak pemberitaan video seks. Komunikasi orangtua dan anak harus mengutamakan dialog.
“Orangtua harus mendengarkan pendapat anak tentang kasus itu. Jangan memberi ceramah panjang lebar,” katanya.
Orangtua diminta proaktif berdialog dengan anak terkait peredaran video seks itu. Namun, orangtua sebaiknya lebih banyak mendengarkan anak daripada menasehatinya.
“Yang harus dilakukan adalah dialog. Lalu, orangtua bisa mengkaitkan kasus itu dengan nilai-nilai moral maupun agama yang telah diajarkan,” katanya.
Menurut dia, penyebar video seks itu telah melakukan tindak kriminal dan harus diproses hukum. Pemberitaan dan penyebaran video itu mengancam perkembangan jiwa anak yang dalam proses imitasi atau meniru. “Penyebaran video itu membuat masyarakat goncang,” ujarnya.
Bocah berinisial WY (12) itu melakukan seks bebas dengan anak gadis tetangganya, EK, yang berusia tiga tahun di atasnya atau 15 tahun hingga hamil enam bulan. Perbuatan buruk WY ini sebagai dampak buruk dari kegemarannya menonton VCD porno di rumah salah seorang temannya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kediaman WY dan EK hanya berjarak beberapa meter. EK sendiri selama ini tak sekolah karena menderita keterbelakangan mental alias idiot.
Kasus ini terungkap setelah orangtua EK melihat adanya perubahan fisik pada diri putrinya. Karena curiga, mereka memeriksakan anak gadis itu ke seorang bidan. Hasil pemeriksaan, EK positif hamil. Itulah yang menggegerkan kedua orangtuanya.
Apalagi, mereka mendapatkan pengakuan bahwa orang yang menghamili EK tak lain adalah WY yang masih tetangganya. Atas keterangan ini, akhirnya orangtua EK melaporkan perbuatan pelajar SD itu ke Mapolsek Candipuro, Selasa (8/2) siang.
Menyusul laporan itu, petugas langsung menjemput WY di rumahnya saat bocah itu baru pulang dari sekolah. Lantaran kasus ini melibatkan korban dan pelaku yang masih di bawah umur, aparat Polsek Candipuro melimpahkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Lumajang.
Guna mengungkap kasus ini, petugas memboyong WY dan EK didampingi orangtua masing-masing serta perangkat Desa Sumberwuluh ke Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum. Dalam pemeriksaan terungkap juga bahwa WY telah melakukan perbuatan itu cukup lama alias sudah berkali-kali.
Kepada petugas, pelajar itu mengaku bahwa dia melakukan perbuatan tersebut bersama korban pertama kali sebelum Lebaran 2010. Tindakan itu dia lakukan lantaran terdorong nafsu setelah sering melihat tayangan film porno melalui VCD di rumah temannya.
“Saya sering melihat film porno di rumah teman saya berinisial RC. Saya melihat film porno melalui VCD yang diberi seseorang kenalan,” kata WY blak-blakan.
Yang mengejutkan lagi, di usianya yang masih anak-anak itu, WY tak hanya melakukan seks bebas, tapi sudah terbiasa dengan minuman keras dan obat-obatan berbahaya. Bocah ingusan ini mengaku sering menenggak pil koplo dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya.
Dia mengaku, setelah menonton film porno, rasa ingin melakukan sendiri begitu dahsyat. Makanya, dia mendatangi EK. Secara kebetulan pula, saat itu kediaman EK sedang kosong. Dia lantas mengajak korban masuk kamar, lalu menyetubuhinya. Perbuatan itu leluasa dilakukan tersangka karena orangtua korban sedang tidak berada di rumah.
“Perbuatan itu awalnya memang ada pemaksaan. Sampai-sampai WY melakukan pemaksaan dengan merobek celana dalam EK,” kata Kapolsek Candipuro Ajun Komisaris H Sutopo.
Perbuatan pertama itu tak terendus, karena WY mewanti-wanti agar EK tak melaporkannya kepada siapa pun. Pengalaman pertama itu membuat WY ketagihan, sehingga terus mengulang perbuatannya. Dan, terakhir kali pekan lalu sebelum perbuatan itu terbongkar.
“Meski korban diketahui hamil, WY masih terus melakukan hubungan intim dengan EK di rumahnya. Sampai akhirnya, perbuatannya terbongkar berkat kecurigaan orangtua EK,” ujar Kapolsek.
Menurut Kapolsek, karena perbuatan ini melibatkan anak di bawah umur, pasal yang dikenakan adalah Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, untuk proses penyidikan, ungkapnya, dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Lumajang.
Hanya saja, lanjutnya, untuk melengkapi prosedur penyidikan pihaknya telah memintakan visum dari dokter yang menyatakan bahwa korban EK memang hamil 6 bulan. “Kami juga telah menyita VCD porno yang menjadi pemicu WY melakukan perbuatan itu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, keterlibatan anak SD dalam mengakses atau menonton tayangan pornografi saat ini sudah dalam tahap memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati, sejak tahun 2008 sampai 2010 muncul fakta bahwa 67 persen dari 2.818 siswa SD kelas IV, V, dan VI di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses informasi pornografi. Sekitar 24% mengaku melihat pornografi melalui media komik, 22% dari internet, 17% dari game, 12% dari film di televisi, dan 6% melalui telepon genggam.
Menurut Elly, pengurus Yayasan Kita, komik dan game perlu diwaspadai. Komik Naruto, game Counter Strike dan Point Blank, ujarnya, sangat digemari anak-anak. Belakangan ini, kata Elly, ada game baru bernama Rape Play (Permainan Perkosaan) yang bisa diunduh secara gratis dari internet.
Menurut dia, tontonan-tontonan itu telah menanamkan pornografi di benak anak-anak dan remaja. Makanya, belakangan ini banyak pertanyaan dari anak SD yang sudah berbau seks seperti halnya orang dewasa.
Menurut survei, lanjutnya, kebanyakan anak-anak (sekitar 48%) melihat pornografi justru di rumah. Dan, orangtua mereka tanpa sadar membayari biaya internet dan pulsa telepon genggam anak-anaknya.
Selain itu, yang juga perlu dikhawatirkan, imbuh Elly, saat ini kita belum mempunyai ahli pengobatan khusus pornografi. Padahal, sebagaimana dikatakan Randy Hyde, anak-anak yang mengalami kejadian ini harus segera dibantu. Pasalnya, bukan saja merusak mental sang pecandu pornografi, tapi bagian otaknya pun ikut terpengaruh. Jika kecanduan narkoba merusak tiga bagian otak, maka kecanduan pornografi bisa merusak lima bagian otak.
“Harus kita tangani secara serius sebelum terlambat. Jangan sampai menjadi fenomena gunung es,” kata Elly.
Sedangkan praktisi home schooling Seto Mulyadi mengatakan, orangtua harus intensif mendampingi anak untuk mengantisipasi dampak pemberitaan video seks. Komunikasi orangtua dan anak harus mengutamakan dialog.
“Orangtua harus mendengarkan pendapat anak tentang kasus itu. Jangan memberi ceramah panjang lebar,” katanya.
Orangtua diminta proaktif berdialog dengan anak terkait peredaran video seks itu. Namun, orangtua sebaiknya lebih banyak mendengarkan anak daripada menasehatinya.
“Yang harus dilakukan adalah dialog. Lalu, orangtua bisa mengkaitkan kasus itu dengan nilai-nilai moral maupun agama yang telah diajarkan,” katanya.
Menurut dia, penyebar video seks itu telah melakukan tindak kriminal dan harus diproses hukum. Pemberitaan dan penyebaran video itu mengancam perkembangan jiwa anak yang dalam proses imitasi atau meniru. “Penyebaran video itu membuat masyarakat goncang,” ujarnya.
Kisah Bang Maman Dan Istri Simpanan di Buku Kelas 2 SD
@Ikadanews.info - Kisah Bang Maman Dan Istri Simpanan di Buku Kelas 2 SD - Donny BU (36) terperanjat. Buku pelajaran kelas 2 SD milik keponakannya memuat kisah yang dinilainya belum pantas untuk anak seusia itu. Adalah kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir' yang menjadi persoalan.
Inti cerita 'Bang Maman' itu sebenarnya mengajarkan anak kelas 2 SD mengetahui mana sifat baik dan mana yang buruk. Namun secara keseluruhan, kisah itu dinilai mirip sinetron yang tak pantas buat anak kelas 2 SD.
"Masa anak kelas 2 SD diajarkan soal materi adanya istri simpanan?" kata Donny yang juga pegiat internet sehat saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/4/2012).
Kisah 'Bang Maman' ini dimuat dalam buku Pendidikan Lingkungn Budaya Jakarta, yang merupakan muatan lokal. Keponakan Donny, mesti membaca cerita ini hingga tuntas dan menghapalnya, karena kisah ini akan menjadi materi ulangan harian.
Sang keponakan mendapatkan buku ini dari sekolahnya di sebuah SD di Jakarta Timur. Buku itu dibeli paket dari sekolah. Buku itu diterbitkan PT MK dan kisah Bang Maman ada di halaman 30.
Adapun materi kisah Bang Maman secara ringkas bertutur mengenai kehidupan Bang Maman, seorang pedagang buah yang memiliki anak bernama Ijah. Nah, Bang Maman kemudian menikahkan putrinya itu dengan Salim, putra dari Pak Darip orang kaya di Kali Pasir.
Hingga kemudian Pak Darip meninggal dan mewariskan kebun yang sangat luas. Salim yang lugu meminta seseorang bernama Kusen untuk mengurus kebunnya. Namun Kusen dan istrinya malah mengkhianati Salim. Kebun yang luas dijual seluruh dan Salim pun jatuh miskin.
Ijah yang telah menjadi istri Salim diminta ayahnya, Bang Maman, untuk menceraikan suaminya itu. Ijah tidak mau dan tetap setia pada Salim. Bang Maman pun menyusun strategi, dibuatlah skenario adanya wanita lain bernama Patme yang pura-pura mengaku menjadi istri Salim. Patme mendatangi Ijah mengaku istri simpanan. Ijah pun percaya dan akhirnya menceraikan Salim.
Kisah itu tidak berhenti di situ namun masih berlanjut sampai pada akhir cerita, di mana setelah Ijah bercerai dengan Salim, dia hendak dinikahi perampok, yang menyamar menjadi orang kaya. Calon suami Ijah itu akhirnya ditangkap polisi saat pesta pernikahan digelar.
Setelah membaca kisah yang mirip sinetron itu, siswa mendapatkan pelajaran "untuk diingat". Isi dari materi itu adalah pengalaman yang dapat diambil dan nilai luhur dari kisah itu.
"Jadi kisah itu mesti dihapal, siapa yang baik, siapa yang jahat. Tapi apa pantas kisah seperti itu untuk anak kelas 2 SD?" ujar Donny yang juga membagi keluhannya dalam twitter.
Inti cerita 'Bang Maman' itu sebenarnya mengajarkan anak kelas 2 SD mengetahui mana sifat baik dan mana yang buruk. Namun secara keseluruhan, kisah itu dinilai mirip sinetron yang tak pantas buat anak kelas 2 SD.
"Masa anak kelas 2 SD diajarkan soal materi adanya istri simpanan?" kata Donny yang juga pegiat internet sehat saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/4/2012).
Kisah 'Bang Maman' ini dimuat dalam buku Pendidikan Lingkungn Budaya Jakarta, yang merupakan muatan lokal. Keponakan Donny, mesti membaca cerita ini hingga tuntas dan menghapalnya, karena kisah ini akan menjadi materi ulangan harian.
Sang keponakan mendapatkan buku ini dari sekolahnya di sebuah SD di Jakarta Timur. Buku itu dibeli paket dari sekolah. Buku itu diterbitkan PT MK dan kisah Bang Maman ada di halaman 30.
Adapun materi kisah Bang Maman secara ringkas bertutur mengenai kehidupan Bang Maman, seorang pedagang buah yang memiliki anak bernama Ijah. Nah, Bang Maman kemudian menikahkan putrinya itu dengan Salim, putra dari Pak Darip orang kaya di Kali Pasir.
Hingga kemudian Pak Darip meninggal dan mewariskan kebun yang sangat luas. Salim yang lugu meminta seseorang bernama Kusen untuk mengurus kebunnya. Namun Kusen dan istrinya malah mengkhianati Salim. Kebun yang luas dijual seluruh dan Salim pun jatuh miskin.
Ijah yang telah menjadi istri Salim diminta ayahnya, Bang Maman, untuk menceraikan suaminya itu. Ijah tidak mau dan tetap setia pada Salim. Bang Maman pun menyusun strategi, dibuatlah skenario adanya wanita lain bernama Patme yang pura-pura mengaku menjadi istri Salim. Patme mendatangi Ijah mengaku istri simpanan. Ijah pun percaya dan akhirnya menceraikan Salim.
Kisah itu tidak berhenti di situ namun masih berlanjut sampai pada akhir cerita, di mana setelah Ijah bercerai dengan Salim, dia hendak dinikahi perampok, yang menyamar menjadi orang kaya. Calon suami Ijah itu akhirnya ditangkap polisi saat pesta pernikahan digelar.
Setelah membaca kisah yang mirip sinetron itu, siswa mendapatkan pelajaran "untuk diingat". Isi dari materi itu adalah pengalaman yang dapat diambil dan nilai luhur dari kisah itu.
"Jadi kisah itu mesti dihapal, siapa yang baik, siapa yang jahat. Tapi apa pantas kisah seperti itu untuk anak kelas 2 SD?" ujar Donny yang juga membagi keluhannya dalam twitter.
Subscribe to:
Posts (Atom)



