Cari Artikel Disini

Showing posts with label luntur. Show all posts
Showing posts with label luntur. Show all posts

Inilah 7 Hal Yang mulai Luntur pada diri remaja Indonesia Sekarang

1.Bilang Permisi
Kata ” Permisi ” . Mengucapkan kata permisi bila melewati orang di depan orang tua,oranglain,daerah-daerah angker meski kita tidak mengenalnya.namun kenyataannya sekarang Permisi merupakan kata asing bagi anak jaman sekarang padahal bila kita membiasakan diri membiasakannya untuk mengucapkannya. Kata ini tidaklah sulit untuk dilafalkan, namun kenyataannya sangat tidak kebanyakan anak jaman sekarang yang menggunakannya.


2.Cium Tangan Orang Tua
Merupakan bentuk penghormatan dari menyesuaikan diri dengan budaya yang dikenal masyarakat, maka hal itu baik, karena menunjukkan bahwa kita memiliki tata etika dan sopan santun yang sesuai dengan metode masyarakat dan juga kebiasaan yang berlaku di dalam suatu budaya atau tata nilai masyarakat tertentu..
 
3.Makan Bersama keluarga
Makan bersama keluarga penting karena menabah keharmonisan hubungan keluarga sehingga anak-anak mengerti atas pentingnya makanan sehat. Mereka tidak terlalu banyak mengkonsumsi permen, gorengan, soda, dan makanan tidak sehat lainnya dan menumbuhkan sifat berbagi.
Budaya ini sudah muncul sejak jaman Adam dan Hawa.Mereka berbagi buah pengetahuan bersama. Inilah konsep yang sebenarnya ingin disampaikan lewat makan bersama, yaitu kebersamaan dan saling berbagi. Saat belum ada catering, dan nasi paketan, yang ada hanyalah prasmanan. Sejak jaman Bani Israel berperang, makanan dimasak di dapur umum, dan makanan dibagikan menurut porsinya. Ketikasatu keluarga makan bersama di meja makan. Ada nasi, sayur, dan lauknya di sana.
Makan bersama pada intinya adalah berbagi. Bahkan Mafia atau Yakuza membiasakan diri untuk makan bersama demi mendekatkan diri dan berkomunikasi.
 
4.Menggunakan lampu Sein/Riting pada Motor/Mobil
Sering kali waktu kita berkendaraan baik itu memakai kendaraan motor atau mobil pas didepan kita ada orang sering kali mereka belok atau berputar tidak mengunakan lampu sein yang dimaksud padahal komponen itu sangatlah penting waktu kita hendak berbelok atau berputar namun sering tidak digunakan (Kebanyakan Sih si ABABIL GAN )
Lampu Riting adalah komponen penting kendaraan bermotor, karna lampu ini adalah suati indikator suatu kendaraan untuk bnerbelok ke kiri maupun ke kanan, sehingga akan menghindarkan kendaraan dari kecelakaan. bahkan saking pentingnya komponen ini, Polisi akan menilang kalian jikakalian ketahuan mengendarai kendaraan bermotor tanpa lampu riting/sein di jalan raya.
 
5.Minta maaf/ Bilang maaf
Kalau berbuat kesalahan atau berjanji tapi tak ditepati, apa kira-kira yang akan anda lakukan kepada teman, pacar, orangtua, orang lain, ataupun Tuhan anda ? Minta MAAF.
Biasanya kita langsung meminta maaf, dan menyebutkan alasannya walaupun itu merendahkan marbabat kita:maho.
Adapun Langkah2 Minta Maaf Kepada Kekasih dari laman She Knows :
1.Jangan ditunda-tunda
Setelah menyadari telah melakukan kesalahan, jangan ragu meminta maaf. Pasangan bisa merasa kecewa jika Anda menunda-nunda mengakui kesalahan Anda dan minta maaf. Lagipula, bila pasangan berbuat salah tentu Anda juga tak ingin menunggu lama hingga dia minta maaf, kan?
Makin lama Anda menunggu, makin sulit mengucap kalimat permintaan maaf. Jadi, sisihkan harga diri Anda dan segera meminta maaf.
2. Membuat janji perdamaian
Jika kata-kata maaf yang Anda ucapkan tidak bisa membuat dia yakin, Anda bisa melakukan cara lain untuk memuluskan permintaan maaf. Tawarkan si dia untuk makan malam berdua atau nonton film favoritnya. Atau, Anda juga bisa memberikan si dia kejutan, misalnya dengan memasakkan makanan kesukaannya atau membelikan barang yang sudah ia idam-idamkan dalam beberapa lama.
3. Bersabar
Jangan langsung berharap si dia bisa langsung memaafkan Anda. Hal ini tergantung dari seberapa besar kesalahan dan seberapa dalam Anda membuatnya merasa kesal. Ia mungkin butuh waktu untuk mendinginkan kepala, dan merenungkan permintaan maaf Anda.
Jadi, berikan dia ruang. Setelah meminta maaf, jika si dia belum mau bicara, lebih baik tinggalkan si dia sendiri. Cara ini juga bertujuan mencegah Anda untuk memaksanya menerima kata maaf Anda, yang justru bisa menimbulkan konflik baru.
 
6.Menggunakan bahasa inodonesia yang baik dan benar
Nah ini gan yang seringkita lihat diMukaBuku atau khususnya di berbagai isi sms yang hurup pada katanya mengunakan angka contohnya TS G4nt3ng ,orang yang mengunakannya sering disebut ALAY.
Berikut penjelasannya gan
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia[1] dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.[3] Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang)[4] dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.[5] Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing
Terakhir Gan yang Paling Penting
 
7.Berdoa Dalam Melakukan Sesuatu (Mau makan,Berangkat Sekolah,Tidur dan Lain2 Menurut Agan)
BERDOA – yang secara etimologis berarti “meminta kepada Allah” mempunyai tujuan-tujuan yang bukan saja bersifat ukhrawi, melainkan juga bersifat duniawi. karena doa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Kalaupun kita berdoa untuk memohon segala “sesuatu yang kita butuhkan”, “yang kita inginkan” ataupun hanya “untuk menenangkan diri dari segala kesusahan”, namun doa mempunyai beberapa faidah yang tak terhingga.
 
 kaskus

Kamogawa, Maiko, Dan Tradisi yang Tak Pernah Luntur

@Ikadanews - Kamogawa, Maiko, Dan Tradisi yang Tak Pernah Luntur - TAK sulit menemukan tempat makam malam yang nikmat di Kyoto. Rumah makan bertebaran hampir di seluruh sudut kota.

Di hotel-hotel berbintang, restoran pun menyajikan makanan khas Jepang yang begitu mengesankan. Namun bagi saya, makan malam di tepi sungai Kamo (Kamogawa) adalah yang terbaik.

Bersama rombongan Sharp Indonesia, malam itu, Kamis (10/6) kami datang ke Restoran Ganko di jantung kota Kyoto. Sebagaimana layaknya rata-rata bangunan lain di kota seluas 827,90 km2 ini, Ganko juga berdesain minimalis.

Bukan sekadar menu masakan atau panorama tepi Kamogawa yang membuat langkah kaki menuju tempat makan yang selalu ramai. Alasan besarnya adalah maiko. Ya, restoran ini memang menyajikan pertunjukan tari tradisional Jepang.

Maiko adalah istilah untuk penari belia (berusia sekitar 15–20 tahun). Ketika dewasa dia disebut geiko. Inilah sisi menarik lain dari Kyoto. Hanya di tempat ini mereka menyebut penari tradisional itu sebagai geiko.

Di wilayah lain di Jepang, penari ini disebut geisha. Lagu ”kunang-kunang” dari sebuah tape recorder lawas mengiringi gerakan maiko. Wajahnya yang berlamur bedak nyaris tanpa ekspresi. Tatapan matanya tajam. Pelan dia mengikuti iringan harmoni itu. Sesekali duduk, berdiri, memutar badan, kadang menyapukan helai kimononya.

Alunan musik yang terasa cempreng itu akhirnya berhenti, tepat ketika maiko duduk. Tepuk tangan dari pengunjung restoran menggema. Barulah ketika itu sang maiko menunjukkan ekspresi aslinya.

Senyum manis tersungging dari bibirnya yang bergincu tebal. Ketika pertanyaan demi pertanyaan meluncur dari pengunjung restoran, dia menjawab dengan ramah. Fukuzusu, maiko yang seorang lulusan SMP, akhirnya menemani kami makan malam itu.

Mengapa memilih menjadi maiko (geisha kecil)? Bukankah stigma negatif selalu melekat untuk pekerjaan itu? Fukuzusu tersenyum kecil.

”Masih banyak orang menganggap geisha berkonotasi negatif. Sebenarnya tidak seperti itu,” ucap dia.

Bocah asal Prefektur Yamaguchi ini menjelaskan, maiko ataupun geiko adalah pelestari kebudayaan Jepang. Cap geisha sebagai istri simpanan para pejabat, kata dia, terjadi pada masa lalu.

Fukuzusu mengaku sengaja mengambil risiko tidak meneruskan bersekolah dan menjadi maiko. Mengapa?

”Awalnya saya pernah melihat pertunjukan maiko. Saya lantas tertarik dan akhirnya benar-benar menjadi maiko,” ucapnya.

Fukuzusu mengaku menjadi penari penghibur di rumah makan bukan pekerjaan nista. ”Ini adalah warisan kebudayaan nenek moyang,” ucapnya.

Fukuzusu tidak berlebihan. Di Kyoto sendiri, saat ini hanya terdapat 100 orang geiko (geisha).

Dari jumlah itu, hanya 10 orang yang benar-benar asli Kyoto. Tak mudah menjadi maiko. Fukuzusu membutuhkan waktu hampir satu tahun di asrama sebelum diperbolehkan tampil di depan banyak orang. Selama setahun di asrama khusus, dia dan juga bocah-bocah lain diajari kehidupan tentang maiko.

”Kami harus bisa menari, menyanyi, juga mengenal kebudayaan dan tradisi,” ujarnya.

Segala urusan hidup di asrama ini ditanggung sepenuhnya oleh pengelola. Kelak ketika dewasa dan menjadi geiko, mereka harus keluar dari asrama dan menanggung hidupnya sendiri.

Menurut Ayako Shimizu, salah satu pegawai restoran menjelaskan, maiko atau geiko yang memutuskan menikah, berakhir pula perannya sebagai penari.

”Dia menjadi wanita biasa,” katanya.

Fukuzusu tersenyum. Obrolan mengalir terasa begitu singkat. Sashimi lengkap dengan wasabi yang membuat lidah bergoyang, tempura, bento, dan ocha di meja makan telah tandas. Malam makin larut. Seteguk sake mengakhiri makan malam di tepi sungai Kamo yang indah itu .