Cari Artikel Disini

Showing posts with label menolak. Show all posts
Showing posts with label menolak. Show all posts

Alasan Wanita Menolak Cinta Seorang Pria

@Ikadanews - Alasan Wanita Menolak Cinta Seorang Pria - Anda sering ditolak wanita saat mengajak berkencan? Penolakan bukan berarti wajah Anda kurang menawan, terkadang karena wanita memiliki masalah tertentu.

1. Anda Bukan Tipenya.
Beberapa wanita menyukai tipe ideal tertentu. Beruntunglah Anda, jika ia menolak dengan alasan mempunya pacar. Namun, ada kalanya seorang wanita mempermainkan pria dengan menerima "sementara" ajakan itu dan meninggalkan Anda sesegera mungkin, setelah ia menemukan pujaan hatinya.

2. Sedang Patah Hati.
Bila wanita sedang mengalami patah hati, jangan pernah berharap ajakan Anda diterima. Tipe wanita ini ingin istirahat sementara, agar ia bisa memahami dirinya yang sedang terluka. Berikanlah waktu untuknya dengan menjadi teman biasa. Jika dalam perjalanan menemui kecocokan, Anda berdua bisa naik ke tahap berikutnya.

3. Butuh Perhatian Penuh.
Tidak bisa dipungkiri, wanita senang menjadi pusat perhatian dan dipuji pasangannya. Jika Anda mengincar wanita tipe ini, bersiaplah menghabiskan banyak waktu dan segala macam tuntutannya. Jika tidak, bersiaplah didepak olehnya.

sumber

Walah Siswi Sukabumi Ini Tidak Bisa Ikut UN Karena Menolak Cinta Kepsek

@Ikadanews - Walah Siswi Sukabumi Ini Tidak Bisa Ikut UN Karena Menolak Cinta Kepsek - Untung tak dapat diraih, malang tak kuasa ditolak. Pribahasa klasik ini pas menggambarkan derita Wina Nidaul Gina, warga Kampung Baru RT 06/01 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Gadis 17 tahun yang menuntut ilmu di Kota Bekasi ini mendadak dikeluarkan dari sekolah justru pada hari pertama Ujian Nasional. Bukan hanya itu, Alumni SMP 5 Kota Sukabumi ini pun dituding merusak rumah tangga kepala sekolahnya.

Falah Kurnia Robbi, Cikole
Air mata Wina tak henti mengucur tatkala Ia ditemuai awak media di kediamannya kemarin. Aroma pilu begitu terasa saat dirinya menceritakan nasib malang yang menimpanya. Didampingi Ibundanya, Yati (45), Wina mengisahkan dirinya kaget bukan kepalang ketika mendadak Ia dilarang ikut UN di SMA Darul Abror Kota Bekasi. “Saya sempat mengikuti UN Bahasa Indonesia. Usai mengerjakan Soal UN hari pertama tiba-tiba diberikan surat Drop Out (DO),” tutur Wina sembari mengusap air mata di pipinya.
Dalam surat yang ditandatangani Kepala SMA Darul Abror Kota Bekasi, Mujahid Solahudin, disebutkan tiga pelanggaran yang dilakukan Wina sehingga harus dikeluarkan dari sekolah. Pertama, dituduh telah merusak rumah tangga kepala sekolah, menghina dengan perkataan kasar dan kurang wajar, serta mencemarkan nama baik kepala sekolah di jejaring sosial facebook. “Padahal tidak ada satu pun dari tiga tudingan itu yang saya lakukan,” aku Wina.
 Selama ini, aku Wina, dirinya memang sering mendapat perhatian dari Mujahid. Namun sebagai seorang siswa, semua perhatian Mujahid dianggap Wina sebagai perhatian seorang guru kepada muridnya. Konon, Wina juga sempat dibelikan handphone oleh kepala sekolahnya, katanya dibelikan untuk kelancaran komunikasi dengan keluarga.
 Lagi-lagi, Wina tidak menanggapi pemberian itu. Malah HP itu diberikan kepada kakaknya. Selain itu, Wina mengaku sering diajak makan oleh Mujahid. Tapi kata Wina selalu bersama beberapa teman kelasnya. “Saya tidak pernah makan berdua sama Pak Mujahid karena memang tidak ada hubungan spesial,” katanya.
 Meski terus membantah ada hubungan asmara dengan kepala sekolah, namun kedekatannya selama ini yang sering terlihat oleh teman-temannya di Asrama YPI Darul Abror Kota Bekasi, membuat Wina dikucilkan di asramanya. Bahkan mencuat tudingan kalau Wina memelet Mujahid dan diisukan telah menikah. “Bahkan saya sempat dirukyah untuk memastikan kalau saya tidak pakai guna-guna dan memang terbukti tidak ada apa-apa, hanya alibi Pak Mujahid yang kemudian menyebar ke teman-teman,” imbuhnya.
Terkait kemunculan tudingan pencemaran nama baik di jejaring sosial Facebook, Wina menjelaskan memang dirinya sempat meng-update status di akunnya berbunyi ‘Memang saya hewan atau iblis’. Status seperti itu dibuat Wina sebagai ungkapan kejengkelan karena dikucilkan oleh teman-temannya di asrama, hingga berdiam diri di kamar.
 Puncak prahara yang menimpa Wina ketika dirinya mengikuti UN. Baru hari pertama ujian tiba-tiba Mujahid menghampirinya dan menyerahkan surat DO. Siswa yatim ini kaget karena tiba-tiba diberikan surat DO dari kepala sekolah setelah melaksanakan UN Bahasa Indonesia. “Dalam surat DO tersebut saya dituduh telah merusak rumah tangga kepala sekolah, menghina dengan perkataan kasar dan kurang wajar dan mencemarkan nama baik kepala sekolah di jejaring sosial facebook, padahal saya tidak pernah melakukan hal tersebut,” kata Wina.
 Ia merasa didholimi oleh pihak sekolah dengan tiga alasan tersebut, dirinya menulis status di FB mengaku tidak memuat kata-kata kotor yang menyudutkan ke salah seorang. “Kepala sekolah yang sering mengirim SMS dengan tulisan “Bapak Sayang Kamu, Kamu Sayang Tidak”. Saya mengabaikan aja SMS-nya,” ujar Wina.
Sebelum UN, Wina bersama kakak kandungnya sempat mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengeluhkan atas tindakan yang dilakukan pihak sekolah hanya sepihak. Di mana Wina belum diberikan kartu ujian, sementara teman-temannya yang lain sudah menerima.
 Ketika itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi berjanji akan memediasi masalah ini agar semuanya beres. Namun malah peristiwa yang tidak disangka-sangka pihak sekolah mengeluarkan surat DO. “Di dalam surat itu, dibuat tanggal 22 Maret 2012, tapi malah diberikan surat itu saat hari pertama UN,” keluhnya
 Sementara itu, Orangtua Wina, Yati menuturkan, dirinya merasa kecewa dan sedih dengan apa yang menimpa anaknya. Wina yang pergi ke Bekasi dengan jalur beasiswa karena orangnya pintar. Selama di SMPN 5 Kota Sukabumi, anak keempat dari lima bersaudara itu selalu berprestasi. Menurut Yati semua yang dilakukan pihak sekolah tidak adil dan ia hanya menuntut keadilan. Ia berharap Walikota Sukabumi bisa membantu anaknya agar bisa mengikuti UN susulan. “Saya berharap anak saya ikut UN dan lulus SMA, karena Wina pintar di sekolah bahkan selalu masuk tiga besar,” harapnya.

Presiden Pertama di Dunia Yang Menolak DIGAJI

@Ikadanews - Presiden Pertama di Dunia Yang Menolak DIGAJI - FERNANDO LUGO MENDEZ bukan konglomerat atau politisi bergelimang uang. Mantan uskup ini hanya pekerja sosial yang kere. Tapi sungguh tak disangka, penganut sosialisme yang mendalami ajaran Pancasila ini malah menolak mendapat gaji selaku Presiden Paraguay, yang diumumkannya pada malam sebelum pelantikannya, Jumat, 16 Agustus 2008 lalu. Keputusan Lugo ini adalah keajaiban terbesar di dunia politik, sepanjang sejarah demokrasi di jagat raya ini.
Sendirian dia melawan arus besar yang berlaku di semua negara, termasuk di AS, di mana jabatan presiden memberikan privilese serta kesempatan memperkaya diri dan kelompok. Keputusan Lugo yang mencengangkan itu disambut gembira oleh ribuan pendukungnya. Namun, Presiden Ekuador Rafael Correa mengingatkan dengan cemas,”Begitu Lugo mulai mengubah berbagai hal, serangan akan dimulai.” Serangan dimaksud bakal berasal dari kalangan kapitalis, termasuk kekuatan politik yang berkiblat ke AS. Bukanlah kebetulan jika semua pemimpin sosialis Amerika Latin hadir dalam acara pelantikan Fernando Lugo, yang berlangsung sederhana di ibukota Asuncion.

Mereka dipersatukan oleh semangat anti-Amerika Serikat, atau setidak-tidaknya berani melawan dan mengatakan TIDAK terhadap negara adi kuasa itu. Sebaliknya negara-negara yang dipimpin para politisi konservatif yang pro Amerika, yaitu Meksiko, Kolumbia, Peru, hanya mengirim utusan. Para presiden beraliran sosialis yang hadir dalam pelantikan “presiden kaum miskin” itu antara lain Hugo Chavez dari Venezuela, Luiz Inacio Lula da Silva (Brasil), Cristina Kirchner (Argentina), Michelle Bachelet (Cili), Evo Morales (Bolivia), dan Rafael Correa (Ekuador). Kehadiran mereka membuat acara pelantikan tersebut menjadi semacam perayaan kebangkitan sosialisme gaya baru di bumi Amerika Latin. Fernando Lugo, 56 tahun, memenangkan pemilu presiden Paraguay pada April lalu. Sebelumnya dia bekerja sebagai uskup Katolik di wilayah-wilayah miskin negara yang bertetangga dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia itu. Dia mendapat izin cuti sementara dari Vatikan, memenangkan pemilu, dan menjadi uskup pertama di dunia yang berhasil memenangkan pemilihan presiden.

Gaji presiden Paraguay lebih kecil dibanding gaji anggota DPR-RI

TAHUKAH Anda berapa gaji seorang presiden di Paraguay ? Menurut kantor berita Associated Press, gaji presiden Paraguay adalah sebesar 4.000 dolar AS atau sekitar Rp.37 juta per bulan. Sangat kecil dibandingkan gaji anggota DPR-RI, yaitu sebesar Rp.49 juta per bulan. Dan makin kecil lagi dibandingkan gaji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekitar Rp.150 juta per bulan. Dengan menolak mendapat gaji, pengagum pemikiran Bung Karno ini akan benar-benar menjadi relawan di tampuk kekuasaan Paraguay. Lugo akan menjadi satu-satunya pimpinan negara di dunia yang murni volunteer alias bekerja tanpa mendapat upah. Luar biasa! Memang, dia naik ke puncak kekuasaan di negara itu, berkat dukungan kaum miskin, terutama para petani tanpa tanah dan serikat buruh.

Mungkin keputusannya itu adalah wujud solidaritas paling nyata kepada kalangan miskin, yang mencapai 35,6 persen dari total populasi. Tindakan mulia Fernando Lugo ini cocok betul dengan semboyan kampanye Sutrisno Bachir : karena hidup adalah perbuatan. Sekarang giliran Sutrisno dan para pemimpin Indonesia lainnya untuk mencontoh tindakan nyata Lugo : karena hidup adalah perbuatan nyata ! Hidup adalah melayani…

Petani tak memiliki tanah

PARAGUAY adalah negara paling miskin di kawasan Amerika Latin. Pendapatan utama negara ini bersumber dari produk-produk pertanian, terutama kedelai dan produk turunannya yang menyumbang lebih dari setengah hasil ekspornya, yang pada tahun 2007 tercatat 2.390 juta dolar AS. Tingkat pertumbuhan ekonominya sebenarnya cukup bagus, yaitu 6,4 persen per tahun. Dengan jumlah penduduk “hanya” 6,5 juta jiwa, negara dengan luas wilayah 406.762 km persegi ini seharusnya bisa memakmurkan rakyatnya.

Namun karena negara salah urus; sempat dikuasai oleh kediktatoran selama 39 tahun, korupsi dan nepotisme merajalela, dan lebih dari sepertiga penduduknya adalah petani tanpa tanah; maka label negara termiskin di kawasan itu terpaksa disandangnya.

Cobaan di hari pertama berkuasa : obat dan BBM menghilang dari pasar

KEMENANGAN Lugo yang mengejutkan telah mengakhiri dominasi Partai Colorado selama 61 tahun di negeri yang cantik itu. Tapi bukan tidak mungkin, “Golkar”-nya Paraguay itu akan kembali berkuasa, jika pemerintahan koalisi yang dipimpin Lugo gagal meredam anarkisme yang timbul akibat euforia di kalangan petani miskin. Segera setelah memastikan Lugo menang dalam pemilu, para petani tanpa tanah langsung menyerobot tanah-tanah pertanian yang dikuasai perusahaan-perusahaan besar.

Pada saat yang sama pememerintahan Lugo yang baru berusia sehari sudah langsung digoyang oleh para kapitalis, dengan cara menimbun BBM yang mengakibatkan barang vital itu menghilang dari pasar. Obat-obatan juga raib dari rak-rak apotik. Ini bisa menimbulkan krisis.