@Ikadanews - Inilah VIDEO: Anak Kecil Ini Mempertaruhkan Nyawa Mencari Ibunya - Bagi seorang anak kecil, merupakan hal yang wajar bagi mereka untuk mengahbiskan waktu bermain bersama ibunya.
Namun, tidak bagi bocah laki-laki berusia 3 tahun dari China ini. Demi menemui ibunya yang bekerja di sebuah restaurant cepat saji, ia berani mempertaruhkan nyawanya untuk bertemu dengan ibunya yang sedang bekerja. Ketika akan berangkat bekerja, sang ibu menitipkan anak ini kepada kakeknya dirumah.
Bocah berusia 3 tahun ini, memutuskan keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motor elektriknya menyusuri jalan besar di kota Zhejiang, China.
Kejadian ini terekam oleh camera CCTV lalu lintas ketika ia melewati sebuah perempatan yang ramai arus lalu lintasnya. Di camera tersebut terlihat bocah ini berusaha menyebrang seorang diri dengan sepeda motor elektriknya. Banyak kendaraan besar yang hampir tidak menyadari akan adanya anak ini di tengah perempatan jalan tersebut.
Sang Kakek yang saat itu bertugas menjaga anak tersebut, merasa terkejut ketika ia tudak menemukan cucunya sudah tidak ada di dalam rumah. Saat itu sang kakek tengah pergi ke kamar mandi. Tanpa diduga, anak tersebut pergi keluar seorang diri untuk mencari ibunya.
Seorang Polisi lalu lintas yang melihat anak itu segera bergegas menyelamatkan anak itu dari bahaya. Kakek anak tersebut akhirnya menemukan cucunya sudah bersama seorang polisi yang telah menyelamatkannya
Ketika ditanya petugas, anak itu hanya menjawab sambil mengangkat bahunya mengatakan " Saya tidak takut menyebrang jalan, dan saya telah belajar bagaimana cara menyebrang jalan".
Cari Artikel Disini
Home » nyawa
Showing posts with label nyawa. Show all posts
Showing posts with label nyawa. Show all posts
Waspadalah Jangan Tertawakan Orang Tidur Ngorok, Karena Sebenarnya Ia Meregang Nyawa
@Ikadanews - Waspadalah Jangan Tertawakan Orang Tidur Ngorok, Karena Sebenarnya Ia Meregang Nyawa - Jangan sekali-sekali Anda menganggap
lucu atau menertawakan orang yang mendengkur atau "ngorok". Mengapa?
Karena orang dengan kondisi tidur seperti ini, setiap kali tidur
sesungguhnya ia sedang meregang nyawa.
Demikian disampaikan oleh praktisi kesehatan tidur dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Dr. Andreas Prasadja, RPSGT saat acara diskusi Oboralan Langsat, di Rumah Langsat, Kamis, (30/3/2012), di Jakarta.
Mendengkur sendiri merupakan gejala utama obstructive sleep apnea (OSA). OSA adalah penyempitan saluran nafas atas saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran napas sehingga menghasilkan suara ngorok atau dengkuran.
"Kita selalu menganggap bahwa tidur adalah saat-saat yang aman dan tidak ada sesuatu pun yang bisa terjadi, ternyata itu salah," katanya.
Andreas menerangkan, penyempitan saluran napas mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur. Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran nafas sehingga terjadi henti nafas (apnea).
"Ini kondisi yang berbahaya. Sehingga walaupun gerakan napas ada, tidak ada udara yang lewat, akibatnya asupan oksigen drop, dan si penderita seperti tercekik dalam tidurnya," jelasnya.
Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara sleep apnea dengan sejumlah penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke, hipertensi dan diabetes. Bahkan menurut Andreas, sleep apnea kini bukan lagi sebagai faktor risiko dari penyakit hipertensi, melainkan sudah menjadi penyebab.
"Orang dengan hipertensi yang menjalani perawatan sleep apnea, tekanan darahnya cenderung mengalami penurunan. Sedangkan pada pasien diabetes, kadar gula darah juga lebih terkontrol," ungkapnya.
Kendati begitu, tidak semua orang yang mendengkur sudah pasti menderita sleep apnea. Untuk mendiagnosanya, seorang pendengkur harus menjalani overnight sleep study. Di sini, pasien akan direkam dan diamati semalam penuh selama tidur, untuk melihat gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, suara dengkuran, posisi tidur, aliran panas, pergerakan nafas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, hingga gerakan kaki.
"Sleep study biasanya dilakukan di sleep laboratory atau laboratorium tidur dengan menggunakan alat yang bernama polisomnografi (PSG)," cetusnya.
Untuk mengatasi sleep apnea, perubahan perilaku dan gaya hidup tetap perlu dilakukan. Andreas menyarankan, orang dengan OSA sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman yang dapat menganggu waktu tidur seperti kopi dan alkohol. Karena kafein baru hilang dari peredaran darah setelah 9-12 jam. Sedangkan alkohol akan merangsang seseorang untuk kencing.
Ia menambahkan, khusus bagi penderita OSA ringan dan pendengkur yang tidak mengalami periode henti nafas, dianjurkan juga tidur dalam posisi miring.
Sumber
Demikian disampaikan oleh praktisi kesehatan tidur dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Dr. Andreas Prasadja, RPSGT saat acara diskusi Oboralan Langsat, di Rumah Langsat, Kamis, (30/3/2012), di Jakarta.
Mendengkur sendiri merupakan gejala utama obstructive sleep apnea (OSA). OSA adalah penyempitan saluran nafas atas saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran napas sehingga menghasilkan suara ngorok atau dengkuran.
"Kita selalu menganggap bahwa tidur adalah saat-saat yang aman dan tidak ada sesuatu pun yang bisa terjadi, ternyata itu salah," katanya.
Andreas menerangkan, penyempitan saluran napas mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur. Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran nafas sehingga terjadi henti nafas (apnea).
"Ini kondisi yang berbahaya. Sehingga walaupun gerakan napas ada, tidak ada udara yang lewat, akibatnya asupan oksigen drop, dan si penderita seperti tercekik dalam tidurnya," jelasnya.
Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara sleep apnea dengan sejumlah penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke, hipertensi dan diabetes. Bahkan menurut Andreas, sleep apnea kini bukan lagi sebagai faktor risiko dari penyakit hipertensi, melainkan sudah menjadi penyebab.
"Orang dengan hipertensi yang menjalani perawatan sleep apnea, tekanan darahnya cenderung mengalami penurunan. Sedangkan pada pasien diabetes, kadar gula darah juga lebih terkontrol," ungkapnya.
Kendati begitu, tidak semua orang yang mendengkur sudah pasti menderita sleep apnea. Untuk mendiagnosanya, seorang pendengkur harus menjalani overnight sleep study. Di sini, pasien akan direkam dan diamati semalam penuh selama tidur, untuk melihat gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, suara dengkuran, posisi tidur, aliran panas, pergerakan nafas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, hingga gerakan kaki.
"Sleep study biasanya dilakukan di sleep laboratory atau laboratorium tidur dengan menggunakan alat yang bernama polisomnografi (PSG)," cetusnya.
Untuk mengatasi sleep apnea, perubahan perilaku dan gaya hidup tetap perlu dilakukan. Andreas menyarankan, orang dengan OSA sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman yang dapat menganggu waktu tidur seperti kopi dan alkohol. Karena kafein baru hilang dari peredaran darah setelah 9-12 jam. Sedangkan alkohol akan merangsang seseorang untuk kencing.
Ia menambahkan, khusus bagi penderita OSA ringan dan pendengkur yang tidak mengalami periode henti nafas, dianjurkan juga tidur dalam posisi miring.
Sumber
Walah Sunat Pakai Tombak Nyawa Pun Melayang
@Ikadanews.info - Walah Sunat Pakai Tombak Nyawa Pun Melayang - Sunat hanya sebuah operasi kecil yang tidak mematikan, jika dilakukan secara steril dan benar. Dan sunat pun bermanfaat untuk menghindari bermacam penyakit. Namun, di Afrika Selatan, puluhan remaja tewas mengenaskan, akibat disunat dengan tombak.
Praktik sunat tradisional di Afrika Selatan telah memakan 39 korban tewas dalam sebulan terakhir. Penyebabnya, tidak lain adalah prosedur yang tidak steril, dan dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan.
Juru bicara pejabat kesehatan di provinsi Eastern Cape, Sizwe Kupelo memperkirakan setiap akhir pekan, ada 6 remaja laki-laki tewas setelah disunat. Sedangkan yang harus dirawat di rumah sakit, jumlahnya telah mencapai 120 orang.
Tak heran jika ritual sunat tradisional di provinsi tersebut, telah memakan banyak korban. Selain dilakukan oleh tokoh adat yang pengetahuan medisnya kurang memadai, prosedur tersebut dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tombak sebagai alat untuk memotong kulup.
Sunat itu sendiri merupakan suatu tindakan memotong untuk menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan (kulup) dari penis.
Dikutip dari Ninemsn, kondisi semacam itu sudah lama mendapatkan kritik dari praktisi kesehatan setempat. Risiko infeksi yang tinggi dikhawatirkan bisa memicu dampak yang lebih buruk, seperti amputasi dan bahkan kematian.
Kupelo mengatakan, tahun lalu praktik sunat semacam ini telah memakan 91 korban tewas yang kebanyakan berusia 18 tahun. Sebanyak 59 kasus di antaranya dilakukan pada musim liburan sekolah.
Sejak korban tewas berjatuhan, pemerintah Eastern Cape sebenarnya melarang sunat tradisional di beberapa tempat dengan tingkat kematian paska-sunat tinggi. Tak hanya itu, 5 pelaku sunat tradisional juga telah ditangkap sejak bulan Juni ini.
Sejak zaman dahulu, sunat untuk laki-laki telah menjadi tradisi seluruh wilayah Afrika. Popularitasnya semakin meningkat, setelah berbagai penelitian membuktikan efektivitasnya dalam mengurangi risiko infeksi HIV.
Kulit di area kelamin pria memiliki sel-sel yang disebut sel dendritik yang bisa menjadi jalan masuknya virus ke dalam tubuh.
Sunat diperkirakan mengurangi transmisi heteroseksual terhadap HIV dan penyakit seksual lainnya termasuk HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin melalui beberapa mekanisme.
Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah jaringan mukosa yang terkena saat melakukan hubungan seks, hal ini membuat akses virus masuk ke dalam tubuh target menjadi terbatas. Kulit menebal yang terbentuk di sekitar luka sunat bisa membantu menghambat masuknya virus ke dalam tubuh.
Praktik sunat tradisional di Afrika Selatan telah memakan 39 korban tewas dalam sebulan terakhir. Penyebabnya, tidak lain adalah prosedur yang tidak steril, dan dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan.
Juru bicara pejabat kesehatan di provinsi Eastern Cape, Sizwe Kupelo memperkirakan setiap akhir pekan, ada 6 remaja laki-laki tewas setelah disunat. Sedangkan yang harus dirawat di rumah sakit, jumlahnya telah mencapai 120 orang.
Tak heran jika ritual sunat tradisional di provinsi tersebut, telah memakan banyak korban. Selain dilakukan oleh tokoh adat yang pengetahuan medisnya kurang memadai, prosedur tersebut dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tombak sebagai alat untuk memotong kulup.
Sunat itu sendiri merupakan suatu tindakan memotong untuk menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan (kulup) dari penis.
Dikutip dari Ninemsn, kondisi semacam itu sudah lama mendapatkan kritik dari praktisi kesehatan setempat. Risiko infeksi yang tinggi dikhawatirkan bisa memicu dampak yang lebih buruk, seperti amputasi dan bahkan kematian.
Kupelo mengatakan, tahun lalu praktik sunat semacam ini telah memakan 91 korban tewas yang kebanyakan berusia 18 tahun. Sebanyak 59 kasus di antaranya dilakukan pada musim liburan sekolah.
Sejak korban tewas berjatuhan, pemerintah Eastern Cape sebenarnya melarang sunat tradisional di beberapa tempat dengan tingkat kematian paska-sunat tinggi. Tak hanya itu, 5 pelaku sunat tradisional juga telah ditangkap sejak bulan Juni ini.
Sejak zaman dahulu, sunat untuk laki-laki telah menjadi tradisi seluruh wilayah Afrika. Popularitasnya semakin meningkat, setelah berbagai penelitian membuktikan efektivitasnya dalam mengurangi risiko infeksi HIV.
Kulit di area kelamin pria memiliki sel-sel yang disebut sel dendritik yang bisa menjadi jalan masuknya virus ke dalam tubuh.
Sunat diperkirakan mengurangi transmisi heteroseksual terhadap HIV dan penyakit seksual lainnya termasuk HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin melalui beberapa mekanisme.
Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah jaringan mukosa yang terkena saat melakukan hubungan seks, hal ini membuat akses virus masuk ke dalam tubuh target menjadi terbatas. Kulit menebal yang terbentuk di sekitar luka sunat bisa membantu menghambat masuknya virus ke dalam tubuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)


