@Ikadanews.info - Menyedihkan Pengorbanan laki-laki yang terabaikan oleh perempuan - 1. seorang anak laki-laki dengan uang jajan seadanya. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah.apa kalian (wanita) merasa laki-laki akan memakai semua uangnya?dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti, mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan lalu ketika hari minggu yang dimaksud, kalian jawab : ” duh, sorry nih kayanya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya udah janji sama temen2 janji. maaf ya ” ATAU “duh, sorry banget. aku diajakin keluarga keluar. gatau mau kemana”YA selamat kalian udah berhasil membuat hati anak laki-laki itu kecewa. ya laki-laki paling cuma bilang “oh yaudah gpp, lain kali aja” tapi apa kalian tau apa yang ada di perasaannya? hahaha kalian emang hebat untuk masalah kaya gini
2. kalo yang ini sih saya yakin diantara kalian ga akan ada yang ngerasa, tapi untuk yang (merasa) cewe matre ya maaf banget ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda
3. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk hang outketika kalian mau di ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali kalian dijemput memakai motor. langsung berdalih “duh rambutku bisa rusak””duh siang2 gini, kan panas” ATAU”maaf ya ada temen yang kecelakaan jadi harus ke rumah sakit” (padahal cuma males naek motor)yah, mungkin kalian ga sadar ngmg kaya gitu, tapi sadarkah kalian kalo cowo itu sakit hati?padahal saya yakin seyakin2nya, hampir seluruh laki-laki dengan umur 17/18 tahun yang membawa sebuah mobil, mereka dibelikan oleh orang tuanya. maaf! bukan nyindir yang bawa mobil hehehe. cuma mau nyadarin cewe yang kaya gitu aja kok peace іѕ bеаυtіfυƖ
4. ketika sang laki-laki menjadi seorang kekasih, maka apapun akan dilakukannya untuk membuat kalian tersenyum setiap harinya. mengorbankan apapun yang dimilikinya. dan mungkin mereka mengorbankan TEMANNYA SENDIRI. itu bisa jadi.dan ketika kalian ngmg “aku udah ga nyaman sama km””aku bosen sama km”dan keluhan lainnya, tau sendiri lah ya hehe.sadarkah kalian itu membuat hati laki-laki hancur? ya kalian berhasil membuat laki-laki mengidap syndrom desperadositis. laki-laki udah ngorbanin banyak hal kepada kalian dan dengan mudahnya kalian bicara seperti itu. hebat!
5. Ketika sudah berkeluarga. anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan.
ada yang tau pepatah ini ga? “seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam”dii benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup. kalo perlu ga usah makan, atau sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia udah senang, jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suamimu itu.
6. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya, tapi ada satu hal yang harus kalian taumau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya, ketika uang itu diberikan pada mu, dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU
Cari Artikel Disini
Home » pengorbanan
Showing posts with label pengorbanan. Show all posts
Showing posts with label pengorbanan. Show all posts
Menyedihkan Pengorbanan laki-laki yang terabaikan oleh perempuan
Posted by
ADMIN
at
9:53 AM
Labels:
laki-laki,
menyedihkan,
oleh,
pengorbanan,
perempuan,
terabaikan,
yang
Mengharukan : Pengorbanan Sejati Seorang Ibu
@Ikadanews.info - Mengharukan : Pengorbanan Sejati Seorang Ibu - Seorang Ibu di Inggris dihadapkan sebuah pilihan sulit; Menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menyelamatkan bayi dalam rahimnya yang sudah ia impi-impikan sedari dulu.
Bulan Maret kemarin, Seorang ibu dari Inggris, Stacie Crimm, mendapat kabar terindah yang membuatnya menangis sambil tertawa. Ia dinyatakan hamil. Padahal, sebelumnya dokter pernah memvonis Stacie tidak bisa mempunyai anak.
Seperti seorang ibu yang hendak mempunyai anak pada umumnya, Ibu berumur 41 tahun itu menghabiskan minggu-minggu berikutnya untuk untuk mencari segala peralatan dan keperluan bayi. Namun saat itu pula ia mulai merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya yang menurun drastis. Ia beberapa kali merasa sakit kepala yang hebat dan pandangan matanya menjadi kabur. Sekujur tubuhnya sering bergetar sendiri.
Kepada kakaknya, Ray, Stacie mulai menceritakan kekhawatirannya akan kondisinya tersebut. Ia meminta Ray untuk menjaga bayinya jika terjadi hal buruk yang menimpa dirinya.
Stacie yang seorang orang tua tunggal, akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter pada bulan Juli atas saran dan dukungan dari anggota keluarganya yang lain.
Hasil pemeriksaanya sungguh mencengangkan, lehernya ternyata sudah digerogoti oleh penyakit kanker.
Dokter memberinya dua pilihan sulit. Memilih satu siapa yang hidup: Ia atau bayinya.
Stacie menolak tawaran kemoterapi dan lebih rela membiarkan kanker itu mencabut nyawanya demi dapat menggendong bayinya di kemudian hari.
Tanggal 16 Agustus, keadannya semakin parah dan ia pingsan di rumahnya di daerah Ryan, Oklahoma. Ia dibawa ke rumah sakit dimana dokter menyatakan bahwa sel-sel tumor sudah menyerang pembuluh otaknya.
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, detak jantung bayinya anjlok, lalu jantung Stacie berhenti berdetak. Dokter segera mengumumkan keadaan darurat dan melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi Stacie dari rahim ibunya.
"Kakak benar-benar sekarat ketika itu," ujar Ray kepada surat kabar Oklahoma. "Tubuh manusianya sedang berjuang melawan kematian."
Keinginan dan usaha kuat dari Stacie berbuah manis. Ia dan bayinya berhasil melewati momen kritis tersebut. Stacie menghabiskan waktunya beristirahat di atas ranjang rumah sakit untuk beberapa hari kemudian.
Pada saat itu, kanker sudah membutakan sebelah matanya dan suara yang keluar dari mulutnya sudah tidak bisa terdengar dengan jelas.
Stacie, di tengah kondisinya yang sangat parah meminta kepada dokter agar dipertemukan dengan anaknya yang ia cintai dan ia beri nama Dottie Mae.
Namun dokter mengatakan bahwa dirinya terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi anaknya. Dan anaknya juga terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi ibunya.
Tanggal 8 September, jantung Stacie sekali lagi berhenti. Dokter segera memberitahukan keluarganya bahwa saat kematian Stacie sudah sangat dekat. Tetapi Stacie belum pernah sekalipun menemui anaknya secara langsung.
Menyadari perasaan seorang ibu, seorang suster yang juga seorang ibu, meminta kepada rumah sakit agar meminjamkan kapsul khusus untuk membawa Dottie Mae ke ruangan ibunya berada.
Ray menanyakan kepada Stacie apa yang akan ia rasakan jika ia dapat melihat putrinya pada hari itu. Mata Stacie terbelalak dan ia memohon agar dapat bertemu dengan anak yang telah ia lahirkan dengan segala pengorbanan jiwanya.
Suster akhirnya datang bersama Dottie Mae dan kemudian menaruh tubuh bayi kecil itu di atas dada Stacie. Sepasang ibu dan anak itu saling bertatapan untuk beberapa menit.
"Semua orang terdiam. Keadaan menjadi sunyi," cerita Ray ke NewsOK.
Tiga hari kemudian, Stacie menghembuskan napas terakhirnya. Jasadnya dimakamkan pada tanggal 14 September.
Dottie Mae kini dirawat oleh Ray dan Jennifer yang sudah mempunyai 4 orang anak sebelumnya.
Bulan Maret kemarin, Seorang ibu dari Inggris, Stacie Crimm, mendapat kabar terindah yang membuatnya menangis sambil tertawa. Ia dinyatakan hamil. Padahal, sebelumnya dokter pernah memvonis Stacie tidak bisa mempunyai anak.Seperti seorang ibu yang hendak mempunyai anak pada umumnya, Ibu berumur 41 tahun itu menghabiskan minggu-minggu berikutnya untuk untuk mencari segala peralatan dan keperluan bayi. Namun saat itu pula ia mulai merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya yang menurun drastis. Ia beberapa kali merasa sakit kepala yang hebat dan pandangan matanya menjadi kabur. Sekujur tubuhnya sering bergetar sendiri.
Kepada kakaknya, Ray, Stacie mulai menceritakan kekhawatirannya akan kondisinya tersebut. Ia meminta Ray untuk menjaga bayinya jika terjadi hal buruk yang menimpa dirinya.
Stacie yang seorang orang tua tunggal, akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter pada bulan Juli atas saran dan dukungan dari anggota keluarganya yang lain.
Hasil pemeriksaanya sungguh mencengangkan, lehernya ternyata sudah digerogoti oleh penyakit kanker.
Dokter memberinya dua pilihan sulit. Memilih satu siapa yang hidup: Ia atau bayinya.
Stacie menolak tawaran kemoterapi dan lebih rela membiarkan kanker itu mencabut nyawanya demi dapat menggendong bayinya di kemudian hari.
Tanggal 16 Agustus, keadannya semakin parah dan ia pingsan di rumahnya di daerah Ryan, Oklahoma. Ia dibawa ke rumah sakit dimana dokter menyatakan bahwa sel-sel tumor sudah menyerang pembuluh otaknya.
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, detak jantung bayinya anjlok, lalu jantung Stacie berhenti berdetak. Dokter segera mengumumkan keadaan darurat dan melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi Stacie dari rahim ibunya.
"Kakak benar-benar sekarat ketika itu," ujar Ray kepada surat kabar Oklahoma. "Tubuh manusianya sedang berjuang melawan kematian."
Keinginan dan usaha kuat dari Stacie berbuah manis. Ia dan bayinya berhasil melewati momen kritis tersebut. Stacie menghabiskan waktunya beristirahat di atas ranjang rumah sakit untuk beberapa hari kemudian.
Pada saat itu, kanker sudah membutakan sebelah matanya dan suara yang keluar dari mulutnya sudah tidak bisa terdengar dengan jelas.
Stacie, di tengah kondisinya yang sangat parah meminta kepada dokter agar dipertemukan dengan anaknya yang ia cintai dan ia beri nama Dottie Mae.
Namun dokter mengatakan bahwa dirinya terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi anaknya. Dan anaknya juga terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi ibunya.
Tanggal 8 September, jantung Stacie sekali lagi berhenti. Dokter segera memberitahukan keluarganya bahwa saat kematian Stacie sudah sangat dekat. Tetapi Stacie belum pernah sekalipun menemui anaknya secara langsung.
Menyadari perasaan seorang ibu, seorang suster yang juga seorang ibu, meminta kepada rumah sakit agar meminjamkan kapsul khusus untuk membawa Dottie Mae ke ruangan ibunya berada.
Ray menanyakan kepada Stacie apa yang akan ia rasakan jika ia dapat melihat putrinya pada hari itu. Mata Stacie terbelalak dan ia memohon agar dapat bertemu dengan anak yang telah ia lahirkan dengan segala pengorbanan jiwanya.
Suster akhirnya datang bersama Dottie Mae dan kemudian menaruh tubuh bayi kecil itu di atas dada Stacie. Sepasang ibu dan anak itu saling bertatapan untuk beberapa menit.
"Semua orang terdiam. Keadaan menjadi sunyi," cerita Ray ke NewsOK.
Tiga hari kemudian, Stacie menghembuskan napas terakhirnya. Jasadnya dimakamkan pada tanggal 14 September.
Dottie Mae kini dirawat oleh Ray dan Jennifer yang sudah mempunyai 4 orang anak sebelumnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


