Cari Artikel Disini

Showing posts with label mengharukan. Show all posts
Showing posts with label mengharukan. Show all posts

Mengharukan,Mencopet demi Ibuku yang Sakit



Satu lagi cerita tentang pelajaran hidup, janganlah melihat sebuah persoalan dari satu sisi yang pada akhirnya akan membuat kesimpulan yang terburu-buru. Dari pinggir kaca nako di antara celah kain gorden, saya melihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Saya pernah melihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Adhi anak saya?

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Dwi, suami saya, ke kantor. Adhi sekolah, Anna yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Dian sudah seminggu tidak masuk.

Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.

Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?

Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.

Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.

Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.

Dan hari ini, anak muda yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.

Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:

“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. 

Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu. 

Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu. 

Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya? 

Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi. 

Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan. 

Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet. 

Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih. 

Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita. 

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.

Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Dwi membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.

Kang Dwi dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.

Saya menolaknya meski Kang Dwi bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Dwi menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bibi Dian, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Dwi dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.

Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Dwi dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir di mata saya. Anna menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

Mengharukan Kisah Cinta Hidup Serumah Dengan Mayat

@Ikadanews - Mengharukan Kisah Cinta Hidup Serumah Dengan Mayat  - Karena rasa cinta seorang pria asal Vietnam, Le Van, 55 tahun, nekat menggali makam istrinya dan mengambil jenazahnya. Pria itu kemudian melapisi jasad tersebut dengan tanah liat dan membentuknya menjadi sosok wanita utuh. Jasad berbalut tanah liat itu kemudian diletakkan di tempat tidur agar bisa dipeluknya setiap saat selama lima tahun.

Menurut laporan media setempat, Van mulai tidur di atas makam istrinya sejak tahun 2003 lalu. Satu setengah tahun kemudian ia memutuskan untuk menggali terowongan di samping makam istrinya agar ia bisa tidur di sampingnya dari hujan dan angin, pada bulan November 2004 Van kembali ke kuburan, menggali mayat istrinya dan membawanya ke rumah hingga sekarang.

Bukan hanya Van, putra semata wayang mereka, setiap hari juga tidur dan memeluk mayat ibunya tiap malam.

Cerita Pendek : Permintaan Sebuah Diary " Mengharukan "

@Ikadanes.info - Cerita Pendek : Permintaan Sebuah Diary " Mengharukan " - Hari yang melelahkan dengan teriknya matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.
“Dilla..!!” teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu, mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla, kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri. Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis. Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah, Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai bicara.
“Ayah nggak akan pernah tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah tak

akan bisa mewujudkannya!” ucap Dilla. Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ayah merengut dan tiba-tiba memarahi Dilla.
“Apa sih yang kamu mau? Ayah sudah memberikan semua yang kamu minta. Pakaian, handphone, laptop, accessories dan barang-barang lainnya yang Ayah rasa kamu tidak gunakan. Sekarang kamu mau apa? Ayah capek… capek… ngeladenin kamu!”
Mendengar ucapan ayahnya, sakit hati Dilla semakin menjadi-jadi. Perlahan air matanya keluar. Tetes demi tetes menggambarkan kehidupannya yang kelam.
“Kalau Ayah memang tak mau ngurusin aku, mendingan Ayah buang saja aku. Biar Ayah nggak capek lagi dan bisa senang-senang dengan kehidupan Ayah yang nggak jelas itu!” Semuanya ia ungkapkan saat itu juga dan akhirnya ia lari pergi meninggalkan Ayahnya.
“Dilla…!!” teriak ayahnya yang lari mengejarnya.
Larian panjangnya tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tak layak huni. Langkah kakinya bagaikan tersedot rumah itu. Ia mencoba mengetuk pintu rumah itu.Namun tak ada orang yang membukakannya. Ia terus mengetuk pintu itu berkali-kali. Namun tetap tak ada jawaban.
Akhirnya ia mencoba membuka pintu itu. Pintunya tidak dikunci. Ketika ia melihat ke dalam rumah itu, betapa terkejutnya ia. Ia melihat seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri dari balik dinding rumah itu.
“Bunda…Bunda…!!” teriaknya dengan air mata yang terus menetes.
“Bunda..!Bangun Bunda..! Bangun…” Dilla mencoba menyadarkan wanita yang ternyata ibunya. Ibunya Dilla tetap tidak sadarkan diri. Dilla pun mulai putus asa. Ingin rasanya ia membawa ibunya ke rumah sakit. Namun, ia tidak bisa membawa ibunya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti ibunya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat ibunya di rumah itu, hingga ibunya sembuh.
^_^
Sudah dua hari Dilla menginap di rumah itu. Namun ayahnya tak kunjung menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan ayahnya hingga ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, satu; karena ayahnya tidak tau rumah ini. Dua; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.

Di rumah kecil itu, Dilla lebih merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak berguna.

Ibu Dilla sudah sembuh. Dilla pun berpamitan dengan ibunya. Ia takut ayahnya akan marah besar kalau ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.

Sesampainya di rumah, Dilla langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia mencurahkan isi hatinya dalam buku harian.

Malam harinya, ayah Dilla pun pulang. Ia langsung menuju kamar Dilla untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
Ketika pintu kamar Dilla dibuka, Dilla pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya.
“Dilla.. Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Dilla.
“Nginep rumah teman, Yah.” Jawab Dilla singkat.
“Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya ayah dengan nada pelan.
“Ayah! Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak pernah mengerti apa maksudku!” bentak Dilla. Emosinya memuncak drastis.
“Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak ayah dengan nada tinggi.
Ucapan ayahnya membuat Dilla merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Dilla merintih kesakitan dan akhirnya pingsan.
Melihat sang anak pingsan, sang ayah langsung membawa Dilla ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.
Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Ayah Dilla pun menghampirinya.
“Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
“Penyakit??” Tanya Ayah Dilla heran.
“Penyakit leukimianya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
Seketika itu pun ayah Dilla terkejut.
Penyakit leukemia? Stadium empat? Batinnya.
“Maaf, Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit leukemia. Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap Ayah Dilla.
“Bapak jangan bercanda. Dilla itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani. Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah bingung.
Ayah Dilla semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.
Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Dilla tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
“Dok, boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta ayah Dilla sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya itu dirawat.

Di dalam kamar itu, ia melihat seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang menderanya. Dimanakah sosok seorang ayah yang dia punya? Mengapa ia tak tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang ayah dengan anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah suara kecil. Ya, suara Dilla.
“Ayah..” ucapnya lemah.
“Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
“Ayah.. Aku mau minta sesuatu dari ayah. Aku mau…” Ucapan Dilla semakin lemah. Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat itu, detik itu, Dilla menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mengatakan keinginannya itu.
Tangisan langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya, ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu.
Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
^_^
Dua hari setelah kepergian Dilla, sang ayah terus saja berdiam diri di rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Dilla dengan masuk ke dalam kamar Dilla. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.

Deardiary…
Aku tak tau apa yang sedang ku alami
Semuanya berubah begitu saja.Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku
larut dalam kegelapan
Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemiaku. Aku tidak ingin mereka
mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
Cukup aku yang merasakan sakit ini.

Deardiary…
Ya Allah…
Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi menahan
cobaan ini.
Ya Allah..
Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
Ayah… yang Dilla minta selama ini adalah itu.
Dilla minta Ayah menjemput ibu di rumah kecil di bawah jembatan tua.
Dan Dilla ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
akhir hayat.
Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.

Tetesan air mata berjatuhan. Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Dilla pergi menjemput mantan istrinya itu sesuai kehendak Dilla.

Di rumah kecil itu, ia melihat mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan mengatakan tentang kepergian Dilla.

Mendengar berita itu, sang ibu langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Dilla, kedua orangtuanya pun bersatu kembali.

Sumber : lokerseni

Fakta tentang Pramugari yang Mengharukan



Quote:
Kamu tidak pernah tahu:
#.Mereka dilatih masuk hutan & brenang d laut untuk menolongmu dalam kondisi terburuk,
Quote:
Kamu tidak pernah tahu:
#.mereka membagikan makanan untuk kamu,setelah itu baru dia makan untuk dirinya..
Quote:
Kamu tidak pernah tahu:
#.untuk cabin crew yg muslim.. Mrka lebih sering tayamum dr pda wudhu.. mrka shlat dngn duduk. D jump seatnya seolah baru sakit.. Mrka shlat tak tentu wktu krna mrka berpindah2 sngat cepat.. Mereka shlat tak tentu arah ka'bah.. Inilah keterbatasanku dlam pncarian nafkahku.. Bahkan antara aku & Sang Penciptaku..
Quote:
Kamu tidak pernah tahu:
#.saat pesawat panas karna AC error mereka jga kepanasan bkn hanya kamu.. Jadi berhentilah menggerutu pada mereka
Quote:
kamu tidak pernah tahu:
#.mereka hari ini sudah menjalani 6x flight yang delay dngn pnumpang yg menggerutu dan tetap harus tersenyum.. Senyumnyalah senjatanya
Quote:
Kamu tidak pernah tahu :
#.macam" pnumpang yg naik d pesawat.. Dari pejabat smp tukang sol sepatu.. Dari yg diam,berisik smp yg jail sekalipun dy harus menegur dng senyum & sopan..
Quote:
Kamu tidak pernah tahu :
#.berapa kali mereka d goda penumpang dlam sehari.. Dr anak muda bau kencur smp orang tua bau tanah.. & mereka harus tetap berlaku ramah,menghindar dng halus walou hasrat hati ingin melempar sepatu ke mukanya..
Quote:
Kamu juga tidak tahu :
#mereka bisa mengatasi pnyakit jantung,asma,dll membantu persalinan.. mengoperasikan emergency equipment.. Mengatasi teroris.. Menjinakkan bom dll karna d pesawat cma mereka yg bisa kalian andalkan maka pelatihan extra di berikan pada mereka..


Quote:
Kamu juga tidak tahu:
#.Mereka berdoa supaya semua lancar selama penerbangan,meraka jga bisa pulang dngn selamat
Quote:
Kadang kamu melihat mereka tersenyum sejak take-off sampai landing,
#.Dan kamu tidak tahu,
Jauh di dalam hatinya, mereka menangis rindu keluarga &
Memikirkan ayah bundanya yg smakin menua..
Quote:
Kadang kamu melihat mereka dengan barang bermerek,
#.Padahal mereka berbelanja karena berusaha melupakan segala rasa kangen utk pulang ke rumah krna terhalang tugas..
Quote:
Kadang kamu lihat mereka berjalan tergesa-gesa di pintu terminal,
#.Yang kamu tidak tahu: mereka pengen harinya cepat berlalu, segera besok, dan hari selanjutnya, menjadikan sehari lebih dekat dengan cuti tahunan mereka.. Ini melelahkan & menjemukan jauh dr keluarga...
Quote:
Kadang kamu lihat mereka duduk di jump seat, ketika selesai service, mereka tidak juga memejamkan matanya..
#.Kamu tidak tahu: mereka sangat mengantuk, sampai mereka bisa tidur tanpa harus memejamkan mata.. Mereka menjalani flight pagi buta bhkan ayam pun belum berkokok.. Atopun flight tengah malam barengan ma kuntilanak cari makan
Quote:
Kadang kamu protes karena tidak ada pilihan untuk makan siangmu,
#.Kamu tidak pernah tahu: mereka pun pengen memenuhi keinginanmu, tapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Karna tak smua ada di sini.. Ini pesawat bukan hotel berbintang.. Mereka front liner yg kena omelan kalian..
Quote:
Kadang kamu minta mereka membawakan tentenganmu ke bagasi d atas tempat duduk:,
#.Kamu tidak tahu: mereka tidak diijinkan melakukannya.. di samping itu mereka cewek.. Gimana kalau semua penumpang meminta hal yang sama?
Maaf.. Mereka pramugari bukan kuli..
Quote:
Dan kamu tidak pernah tahu,
Quote:
Mereka sangat berharap ada di posisi sepertimu:
#Bepergian dengan keluarga,
Duduk di samping orang yang disayang..
Quote:
#duduk bersebelahan dng kekasih utk berangkat liburan,,

#naik pesawat untuk pulang mudik lebaran,natal dan sebagainya,karna mereka tak seberuntung kamu

#Ketika mereka melihat ke luar pesawat,
Mereka ingin apa yang terjadi di luar sana.. Karna 70% waktunya di habiskan dalam burung besi itu..


Quote:
Bukan hanya paras cantik ,smart & body bagus,salary tinggi.. Breakfast di medan,lunch di singapur, numpang pipis di denpasar. Dinner di makasar dan tidur di sydney..
Ini tentang hati..
Ini tentang social time yg terenggut..
Ini tentang profesionalitas..
Tersenyum atas nama profesionalitas..
Mau tulus atau palsu bkn menu pokoknya..


Sumber  kaskus

Berikut 5 Kisah Mengharukan Dari Dunia Fauna

@Ikadanews.info - Berikut 5 Kisah Mengharukan Dari Dunia Fauna - Berbicara soal hewan,  pikiran kita akan langsung tertuju ke  kebun binatang.  Di kebun binatang,  kita sebenarnya tidak hanya berekreasi bersama keluarga.  Namun juga memberikan pengetahuan kepada anak soal dunia hewan.  Mulai dari hewan buas,  unik,  langka,  hingga yang lucu dan menggemaskan.
Apapun itu,  keberadaan hewan adalah anugerah bagi ekosistem di dunia.  Karena itu,  tak jarang hewan hidup berdampingan dengan mahluk lain,  termasuk manusia.  Apakah itu sebagai peliharaan,  atau pun teman.
Ada orang yang mengatakan bahwa hewan peliharaan memberikan kesetiaan dan kasih sayang tak bersyarat kepada sang majikan.  Bahkan,  banyak kisah atau cerita tentang hewan yang menjadi perhatian media.  Berikut kisah-kisah mengharukan dari dunia fauna di dunia.

1.       Anjing Setia Hingga Akhir Hayat (Amerika Serikat)
Di Amerika Serikat, seorang prajurit marinir bernama Jon Tumilson yang berusia 25 tahun, memiliki hewan peliharaan anjing jenis Hawkeye.  Pada agustus 2011 , Jon bersama 21 teman prajurit lainnya tewas setelah helikopter Chinook yang mereka tumpangi jatuh ditembak gerilyawan Afghanistan.
Ada pemandangan mengharukan pada saat penghormatan terakhir bagi Jon Tumilson. Ratusan orang yang hadir melihat anjing Hawkeye, turut terbaring di depan peti mati sang majikan sepanjang upacara penghormatan terakhir berlangsung. Anjing Hawkeye rupanya belum bisa melupakan kenangan yang dilewati bersama sang majikan.
Sepupu Jon Tumilson, yaitu lisa pembleton mengabadikan peristiwa tersebut,  sebelum kemudian diunggah di internet. Anjing Hawkeye malang tersebut akhirnya dipelihara oleh salah seorang teman dekat Jon.
Apa yang diperlihatkan Hawkeye merupakan wujud kesetiaan seekor hewan pada majikannya. Lebih dari itu, kalau kita amati,  sikap sang majikanlah yang bisa membuat hewan tak akan pernah melupakan tuannya.  Demikian pula dengan kehidupan,  jika kita tak pernah menyayangi,  mana mungkin  orang peduli?.

2.       Persahabatan Singa Christian (Inggris)
Kisah yang satu ini tentang si raja hutan,  singa. Pada tahun 1970-an, seekor singa bernama Christian menggemparkan dunia dengan kisahnya. Seekor singa yang terkenal buas, ternyata memiliki sisi lembut seperti halnya manusia.  Mereka juga punya kasih sayang,  ingatan,  rasa rindu,  dan tentunya kesetiaan.
Pada awalnya, Christian menjadi korban kejahatan pemburu untuk diperdagangkan secara ilegal. Tepatnya pada tahun 1969, Anthony bourke dan sahabatnya, John rendall, terkejut ketika menemukan seekor singa berusia 6 bulan di harrods pet shop di inggris, nasib ibu dan saudara singa tersebut tidak diketahui.
Kedua sahabat tersebut kemudian membeli bayi singa untuk dirawat di rumah.  Mereka memberi nama bayi singa itu Christian. Mereka bertiga tinggal di sebuah rumah di London. Anthony dan John memperlakukan Christian layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, nonton bersama, dan jalan-jalan bersama. Singkat kata jalinan persahabatan  mereka tak bisa terpisahkan.
Sembilan bulan berlalu, Christian tumbuh menjadi singa dewasa. Lingkungan sudah tidak cocok lagi dengan Christian. Tetangga sekitar takut melihat seekor singa besar jantan berlarian. Meski sedih,  Anthony dan John akhirnya  mengembalikan Christian ke hutan Kenya, Afrika.
Setelah satu tahun berpisah, Anthony dan John memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan di Afrika melarang keduanya mendekat, atau bahkan mencarinya, karena Christian sudah menjadi singa liar dewasa yang tentu saja akan sangat membahayakan.
Anthony dan John tak peduli. Mereka tetap ke Afrika karena percaya persahabatan yang terjalin sudah sangat dalam. Salah seorang teman mereka tertarik dan ikut bersama untuk merekam momen spesial tersebut.
Setelah berjam-jam mencari, mereka akhirnya bertemu Christian di dekat pegunungan. Teman Anthony dan John yang merekam kejadian tersebut menahan nafas saat melihat sosok singa besar berlari ke arah mereka. Hanya Anthony dan John saja yang bersikap santai seolah menyambut teman lama.
Sesuai perkiraan, Christian ternyata tidak melupakan Anthony dan John.  Singa besar itu justru merasa senang. Ia bergantian memeluk, mencium Anthony dan John, seperti kebiasaan mereka dulu.  Mereka bercengkarama beberapa jam,  sebelumnya akhirnya berpisah lagi.

3.       Kucing Jantan Kehilangan Pasangannya (Turki)
Kisah ini terjadi di kota Antalya,  Turki. Secara tak sengaja, dengan menggunakan kamera video amatir, seorang warga merekam seekor kucing jantan yang sedang memberikan pertolongan kepada betinanya yang terkapar setelah tertabrak  mobil.
Seperti tindakan manusia saat menolong korban kecelakaan lalu lintas, kucing jantan terus memberikan pertolongan pertama dengan menekan-nekan bagian tubuh kucing betina yang sedang terkapar. Tak sampai di situ,  sang jantan juga menjilati dan menciumi wajah kucing betina. Sesekali,  si kucing jantan menyandarkan kepalanya di kepala dan pundak betina.  Adegan ini berlangsung hampir dua jam lamanya.
Sejumlah orang mencoba membantu, namun kucing jantan tak membiarkan mereka mendekat. Dokter hewan akhirnya tiba di tempat kejadian dan membawa kucing betina. Sayang, kedatangan dokter hewan itu terlambat karena si kucing betina sudah tak bisa disadarkan dan meninggal dunia.

4.       Akhir Kisah Cinta Sepasang Burung
Berikut ini pelajaran kesetiaan dari sepasang burung. Tidak ada keterangan pasti kapan dan di mana kejadiannya. Tapi, melalui gambar yang ditayangkan Youtube,  dapat dipastikan jika peristiwa yang terjadi adalah nyata.
Seekor burung betina terkapar di pelataran dengan kondisi tubuh yang parah.  Pasangannya, seekor burung jantan membawakan makanan untuk sang betina dengan kasih sayang dan haru. Makanan yang dibawa melalui paruhnya,  kemudian disuapkan kepada sang betina.
Upaya tenaga serta kasih sayang yang ditunjukkan burung jantan, ternyata tidak mampu menolong pujaan hatinya. Beberapa lama setelah diberikan makanan,  burung betina akhirnya mati. Mengetahui pasangan yang dicintainya telah pergi,  burung jantan pun menangis. Sambil berdiri di samping burung betina, sang jantan kemudian berteriak dengan suara yang menyedihkan.  Jutaan orang di amerika dan eropa yang menyaksikan tayangan ini melalui youtube, meneteskan air mata.

5.       Saat-Saat Terakhir Beruang Kutub Knut (Jerman)
Kematian beruang kutub bernama Knut difilmkan pihak kebun binatang berlin. Beruang ini menjadi besar ketika dipelihara oleh penjaga kebun binatang. Semula, beruang Knut ditolak ibunya saat lahir pada 5 Desember 2006 di penangkaran.
Beruang Knut mati pada hari sabtu.  Petugas kebun binatang mengatakan, beruang Knut mati saat sedang sendiri di pekarangannya. Namun dijelaskan jika sebelum mati, beruang berbulu halus itu tidak mengalami sakit.  Sebuah visum kemudian dilakukan pada hari senin.
Pada saat kejadian,  hampir 700 orang melihat beruang berusia empat tahun itu mati. Wali kota  berlin, Klaus Wowereit bahkan menyebutkan, kematian Knut mengerikan.
Beruang Knut diperlihatkan ke publik, 15 minggu setelah dilahirkan. Namanya makin terkenal ketika berfoto bersama dengan aktor Leonardo DiCaprio yang diabadikan fotografernya yang ternama, Annie Leibovitz.
Meski belum pernah diliris angka pastinya, namun beruang Knut telah menghasilkan pendapatan ratusan ribu euro melalui segala replika yang dibuat.  Seperti, kartu pos, gantungan kunci, permen, serta boneka. Kematiannya tentu meninggalkan kesedihan dari para pecintanya. Bahkan ratusan penggemarnya dengan sedih mengatakan selamat tinggal Knut.

Inilah 21 Fakta Mengharukan Tentang Keistimewaan Indonesia Di Dunia

21 Fakta Mengharukan Tentang Keistimewaan Indonesia Di Dunia Internasional

1. PT.PAL
sukses membuat salah satu kapal terbaik di dunia "Star 50" berbobot 50,000 ton. Salah satu Negara yang memesan kapal ini adalah Singapura.

2. Di singapura gamelan jadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.

3. Pabrik/manufaktur Mattel (boneka Barbie USA) hanya ada dua di dunia. Pabrik pertama berada di China dan lainnya di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

4. Brand internasional yang amat prestisius, Gucci, menggunakan kain tenun asli Indonesia sebagai bahan bakunya.

5. Mobil terpopuler di Uni Emirat Arab adalah Toyota Kijang Innova yang sepenuhnya diproduksi di Indonesia.

6. Bunga nasional Korea Utara yang amat popular Kimilsungia berasal dari Indonesia dan diberi nama oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

7. Tahukah Anda, airbridge –tangga belalai menuju pintu pesawat yang ngetrend di bandara-bandara dunia kali pertama dibuat oleh PT Bukaka, Indonesia

8. Pejuang HAM legendaris dan bapak pembebasan Negara Afrika Selatan Nelson Mandela, setelah berhasil menghapus Apartheid di negerinya, mengakui bahwa perjuangannya itu diinspirasikan oleh perjuangan Syekh Yusuf dari Makassar.

9. Tahun 2002, dalam Special Edition TIME magazine on Asian Heroes, penyanyi Iwan Fals menjadi cover fullpage. Begitu juga dengan Aa Gym di tahun 2006 (The Holy Quran)

10. Mobil prestisius, Mercedes Benz, menggunakan knalpot buatan Indonesia, yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.

11. Presiden RI ke-3, BJ Habibie adalah pemegang 46 paten di bidang aeronautika dunia.

12. David Foster mengaku, lagu ciptaanya 'To Love You More' yang dibawakan Celine Dion terinspirasi dari musik Keroncong yang berasal dari Indonesia

13. Menara Kuala Lumpur ternyata di dirancang oleh putra Indonesia, Ir.Achmad Murdijat alumni ITB

14. Indofood merupakan produsen mie instan terbesar di dunia

15. Tas Bagteria made in Indonesia telah dijajakan di berbagai etalase di mall-mall kelas atas di 32 negara di seluruh penjuru dunia. Public figure dunia yang mengenakan produk ini antara lain Paris Hilton, Zara Phillips, Emma Thomson, dan Audrey Tatou.

16. Tiga jenis kopi andalan Starbucks di Seattle, AS, adalah: Sumatera, Java Mocha dan Toraja Coffee. Ketiga jenis kopi ini dipajang di etalase paling depan.

17. Koin Ringgit Malaysia dan passport Malaysia adalah produksi PT PERURI

18. Seragam serdadu NATO diproduksi oleh PT Sritex, Solo, Jawa Tengah

19. Kacang dua kelinci (PT Dua Kelinci), menjadi sponsor Real Madrid.

20. Motor GP, Produsen Honda menggunakan jargon ”One Heart” (Honda Indonesia) yang terpasang di motor balapnya, Yamaha juga membubuhi jargon ”Semakin di Depan” di baju balapnya. Walaupun motor jepang tapi Semua produksinya dilakukan di indonesia..

21. Stadion Gelora Bung Karno merupakan stadion terbesar ke-2 di Asia


Mengharukan : Pengorbanan Sejati Seorang Ibu

@Ikadanews.info - Mengharukan : Pengorbanan Sejati Seorang Ibu - Seorang Ibu di Inggris dihadapkan sebuah pilihan sulit; Menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menyelamatkan bayi dalam rahimnya yang sudah ia impi-impikan sedari dulu.

Bulan Maret kemarin, Seorang ibu dari Inggris, Stacie Crimm, mendapat kabar terindah yang membuatnya menangis sambil tertawa. Ia dinyatakan hamil. Padahal, sebelumnya dokter pernah memvonis Stacie tidak bisa mempunyai anak.
Seperti seorang ibu yang hendak mempunyai anak pada umumnya, Ibu berumur 41 tahun itu menghabiskan minggu-minggu berikutnya untuk untuk mencari segala peralatan dan keperluan bayi. Namun saat itu pula ia mulai merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya yang menurun drastis. Ia beberapa kali merasa sakit kepala yang hebat dan pandangan matanya menjadi kabur. Sekujur tubuhnya sering bergetar sendiri.
Kepada kakaknya, Ray, Stacie mulai menceritakan kekhawatirannya akan kondisinya tersebut. Ia meminta Ray untuk menjaga bayinya jika terjadi hal buruk yang menimpa dirinya.
Stacie yang seorang orang tua tunggal, akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter pada bulan Juli atas saran dan dukungan dari anggota keluarganya yang lain.
Hasil pemeriksaanya sungguh mencengangkan, lehernya ternyata sudah digerogoti oleh penyakit kanker.
Dokter memberinya dua pilihan sulit. Memilih satu siapa yang hidup: Ia atau bayinya.
Stacie menolak tawaran kemoterapi dan lebih rela membiarkan kanker itu mencabut nyawanya demi dapat menggendong bayinya di kemudian hari.
Tanggal 16 Agustus, keadannya semakin parah dan ia pingsan di rumahnya di daerah Ryan, Oklahoma. Ia dibawa ke rumah sakit dimana dokter menyatakan bahwa sel-sel tumor sudah menyerang pembuluh otaknya.
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, detak jantung bayinya anjlok, lalu jantung Stacie berhenti berdetak. Dokter segera mengumumkan keadaan darurat dan melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi Stacie dari rahim ibunya.
"Kakak benar-benar sekarat ketika itu," ujar Ray kepada surat kabar Oklahoma. "Tubuh manusianya sedang berjuang melawan kematian."
Keinginan dan usaha kuat dari Stacie berbuah manis. Ia dan bayinya berhasil melewati momen kritis tersebut. Stacie menghabiskan waktunya beristirahat di atas ranjang rumah sakit untuk beberapa hari kemudian.
Pada saat itu, kanker sudah membutakan sebelah matanya dan suara yang keluar dari mulutnya sudah tidak bisa terdengar dengan jelas.
Stacie, di tengah kondisinya yang sangat parah meminta kepada dokter agar dipertemukan dengan anaknya yang ia cintai dan ia beri nama Dottie Mae.
Namun dokter mengatakan bahwa dirinya terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi anaknya. Dan anaknya juga terlalu lemah untuk dibawa mengunjungi ibunya.
Tanggal 8 September, jantung Stacie sekali lagi berhenti. Dokter segera memberitahukan keluarganya bahwa saat kematian Stacie sudah sangat dekat. Tetapi Stacie belum pernah sekalipun menemui anaknya secara langsung.
Menyadari perasaan seorang ibu, seorang suster yang juga seorang ibu, meminta kepada rumah sakit agar meminjamkan kapsul khusus untuk membawa Dottie Mae ke ruangan ibunya berada.
Ray menanyakan kepada Stacie apa yang akan ia rasakan jika ia dapat melihat putrinya pada hari itu. Mata Stacie terbelalak dan ia memohon agar dapat bertemu dengan anak yang telah ia lahirkan dengan segala pengorbanan jiwanya.

Suster akhirnya datang bersama Dottie Mae dan kemudian menaruh tubuh bayi kecil itu di atas dada Stacie. Sepasang ibu dan anak itu saling bertatapan untuk beberapa menit.
"Semua orang terdiam. Keadaan menjadi sunyi," cerita Ray ke NewsOK.
Tiga hari kemudian, Stacie menghembuskan napas terakhirnya. Jasadnya dimakamkan pada tanggal 14 September.
Dottie Mae kini dirawat oleh Ray dan Jennifer yang sudah mempunyai 4 orang anak sebelumnya.