Letters from Men Who Go to Strip Clubs adalah proyek baru Susannah setelah dua blog sebelumnya. Ia memulainya tahun lalu. Isinya masih sama, mengungkap kejujuran, keterbukaan, serta kerentanan pria yang mungkin tidak pernah mereka bagikan kepada orang lain.
“Saya berusia 30 tahun dan sama sekali belum pernah melakukan aktivitas seks,” ungkap salah satu pria dalam blognya.
Pria lain menuliskan, "Awalnya saya hanya ingin menceritakan pada seseorang mengenai pengalaman seksual saya.” Perspektif dalam surat-surat tersebut banyak yang serius dan juga banyak yang lucu. Contohnya, narasi yang mencela diri sendiri dari seorang pria tua kesepian, juga pria homoseksual yang hanya tertarik dengan seni menari di tiang dan bukan tertarik pada penarinya.
Newsweek memuji blog tersebut, sebagai situs yang memberikan kesempatan pada pria untuk menulis secara anonim, tentang alasan-alasan mengapa mereka beraktivitas seks.
"Para pria memiliki sisi kehidupan yang tersembunyi. Dan industri atau dunia seks adalah tempat di mana sesuatu yang tersembunyi itu berlangsung." Menurut Susannah, kesepian dan rasa intim adalah alasan yang paling nyata mengapa para kaum pria melakukannya.
Klab malam atau bahkan klab striptis adalah salah satu pengobatnya, dan kini banyak dijadikan sasaran untuk bisnis menjanjikan. Demikian juga dengan tempat prostitusi yang masih dianggap tabu dan menyalahi moral dalam masyarakat karena menjadikan wanita sebagai komoditi untuk memenuhi kebutuhan seks pria.
Sementara itu, Susannah berargumen bahwa klab striptis tidak mengeksploitasi pria maupun wanita, dalam arti merendahkan. Artinya, klab-klab seperti ini merupakan mesin dalam sistem kapitalis yang berfungsi sesuai dengan hukumnya sendiri. "Dapat dikatakan wanita lah yang mengeksploitasi pria dengan membuat mereka mengeluarkan uang. Anda bisa melihatnya dari kacamata lain, sebuah mikrokosmos dari penawaran dan permintaan."
Susannah juga mengatakan kalau menonton setiap gerakan tarian dari tubuh wanita dapat membuat para pria merasa lebih rileks. "Mereka tertarik dengan klab seperti itu karena mereka ingin merasa dicintai dan lebih dekat."
"Setiap pria memiliki alasan mengapa mereka mengunjungi klab malam," jelas seorang pengusaha yang pernah menulis surat di blog Susannah. "Tekanan yang mereka alami, adalah alasannya. Misalnya pria-pria yang merasa sulit mendapatkan pasangan, atau tipe pria insecure yang bahkan tidak tahu bagaimana harus berbicara dan mendekati wanita. Atau juga pria-pria yang tidak dapat terbuka dengan teman ataupun keluarga mengenai masalahnya. Di sini mereka merasa lebih dihargai dan didengarkan oleh para wanita penghibur.
Beberapa pria ada juga yang menulis dengan penuh amarah dan gejolak."Saya berusia 61 dan saya ingin menganggap ini sebagai dendam saya terhadap semua wanita cantik di dunia yang tidak bisa saya taklukkan. Di klab malam, saya bisa melihat wanita-wanita muda berdansa dan tersenyum kepada saya kapanpun saya mau."
Ada juga surat yang menggambarkan klab malam sebagai "pengungsian" di mana mereka terbebas dari beban. Susannah mengakui, jika surat-surat yang dikirim dalam blognya tidak semuanya benar, tetapi surat yang dipublikasikan telah melalui penyaringan.
Dari surat- surat yang masuk, ia menyimpulkan bahwa sebenarnya dalam diri pria juga terdapat kerapuhan, mereka juga membutuhkan hal-hal sederhana dan manusiawi seperti halnya wanita. Keinginan untuk disentuh, dan keinginan untuk didengar.
ARTIKEL TERBARU

0 Response to "Blog Yang Di Buat Khusus Tempat Curahan Hati Pria Dewasa"
Post a Comment