@Ikadanews - Berikut 5 Alasan Pergi Bersama Kekasih ke Tempat Romantis - Tidak ada yang lebih romantis daripada menjelajahi tempat-tempat baru dan menemukan hal baru yang jauh dari rumah. Jika Anda berpikir itu bukan alasan yang baik membawa pasangan Anda berlibur romantis, Idiva akan menyebutkan alasannya:
1. Lupakan semua
Pekerjaan di kantor tidak ada pernah ada habisnya. Jika Anda mulai stres melihat tumpukan file di meja Anda, telpon berdering tanpa henti, inilah waktunya Anda tinggalkan itu semua sesaat. Kejutkan pasangan dengan mengajaknya berlibur romantis, dan lupakan semua sesaat.
2. Mengubah kebiasaan
Anda sudah terbiasa melihat potongan rambut dan cara berpakaian pasangan Anda serta parfumnya yang khas. Tapi sepertinya, lama-lama itu semua membosankan untuk Anda. Sebuah liburan romantis cocok untuk memungkinkan Anda menjelajahi tempat baru dan menemukan sisi menarik yang lain dari pasangan Anda.
3. Menyalakan api asmara
Seberapa sering Anda dan pasangan membatalkan rencana makan malam bersama? Sekarang waktunya Anda berdua menebus semua itu dengan rencana berlibur. Selama berlibur, Anda berdua bebas berlama-lama di tempat tidur untuk menyalakan api asmara.
4. Manjakan diri
Pergi pijat dan spa bagi Anda berdua juga bisa memberi suasana dan kesegaran bagi Anda. Manjakan diri Anda berdua dengan pijatan-pijatan yang mengendurkan saraf-saraf yang tegang.
5. Ambil promosi hotel
Dalam waktu-waktu tertentu hotel-hotel berbintang lima menawarkan berbagai promo menarik. Ambillah salah satunya, dan nikmati liburan mewah Anda bersama pasangan dan lupakan pekerjaan sesaat.
Cari Artikel Disini
Home » bersama
Showing posts with label bersama. Show all posts
Showing posts with label bersama. Show all posts
Parah : Gadis 16 Tahun Tidur Bersama 3 Pria di Hotel di Tangkap Satpol PP
@Ikadanews - Parah : Gadis 16 Tahun Tidur Bersama 3 Pria di Hotel di Tangkap Satpol PP - WD tertangkap bersama tiga pria dalam sebuah kamar hotel Samarinda.
Keempat orang ini diamankan 150 petugas Satpol PP Samarinda tergabung
dalam 17 orang yang diamankan dalam razia PSK, PKL, reklame liar, KTP
dan penyakit masyarakat lainnya di Samarinda.
Pengakuan WD (16) kedatangannya ke hotel Temindung adalah untuk menjumpai pacarnya yang sedang bersama 2 orang rekannya di dalam kamar hotel.
"Saya kesana cuma mau jumpain pacar saya. Taunya ada temannya juga 2 orang, lalu datang petugas," papar WD, yang mengaku jebolan kelas 2 SMP di Samarinda.
Kepala Kantor Satpol PP Samarinda, Kompol Ruskan mengatakan, razia ini adatas perintah Walikota Samarinda untuk menertibkan penduduk liar. "Saya menghimbau warga agar mematuhi perda yang berkaitan dengan PKL, PSK, Bangunan liar dan pengemis dan lainya dan ini perintah langsung bapak Walikota. Walikota sudah memberikan beberapa titik seperti Tepian, PM Noor. Bagi yang merasa pelanggar perda segera memindahkan bangunan ke tempat yang benar," kata Kompol Ruskan.
Adapun rincian yang berhasil diamankan dalam razia, Hotel Kalimantan 7 orang, Temindung 5 orang, Cristal (nihil), Merdeka 5 orang, Mutiara (nihil), depan Celcius, dengan total 21 orang sisanya gelandangan dan pengemis. Mereka dikenakan melanggar Perda 18 tahun 2002tentang pembinaan dan penertiban PSK. Untuk pengemis dikenakan perda nomor 16 tahun 2002.
" Kita proses akan di kenakan perda tipiring dan dikenakan wajib lapor. Untuk ABG 16 tahun, selain pembinaan akan diproses. Orangtua akan dipanggil (pembinaan)," kata Kompol Ruskan.
Pengakuan WD (16) kedatangannya ke hotel Temindung adalah untuk menjumpai pacarnya yang sedang bersama 2 orang rekannya di dalam kamar hotel.
"Saya kesana cuma mau jumpain pacar saya. Taunya ada temannya juga 2 orang, lalu datang petugas," papar WD, yang mengaku jebolan kelas 2 SMP di Samarinda.
Kepala Kantor Satpol PP Samarinda, Kompol Ruskan mengatakan, razia ini adatas perintah Walikota Samarinda untuk menertibkan penduduk liar. "Saya menghimbau warga agar mematuhi perda yang berkaitan dengan PKL, PSK, Bangunan liar dan pengemis dan lainya dan ini perintah langsung bapak Walikota. Walikota sudah memberikan beberapa titik seperti Tepian, PM Noor. Bagi yang merasa pelanggar perda segera memindahkan bangunan ke tempat yang benar," kata Kompol Ruskan.
Adapun rincian yang berhasil diamankan dalam razia, Hotel Kalimantan 7 orang, Temindung 5 orang, Cristal (nihil), Merdeka 5 orang, Mutiara (nihil), depan Celcius, dengan total 21 orang sisanya gelandangan dan pengemis. Mereka dikenakan melanggar Perda 18 tahun 2002tentang pembinaan dan penertiban PSK. Untuk pengemis dikenakan perda nomor 16 tahun 2002.
" Kita proses akan di kenakan perda tipiring dan dikenakan wajib lapor. Untuk ABG 16 tahun, selain pembinaan akan diproses. Orangtua akan dipanggil (pembinaan)," kata Kompol Ruskan.
Beredar Lagi Foto Bugil ' Angelina Jolie ' Bersama Se'ekor Kuda
@Ikadanews.info - Beredar Lagi Foto Bugil ' Angelina Jolie ' Bersama Se'ekor Kuda - Beberapa tahun lalu, Angelina Jolie sempat berpose topless bareng seekor kuda. Kini, foto serupa beredar lagi dan kembali menjadi pembicaraan hangat di forum internet.
Seperti dilansir egotastic, dalam foto itu, bintang film 'Salt' itu nampak hanya mengenakan celana putih tanpa atasan. Seekor kuda putih pun menemani Jolie dalam sesi pemotretan itu.
Sementara, di foto lainnya, pose pasangan hidup Brad Pitt itu pun terlihat sangat vulgar. Bagian dada Jolie tampak dijilat oleh kuda tersebut.
Kabarnya, foto kontroversial itu diambil pada 2003 lalu. Jolie terlihat masih memiliki tato bertuliskan nama mantan suaminya, Billy Bob Thornton.
Jolie menikah dengan Billy pada 2003 lalu. Mereka pun bercerai dua tahun kemudian.
Seperti dilansir egotastic, dalam foto itu, bintang film 'Salt' itu nampak hanya mengenakan celana putih tanpa atasan. Seekor kuda putih pun menemani Jolie dalam sesi pemotretan itu.
Sementara, di foto lainnya, pose pasangan hidup Brad Pitt itu pun terlihat sangat vulgar. Bagian dada Jolie tampak dijilat oleh kuda tersebut.
Kabarnya, foto kontroversial itu diambil pada 2003 lalu. Jolie terlihat masih memiliki tato bertuliskan nama mantan suaminya, Billy Bob Thornton.
Jolie menikah dengan Billy pada 2003 lalu. Mereka pun bercerai dua tahun kemudian.
Cerita Dewasa : Nikmat Bersama Selepas Demonstrasi Monas ( Khusus Dewasa ) 17+
@Ikadanews.info - Cerita Dewasa : Nikmat Bersama Selepas Demonstrasi Monas ( Khusus Dewasa ) 17+ - Ratih, seorang akhwat muda berusia 25 tahun, dengan langkah gontai menembus kerumunan para pendemo yang masih terus mondar-mandir kesana kemari dengan ramai. Sejak tadi malam, kondisi badan Ratih memang sedang kurang fit, namun demi perjuangan menentang penyerangan Israel ke Palestina, ia pun memaksakan diri untuk mengikuti aksi siang ini. Berbeda dengan hari kemarin yang terus menerus dirundung hujan, Kota Jakarta hari ini benar-benar terbasuh dengan terik mentari yang begitu dahsyat. Akibat perubahan cuaca yang begitu ekstrim ini, dapat dipastikan kondisi tubuh Ratih kian bertambah parah. Untuk mengistirahatkan diri, ia pun terduduk sejenak di pinggiran trotoar di sekitar daerah Monas itu. Tas punggung yang hanya berisi barang seadanya itu, ia sampirkan di sampingnya.Ratih Wulandari telah lulus kuliah dari Universitas Indonesia Jurusan Ilmu Komunikasi. Dia sudah bekerja di salah satu media cetak terkenal di ibukota. Ia adalah anak tunggal dari 3 bersaudara. Ayah dan ibunya adalah seorang yang taat beragama, tak heran Ratih dan adik-adiknya sejak kecil telah diberi bekal yang cukup soal agama. Hari ini ia memakai setelan jubah berwarna abu-abu dan rok hitam yang memanjang hingga ke mata kakinya yang terbungkus kaus kaki berwarna krem yang agak transparan. Tak ketinggalan sebuah jilbab putih yang lebar melingkari lehernya yang mungil. Wajahnya bulat, kulitnya kuning langsat, bola matanya hitam tajam. Tampak begitu manis walaupun dengan mimik yang lesu seperti itu. Hidungnya yang sedikit mancung nampak begitu mempesona. Sesaat ia mengeluarkan lidahnya dan menjilati bibir bawahnya, ia tampak kehausan.Tanpa ia sadari, seorang lelaki bertubuh gempal telah mengawasinya sejak awal aksi tadi. Lenggak-lenggok tubuh Ratih di balik balutan busana muslimahnya telah mampu membuat darah muda lelaki berusia 50 tahunan itu menggelegak. Usman namanya. Ia bukanlah seorang anggota PKS seperti Ratih dan kawan-kawan peserta demo lainnya. Ia hanya seorang pengangguran yang sering ikut-ikutan demo seperti itu hanya untuk mendapatkan segelas aqua dan sepaket nasi bungkus. Namun kali ini, kemolekan body akhwat Partai Keadilan Sejahtera yang memang aduhai ini, ditambah dengan wajahnya yang mempesona, membuat rasa haus dan lapar Usman hilang seketika. Berkali-kali ia meneguk liurnya sendiri memandang Ratih dari belakang.Perlahan ia mendekati Ratih dan menyapanya, „Kenapa Neng, tampangnya pucat begitu? Mau diambilkan air?“„Eemmm, tak usah Pak. Nanti biar saya cari minum sendiri“ jawab Ratih sekenanya.“Nggak apa-apa Neng, sebentar ya” Secepat kilat Usman si pria tua itu telah kembali dari tempat pembagian air minum. Ia membawa dua botol Aqua sekaligus, satu untuk dirinya dan satu untuk Ratih.
Ratih Wulandari, sang akhwat rupawan, kini sedang berpacu dengan gairah dan birahinya sendiri. Campuran dari obat perangsang yang diminumkan saat berdemonstrasi tadi dan jamahan yang terus dilakukan Pak Usman membuat jantungnya berdenyut begitu cepat. Ia seperti lupa seluruh ilmu yang telah diterimanya waktu Liqo’ di Masjid UI semasa kuliah. Padahal dalam setiap kesempatan, Kak Nurul, murabbi Ratih, tak pernah lupa mengingatkan mad’u-nya untuk selalu menjaga aurat di hadapan lelaki yang bukan mahrom. Tapi kini Ratih tampak malah meminta auratnya sendiri untuk dijamah oleh lelaki bejat seperti Pak Usman yang sedari tadi telah menanggalkan pakaiannya.Ratih WulandariRatih meletakkan tangannya di punggung Pak Usman. Dielus-elusnya punggung lelaki tua yang telah mengundang birahi jalangnya untuk keluar itu. Pak Usman pun makin panas merasakan elusan sang akhwat idaman itu di bagian tubuhnya yang cukup sensitive. Namun ia tak mau kehilangan tempo, ia akan berusaha memancing gairah Ratih agar ia bertingkah lebih binal lagi. Ia ingin Ratih tak hanya menyerahkan keperawanannya namun juga bisa merasakan puncak kenikmatan dunia darinya, siapa tahu nanti Ratih menjadi ketagihan dan mau menjadi pemuas nafsu seksual dirinya yang sewaktu-waktu bisa meledak.“Sebentar ya Neng,” Pak Usman dengan nekat memasukkan tangannya yang hitam legam ke balik jilbab panjang Ratih, sang muslimah. Ternyata di balik jilbabnya yang lebar itu, Ratih memakai terusan yang mempunyai kancing di bagian atas. Tangan Pak Usman pun langsung bergerilya di daerah itu. Payudara Ratih yang besar dan sensitive itu diremasnya dari balik baju terusannya. Ratih pun mendesah ringan sebelum merelakan kancing bajunya terlepas dan tubuhnya resmi dimasuki oleh tangan nakal Pak Usman.“Pakk, ohhh, geli pak” begitulah erangan Ratih ketika Pak Usman mulai intens meremas-remas payudara akhwat muda yang begitu ranum itu. Segaris senyum menempel di bibir mesum Pak Usman ketika Ratih menekan kepalanya begitu kencang ke arah payudaranya sendiri. “Ufhhh, ampunn Pak …. !!”Tanpa pikir panjang lagi, Pak Usman langsung memasukkan kepalanya ke balik jilbab putih Ratih. Disingkapnya pakaian terusan Ratih, kemudian dengan perlahan ia mengeluarkan payudara Ratih yang telah begitu membuncah dari bra krem yang masih menempel di tubuhnya. “Neng, toketnya ca’em banget … warnanya pink, lagi tegang gitu, ukurannya berapa sih?” Ledek Pak Usman sambil terus meremas-remas dan memainkan putting payudara Ratih.Ucapan kotor Pak Usman semakin membangkitkan birahinya. Satu persatu pertahanan keimanannya telah runtuh. Mimik wajahnya yang biasanya penuh keanggunan kini perlahan berubah menjadi begitu erotis dan merangsang. “Iya pak, ukurannya 36 … ohhh, enak pak diremes gitu”“Ohh, neng aktivis suka yah? Kenapa gak bilang tadi waktu di monas, kan bisa sekalian bapak entot di sana?” Jawab Pak Usman makin berani.“Apa pak? Entot ?? ahh …” Ratih lemas begitu Pak Usman mengucapkan kata-kata kotor itu. Ia sadar kalau dirinya sudah di ambang birahi, dan Pak Usman pun sudah tidak tahan untuk melepaskan gairahnya. Ia pun memperbaiki posisi berbaringnya agar Pak Usman bisa lebih mudah menyetubuhi dirinya. Ia telah benar-benar kehilangan akal sehatnya.Merasakan geliat tubuh indah yang ada dalam dekapannya, Pak Usman pun ikut bergeser hingga wajahnya tepat berada di atas payudara Ratih. “Liat deh Neng, toketnya dah penuh neh, Bapak kurangin sedikit yah susunya …” Ujar Pak Usman sambil menyibak sedikit jilbab lebar Ratih hingga ia bisa melihat payudaranya sendiri.“Ahh Pak …” Ratih pun mendesah ketika bibir Pak Usman mulai menyentuh putting payudaranya. Seketika selembar lidah nan panas dan kasar menjulur keluar dan menggerayangi payudara Ratih yang begitu mulus, belum terjamah seorang pun. Ratih pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya menahan desakan birahi yang begitu menggebu. Erangannya sudah tak bisa dibendung, matanya memejam menunggu ledakan gairah dari dalam tubuh sucinya.Pak Usman melakukannya dengan begitu perlahan-lahan. Ia ingin ini menjadi sesuatu yang tak akan ia lupakan seumur hidup. Kapan lagi kan, bisa menyetubuhi seorang akhwat cantik seperti Ratih ini. Dengan ganasnya Pak Usman mengulum putting payudara suci seorang Ratih Wulandari mulai dari yang sebelah kiri, kemudian berlanjut ke payudara sebelah kanan.“Ahhh, Pak. Geli banget …”“Neng suka kan, kalo suka Bapak kulum terus yah.” Pak Usman sudah tidak segan-segan lagi mengatakan kata-kata cabul di hadapan Ratih. Dan respon Ratih pun bukannya berusaha memberontak, tapi malah seakan membuka pintu lebar-lebar bagi Pak Usman untuk merobek keperawanannya di sebuah kamar kosan yang terkesan sedikit kumuh itu.“Iya, Pak. Suka.” Mendengar kata-kata itu, Pak Usman pun menganggapnya sebagai sebuah izin untuk melakukan hal yang lebih jauh. Ia pun melepaskan kulumannya di payudara Ratih sang akhwat manis, dan kemudian diikuti lenguhan panjang Ratih yang menandakan kekecewaannya akan perlakuan Pak Usman itu. Dengan langkah cepat, Pak Usman langsung turun ke bagian bawah tubuh Ratih dan kemudian mengangkat perlahan rok panjang Ratih.Ternyata Ratih masih memakai celana panjang lagi untuk dalaman. Benar-benar khas seorang aktivis, celana panjang itu berwarna biru muda dan terbuat dari bahan yang tipis. “Bapak buka ya neng, celana panjangnya.” Ratih yang telah dilanda birahi yang benar-benar menggelegak itu pun hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.Dengan sekali tarik, celana panjang itu pun terlepas dari tempatnya. Selain karena bahannya yang tipis dan kekuatan Pak Usman, Ratih pun ikut memberikan sedikit bantuan dengan mangangkat bokongnya untuk memudahkan Pak Usman. Ia seperti telah pasrah, bahkan malah benar-benar menginginkan untuk disetubuhi untuk pertama kalinya oleh Pak Usman.Dalam sekejap, betis dan paha mulus Ratih pun terpampang dengan jelas di hadapan Pak Usman. Bagian bawah tubuh indah akhwat itu benar-benar putih terawatt. Mungkin karena tak pernah terkena sinar matahari langsung atau memang Ratih sengaja merawat bagian bawah tubuhnya tersebut. Mungkin ia melakukannya untuk suaminya kelak, tapi kini seorang pria tua sedang memandanginya tanpa sehelai pun pembatas.“Neng, pahanya mulus banget sih, Bapak elus-elus yah?” Sebuab pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Pak Usman langsung menyingkap rok panjang itu sampai batas maksimal dan mulai menjamah bagian terlarang dari seorang akhwat muslimah seperti Ratih.Namun Ratih sendiri pun tidak melakukan perlawanan dan malah menyodorkan paha dan betis indahnya untuk dinikmati si tua jalang itu. “Iya Pak. Ratih selalu perawatan di salon khusus akhwat. Ahhh, Pak, Udah yah, Ratih malu”Sebuah penolakan yang tampaknya tak berarti mengingat Ratih tak berusaha sedikitpun untuk menutupi aurat sucinya yang sudah tersingkap lebar dan siap untuk dinikmati. Pak Usman langsung meraba-raba paha putih itu dan menjilat-jilat betis Ratih yang mulus. “Hmm, Neng Ratih bener-bener kayak bidadari yah. Orangnya alim, tubuhnya indah banget pula”“Ahh, ahhh, Pak … “ Desahan Ratih pun akhirnya keluar begitu saja tanpa ma pu ia bendung.“Ada apa Neng? Udah gak tahan yah …” Pak Usman pun tak mau berbasa-basi lagi, ia pun langsung mengangkangi bagian pinggul akhwat manis mahasiswa UI tersebut. Dengan bersemangat, ia pun menggesek-gesekkan kontolnya di memek Ratih, yang tampaknya sudah basah oleh lendir gairah itu.“Akhhh, geli banget Pak,” Ratih pun merasakan sensasi yang benar-benar baru dan luar biasa. Dalam kesehariannya yang sangat jauh dari seks, ia sama sekali tak pernah melihat, apalagi menyentuh kemaluan lawan jenisnya. Namun kini, seorang pria tua tengah mengangkanginya, sambil menggesek-gesekkan kontolnya ke memek Ratih, membuaat Ratih benar-benar hilang akal. Ia pun hanya bisa pasrah ketika Pak Usman mengangkat baju terusannya, hingga payudaranya yang besar dan indah itu pun telah terpampang dan siap untuk dinikmati.Pak Usman pun terkesiap dengan apa yang ada di hadapannya. Ratih Wulandari, seorang akhwat cantik dan jelita yang berstatus sebagai seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri terkenal, kini sedang mengerang dan mendesah dengan banal di hadapannya. Dilihatnya kemaluan sang akhwat yang tanpa bulu sehingga dapat terlihat dengan jelas olehnya di mana letak klitoris dan lubang kelamin suci sang wanita. Memek Ratih ternyata telah berdenyut-denyut kencang tanpa bisa dikontrol si empunya, tanda bahwa empunya sedang mengalami gejolak birahi yang luar biasa.Ratih WulandariTanpa memikirkan apa-apa lagi, Pak Usman langsung mendorong penisnya ke dalam memek suci Ratih Wulandari. Diperlakukan seperti itu, Ratih tambah bergairah dan sedikit berteriak, “Ahhhhh, Pakkkk ….” Tangannya menggenggam ujung seprei tempatnya berbaring sekarang, tempatnya dikerjain oleh seorang tua bangka seperti Pak Usman yang sedang mengangkangi keperawanannya.“Neng, toketnya nganggur tuhh, Bapak remes-remes yahh …”“Ohhh, ohhh, tolong Pak, jangan lanjutkan ini … kasihani saya” Tampaknya Ratih telah berangsur-angsur sadar dari efek obat perangsang yang telah diminumnya. Namun sayangnya itu semua telah terlambat, dan keperawanannya telah di ujung kulup penis Pak Usman.“Tanggung, Neng, dikit lagi masuk neh. Sekali Neng akhwat ngerasain kontol Pak Usman, pasti minta nambah deh nanti,” Pak Usman cekikikan ketika merasakan selaput dara akhwat muslimah itu telah berada tepat di depan kontolnya. Dengan menambah kekuatan remasan pada peyudara Ratih, sehingga membuat Ratih sedikit menggelinjang, Pak Usman pun memusatkan konsentrasinya pada memek Ratih dan … “Akhhhhh, memek Neng Ratih memang mantap …. Akhhhhh”“Akhhhhh, Pak Usman …” Merasakan selaput daranya telah jebol, Ratih pun belingsatan. Rangsangan yang diberikan Pak Usman kepadanya begitu hebat. Bukannya berontak, Ratih memilih untuk melanjutkan perzinahan ini sampai akhir, ia merasakan semuanya sudah terlanjur baginya.Pak Usman merupakan lelaki yang berpengalaman dalam masalah seks. Ketika merasakan aliran darah merembes di sela-sela kontolnya dan dinding vagina Ratih, Pak Usman pun sedikit menarik kontolnya keluar dari sarang yang hangat itu. Ratih pun terkesiap dan berusaha memasukkan kembali burung nakal Pak Usman kembali ke dalam tubuh sucinya. Mimik wajah Ratih telah berubah menjadi begitu banal dan jalang. Namun jilbab indah yang melilit kepalanya nampak tetap membingkai paras manis dan cantik khas akhwat muslimah. Pak Usman benar-benar tak tahan akan mangsanya kali ini. Ia pun kehilangan control dan langsung menyambar bibir Ratih dengan bibirnya.Sekitar 15 menit lamanya Pak Usman menyetubuhi Ratih dengan posisi konvensional. Dengan buas ia melumat bibir dan lidah Ratih. Ratih pun tak kalah liar membalas kuluman bibir pria tua itu. Sementara itu, kontol Pak Usman terus mengocok vagina Ratih tanpa henti. Ratih pun membantu sang pejantan dengan mengangkat pinggulnya yang gemulai itu menjemput kontol Pak Usman yang berukuran sedang. Dua insan berbeda jenis kelamin dan status sosial itu tampak menikmati persetubuhan terlarang itu. Ratih dengan tanpa malu mendesah-desah kenikmatan ditindih mesra oleh Pak Usman yang sudah keriput itu.“Ahhh, Ahhh, Astaghfirullah, Pakkk, enakk Pak, enakk, Ohhh, Ohhh …”“Enakk ya Neng, Ahhh, Ahhh, memek Neng Ratih legit banget, Akhh, Bapak mau keluar Neng …”“Ahh, iya Pak Usman, kontolnya enakk Pak … Apanya yang mau keluar pak?”“Spermaaa Neng, Pejuu Pak Usman …”Tiba-tiba Ratih bagai tersambar petir. Ia sadar betul bila sperma Pak Usman sampai masuk ke dalam rahimnya, maka besar kemungkinan ia akan hamil dan mengandung anak Pak Usman. Ketika terpikir hal itu, Ratih pun berontak, ia menggeliat hendak menjauh dari tubuh Pak Usman. Namun dia sangat menikmati hingga akhirnya dia biarkan sperma Pak Usman masuk ke rahimnya. Dia tak mampu menjauh dari tubuh PakUsman.
Ratih Wulandari, sang akhwat rupawan, kini sedang berpacu dengan gairah dan birahinya sendiri. Campuran dari obat perangsang yang diminumkan saat berdemonstrasi tadi dan jamahan yang terus dilakukan Pak Usman membuat jantungnya berdenyut begitu cepat. Ia seperti lupa seluruh ilmu yang telah diterimanya waktu Liqo’ di Masjid UI semasa kuliah. Padahal dalam setiap kesempatan, Kak Nurul, murabbi Ratih, tak pernah lupa mengingatkan mad’u-nya untuk selalu menjaga aurat di hadapan lelaki yang bukan mahrom. Tapi kini Ratih tampak malah meminta auratnya sendiri untuk dijamah oleh lelaki bejat seperti Pak Usman yang sedari tadi telah menanggalkan pakaiannya.Ratih WulandariRatih meletakkan tangannya di punggung Pak Usman. Dielus-elusnya punggung lelaki tua yang telah mengundang birahi jalangnya untuk keluar itu. Pak Usman pun makin panas merasakan elusan sang akhwat idaman itu di bagian tubuhnya yang cukup sensitive. Namun ia tak mau kehilangan tempo, ia akan berusaha memancing gairah Ratih agar ia bertingkah lebih binal lagi. Ia ingin Ratih tak hanya menyerahkan keperawanannya namun juga bisa merasakan puncak kenikmatan dunia darinya, siapa tahu nanti Ratih menjadi ketagihan dan mau menjadi pemuas nafsu seksual dirinya yang sewaktu-waktu bisa meledak.“Sebentar ya Neng,” Pak Usman dengan nekat memasukkan tangannya yang hitam legam ke balik jilbab panjang Ratih, sang muslimah. Ternyata di balik jilbabnya yang lebar itu, Ratih memakai terusan yang mempunyai kancing di bagian atas. Tangan Pak Usman pun langsung bergerilya di daerah itu. Payudara Ratih yang besar dan sensitive itu diremasnya dari balik baju terusannya. Ratih pun mendesah ringan sebelum merelakan kancing bajunya terlepas dan tubuhnya resmi dimasuki oleh tangan nakal Pak Usman.“Pakk, ohhh, geli pak” begitulah erangan Ratih ketika Pak Usman mulai intens meremas-remas payudara akhwat muda yang begitu ranum itu. Segaris senyum menempel di bibir mesum Pak Usman ketika Ratih menekan kepalanya begitu kencang ke arah payudaranya sendiri. “Ufhhh, ampunn Pak …. !!”Tanpa pikir panjang lagi, Pak Usman langsung memasukkan kepalanya ke balik jilbab putih Ratih. Disingkapnya pakaian terusan Ratih, kemudian dengan perlahan ia mengeluarkan payudara Ratih yang telah begitu membuncah dari bra krem yang masih menempel di tubuhnya. “Neng, toketnya ca’em banget … warnanya pink, lagi tegang gitu, ukurannya berapa sih?” Ledek Pak Usman sambil terus meremas-remas dan memainkan putting payudara Ratih.Ucapan kotor Pak Usman semakin membangkitkan birahinya. Satu persatu pertahanan keimanannya telah runtuh. Mimik wajahnya yang biasanya penuh keanggunan kini perlahan berubah menjadi begitu erotis dan merangsang. “Iya pak, ukurannya 36 … ohhh, enak pak diremes gitu”“Ohh, neng aktivis suka yah? Kenapa gak bilang tadi waktu di monas, kan bisa sekalian bapak entot di sana?” Jawab Pak Usman makin berani.“Apa pak? Entot ?? ahh …” Ratih lemas begitu Pak Usman mengucapkan kata-kata kotor itu. Ia sadar kalau dirinya sudah di ambang birahi, dan Pak Usman pun sudah tidak tahan untuk melepaskan gairahnya. Ia pun memperbaiki posisi berbaringnya agar Pak Usman bisa lebih mudah menyetubuhi dirinya. Ia telah benar-benar kehilangan akal sehatnya.Merasakan geliat tubuh indah yang ada dalam dekapannya, Pak Usman pun ikut bergeser hingga wajahnya tepat berada di atas payudara Ratih. “Liat deh Neng, toketnya dah penuh neh, Bapak kurangin sedikit yah susunya …” Ujar Pak Usman sambil menyibak sedikit jilbab lebar Ratih hingga ia bisa melihat payudaranya sendiri.“Ahh Pak …” Ratih pun mendesah ketika bibir Pak Usman mulai menyentuh putting payudaranya. Seketika selembar lidah nan panas dan kasar menjulur keluar dan menggerayangi payudara Ratih yang begitu mulus, belum terjamah seorang pun. Ratih pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya menahan desakan birahi yang begitu menggebu. Erangannya sudah tak bisa dibendung, matanya memejam menunggu ledakan gairah dari dalam tubuh sucinya.Pak Usman melakukannya dengan begitu perlahan-lahan. Ia ingin ini menjadi sesuatu yang tak akan ia lupakan seumur hidup. Kapan lagi kan, bisa menyetubuhi seorang akhwat cantik seperti Ratih ini. Dengan ganasnya Pak Usman mengulum putting payudara suci seorang Ratih Wulandari mulai dari yang sebelah kiri, kemudian berlanjut ke payudara sebelah kanan.“Ahhh, Pak. Geli banget …”“Neng suka kan, kalo suka Bapak kulum terus yah.” Pak Usman sudah tidak segan-segan lagi mengatakan kata-kata cabul di hadapan Ratih. Dan respon Ratih pun bukannya berusaha memberontak, tapi malah seakan membuka pintu lebar-lebar bagi Pak Usman untuk merobek keperawanannya di sebuah kamar kosan yang terkesan sedikit kumuh itu.“Iya, Pak. Suka.” Mendengar kata-kata itu, Pak Usman pun menganggapnya sebagai sebuah izin untuk melakukan hal yang lebih jauh. Ia pun melepaskan kulumannya di payudara Ratih sang akhwat manis, dan kemudian diikuti lenguhan panjang Ratih yang menandakan kekecewaannya akan perlakuan Pak Usman itu. Dengan langkah cepat, Pak Usman langsung turun ke bagian bawah tubuh Ratih dan kemudian mengangkat perlahan rok panjang Ratih.Ternyata Ratih masih memakai celana panjang lagi untuk dalaman. Benar-benar khas seorang aktivis, celana panjang itu berwarna biru muda dan terbuat dari bahan yang tipis. “Bapak buka ya neng, celana panjangnya.” Ratih yang telah dilanda birahi yang benar-benar menggelegak itu pun hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.Dengan sekali tarik, celana panjang itu pun terlepas dari tempatnya. Selain karena bahannya yang tipis dan kekuatan Pak Usman, Ratih pun ikut memberikan sedikit bantuan dengan mangangkat bokongnya untuk memudahkan Pak Usman. Ia seperti telah pasrah, bahkan malah benar-benar menginginkan untuk disetubuhi untuk pertama kalinya oleh Pak Usman.Dalam sekejap, betis dan paha mulus Ratih pun terpampang dengan jelas di hadapan Pak Usman. Bagian bawah tubuh indah akhwat itu benar-benar putih terawatt. Mungkin karena tak pernah terkena sinar matahari langsung atau memang Ratih sengaja merawat bagian bawah tubuhnya tersebut. Mungkin ia melakukannya untuk suaminya kelak, tapi kini seorang pria tua sedang memandanginya tanpa sehelai pun pembatas.“Neng, pahanya mulus banget sih, Bapak elus-elus yah?” Sebuab pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Pak Usman langsung menyingkap rok panjang itu sampai batas maksimal dan mulai menjamah bagian terlarang dari seorang akhwat muslimah seperti Ratih.Namun Ratih sendiri pun tidak melakukan perlawanan dan malah menyodorkan paha dan betis indahnya untuk dinikmati si tua jalang itu. “Iya Pak. Ratih selalu perawatan di salon khusus akhwat. Ahhh, Pak, Udah yah, Ratih malu”Sebuah penolakan yang tampaknya tak berarti mengingat Ratih tak berusaha sedikitpun untuk menutupi aurat sucinya yang sudah tersingkap lebar dan siap untuk dinikmati. Pak Usman langsung meraba-raba paha putih itu dan menjilat-jilat betis Ratih yang mulus. “Hmm, Neng Ratih bener-bener kayak bidadari yah. Orangnya alim, tubuhnya indah banget pula”“Ahh, ahhh, Pak … “ Desahan Ratih pun akhirnya keluar begitu saja tanpa ma pu ia bendung.“Ada apa Neng? Udah gak tahan yah …” Pak Usman pun tak mau berbasa-basi lagi, ia pun langsung mengangkangi bagian pinggul akhwat manis mahasiswa UI tersebut. Dengan bersemangat, ia pun menggesek-gesekkan kontolnya di memek Ratih, yang tampaknya sudah basah oleh lendir gairah itu.“Akhhh, geli banget Pak,” Ratih pun merasakan sensasi yang benar-benar baru dan luar biasa. Dalam kesehariannya yang sangat jauh dari seks, ia sama sekali tak pernah melihat, apalagi menyentuh kemaluan lawan jenisnya. Namun kini, seorang pria tua tengah mengangkanginya, sambil menggesek-gesekkan kontolnya ke memek Ratih, membuaat Ratih benar-benar hilang akal. Ia pun hanya bisa pasrah ketika Pak Usman mengangkat baju terusannya, hingga payudaranya yang besar dan indah itu pun telah terpampang dan siap untuk dinikmati.Pak Usman pun terkesiap dengan apa yang ada di hadapannya. Ratih Wulandari, seorang akhwat cantik dan jelita yang berstatus sebagai seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri terkenal, kini sedang mengerang dan mendesah dengan banal di hadapannya. Dilihatnya kemaluan sang akhwat yang tanpa bulu sehingga dapat terlihat dengan jelas olehnya di mana letak klitoris dan lubang kelamin suci sang wanita. Memek Ratih ternyata telah berdenyut-denyut kencang tanpa bisa dikontrol si empunya, tanda bahwa empunya sedang mengalami gejolak birahi yang luar biasa.Ratih WulandariTanpa memikirkan apa-apa lagi, Pak Usman langsung mendorong penisnya ke dalam memek suci Ratih Wulandari. Diperlakukan seperti itu, Ratih tambah bergairah dan sedikit berteriak, “Ahhhhh, Pakkkk ….” Tangannya menggenggam ujung seprei tempatnya berbaring sekarang, tempatnya dikerjain oleh seorang tua bangka seperti Pak Usman yang sedang mengangkangi keperawanannya.“Neng, toketnya nganggur tuhh, Bapak remes-remes yahh …”“Ohhh, ohhh, tolong Pak, jangan lanjutkan ini … kasihani saya” Tampaknya Ratih telah berangsur-angsur sadar dari efek obat perangsang yang telah diminumnya. Namun sayangnya itu semua telah terlambat, dan keperawanannya telah di ujung kulup penis Pak Usman.“Tanggung, Neng, dikit lagi masuk neh. Sekali Neng akhwat ngerasain kontol Pak Usman, pasti minta nambah deh nanti,” Pak Usman cekikikan ketika merasakan selaput dara akhwat muslimah itu telah berada tepat di depan kontolnya. Dengan menambah kekuatan remasan pada peyudara Ratih, sehingga membuat Ratih sedikit menggelinjang, Pak Usman pun memusatkan konsentrasinya pada memek Ratih dan … “Akhhhhh, memek Neng Ratih memang mantap …. Akhhhhh”“Akhhhhh, Pak Usman …” Merasakan selaput daranya telah jebol, Ratih pun belingsatan. Rangsangan yang diberikan Pak Usman kepadanya begitu hebat. Bukannya berontak, Ratih memilih untuk melanjutkan perzinahan ini sampai akhir, ia merasakan semuanya sudah terlanjur baginya.Pak Usman merupakan lelaki yang berpengalaman dalam masalah seks. Ketika merasakan aliran darah merembes di sela-sela kontolnya dan dinding vagina Ratih, Pak Usman pun sedikit menarik kontolnya keluar dari sarang yang hangat itu. Ratih pun terkesiap dan berusaha memasukkan kembali burung nakal Pak Usman kembali ke dalam tubuh sucinya. Mimik wajah Ratih telah berubah menjadi begitu banal dan jalang. Namun jilbab indah yang melilit kepalanya nampak tetap membingkai paras manis dan cantik khas akhwat muslimah. Pak Usman benar-benar tak tahan akan mangsanya kali ini. Ia pun kehilangan control dan langsung menyambar bibir Ratih dengan bibirnya.Sekitar 15 menit lamanya Pak Usman menyetubuhi Ratih dengan posisi konvensional. Dengan buas ia melumat bibir dan lidah Ratih. Ratih pun tak kalah liar membalas kuluman bibir pria tua itu. Sementara itu, kontol Pak Usman terus mengocok vagina Ratih tanpa henti. Ratih pun membantu sang pejantan dengan mengangkat pinggulnya yang gemulai itu menjemput kontol Pak Usman yang berukuran sedang. Dua insan berbeda jenis kelamin dan status sosial itu tampak menikmati persetubuhan terlarang itu. Ratih dengan tanpa malu mendesah-desah kenikmatan ditindih mesra oleh Pak Usman yang sudah keriput itu.“Ahhh, Ahhh, Astaghfirullah, Pakkk, enakk Pak, enakk, Ohhh, Ohhh …”“Enakk ya Neng, Ahhh, Ahhh, memek Neng Ratih legit banget, Akhh, Bapak mau keluar Neng …”“Ahh, iya Pak Usman, kontolnya enakk Pak … Apanya yang mau keluar pak?”“Spermaaa Neng, Pejuu Pak Usman …”Tiba-tiba Ratih bagai tersambar petir. Ia sadar betul bila sperma Pak Usman sampai masuk ke dalam rahimnya, maka besar kemungkinan ia akan hamil dan mengandung anak Pak Usman. Ketika terpikir hal itu, Ratih pun berontak, ia menggeliat hendak menjauh dari tubuh Pak Usman. Namun dia sangat menikmati hingga akhirnya dia biarkan sperma Pak Usman masuk ke rahimnya. Dia tak mampu menjauh dari tubuh PakUsman.
Posted by
ADMIN
at
11:58 PM
Labels:
17+,
bersama,
cerita dewasa,
demonstrasi,
dewasa,
khusus,
lepas,
monas,
nikmat
TRAGIS Gadis Cantik Bunuh Diri Bersama Untuk ‘Kembali ke Masa Lalu’
@Ikadanews.info - TRAGIS Gadis Cantik Bunuh Diri Bersama Untuk ‘Kembali ke Masa Lalu’ - Sebuah peristiwa tragis kembali terjadi di China. Dua orang gadis berusia 12 tahun diketahui nekat bunuh diri dengan terjun ke kolam untuk menenggelamkan diri mereka sendiri. Berdasarkan surat wasiat yang ditinggalkan, keduanya percaya dengan bunuh diri mereka bisa kembali ke masa lampau.
Peristiwa ini bermula saat salah satu dari dua gadis tersebut, Xiao Hua merasa ketakutan setelah menghilangkan kunci rumahnya di Zhangzhou dan memutuskan untuk bunuh diri. Sang sahabat, Xiao Mei yang tidak mau ditinggalkan, nekat menemani Xiao Hua bunuh diri. Kedua gadis itu sempat menulis surat wasiat dan meletakkannya di lemari. Dalam surat wasiatnya, Xiao Mei menuliskan keinginannya untuk kembali ke masa lampau tepatnya pada jaman dinasti Qing berkuasa di China, antara tahun 1644-1911.
“ Jangan terlalu khawatir. Kami memang tidak lahir pada hari yang sama, tapi kami ingin mati di hari dan waktu yang sama. Dalam hidupku aku punya dua harapan. Satu untuk melakukan perjalanan ke Dinasti Qing dan membuat film dengan kaisar, serta berpetualang ke luar angkas. “ demikian isi surat wasiat Xiao Mei, seperti yang dilansir dari Shanghaiist, Jumat, (09/03/2012).
Kematian sepasang sahabat ini memicu perdebatan di China,terkait program TV yang memperlihatkan perjalanan ke masa lampau bisa dilakukan setelah tertabrak mobil atau tersambar petir. Tayangan semacam itu sebenarnya telah mendapatkan larangan dari pemerintah China.
Peristiwa ini bermula saat salah satu dari dua gadis tersebut, Xiao Hua merasa ketakutan setelah menghilangkan kunci rumahnya di Zhangzhou dan memutuskan untuk bunuh diri. Sang sahabat, Xiao Mei yang tidak mau ditinggalkan, nekat menemani Xiao Hua bunuh diri. Kedua gadis itu sempat menulis surat wasiat dan meletakkannya di lemari. Dalam surat wasiatnya, Xiao Mei menuliskan keinginannya untuk kembali ke masa lampau tepatnya pada jaman dinasti Qing berkuasa di China, antara tahun 1644-1911.
“ Jangan terlalu khawatir. Kami memang tidak lahir pada hari yang sama, tapi kami ingin mati di hari dan waktu yang sama. Dalam hidupku aku punya dua harapan. Satu untuk melakukan perjalanan ke Dinasti Qing dan membuat film dengan kaisar, serta berpetualang ke luar angkas. “ demikian isi surat wasiat Xiao Mei, seperti yang dilansir dari Shanghaiist, Jumat, (09/03/2012).
Kematian sepasang sahabat ini memicu perdebatan di China,terkait program TV yang memperlihatkan perjalanan ke masa lampau bisa dilakukan setelah tertabrak mobil atau tersambar petir. Tayangan semacam itu sebenarnya telah mendapatkan larangan dari pemerintah China.
Cerita Humor : Mari kita mengemis bersama ngakak
@Ikadanews.info - Cerita Humor : Mari kita mengemis bersama ngakak - Hari masih pagi ketika seorang pengemis berdiri di depen pintu dan berkata,
Pengemis : "Bersedekahlah untukku, karena aku kelaparan!"
Tuan rumah : "Maaf, kami belum memasak nasi."
Pengemis : "Kalau begitu, berilah saya segelas beras biar kami masak sendiri."
Tuan rumah : "Kami tidak mempunyai beras"
Pengemis : "Bagaimana kalo saya minta air minum saja?"
Tuan rumah : "Air juga tidak ada."
Pengemis : "Kalau begitu ........
......Kenapa diam saja? Ayo mengemis bersamaku!"
Tuan rumah : "KURANG AJAR!!"
Pengemis "Ampun pak"
Pengemis : "Bersedekahlah untukku, karena aku kelaparan!"
Tuan rumah : "Maaf, kami belum memasak nasi."
Pengemis : "Kalau begitu, berilah saya segelas beras biar kami masak sendiri."
Tuan rumah : "Kami tidak mempunyai beras"
Pengemis : "Bagaimana kalo saya minta air minum saja?"
Tuan rumah : "Air juga tidak ada."
Pengemis : "Kalau begitu ........
......Kenapa diam saja? Ayo mengemis bersamaku!"
Tuan rumah : "KURANG AJAR!!"
Pengemis "Ampun pak"
FOTO Kemesraan Sonia Amoruso Bersama Alessandro Del Piero
@Ikadanews.info - FOTO Kemesraan Sonia Amoruso Bersama Alessandro Del Piero - Tidak semua WAGs dari Italia gemar memamerkan kemolekan tubuh. Ada pula yang begitu kalem seperti Sonia Amoruso, istri legenda hidup Juventus, Alessandro Del Piero. Wanita keibuan ini tidak perlu melakukan hal aneh-aneh untuk membuatnya terkenal di kalangan pencinta Liga Italia.
Sonia Amoruso dan Alessandro Del Piero mulai berhubungan sejak 1999. Pada masa-masa itu, banyak gosip yang menimpa Del Piero. Pemain yang begitu mudah membuat wanita jatuh cinta ini pernah dituduh sebagai playboy. Kemudian, karena Alex tidak juga menunjukkan siapa kekasihnya, ia juga sempat dituduh sebagai gay. Dalam sebuah wawancara pada tahun yang sama, Del Piero ogah menanggapi rumor apa pun tentang dirinya dan tak ingin dianggap sebagai simbol seks.
Seiring perjalanan waktu, akhirnya terbongkarlah hubungan istimewa Alex dengan Sonia Amoruso. Enam tahun bersama, pasangan ini menikah pada 2005.
Pada Juli 2007, Del Piero menyatakan bahwa istrinya hamil dan tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka. Tiga bulan kemudian, 22 Oktober 2007, Sonia melahirkan anak pertama mereka, Tobias Del Piero.
Kebahagiaan pasangan Alex-Sonia semakin lengkap pada 4 Mei 2009 lalu. Sonia melahirkan bayi perempuan bernama Dorothea. Lengkaplah sudah keluarga kecil Del Piero ini.
Berikut foto-foto Sonia Del Piero.
Sonia Amoruso dan Alessandro Del Piero mulai berhubungan sejak 1999. Pada masa-masa itu, banyak gosip yang menimpa Del Piero. Pemain yang begitu mudah membuat wanita jatuh cinta ini pernah dituduh sebagai playboy. Kemudian, karena Alex tidak juga menunjukkan siapa kekasihnya, ia juga sempat dituduh sebagai gay. Dalam sebuah wawancara pada tahun yang sama, Del Piero ogah menanggapi rumor apa pun tentang dirinya dan tak ingin dianggap sebagai simbol seks.
Seiring perjalanan waktu, akhirnya terbongkarlah hubungan istimewa Alex dengan Sonia Amoruso. Enam tahun bersama, pasangan ini menikah pada 2005.
Pada Juli 2007, Del Piero menyatakan bahwa istrinya hamil dan tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka. Tiga bulan kemudian, 22 Oktober 2007, Sonia melahirkan anak pertama mereka, Tobias Del Piero.
Kebahagiaan pasangan Alex-Sonia semakin lengkap pada 4 Mei 2009 lalu. Sonia melahirkan bayi perempuan bernama Dorothea. Lengkaplah sudah keluarga kecil Del Piero ini.
Berikut foto-foto Sonia Del Piero.
Posted by
ADMIN
at
7:56 AM
Labels:
Alessandro Del Piero,
bersama,
foto,
mesra,
sepak bola,
Sonia Amoruso,
tokoh
Cerita Dewasa : Bersama Tante Sendiri ' Khusus Dewasa ' 17+
@Ikadanews.info - Cerita Dewasa : Bersama Tante Sendiri ' Khusus Dewasa ' - Kulihat bibi tidur tidak berselimut, karena biarpun kamar bibi memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin. Posisi tidur bibi telentang dan bibi hanya memakai baju daster merah muda yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, sehingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, sehingga terlihat belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan.
Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil.
Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur.
Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.
Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun. Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan.
Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu.Cepat-cepat kubuka semua baju dan CD-ku, sehingga sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu telah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa. Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku tahu hal tersebut dari film-film bibiku.
Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat di sisi tempat tidur bibi.Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan jelas tanpa ada penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi.
Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas bibi.Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi. Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup.
Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi.Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluan bibi dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina bibi. Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluan bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.Kelihatan sejenak kedua paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluanku.
Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru kudekap mulut bibi agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi dengan cepat.
Badan bibi tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak jelas.Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibi sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.
Meskipun bibi merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi.
Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sambil berbisik kekuping bibi.”Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.
Bibi masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.Perlahan-lahan badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.Kubisikan lagi ke kuping bibi, “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.Kemudian Bibi berkata, “Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya gerakan pinggulku makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.
Rupanya meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai terangsang itu. Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan masih melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang yang sedang melakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke dalam lubang kemaluan bibi.
Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di samping bibi. Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama pada bagian putingnya.
“Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!” katanya.Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan. Bibirku mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Woowww..! Sekarang bibi menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang menari-nari di mulutnya.
Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, “Bii.. sebenarnya aku sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat cantik lagi ayu..!”Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku, “Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan Paman, aku kok merasa sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa menahan diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.
“Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak tergesa-gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.” katanya, mungkin punyaku lebih besar dari punya paman.
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya. Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya. Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.Pada bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.
Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.Keluhan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok.
Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat. Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama lain.
Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua batangku.
“Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah mau klimaks. Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku.
Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku.
Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah memberikan Bibi kepuasan sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kami bersama-sama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain.
Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung pada leherku, kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.
“Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi sementara aku menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.Dalam posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai klimaks.”Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan keluhan panjang disertai badannya yang mengejang,
bibi mencapai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku terus membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur. Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas dengan sangat bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi, mengisi segenap relung-relung di dalamnya.
Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil.
Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur.
Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.
Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun. Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan.
Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu.Cepat-cepat kubuka semua baju dan CD-ku, sehingga sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu telah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa. Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku tahu hal tersebut dari film-film bibiku.
Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat di sisi tempat tidur bibi.Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan jelas tanpa ada penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi.
Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas bibi.Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi. Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup.
Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi.Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluan bibi dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina bibi. Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluan bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.Kelihatan sejenak kedua paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluanku.
Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru kudekap mulut bibi agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi dengan cepat.
Badan bibi tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak jelas.Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibi sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.
Meskipun bibi merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi.
Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sambil berbisik kekuping bibi.”Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.
Bibi masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.Perlahan-lahan badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.Kubisikan lagi ke kuping bibi, “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.Kemudian Bibi berkata, “Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya gerakan pinggulku makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.
Rupanya meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai terangsang itu. Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan masih melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang yang sedang melakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke dalam lubang kemaluan bibi.
Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di samping bibi. Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama pada bagian putingnya.
“Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!” katanya.Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan. Bibirku mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Woowww..! Sekarang bibi menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang menari-nari di mulutnya.
Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, “Bii.. sebenarnya aku sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat cantik lagi ayu..!”Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku, “Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan Paman, aku kok merasa sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa menahan diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.
“Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak tergesa-gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.” katanya, mungkin punyaku lebih besar dari punya paman.
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya. Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya. Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.Pada bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.
Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.Keluhan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok.
Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat. Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama lain.
Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua batangku.
“Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah mau klimaks. Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku.
Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku.
Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah memberikan Bibi kepuasan sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kami bersama-sama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain.
Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung pada leherku, kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.
“Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi sementara aku menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.Dalam posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai klimaks.”Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan keluhan panjang disertai badannya yang mengejang,
bibi mencapai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku terus membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur. Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas dengan sangat bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi, mengisi segenap relung-relung di dalamnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)













