Cari Artikel Disini

Showing posts with label nenek. Show all posts
Showing posts with label nenek. Show all posts

Haduh Nenek-Nenek Masih Aja Suka Bugil gan,,

Haduh Nenek-Nenek Masih Aja Suka Bugil gan,,
weleh weleh ada ada saja, Helen Mirren seorang bintang Hollywood berusia 65 tahun.. Adegan seks yang vulgar yang membuktikan, di usianya yang ke 65 tahun, Helen Mirren tidak malu atau pensiun. Kami pikir dia berani ketika ia tampil dalam bikini di 63. Tapi Dame Helen Mirren jelas tidak memiliki tubuh hang-up yang kebanyakan dari kita lakukan. Selama dua tahun kemudian, ia masih membintangi film adegan seks telanjang.

helen mirren: 


Risque: Grace Bontempo (Dame Helen Mirren) gets to grips with her lover Armando Bruzam (Sergio Peris-Mencheta) during a sex scene in Love Ranch. 

Dan meskipun banyak akan menuntut perlakuan fokus l! embut, apa pun usia mereka, tampaknya pemenang Oscar senang menghadapi kenyataan. Dame Helen, 65, yang memainkan Madam bordil in Love Ranch, mengatakan dari adegan dengan Sergio Peris-Mencheta 35 tahun : ‘I didn’t want it to be a fake, romantic soft-lensed moment’.

Illicit affair: Grace and Armando fall in love after the boxer is hired by her husband Charlie (Joe Pesci). Helen Mirren 65 th Masih Telanjang Bulat Melakukan Adegan Seks Vulgar di Filmnya

Awkward: The actor had to film the sex scene in front of Mirren’s husband Taylor Hackford, who directed the movie. Helen Mirren 65 th Masih Telanjang Bulat Melakukan Adegan Seks Vulgar di Film 

Untuk mempersulit hal-hal lebih lanjut, suaminya, Taylor Hackford mengarahkan istrinya. Tapi dia menambahkan: “Saya percaya padanya untuk menjadikan segalanya menjadi seperti adegan asli.” Dia menambahkan: ‘Pada setiap tingkat aku merasa aku berada di tangan yang aman dengan suami saya. Buka! n hanya bahwa dia tidak akan mempermalukan saya, tapi juga bah! wa ia ak an membuatnya realistis dan alami.”

Dame Helen telah muncul bugil di delapan film â€" 1969’s Age of Consent, 1972’s Savage Messiah, then O Lucky Man!, Caligula, Hussy, Excalibur, The Cook, The Thief, His Wife And Her Lover and Calendar Girls. Dia telah berkata: “Ketika Anda bertambah tua, telanjang akan lebih mudah. ‘Ada pembebasan tentang hal itu.” Hackford, 65, dan Mirren telah bersama sejak 1986. Mereka menikah pada tahun 1997.

Carol Bone : Nenek 62 Tahun Yang Tidur Dengan 200 Pria Muda

@Ikadanews - Carol Bone : Nenek 62 Tahun Yang Tidur Dengan 200 Pria Muda - Carol Bone, nenek 62 berasal dari Leeds ini ternyata memiliki sex drive yang cukup tinggi.

Meski memiliki penyakit radang sendi dan sakit punggung, toh hal itu gak menghalanginya berhubungan intim dengan cowok-cowok di bawah umurnya, dimana dirinya lebih suka dengan cowok usia 30 40-an tahun.

“Pria di atas 50 tahun gak punya cukup stamina untuk bisa mengikutiku,”ujar Carol yang memulai petualangannya di internet tahun 2008 silam.

Menurut pengakuan Carol yang sempat menikah 2 tahun dan juga pernah menjalin relationship yang lama dengan partnernya selama 21 tahun sebelum akhirnya pisah dirinya telah berhubungan dengan 200 pria selama 2 tahun terakhir ini setelah bergabung dengan 13 situs kencan.

Selain itu Carol yang penyuka sex party dan meeting couples ini – hanya mencari ‘kesenangan satu malam’ atau casual sex.

“Aku hanya menikmati seks. Aku gak mencari sesuatu yang serius. Aku sudah selesai/ cukup dengan relationship aku ingin fun,” ujar nenek 7 cucu ini.

“Jika mereka menginap, aku memaksa mereka untuk tidur di ruang yang lain. Aku gak ingin terbangun disebelah mereka,”ungkap Carol.

“Aku masak, memelihara cucu-cucuku, dan aku pernah berusaha merajut baju, tapi itu bukan untukku.

Usiaku gak berarti apa-apa. Aku benar-benar memiliki sex drive yang tinggi.
So, kenapa aku gak boleh enjoy dengan diriku sendiri?” ujar Carol lagi.

Renungan : CINTA SEORANG NENEK TERHADAP RASULULLAH SAW

@Ikadanews.info - Renungan : CINTA SEORANG NENEK TERHADAP RASULULLAH SAW - Sebuah kisah seorang Perempuan Tua yang tak pernah berhenti berharap datangnya Syafaat Rasulullah saw. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?
Insya Allah, Kisahnya akan Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.

Di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Rasulullah menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Subhanallah...
Betapa Cintanya Nenek Tua Itu Kepada Rasulallah...

Cintakah Kita Kepada Rasul???
APa yang sudah kita Kita Lakukan untuk Beliau???
Jadikan Kisah Diatas Sebagai Acuan Untuk Introfeksi Diri,,,
______________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

SUmber Facebook

Kisah unik Nenek Yang Menyusui Kucing Hingga Besar

@Ikadanews.info - Kisah unik Nenek Yang Menyusui Kucing Hingga Besar - Kisah unik terjadi antara manusia dan binatang. Di mana seekor kucing sejak bayi hingga berusia 3 tahun, menyusu pada seorang nenek, Sumratan (53), warga Kampung Marunda Kongsi, RT 4 RW 7, Jakarta Utara.

Layaknya seorang bayi, kucing yang diberi nama Gadut itu pun tumbuh sebagai kucing yang sehat dan kuat. Bahkan saat ini Sumratan menganggap Gadut layaknya anaknya sendiri, bukan sebagai hewan peliharaan. Mulai dari pemeliharaan hingga makanan pun diperhatikan.

Dikisahkan Sumratan saat ditemui di kontrakkannya, , pertemuannya dengan Gadut, dimulai 3 tahun lalu saat seekor anak kucing yang tak berdaya datang padanya. Gadut kecil yang waktu itu datang langsung menyusu kepada Sumratan yang saat itu tengah tertidur. "Tiba-tiba saja dia menyusu, dia saat itu masih orok baru lahir," ujarnya.

Kejinakan kucing tersebut membuat Sumratan dan suaminya, Ali, yang bekerja sebagai penjaga masjid Al Alam, akhirnya memeliharanya. Saat itulah, kebiasaan menyusui dilakukan Sumratan kepada Gadut. "Nama Gadut saya ambil dari bahasa Madura berarti gemuk," jelas Sumratan, di rumah kontrakannya.

Dia menuturkan, Gadut yang berwarna cokelat dan belang putih, tak seperti kucing pada umumnya. Kucing ini tidak pernah memakan makanan mentah dan hewan lainnya seperti tikus, atau ular. Kucing ini biasa memakan ikan yang telah digoreng, sebanyak 3 kali dalam sehari seperti layaknya manusia.

Tak cuma itu, untuk buang air, lanjut Sumratan, Gadut tidak pernah sembarangan membuang kotorannya. "Dia pasti ke WC atau jarang mengeluarkan suara "meong" seperti kucing yang lain," ujarnya. Hingga saat ini, Gadut sering minta disusui. Biasanya, saat meminta disusui, Gadut akan menarik baju Sumratan atau berdiri dengan dua kaki sambil mencakar-cakar dengan lembut.

Cerita Humor : Sumpah Seorang Nenek


@Ikadanews.info - Cerita Humor :  Sumpah Seorang Nenek - Ada seorang nenek korban kecelakaan kapal hanyut di laut. Karena takutnya, nenek itu bersumpah, “jika ada orang yang menolongku, aku akan bercinta denngannya sebanyak jumlah gigiku yang masih tersisa”.
Bener juga, akhirnya dia terdampar di pantai dan ada seorang laki-laki yang menolongnya dan dia katakan pada laki-laki itu tentang sumpahnya itu.
Laki-laki itu terpaksa menyanggupi permintaan nenek itu, dan dia melakukannya sebanyak dua kali. Saat laki-laki itu akan pergi nenek itu mencegahnya dan berkata, “Nak, gigi nenek yang dalam masih ada beberapa…”

Aneh Nenek Ini Bangkit Lagi Setelah 5 Hari Dipeti Mati

@Ikadanews.info - Aneh Nenek Ini Bangkit Lagi Setelah 5 Hari Dipeti Mati - INI bukan film tentang zombie. Hal ini benar-benar terjadi di provinsi Guangxi, China.

Li Xiu Feng (95) ditemukan oleh tetangganya terbaring di ranjang dan tak bernafas setelah sempat mengalami luka di kepalanya. Chen Qing Wang, cucu laki-lakinya mengira sang nenek telah meninggal dalam tidurnya.

“Aku coba bangunkan dia. Aku panggil namanya. Tak ada respon. Aku merasa ada yang salah. Ia sudah tidak bernafas, tapi tubuhnya juga tidak dingin,” bilang Qing Wang seperti ditulis situs Mirror, Rabu (29/2).

Karena Xiu Feng hidup sendiri, Qing Wang dan putranya menyiapkan pemakaman sang nenek. Termasuk membaringkan Xiu Feng di peti mati di rumahnya agar teman dan keluarga bisa memberikan penghormatan terakhir.

Xiu Feng disemayamkan di peti mati pada 19 Februari, 2 hari setelah dikira meninggal. Qing Wang memilih untuk tidak menutup peti mati sampai hari pemakaman, 24 Februari.

Sehari sebelum pemakaman, peti mati itu kosong!

“Kami sangat ketakutan, dan minta tetangga mencari di mana nenek,” kenang Qing Wang.

Setelah lama mencari “mayat” yang hilang, warga desa kaget melihat Xiu Feng duduk di atas bangku di dapurnya, terlihat sedang memasak.

“Aku tidur lama sekali. Setelah bangun, aku merasa lapar dan langsung memasak,” ucap Xiu Feng pada warga desa Liu Lou, tempat tinggalnya.

Menurut rumah sakit setempat, Xiu Feng mengalami mati suri.

“Untung ada tradisi lokal yang membiarkan peti mati berada di rumah selama beberapa hari, jadi dia bisa diselamatkan,” jelas seorang dokter.

Sesuai tradisi lokal pula, karena Xiu Feng sudah mengelabui kematian, ia diharuskan untuk membakar semua barang miliknya.