@Ikadanews - Kasihan !!! Ditelantarkan, Bocah Tinggal dengan Kambing - Bocah dua tahun di Rusia terpaksa diambil oleh pekerja sosial. Ia ternyata selama ini tinggal dengan kambing dan saat didatangi oleh pekerja sosial, sang ibu, Marina, tak berada di tempat.
Bocah yang diketahui bernama Sasha T itu, berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Tubuhnya sangat kurus, kurang nutrisi, tak bisa berbicara dan menggunakan toilet.
"Dia bermain dan tidur dengan kambing, yang tinggal satu ruangan bersamanya. Saat kami datangi, sang ibu tidak ada," kata Irina Bochkova, kepala deputi pekerja sosial Shakhti, regional Rostov, Rusia, dikutip dari Daily Mail.
Kondisi kandang kambing tentu saja sangat tidak layak bagi anak seusia Sasha T. Saat ditemukan, ia tak mengenakan pakaian, tampak sangat kedinginan dan sakit parah.
"Kami langsung membawanya dan segera ke rumah sakit. Dokter lalu mengatakan karena selama ini ia hidup tidak layak, otaknya tidak berkembang," kata Bochkova.
Berat badan Sasha T tiga kali lebih rendah dibandingkan anak normal. Sikapnya juga sangat aneh. Ia tidak mau tidur di ranjang dan justru ke area bawah ranjang untuk tidur.
"Ia juga sangat takut dengan orang dewasa. Apapun yang dilihatnya, seperti kaca dan furnitur selalu ingin dirusaknya. Ia bahkan tak bisa diajak berkomunikasi dan memegang sendok," kata Natalya Simonina, dokter yang menangani Sasha T.
Saat diberikan mainan Sasha juga tak tertarik. Ia tak mencoba memegangnya sama sekali. Kasus penelantaran ini, membuat hak asuh sang ibu akan ditinjau kembali secara hukum dan kemungkinan besar akan dicabut.
Cari Artikel Disini
Home » tinggal
Showing posts with label tinggal. Show all posts
Showing posts with label tinggal. Show all posts
Sepak bola Italia mulai ditinggalkan
@Ikadanews.info - Sepak bola Italia mulai ditinggalkan - Sepak bola Italia menderita kerugian sebesar 428 juta euro pada musim lalu, menurut laporan yang dibuat oleh Federasi Sepak bola Italia (FIGC) bersama dengan Pricewaterhousecoopers dan Arel.
Itu merupakan peningkatan sebesar 80 juta euro atau 23 persen, dari kerugian musim sebelumnya. Hanya 19 dari 70 klub dari empat divisi teratas yang mampu meraih keuntungan.
Secara keseluruhan, pemasukan dari sepak bola mengalami penurunan, dengan hanya meraup 2,8 miliar euro, yang merupakan penurunan 1,2 persen dari musim sebelumnya.
Divisi teratas, Serie A, mencatatkan mayoritas dari kerugian tersebut (82 persen), meski itu berkurang dua persen dari bagian mereka pada musim 2009/2010. Biaya produksi meningkat 1,5 persen menjadi 2,9 juta euro, yang mengakibatkan kerugian sebesar 428 juta euro.
Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa tingkat kenaikan biaya produksi telah berkurang secara signifikan dari 6,8 persen pada musim 2009/2010, dan 6,4 persen pada musim 2008/2009, menjadi hanya 1,5 persen pada saat ini.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kerugian adalah penurunan jumlah penonton, yang mencapai empat persen pada keempat divisi. Terdapat 13,3 juta orang yang memasuki stadion pada musim 2010/2011.
Meningkatnya penurunan jumlah penonton paling banyak terjadi pada divisi terbawah, sementara Serie A hanya mengalami penurunan 2,4 persen, sementara pada divisi keempat terjadi penurunan jumlah penonton mencapai hampir 20 persen.
Hasilnya mereka kehilangan 22,4 juta euro dari pemasukan tiket di sepak bola profesional, dari 275,4 juta euro menjadi 253 juta euro. Penerimaan dari tiket hanya merupakan sepuluh persen dari pemasukan klub-klub Italia.
Stadion rata-rata terisi 56 persen dari kapasitasnya, sementara pada pertandingan-pertandingan Liga Champions persentase tersebut meningkat menjadi 67 persen, diikuti oleh pertandingan Serie A dengan 56 persen. Pertandingan tim-tim divisi keempat hanya mampu menyedot 20 penonton sebanyak 20 persen dari kapasitas stadion.
Itu merupakan peningkatan sebesar 80 juta euro atau 23 persen, dari kerugian musim sebelumnya. Hanya 19 dari 70 klub dari empat divisi teratas yang mampu meraih keuntungan.
Secara keseluruhan, pemasukan dari sepak bola mengalami penurunan, dengan hanya meraup 2,8 miliar euro, yang merupakan penurunan 1,2 persen dari musim sebelumnya.
Divisi teratas, Serie A, mencatatkan mayoritas dari kerugian tersebut (82 persen), meski itu berkurang dua persen dari bagian mereka pada musim 2009/2010. Biaya produksi meningkat 1,5 persen menjadi 2,9 juta euro, yang mengakibatkan kerugian sebesar 428 juta euro.
Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa tingkat kenaikan biaya produksi telah berkurang secara signifikan dari 6,8 persen pada musim 2009/2010, dan 6,4 persen pada musim 2008/2009, menjadi hanya 1,5 persen pada saat ini.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kerugian adalah penurunan jumlah penonton, yang mencapai empat persen pada keempat divisi. Terdapat 13,3 juta orang yang memasuki stadion pada musim 2010/2011.
Meningkatnya penurunan jumlah penonton paling banyak terjadi pada divisi terbawah, sementara Serie A hanya mengalami penurunan 2,4 persen, sementara pada divisi keempat terjadi penurunan jumlah penonton mencapai hampir 20 persen.
Hasilnya mereka kehilangan 22,4 juta euro dari pemasukan tiket di sepak bola profesional, dari 275,4 juta euro menjadi 253 juta euro. Penerimaan dari tiket hanya merupakan sepuluh persen dari pemasukan klub-klub Italia.
Stadion rata-rata terisi 56 persen dari kapasitasnya, sementara pada pertandingan-pertandingan Liga Champions persentase tersebut meningkat menjadi 67 persen, diikuti oleh pertandingan Serie A dengan 56 persen. Pertandingan tim-tim divisi keempat hanya mampu menyedot 20 penonton sebanyak 20 persen dari kapasitas stadion.
Subscribe to:
Posts (Atom)

